Find The Perfect Love

Find The Perfect Love
Kejutan



Jam sudah menunjukkan pukul empat sore. Kimberley terlihat sedang merapikan diri di depan kaca di kamarnya, blus berwarna putih dengan leging biru menambah aura cantik Kimberly terpancar keluar, sederhana tapi menawan.


Setelah ia puas dengan penampilannya , Kimberley tersenyum, "Aro....,kamu selalu saja penuh kejutan "


Pikiran Kimberley terbang saat ia pertama kali berjumpa Jevaro di luar urusan kantor.


Kimberley tersenyum sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya saat ia mengingat betapa bodohnya ia melamun saat berhenti di lampu lalu lintas, yang berakibat ditegur oleh pemilik mobil di belakangnya karena lampu sudah berwarna hijau tapi ia masih diam di tempat.


Betapa semakin malunya dirinya saat ia tahu bahwa yang menegurnya tadi adalah kliennya sendiri Bapak Jevaro Reynaldi pengusaha muda yang sukses di berbagai bidang.


Pertemuan keduanya justru lebih memalukan lagi, ia kepergok Jevaro dalam keadaan lusuh sembab karena menangisi Yasir pada saat itu.


Pertemuan ketiga justru ia dengan tanpa malunya menangis dipelukan Jevaro, dan berakhir Jevaro mengajaknya ke pantai untuk mengeluarkan segala kegundahan hati.


Saat itu adalah saat yang tak terlupakan setelah sekian lama tak pernah ke pantai lagi karena kesibukannya, hari itu Kimberley kembali bisa merasakan bermain main dengan ombak.


Kejutan berikutnya ia melihat Jevaro sedang bermain skate board di taman bersama Choki, dan Jevaro pun tak segan-segan mengajari dan membimbingnya hingga bisa bermain skate board .


Kimberley kembali tersenyum mengingat semua kenangan bersama Jevaro.


Bahkan ia ingat sekali Jevaro selalu ada disaat ia dan Yasir sedang dihempas badai .


Yang disukai Kimberley dari seorang Jevaro adalah Jevaro selalu bisa menenangkan perasaannya, saat perasaannya nya benar-benar hancur Jevaro tidak pernah bertanya macam-macam, ia hanya menyediakan bahunya dan membawanya ke suatu tempat yang selalu bisa membuat hatinya kembali bersemangat lagi.


Restoran apung dan sunsetnya, hal terindah bersama Jevaro, tak pernah sedikitpun Jevaro bertanya bila ia sedang sedih ia hanya cukup mencari cara agar dirinya tidak lagi bersedih.


Itulah hal yang membuatnya merasa nyaman, Kimberley pun merasakan sangat kehilangan Jevaro saat ia berpamitan hendak berangkat ke Singapura.


Kimberley belum siap kehilangan bahu dan tempatnya bersandar, saat itulah ia menyadari betapa pentingnya keberadaan Jevaro di dalam hidupnya.


Kimberley sangat sedih, ia merasa ada yang hilang dari hidupnya sejak Jevaro meninggalkannya.


Jevaro lelaki sopan, baik hati dan sangat mengerti tentang dirinya, dan selalu berhasil membuatnya tersenyum kembali.


"Kim....dicari Jevaro tuh" teriak ibu.


Mendengar Teriakkan ibu membuat semua lamunannya terhenti.


"Iya Bu, saya turun" sahut Kimberley.


Kimberley berjalan pelan-pelan saat menuruni tangga.


Melihat Kimberley kesusahan untuk menuruni tangga, spontan Jevaro menaiki tangga menyusul Kimberley.


"Boleh saya bantu?" tawar Jevaro.


Untuk beberapa saat Kimberley berpikir ragu, mengingat kebaikan Jevaro padanya selama ini akhirnya Kimberley mengangguk.


Tanpa menunggu lama, Jevaro langsung menggendong Kimberley menuruni tangga.


"Aro....' Kimberley sedikit terkejut saat Jevaro tiba-tiba menggendongnya.


"Pegangan erat ya' sahut Jevaro lembut .


Ingin hati Kimberley untuk menolak tapi melihat kesungguhan dan kebaikan hati Jevaro ia tak tega.


memeluk Jevaro dan berdekatan seperti ini membuat jantung Jevaro maupun Kimberley berdebar halus, di tambah lagi harum parfum Jevaro membuat nya merasa nyaman dan tak ingin melepaskan.


Saat bertemu ibu Jevaro pamit, sekaligus ijin mengajak Kimberley sebentar .


Kiki yang melihat Kimberley digendong oleh Jevaro dengan sigapnya mengambil ponselnya lalu memotretnya.


Kiki menyeringai tanda kemenangan.


"Rasakan perempuan ganjen, aku yakin Yasir akan marah besar saat melihat foto ini." Kiki tersenyum licik.


"Hahaha akhirnya Yasir akan kembali ke pelukan ku" batin Kiki.


Tidak menunggu lama-lama lagi Kiki langsung mengirimkan foto tersebut kepada Yasir.


Kiki berharap dengan melihat foto tersebut Yasir akan cemburu dan tidak lagi percaya pada Kimberley dan akhirnya memutuskan hubungannya dengan Kimberley, dengan begitu ia masih punya harapan untuk bersanding dengan Yasir lelaki idamannya.


................~~~.................


Di dalam mobil Jevaro.


Melihat penampilan Jevaro yang begitu memukau dengan kemeja putih favoritnya dipadukan dengan jaket berwarna hitam dan celana panjang hitam, membuat Kimberley bertanya tanya "Sebenarnya mereka ini mau kemana?" pikir Kimberley.


Jevaro hanya terdiam penuh misteri.


"Sebentar lagi kita sampai kok' jawab Jevaro sambil berusaha tersenyum.


Hati Jevaro saat ini benar-benar berdebar tidak beraturan.


Bahkan hapalan apa saja yang akan diucapkan pun sepertinya sudah kabur entah kemana.


"Hmm kira-kira diterima tidak ya lamaranku malam ini" batin Jevaro.


"Ah tidak tidak ..., aku tidak berharap apapun biarkan semua mengalir menurut kehendak Nya" batin Jevaro.


"Tapi Tuhan...please kabulkan lah doa dan harapan ku ini, hanya Kimberley wanita yang bisa menyentuh hatiku hanya dengannya saja aku merasa hidupku terasa lengkap." doa Jevaro sepanjang jalan.


Berbagai pergumulan dalam batin Jevaro sedang terjadi saat ini. Ada perasaan khawatir andai ia ditolak apalagi seperti kata Rose Yasir sudah melamar Kimberley walau tidak secara resmi.


"Ah biar saja yang penting aku sudah mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya padanya" batin Jevaro


"Aro.." panggil Kimberley.


Jevaro yang sedang berada di dunia kegalauan tidak mengetahui dan mendengar bila Kimberley memanggil namanya.


Melihat Jevaro terdiam dan memandang kosong, Kimberley mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih lanjut.


Sesampainya di tempat yang dituju, Jevaro dan Kimberley turun dari mobil.


Mereka berdua masuk ke dalam sebuah hotel mewah, kemudian mereka diarahkan menuju bagian halaman belakang .


Betapa terkejutnya Kimberley saat mengetahui bahwa mereka akan menghadiri sebuah pesta kebun di hotel mewah ini.


Disana sudah terlihat kedua orang tua Jevaro dan Rose pun juga ada disana.


Saat Kimberley dan Jevaro datang beberapa hadirin disitu berdecak kagum dengan kecantikan dan ketampanan mereka.



Kimberley menyenggol lengan Jevaro , "Pesta siapa ini? kenapa gak bilang kalau kita akan menghadiri pesta, baju aku biasa aja nih" Kimberley berusaha tersenyum pada semua yang bertepuk tangan pada mereka.


"Santai saja ini pesta kita, sebentar ya" sahut Jevaro lalu pergi meninggalkan Kimberley di tengah tengah kebingungan nya.


"Selamat ya Kim, " Rose menghampiri Kimberley dan memberi nya ucapan selamat walau dalam hati menjerit menangis.


"Hei Rose, selamat apaan? aku gak ngerti" bisik Kimberley pada Rose kebingungan.


"Biar Jevaro saja yang menjelaskan sebentar lagi" jelas Rose.


Kimberley kembali memandang sekeliling, nampak ibu dan ayah Jevaro sedang terlibat pembicaraan serius dengan kolega koleganya sedangkan dirinya masih belum tahu siapa yang punya acara .di pesta ini.


Kimberly berusaha beradaptasi dengan keadaan sekeliling.




Kimberley sangat mengagumi tempat dan suasananya, taman belakang yang berubah menjadi pesta kebun dadakan yang pasti membuat setiap wanita yang melihat akan terpesona bila disuguhi pemandangan dan suasana yang begitu romantis.


Kimberley masih bingung, apa sebenarnya yang terjadi, "Kenapa Rose memberiku selamat " batin Kimberley bertanya tanya.


"Dimana sekarang Jevaro, kenapa dia pergi?"


Kimberley melihat sekeliling tapi samasekali ia tidak menemukan sosok Jevaro.


"Aro kamu kemana sih" jerit hati Kimberley .


"Kenapa kamu tinggalkan aku sendiri " jerit Kimberley.


Tidak lama kemudian para hadirin melihat ke arah belakang, disertai tepuk tangan riuh.


Diantara kerumunan para hadirin , keluar lah sosok lelaki tampan yang begitu mempesona yaaa Jevaro Reynaldi muncul dengan setelan jas berwarna hitam serta membawa satu buket bunga, di bibirnya tersungging senyuman manis yang memperlihatkan lesung pipitnya yang menawan.


..........,...❤️❤️❤️❤️❤️..............