Find The Perfect Love

Find The Perfect Love
Pengungkapan perasaan




Kimberley mengamati dengan seksama lelaki yang muncul diantara riuh nya tepuk tangan.


Betapa terkejutnya Kimberley melihat sosok yang dari tadi dicarinya ada di hadapannya saat ini, berganti kostum setelan jas hitam, dan membawa satu buket bunga yang sangat indah.


Kimberley Hanya bisa diam terpukau melihat ketampanan Jevaro.


Penampilan Jevaro sungguh terlihat bagaikan seorang pangeran kerajaan, dengan senyum bahagia yang terus tersungging di sudut bibir yang memperlihatkan lesung pipitnya, sungguh terlihat begitu mempesona sosok Jevaro malam ini.


"Wow Jevaro benar-benar luar biasa, kenapa ia berpenampilan seperti itu? mungkinkah ia sedang berulang tahun atau??" Kimberley berusaha memecahkan teka-teki yang ada dihadapannya saat ini.


"Seorang Jevaro berada di sebuah Garden Party berpenampilan layaknya seorang pangeran atau lebih tepatnya mempelai pria OMG apakah ia akan menikah ? wait.. dimanakah mempelai wanitanya?" batin Kimberley sambil mencari-cari ke seluruh sudut taman sosok mempelai wanitanya.


Tiba-tiba ada sedikit perasaan perih di dada, saat berpikir Jevaro mempunyai wanita lain yang benar-benar ia cintai, "Begitu beruntungnya wanita itu mendapatkan cinta tulus Jevaro lelaki sopan, baik hati dan selalu hormat pada wanita, dan selalu bisa membuat kita tersenyum kembali saat hati berantakan." batin Kimberley.


Riuh tepuk tangan masih terdengar dan Jevaro pun masih berjalan menuju ......,


Rose yang juga hadir di situ bergantian mengamati ke arah Jevaro dan Kimberley.


"Hmm kamu benar-benar memukau Bapak Jevaro Reynaldi, aku mencintaimu sejak awal aku mengenal mu, tapi sayang hatimu lebih memilih Kimberley walaupun kamu sangat tahu sejak awal bahwa hati Kimberley telah ada pemiliknya" batin Rose memandang Jevaro sedih.


"Betapa beruntungnya kamu Kim ada dua lelaki hebat yang mencintaimu, yang senantiasa bersedia melindungi, menjaga dan membahagiakanmu. aku hanya bisa berdoa semoga siapapun yang kau pilih nantinya semoga itu yang terbaik untukmu" gumam Rose dalam hati.


Kimberley berjalan mendekati Rose


"Rose ada apa ini? ada apa dengan Jevaro?" tanya Kimberley.


Rose hanya tersenyum pada Kimberley.


"Sebentar lagi kamu akan mengetahuinya " sahut Rose singkat.


" Pilihlah yang terbaik buat kamu , kamu orang baik berhak mendapatkan yang terbaik" ucap Rose lalu memeluk Kimberley.


Kimberley menatap Rose intens.


"Kimberley Ryan"


Kimberley tertegun sesaat saat mendengar namanya disebut.


Rose tersenyum pada Kimberley


"Kamu ingin tahu ada apa kan? ini saatnya kamu tahu jawabannya" Rose menepuk bahu Kimberley dan memutar badan Kimberley menghadap Jevaro.


Kimberley melihat Jevaro berjalan ke arahnya sambil tersenyum.


"Rose ..Rose" panggil Kimberley.


Kimberley menoleh ke belakang mencari Rose.


Tetapi Rose sudah tidak ada di belakangnya.


"Kimberley Ryan" sekali lagi nama Kimberley disebut.


Yaa Jevaro yang menyebut namanya sambil berjalan mendekat padanya.


Kimberley akhirnya memutuskan untuk berdiam diri.


Tidak ada lagi pilihan Kimberley selain menghadapi apa yang terjadi, tak ada waktu lagi untuk mundur ataupun kabur saat ini


Walaupun Kimberley sendiri tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi dan apa yang direncanakan oleh Jevaro saat ini, ia hanya bisa pasrah.


Setelah Jevaro berdiri di hadapannya, Jevaro tersenyum manis lalu meraih tangan Kimberley membungkuk hormat dan mencium punggung tangannya.


Kimberley berdiri seperti patung masih tak tahu apa yang terjadi.


Melihat Kimberley diam saja saat ia mencium tangan Kimberley, lalu Jevaro berdiri tegak dan memberikan buket bunga kepada Kimberley.


"Untukku??" tanya Kimberley sambil melihat ke kanan dan ke kiri .


"Iya untuk kamu gadis tercantik dan terhebat yang pernah kutemui dalam hidupku" jawab Jevaro.


"Siapa?aku?" Kimberley bingung sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Iya Kamu Kimberley Ryan" jawab singkat Jevaro.


Setelah Riuh redah tepuk tangan mulai berhenti berganti dengan keadaan hening.


"Kim entah sejak kapan aku sendiri tidak tahu aku merasa ada perasaan yang berbeda setiap aku berdekatan ataupun jauh dari kamu." jelas Jevaro.


Kimberley masih tidak mengerti dan hanya terpaku diam.


"Terlebih lagi saat aku berada di Singapura aku merasa ada sesuatu yang hilang di hatiku" Jevaro berusaha menenangkan perasaannya sendiri.


Dia sudah tidak peduli lagi kata-katanya tidak sesuai yang telah ia latih seminggu ini, tiba-tiba mengalir keluar begitu saja apa yang ia ucapkan hilang semua yang telah ia hafalkan.


Jevaro hanya berusaha agar Kimberley mengerti akan perasaannya.


Beberapa kali menarik nafas, Jevaro berusaha untuk mengendalikan perasaannya yang sangat tegang.


Rose yang berdiri jauh di pojokan ikut tegang menyaksikan Jevaro yang sangat terlihat gugup, kata-kata yang diucapkannya sedikit terdengar berantakan.


"Kim aku mencintaimu" tegas Jevaro mengatakannya


riuh tepuk tangan kembali terdengar.


Hanya Kimberley yang terlihat kaget dan tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Sudah lama aku ingin sekali mengatakan padamu tentang perasaan ini aku juga pernah berusaha untuk menghapus perasaan ini dengan cara aku berangkat ke Singapura tetapi sayangnya aku tidak bisa"


"Semakin aku berusaha melupakan semakin aku merasa tersiksa dengan bayangmu, senyumanmu tak pernah bisa lepas dari isi kepala aku" Jevaro berusaha meyakinkan Kimberley akan perasaannya.


Rose hanya bisa termangu bangga sekaligus sedih, bangga karena Jevaro akhirnya mampu mengungkapkan perasaannya yang selana ini terpendam.


Sekaligus sedih sekali lagi ia harus menerima kenyataan cintanya bertepuk sebelah tangan lagi dan lagi.


"Aku mencintaimu Kim tulus mencintaimu, tidak akan pernah aku biarkan kamu menangis lagi," janji Jevaro.


Kemudian samar samar terdengar alunan musik semakin lama semakin jelas dan Jevaro pun bernyanyi untuk Kimberley.


Lagu yang mengungkapan bahwa kebahagiaanya adalah bila melihat kekasihnya tersenyum bahagia, dan selalu bersama berdua senantiasa membuat hatinya tenang.


Jevaro bernyanyi dengan penuh penghayatan sambil sesekali ia melihat ke arah Kimberley sambil tersenyum.


Malam ini penuh dengan kebahagiaan akhirnya setelah sekian lama memendam dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi, tidak dipungkiri ada terbesit sedikit keraguan dalam diri Jevaro akan diterimanya cintanya .


Tetapi setelah dipikir berulangkali akhirnya malam ini malam yang paling tepat untuk dirinya mengungkapkan semua isi hatinya, diterima atau tidak diriku sebagai pendamping hidup Kimberley aku akan tetap selalu mencintainya.


Ayah dan ibu Jevaro adalah pasangan yang paling bahagia malam ini,


Karena malam ini anak tunggalnya telah berubah menjadi lelaki yang Pemberani.


Bayangan Jevaro bersanding dengan Kimberley di pelaminan serta dalam waktu dekat mereka akan menimang cucu pertama mereka, sudah membayangi mereka sejak Jevaro mengungkapkan pada mereka tentang keinginannya untuk melamar Kimberley malam ini.


Kedua orang tua Jevaro sejak pertama kali berjumpa dengan Kimberley sudah merasa cocok dengan Kimberley, mereka ingin segera menikahkan anaknya secepatnya.


Riuh tepuk tangan masih terdengar, setelah Jevaro menyayikan sebuah lagu yang berjudul Dirimu yang Teristimewa.


Setelah selesai menyanyikan sebuah lagu romantis yang special ia tujukan pada Kimberley, ia kembali menghampiri Kimberley "Tunggu sebentar ya" bisik Jevaro pada Kimberley lirih.


Lalu Jevaro langsung berlari ke dalam sebentar dan kemudian...Jevaro berjalan santai dengan senyuman khas nya sambil kedua tangannya berada di belakang membawa sesuatu.


"Kimberley Ryan sebagai bukti kesungguhan hati aku mencintaimu maukah kamu-----" terhenti perkataan Jevaro lalu,



Jevaro menarik tangannya ke depan dan terlihatlah apa yang tadi disembunyikan Jevaro di punggungnya.


Seikat bunga mawar putih dan sebuah papan yang bertuliskan, "Will you merry me".


Kimberley kembali dibuat terkejut oleh Jevaro.


Tidak lama kemudian Jevaro pun mengeluarkan kotak cincin yang ia pesan jauh-jauh hari, membukanya dan menunjukkan pada Kimberley.


Cincin berlian putih yang sangat berkilau dengan indahnya.


Jevaro meraih tangan Kimberley dan menyematkan cincin indah itu di jari manisnya.



Sesaat setelah terbengong karena benar-benar terkejut dengan semua hal yang dilakukan Jevaro padanya malam ini.


Kimberley menahan tangan Jevaro untuk menyematkan cincin indah itu di jari manisnya.


Jevaro yang melihat reaksi Kimberley, lalu berhenti dan meletakkan nya kembali cincin indah itu ke dalam kotaknya dan meraih lagi tangan Kimberley, lalu memberikannya cincin tersebut pada Kimberley.


"Aku tahu semua ini tidak pernah kamu bayangkan ataupun kamu pikirkan, aku tidak mengharuskan mu menjawabnya malam ini " Jevaro berusaha untuk tersenyum di tengah rasa sakit di hatinya.


"Malam ini aku hanya ingin kamu tahu tentang perasaan ku sesungguhnya terhadap dirimu, aku tahu aku bodoh melakukan semua ini disaat aku tahu pasti dirimu sudah ada calon pendamping hidup."


Jevaro kembali menarik nafasnya dalam-dalam.


"Simpanlah cincin ini, pikirkan matang-matang mana yang terbaik dan yang kamu rasa paling mencintai dan bisa membahagiakanmu, bila kamu sudah siap memilih katakan padaku keputusan apa yang kamu ambil" jelas Jevaro sambil menggenggamkan cincin indah itu di tangan Kimberley.


"Aku akan menunggumu, sampai kamu punya jawaban pasti" ucap Jevaro.


Kimberley merasa ini tidak boleh terjadi, ia sadar di dalam dirinya ada sedikit tempat untuk Jevaro tapi Yasir dia sudah terlanjur hadir dalam hidupnya dan mengambil hampir seluruh hatinya.


"Aro...aku---" belum selesai Kimberley bicara, telunjuk Jevaro mendarat di bibir Kimberley.


"Ssttt, jangan jawab apa-apa saat ini, malam ini aku tidak ingin kamu menjawabnya, pikirkan masak-masak, bila kamu sudah pikirkan dengan tenang dan yakin dengan pilihanmu, barulah kamu beri tahu aku" bisik Jevaro


Berdiri berhadapan dengan jarak sangat dekat membuat jantung Kimberley terasa berhenti untuk sesaat


Kemudian Jevaro tersenyum ke semua yang hadir, dan menyampaikan rasa terima kasihnya telah ikut memeriahkan pestanya malam ini.


Semua berdiri dan memberikan tepuk tangan yang sangat meriah.


.................❤️❤️❤️❤️...............


Terima kasih semua buat pembaca setia Find the Perfect Love sampai saat ini.


Dukung terus ya mohon support nya like komen dan berbagai support yang lainnya


Kimberley mengucapkan terima kasih banyak bagi semua yang selalu memberikan jempol manisnya untuk Find the Perfect Love


love you all


Sambil menunggu up baca yuk karya Asire Sang Ratu Malam


❤️ Happy Reading ❤️