
"Siang Bu, Kimberley ada?" tanya Rose pada ibu Kimberley.
Ibu yang lagi beres-beres menoleh ke arah suara, dan hampir berteriak girang melihat Rose yang datang.
Tetapi ibu langsung menutup mulutnya.
"Nak Rose kemana saja, kok baru sekarang muncul?" tanya Ibu lirih takut Kiki mendengar.
"Hmm iya Bu maaf, lagi banyak urusan, oiya ini Bu sedikit buah-buahan." Rose memberikan pada ibu sekantong plastik bermacam-macam buah .
"Makasih ya" ibu menaruhnya di atas meja dapur
"Rose yuk ikut ibu sebentar" ajak ibu sambil berjalan sedikit mengendap endap.
Rose hanya mengangguk dan mengikuti ibu.
Ibu menuju ke kamarnya setelah Rose masuk ibu langsung mengunci pintu.
Rose penasaran "Ada apa ini, apa yang terjadi?"pikir Rose.
"Rose ibu mau tanya ya, itu benar Jevaro melamar Kimberley?" tanya ibu.
Rose terdiam sesaat " Darimana ibu tahu soal lamaran itu, apa mungkin Kimberley yang memberitahu?" pikir Rose.
"Rose?" ibu mendesak Rose.
"Iya betul bu," jawab Rose singkat
"Jadi benar Jevaro melamar Kimberley kemarin?" tanya ibu.
Rose mengangguk
"Kimberley tahu tentang ini sebelumnya?" tanya ibu penasaran.
"Tidak bu, Kimberley sama sekali tidak mengetahui rencana Jevaro" sahut Rose.
"Memang kenapa Bu? apa Kimberley minta pendapat ibu untuk memutuskan lamaran siapa yang akan ia terima?" tanya Rose
"Lho bukanya Kimberley langsung memberi jawaban kemarin?" tanya ibu.
"Kimberley kan sudah menerima lamaran Jevaro", tanya ulang ibu.
"Kimberley menerima lamaran Jevaro?kapan Bu?" tanya Rose..
"Lho ya kemarin kan, waktu Jevaro melamar Kimberley" jelas ibu
"Kimberley belum menjawab lamaran Jevaro Bu " sahut Rose.
"Lho ...yang benar?" tanya ibu
" Tapi ada foto Jevaro menyematkan cincin di jari manis Kimberley?!" sahut ibu.
"Foto?foto apaan Bu?" tanya Rose penasaran.
Akhirnya ibu menjelaskan apa yang terjadi tadi pagi.
"Tadi Kimberley dan Yasir bertengkar hebat, untuk pastinya apa yang mereka pertengkaran ibu tidak terlalu paham tapi kalau melihat foto-foto yang diperlihatkan Yasir pada ibu sepertinya penyebabnya karena lamaran Jevaro pada Kimberley." jelas Ibu.
"Foto-foto apa ya Bu kalau boleh tahu, darimana foto-fotonya?" tanya Rose detail .
"Yasir dapat kiriman foto dari---" ibu terdiam sesaat.
"Dari siapa bu, dan foto apa?" greget Rose penasaran.
"Dari Kiki. foto saat Jevaro melamar Kimberley" jelas ibu.
Rose terkejut , walau sebenarnya Rose sudah merasa suatu saat Yasir pasti tahu tapi tidak secepat ini juga.
"Jadi itu alasan pertengkaran mereka." tanya Rose.
Ibu mengangguk
"Hmm Kiki lagi, mulai bikin ulah dia" pikir Rose.
"Sekarang Kimberley dimana
Bu? "desak Rose.
"Ada di kamarnya belum keluar dari tadi pagi" sahut ibu.
"Belum sarapan juga sampai sekarang?" tanya Rose.
Ibu menggelengkan kepala.
'Saya coba temui, semoga berhasil" harap Rose.
Kemudian Rose ke kamar Kimberley.
Sudah berulang kali ia mencoba mengetuk kamar Kimberley dan bilang ingin menemuinya tetap tidak ada jawaban dari Kimberley.
Ibu khawatir seperti kejadian dulu Kimmy pingsan di dalam karena dehidrasi dan kelelahan menangis.
Rose mencoba melihat dari beranda tampak Kimberley masih menangis.
Rose mencoba memutar otak bagaimana membujuk Kimberley, kalau dulu memanggil Jevaro adalah kartu AS tapi sekarang seperti nya justru Kimberley akan menolaknya karena justru awal kekisruhan ini adalah Jevaro.
"Kim please... buka dong ini aku Rose kita cerita cerita yuk atau kamu mau me time? yuk aku temani kamu ingin kemana saja, aku antar" bujuk Kimberley.
Rose dan ibu saling pandang
"Maaf Bu sepertinya Kimberley juga marah padaku" ucap Rose lirih.
Kimberley kesal dengan Rose, sejak awal Sepertinya ia sudah tahu rencana Jevaro malam itu, tetapi kenapa Rose diam saja dan membiarkan semua kekacauan ini terjadi.
Rose mendengarkan dengan seksama apa yang ibu jelaskan.
"Hmm sudah kuduga Kiki yang sengaja membakar situasi ini, tapi kok bisa tahu ya tentang pesta itu, jangan-jangan ia menguntit saat Jevaro dan Kim pergi dia sengaja mencari peluang yang bisa menghancurkan hubungan Yasir dan Kimberley. Hebat euy Kiki bisa mengendus peluang"batin Rose.
"Rose...Bibi? Selamat siang" sapa Aqib.
Rose merasa familiar dengan suara itu"Hmm seperti suara, tapi dia kan di----" batin Rose.
Rose menoleh ke sumber suara, ternyata benar "Kak Aqib!" seru Rose sambil memeluk Aqib.
"Hai Rose pa kabar" sapa Aqib
"Siang nak Aqib, kapan datang?" tanya ibu.
"Maaf Bu sebenarnya sudah beberapa hari yang lalu, cuman saya masih banyak kesibukan, mempersiapkan banyak hal jadi baru sekarang saya baru bisa main ke sini" sahut Aqib.
"Wahh Kimberley pasti senang kalau tahu kakak kembali ke Indonesia" celetuk Rose.
"Lho Kimberley sudah tahu, kan ia juga yang menjemput saya di Bandara bersama Yasir" sahut Aqib.
"What?? hmm banyak yang kulewatkan ternyata" gumam Rose.
Aqib mencium tangan ibu Kimberley.
"Sehat dan sukses terus ya nak" doa Ibu sambil mengusap kepala Aqib.
"Amin terima kasih Bu" ucap Aqib.
"Yasir mana?" tanya ibu sambil mencari keberadaan Yasir.
"Ada syuting nanti selesai syuting dia nyusul" sahut Aqib.
Aqib menoleh ke arah Rose kemudian menunjuk pintu kamar Kimberley." Kamu sudah bertemu dengan---"
Rose menggelengkan kepalanya cepat.
"Rose apa benar Jevaro melamar Kimberley?" tanya Aqib meyakinkan.
"Iya" sahut Rose singkat
"Hmm berapa orang lagi yang akan mengulang pertanyaan ini, ampun Jevaroo kamu yang bikin kekacauan aku yang kena imbasnya, sudah tahu Kimberley sudah ada yang punya, lha kok masih nekat melamar, mengutarakan perasaan hati sih gak pa pa tapi jangan pake acara melamar" keluh Rose dalam hati
"Mending kamu melamar aku gak akan bikin keributan dan gak pake acara menunggu jawaban, langsung deh aku terima," Rose tersenyum miris dalam hati memikirkan mimpi tak sampainya .
Aqib mengeryitkan dahi nya menatap Rose.
"Are you oke Rose?" tanya Aqib melihat Rose bengong.
"Rose.." tanya ibu sambil mengguncang tubuh Rose.
"Hei yaa i am oke" jawab Rose.
"Oh ya terus apa lamaran Jevaro diterima oleh Kimberley?" selidik Aqib kembali.
"Belum" sahut pendek Rose
"Belum??? maksudnya?" tanya Aqib tidak paham.
"Yaaa belum Jevaro bilang gak perlu dijawab langsung, Kimberley disuruh berpikir dulu untuk menjatuhkan pilihannya, karena Jevaro tahu Yasir sudah melamar Kimberley terlebih dahulu." jelas Rose.
" Nah itu Jevaro bagaimana sih teman makan teman sudah tahu Kimberley sudah dilamar Yasir dan memang sejak dahulu juga milik Yasir dan katanya lamaran itu juga sudah diterima Kimberley, benar Bu ? Yasir bilang sudah melamar Kimberley dihadapan ibu?" tanya Aqib.
"Iya benar nak " jawab ibu.
"Cuman bedanya Yasir melamar hanya dengan modal cinta sedangkan Jevaro dengan cincin berlian" sahut Aqib Sarkas.
"Kak..tolong jangan punya pikiran seperti itu Kimberley bukan wanita seperti itu dia tidak pernah menilai cinta tulus seseorang dari sebuah harta benda, kalau Kimberley mau dari dulu sejak Yasir masih bad boy, Kimberley sudah meninggalkan Yasir dan lari ke pelukan Jevaro tapi tidak walau Yasir sudah berulangkali menyakiti hatinya ia lebih memilih bertahan, cinta Kimberley pada Yasir tulus apa adanya." jelas Rose marah ketika Aqib menyindir Kimberley.
Kak Aqib tersenyum lebar dan mengusap kepala Rose .
"Yasirr keluarlah kamu dengar sendiri kan apa yang dikatakan Rose." teriak Aqib.
Rose dan ibu kebingungan saling pandang.
Akhirnya munculah Yasir dihadapan mereka .
"Rose terimakasih ya kamu sudah menjelaskan lebih detail bagaimana sikap Kimberley tentang lamaran kemarin" sahut Aqib.
"Yasir tadi merasa insecure dengan cincin berlian yang diberikan Jevaro untuk melamar Kimberley. tapi saya yakin dari awal ketika Yasir bercerita, Kimberley tidak mungkin menerima sebuah lamaran seseorang hanya karena cincin berlian, kalaupun Kimberley menerima lamaran Jevaro ya itu bukan karena cincinnya tapi perasaan nyaman dirinya terhadap Jevaro, ingat Yasir kamu dulu sering menyakitinya, jadi kamu harus terima resiko nya saat ini, menanti sebuah jawaban, kamu atau Jevaro yang akan Kimberley pilih" jelas Aqib.
Aqib hanya tertunduk lesu.
"Berdoa lah semoga cinta Kimberley padamu lebih besar" Aqib berusaha memberi semangat Yasir.
"Yuk kita coba bujuk Kimberley agar ia mau kita temui dan menyelesaikan masalah ini secepatnya." ajak Aqib.
Kemudian Aqib berusaha membujuk Kimberley untuk menemuinya.
................*********......................
Tunggu kelanjutannya ya....
Jangan lupa like komen dan jadikan favorite kalian.
Terima kasih semua yang sudah setia dengan Find the Perfect Love ๐
Sambil menunggu up bisa mampir ke karya teman aku nih
support selalu ๐น๐นโค๏ธโค๏ธ