Find The Perfect Love

Find The Perfect Love
Rencana yang sempurna



"Gilaa" sambil merapikan bajunya, mulut Yasir trus mengomel, sambil berjalan keluar dari Hotel Tulips, meninggalkan Kiki yang masih menangis meraung sendirian di kamar.


Dia tidak menyangka kalau ia akan jatuh dalam perangkap Kiki semalam, padahal Yasir sudah berusaha menghindari nya sesaat setelah syuting selesai.


Tetapi pesta kecil semalam dalam rangka syukuran atas keberhasilan sinetron mereka menduduki ranking pertama dan viewer terbanyak serta terfavorit itu membawa petaka bagi dirinya, "Aku yakin Kiki memasukan sesuatu ke dalam minuman aku." duga Yasir.


"Sial...hape aku mati lagi, bagaimana ini cara menghubungi Kimberley, aku janji padanya hari ini akan mengajaknya jalan, pasti dia sudah menghubungi ku berkali kali, dia pasti berpikiran macam macam tentang aku sekarang, dia pasti sedih, maafkan aku Kim," batin Yasir sambil membawa mobilnya dengan kecepatan yang lumayan cepat.


Isi kepala Yasir terasa penuh ia berusaha menyusun kata kata untuk meyakinkan Kimberley kenapa ia tidak dapat dihubungi semalam dan menyiapkan rencana dadakan bila ternyata yang ia rencanakan kacau.


Yasir masih bingung dan terus berpikir untuk mematangkan semua alasan dan semua rencana nya sambil terus mengendarai mobilnya menuju kantor Kimberley.


Pada saat bersamaan di kantor


PT. Sukses Cemerlang merayakan keberhasilan mereka yang telah mendapatkan satu proyek baru lagi. Nampak Rose dan beberapa karyawan yang biasa tergabung dalam team yang menyelesaikan proyek proyek kantor mereka, terlihat sedang asyik makan Pizza dan beberapa jenis minum soda, yang tadi di beli Kimberley saat pulang dari PT.Sinar Baja. Mereka turut senang dengan keberhasilan Kimberley yang selalu berhasil memenangkan tender.


"Yuk mari teman teman kita angkat gelas kita untuk ibu Kimberley yang untuk kesekian kalinya selalu berhasil memenangkan tender untuk kantor kita tercinta ini "seru Rose


"Mari kita bersyukur atas keberhasilan kita bersama ini, dengan selalu solid dalam team untuk hasil maximal" seru Rose sambil diiringi tepuk tangan seluruh karyawan PT. Sukses Cemerlang.


Setelah perayaan kecil kecilan akhirnya mereka kembali mengerjakan tugas mereka masing masing,.


Kimberley tersenyum bahagia dan puas melihat kekompakan teamnya.


"Tuhan terima kasih atas semua Anugrah Mu ini, atas teman seperjuangan yang punya visi dan misi yang sama untuk memajukan perusahaan ini, kelancaran dalam pengerjaannya dan terima kasih juga atas kepercayaan Nya untuk memimpin perusahaan ini," doa dan syukur Kimberley atas semua kelancaran dan kesuksesannya dalam hati.


Tiba tiba bahu Kimberley disentuh Rose perlahan, " Kim, tahu tidak aku bangga sekali jadi sahabat kamu, ibu mu pasti sangat bangga juga, anak gadisnya sudah menjadi seorang wanita yang mandiri."


"Hmm sudah lah Rose jangan sebut ibu ku lagi ibu sudah bahagia dengan keluarga barunya." ujar Kimberley tidak peduli.


Rose tahu sekali, Kimberley masih sakit hati karena ibunya lebih memilih merawat anak dari suaminya atau ayah tirinya daripada anak kandungnya sendiri yaitu dirinya.


Kimberley merasa terbuang apalagi ayahnya juga sibuk dengan pekerjaannya, ayahnya seorang penggila kerja hidupnya selalu kerja kerja dan kerja, ayah Kimberley adalah pemilik Hotel bintang 5 di Jakarta dan hampir tidak pernah pulang ke rumah, itu sebabnya Kimberley lebih memilih untuk hidup mandiri.


Sungguh orang tua Kimberley bukanlah orang tua yang bisa diandalkan tapi sebenarnya mereka sangat mencintai Kimberley melalui Rose lah mereka mengikuti kabar tentang Kimberley.


Awal Kimberley berjuang sendiri, mereka jugalah terutama ayah Kimberley selalu me-support apa yang ingin Kimberley wujudkan termasuk mendirikan PT Sukses Cemerlang.


Dan akhirnya bisa sebesar sekarang.Tetapi Kimberley sampai saat ini tidak mengetahuinya karena memang Rose sudah diberi mandat oleh ayah Kimberley agar Kimberley jangan sampai mengetahui nya.Karena ayahnya berpikir hanya ini lah yang bisa mereka lakukan sebagai orang tua yang gagal menemani dan mendampingi anak untuk menghadapi hidup yang keras ini. Tapi Kimberley membuktikan bahwa dengan kerja keras semua bisa dicapainya , mungkin bakat Kimberley dalam berbisnis di dapat nya dari ayahnya yang notabene adalah seorang pengusaha hotel ternama di kota Jakarta.


Jam sudah menunjukan pukul 16.30 WIB saatnya mereka bersiap siap untuk pulang.


Rose membereskan semua file file dan memilah milah mana yang besok diperlukannya dan mana yang sudah tidak dibutuhkan lagi.


Kimberley nampak duduk termenung sambil memutar mutar memainkan bolpoin, dengan tatapan kosong ia memandangi kesibukan orang orang di kantor nya untuk siap siap pulang.


"Hei Kim, kamu jadi gabung kan bersama kami?" tanya Rose sambil membereskan beberapa file yang masih tersisa.


Tidak ada jawaban .. hening, karena tidak ada jawaban yang ia dengar, Rose menoleh ke arah Kimberley dan mendapati sahabatnya itu sedang melamun .


Kemudian setelah selesai membereskan file terakhir, Rose menghampiri Kimberley dan menyentuh pundaknya dengan lembut.


"Kim, are you okay ?" tanya Rose lirih.


"Oh ...iya kenapa Rose?" tanya Kimberley.


"Hmm ... Yasir belum memberimu kabar kah?" tanya Rose dengan sabar padahal sebenarnya dengan melihat keadaan Kimberley seperti ini saja sudah dapat ditebak apa yang ada dipikiran Kimberley.


Belum sempat Kimberley membuka suara tiba tiba terdengar pintu ruangan kantornya di ketok dan ..



"Hai... dear how are you?" tiba tiba Yasir muncul di hadapan Rose dan Kimberley.


Rose dan Kimberley untuk beberapa saat terlihat melongo tidak menyangka bahwa yang akan muncul di balik pintu itu adalah Yasir Mir.


"Bocah tengil ini kenapa tiba tiba bisa muncul sih" gerutu Rose dalam hati.


"Sayang ... maaf ya, kamu pasti menunggu kabar aku ya, maaf dear hape aku mati, jadi aku tidak bisa kirim kabar ke kamu, please don't be angry ok " pinta Yasir memelas sambil memegang tangan Kimberley.


"Ohh, pantas aku coba hubungi kamu berulang kali tapi tidak bisa, aku kirim pesan juga belum kamu baca sampai sekarang?" keluh Kimberley, lega rasanya ternyata kekasih nya bukannya menghilang tapi ..belum selesai Kimberley bernafas lega, Rose memberondong beberapa pertanyaan pada Yasir.


"Hape kamu mati?" tanya Rose sinis .


"Iya ... ini buktinya" jawab Yasir sambil menunjukan hape nya .


"Semalam kamu tidur dimana? kamu bilang kemarin ke Kimberley kamu cuman ada syuting sebentar kan? terus setelah itu kemana? langsung pulang rumah? kok tidak langsung di cas kalau tahu hape mati?" cerca Rose penasaran.


"Semalam kami semua ada pesta kecil dadakan, Karena pak Sutradara mengumumkan bahwa sinetron kami bagus ranking nya, jadi sampai sekarang aku belum pulang rumah. " jelas Yasir mencoba mencari alibi.


"Ada apa ini, kenapa Rose menanyaiku tentang dimana aku semalam, sorot matanya seperti mengetahui sesuatu, apa jangan jangan dia melihat aku dan .... oh no.. no... semoga itu tidak terjadi" pikir Yasir kuatir tapi berusaha untuk tetap tenang agar tidak semakin dicurigai, karena Yasir tahu, entah kenapa Rose agak tidak menyukainya.


"Okay Rose, kami pamit .. yuk sayang kita pergi, kamu libur kan ? jadi kan kita jalan ? tanya Kimberley pada Yasir sambil menatap tajam ke arah Yasir, yang mengisyaratkan untuk mengikuti nya pergi dari hadapan Rose


Kimberley tidak ingin Rose terus menekan Yasir, karena Kimberley tahu sekali kalau belakangan ini Rose sangat membenci Yasir, terutama sejak Yasir sering melukai hati Kimberley.


Sehingga Kimberley berusaha sebisa mungkin agar Rose dan Yasir tidak bertemu, Kimberley tahu Rose hanya berusaha menjaga agar dirinya tidak kecewa dan sedih lagi .Rose sudah seperti kakak bahkan ibu bagi Kimberley, jadi Kimberley paham kecerewetan Rose untuk kebaikan dirinya.Tapi Rose juga tahu Yasir adalah kebahagiaan Kimberley.


"Memangnya kalian mau kemana, apa kamu sudah ada rencana untuk mengajak Kimberley ke suatu tempat?" tanya Rose melunak pada Yasir.


"Hmm, tadinya kami mau ke pantai tapi .. sekarang sudah terlalu sore, jadi sepertinya kami cuma akan nongkrong di cafe ---" belum selesai Yasir menguntarakan rencananya, Rose langsung memotongnya.


"Okay fix kita gabung berempat kalau begitu okay Kim?" Rose tersenyum sambil mengerlingkan mata pada Kimberley.


"Maksudnya berempat?" tanya Yasir bingung


Tok tok...suara pintu diketuk,


"Masuk.." sahut Rose


Kimberley tidak tahu lagi bagaimana cara menolaknya, karena Yasir sudah terlanjur menjawab bahwa mereka hanya akan ke cafe.


Kimberley tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Yasir dan Jevaro bertemu.



"Selamat sore " sapa Jevaro ketika memasuki ruangan kerja Kimberley dan Rose.


"Kamu .. lagi" celetuk Yasir.


Kimberley spontan menahan tubuh Yasir yang hampir maju dan menonjok Jevaro.


Kedua alis Rose bertemu ada apa ini, "kenapa tiba tiba Bocah tengil ini mau menonjok Jevaro," pikir Rose


"Rose sepertinya kami pergi ke tempat lain saja" timpal Kimberley sambil menarik tangan Yasir mengajaknya keluar menjauh dari Jevaro.


"Hei sebentar, Rose maksud kamu berempat itu aku Kimberley kamu dan dia ?" sambil menunjuk Jevaro.


Rose hanya mengangguk sambil mencoba memahami situasi dan kondisi yang ada .


"Iya, tadinya aku undang Jevaro dan Kimberley untuk nongkrong di cafe langganan kita, tapi Kimberley menolak karena sudah punya acara sendiri bersama kamu, tapi tadi kamu bilang karena terlalu sore kalian mau nongkrong di Cafe aja, jadi aku pikir lebih baik kita gabung aja berempat ke Cafe Cinamon seru kan, bagaimana menurut kamu?" tanya Rose sambil menatap Yasir meminta persetujuan.


"Berempat? hmm.." gumam Yasir berpikir.


Kimberley yakin Yasir akan menolaknya, jadi Kimberley sudah siap siap untuk pergi meninggalkan Rose dan Jevaro, tidak sengaja matanya bertemu dengan mata Jevaro, baru kali ini Jevaro memandangnya dengan sorot mata tajam, seolah memohon padanya agar ikut bergabung dengannya saja.


"Okay kita gabung " sahut Yasir singkat.


"Ini kesempatan aku untuk menunjukkan pada cowok tak tahu diri itu, siapa pemilik sah Kimberley, dan tidak ada yang boleh mendekatinya bahkan berpikir untuk dapat memiliki Kimberley selain aku."


batin Yasir.


Semua kaget mendengar keputusan Yasir, terutama Kimberley.


"Kamu bercanda kan " lirih Kimberley berbicara pada Yasir.


"Kim, bukankah Rose adalah sahabat baik kamu, kita harus menghargai undangannya, aku pikir tidak ada salahnya juga bila kita bergabung, toh kita juga akan ke sana kan?" jelas Yasir sok bijak.


"Baiklah kalau begitu, kita berangkat sekarang, makasih ya Yasir akhirnya kamu mau bergabung dengan kami" ucap Rose.


"Dengan begini aku bisa menjaga Kimberley dari bocah tengil seperti mu dan menyelidiki tentang apa yang kulihat tadi malam serta mendekatkan Kimberley pada Jevaro, bagaimana pun juga Kimberley lebih cocok bersanding dengan Jevaro, laki laki mapan pengusaha muda baik hati sopan dan menghargai wanita dan itu yang paling penting," pikir Rose sambil senyum tipis puas dengan rencana nya untuk melindungi Kimberley.


"No problem Rose, let's go " seru Yasir sambil menggandeng tangan Kimberley berjalan menuju parkir mobil, dan sesekali nampak Yasir mencium dan mengusap kepala Kimberley dan memeluknya.


"Yuk Jevaro," ajak Rose sambil melangkah keluar ruangan dan mengunci ruangan kerjanya terlebih dahulu, dan menuju ke tempat parkir, menyusul Kimberley dan Yasir yang telah meninggalkan mereka.


Jevaro hanya mengangguk dan mencoba tersenyum. walau hatinya sedang tidak ingin tersenyum, lalu mempersilakan Rose berjalan terlebih dahulu, dan kemudian mengikuti Rose.


Perasaan Jevaro bercampur aduk antara bahagia dan sedih, bahagia karena Kimberley akhirnya bergabung juga tapi sedih karena ada perasaan sakit yang sedikit mulai merayap menyelimuti hatinya, melihat Kimberley bersama kekasihnya.


Terlihat sekali Jevaro berusaha keras untuk menutupi perasaan sebenarnya saat ini.


Kemudian berangkat lah mereka menuju Cafe Cinamon. Jevaro bersama Rose dan Yasir bersama Kimberley.