
Angin sepoi-sepoi telah menerobos masuk melalui jendela kamar Kimberley.
Matahari pagi mulai berani menampakkan sinarnya.
Dering jam weker membangunkan Rose dan Kimberley.
"Selamat pagi Kim" sapa Rose.
"Pagi Rose" sahut Kimberley
"Aku mandi dulu ya" ucap Rose.
"Oke aku juga mau siap siap, mau ketemu ibu dulu sekalian mau bilang ntar malam Yasir makan malam disini, kamu juga datang ya Rose, kamu gak ada acara lain kan?" tanya Kimberley
"Hmm Jevaro diundang juga ga?"tanya Rose.
"Menurut kamu?"
"Ya kalau memang kamu menganggapnya sahabat ya harusnya kamu mengundang dia juga.' sahur Rose.
"Iya tapi aku takut Yasir salah paham" jawab Kimberley lirih
"Ya keputusan ada di tangan kamu kalau Yasir dewasa dan percaya kamu harusnya dia tidak perlu cemburu" Rose mengambil handuknya dan berjalan menuju ke kamar mandi.
Kimberley terdiam sesaat, "Oke nanti aku coba ijin Yasir untuk mengundang Jevaro makan malam."
"Rose aku ke ibu dulu ya" pamit Kimberley.
"Oke"
Di dapur tampak ibu sedang sibuk menyiapkan sarapan.
"Pagi Bu" Kimberley memeluk dan mencium pipi ibunya.
"Hai nak sudah bangun, hari ini sudah mulai ngantor?" tanya ibu
"Iya bu sudah kelamaan cuti sekalian cek ricek kerjaan anak anak takut ada yang gak sesuai, ntar klien kecewa" sahut Kimberley.
Ibu tersenyum bangga pada Kimberley.
"Bu ntar malam Yasir, Rose dan Jevaro makan malam bersama kita---" belum sempet Kimberley menyelesaikan kalimatnya.
"Wah bagus kalau begitu ibu akan siapkan menu spesial untuk kalian semua" sahut ibu
"Terima kasih bu, Kimberley sayang ibu" Kimberley mencium kedua pipi ibu
Sambil mencomot tempe goreng Kimberley berlari menuju kamarnya
Ibu hanya menggeleng gelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Jangan lupa sarapan dulu Kim sebelum berangkat, Rose juga" teriak ibu.
"Beres Bu" sahut Kimberley kemudian masuk kamar.
"Bahagia sekali kamu ada apa?"
selidik Rose yang telah selesai mandi
"Biasa aja.., aku mandi dulu ya, jangan lupa ntar malam makan malam bersama ya di sini" Kimberley mengingatkan.
"Jadi?? Jevaro juga?" tanya Rose meyakinkan.
"Iya biar kamu bahagia" sahut Kimberley
"Yee kok aku??" tanya Rose.
"Sudahlah Rose tatapan matamu pada Jevaro adalah cerminan hati kamu" lalu Kimberley tertawa puas menggoda Rose.
Rose hanya diam tersipu.
Beberapa menit kemudian mereka sudah selesai mandi dan siap berangkat ke kantor.
Saat mereka turun untuk sarapan, mereka tidak melihat ibu baik di dapur dan di ruang makan.
"Ibu kemana Kim?"
"Entahlah tadi ada di dapur" sahut Kimberley.
"Ibu kami berangkat dulu ya" sambil menyambar dua tangkup
roti isi dan memberikan satu kepada Rose.
"Ibu disini nak" sahut ibu.
"Sepertinya ibu di ruang tamu" ucap Rose sambil memakan roti isi
"Yuk Rose kita berangkat" ajak Kimberley.
Disambut anggukan kepala oleh Rose sambil tetap memamah biak roti isi buatan ibu.
"Bruk"
Tiba-tiba file yang dibawa Kimberley jatuh berhamburan saat melihat ibu sedang berbincang-bincang dengan Kiki
Ingatan Kimberley secepat kilat kembali ke saat Rekayasa Kiki dan fitnah yang ia sebarkan terhadap Yasir dan segala kesedihan dan sakit hati yang ia rasakan dahulu.
Rose pun terkejut dan merapikan kembali file-file yang berserakan, ketika melihat Kimberley terdiam dan mematung untuk beberapa saat.
"Kim?" lantas ibu menggandeng Tini mendekati Kimberley.
"Tini datang untuk meminta maaf dia sudah menyadari kesalahannya, kamu mau memaafkannya kan?" tanya ibu dengan wajah memohon.
Kimberley hanya diam dan menatap Tini dalam-dalam berusaha mencari keseriusan nya dan penyesalan dalam tatapan matanya, tapi ia tidak menemukan apa yang ia cari.
Kimberley hanya berlalu dan meninggalkan Kiki dan ibu tanpa sepatah kata pun.
Rose pun mengikutinya setelah berpamitan dengan ibu.
Di dalam mobil suasana terasa sangatlah hening.
Rose mencoba untuk membuka percakapan.
"Kim bagaimana menurut kamu, apa benar Kiki sudah bener bener bertobat dan menyesali perbuatannya waktu itu,?" tanya Rose.
Kimberley hanya terdiam, tanpa reaksi apapun.
Sesampainya mereka di kantor, Kimberley langsung masuk ke dalam ruang kerjanya.
Rose hanya bisa termangu tanpa bisa berkomunikasi dengan Kimberley sejak dari rumah tadi
Kimberley hanya diam seribu bahasa.
satu jam dua jam tiga jam Kimberley belum juga keluar dari ruang kerjanya.
Rose bingung berbagai cara sudah ia coba untuk berkomunikasi tapi gagal.
Akhirnya Rose memutuskan untuk menghubungi Yasir untuk memberitahukan keadaan Kimberley.
Rose meraih ponsel nya dan mencari nomer Yasir di daftar kontak ponselnya.
Tut..Tut..Tut..nomer yang anda hubungi sedang diluar jangkauan.
"Hmm bagaimana ini, dia pasti masih syuting kemarin kata Kimberley baru bisa bertemu waktu makan malam." pikir Rose.
Lalu Kimberley mencari nomer Jevaro.
Ketika Rose hendak menekan nomer Jevaro, "Rose bagaimana proposal yang untuk PT Sinar Abadi sudah kamu kirim?" tanya Kimberley tiba-tiba muncul di belakang Rose.
"Oh hei Rose" Rose terkejut dengan kemunculan Kimberley tiba-tiba.
"Sudah tadi jam sembilan sudah aku email" jawab Rose.
Rose masih terdiam bengong, tiba-tiba ponselnya berdering.
Rose tersadar dan meraih ponselnya, dan betapa terkejutnya di layar tertulis nama Bapak Jevaro.
"Selamat siang pak Jevaro ada yang bisa saya bantu?"
"Siang Rose, ehmm Kimberley hari ini ke kantor?" tanya Jevaro.
"Iya kenapa pak?" sahut Rose penasaran.
Jevaro terdiam membisu
"Ehmm hari ini----" Jevaro tidak meneruskan kalimatnya.
"Hari ini kenapa pak?" kembali Rose semakin penasaran.
"Ehmm hari ini kamu makan siang bareng Kimberley kah?" tanya Jevaro ragu.
"Tidak, katanya bapak mengundang Kimberley makan siang hari ini?" tanya Rose.
"Oh Kimberley bilang begitu ke kamu? dia tidak maksi dengan kekasihnya? " Jevaro bertanya memastikan.
"Lho bapak belum ditelepon Kimberley? Yasir ada syuting pak jadi mereka janji bertemu nanti di rumah Kimberley saat makan malam, bapak dan saya juga diundang'" sahut Rose.
"Makan malam di rumah Kimberley, hari ini?" tanya Jevaro.
"Iya, Kimberley belum menghubungi bapak ya?" tanya Rose
"Belum, tapi gak apa saya akan langsung meluncur ke sana saja sebentar lagi, untuk ajak dia makan siang, terima kasih ya Rose infonya sampai ketemu nanti" jelas Jevaro.
Lalu hubungan telepon terputus.
"Hmm jadi Kimberley belum menghubungi Jevaro" batin Rose.
"Coba aku ke ruangannya dan mengingatkannya untuk menghubungi Jevaro'' pikir Rose.
Rose melangkah menuju ruang kerja Kimberley.
Tok tok
Rose mengetuk pintu ruang kerja Kimberley.
"Masuk" terdengar suara Kimberley dari dalam
Rose menghela nafas lega, akhirnya Kimberley sudah tidak lagi mengurung diri.
"Hei Kim," sapa Rose.
"Hei sudah dapat kabar baik dari PT Sinar Abadi?" tanya Kimberley.
"Oh belum" jawab Rose singkat
Kimberley memandang serius ke arah Rose.
"Kalau tidak ada yang dilaporkan kenapa kamu kemari?" tanya Kimberley.
Rose terkejut dengan jawaban sahabatnya, Kimberley selama ini tidak pernah bersikap sekaku ini padanya, tiba-tiba sekarang Kimberley bersikap formal dan kaku rasanya aneh baginya.
Belum pulih dari rasa terkejutnya, tiba-tiba pintu diketuk lagi.
"Masuk" sahut Kimberley.
"Rose kalau tidak ada yang kamu laporkan kamu bisa meninggalkan tempat sekarang juga" jelas Kimberley sambil mengecek beberapa berkas laporan yang masuk.
"Kim, kamu baik-baik saja kan?" tanya Rose kuatir.
Tiba-tiba Jevaro memasuki ruangan sambil tersenyum manis.
"Selamat siang Kim, oh ada kamu juga disini Rose?'" tanya Jevaro.
Rose melihat ke arah Kimberley lalu ke arah Jevaro.
"Maaf pak Jevaro saya kira urusan dengan kantor bapak sudah beres kan? atau bapak ada order design yang baru lagi untuk produk bapak lainnya?" tanya Kimberley tegas.
Jevaro terkejut dengan respon Kimberley dan melihat ke arah Rose meminta penjelasan.
Rose hanya mengangkat bahunya.
"Kalau tidak ada yang penting maaf tolong tinggalkan ruangan saya" perintah Kimberley.
"Kim..., ada apa ini" Jevaro bingung dengan sikap Kimberley.
Rose menarik tangan Jevaro untuk mengikuti dirinya dan tidak membantah Kimberley.
"Rose lepaskan! aku---"
Rose tidak peduli dan terus menarik Jevaro keluar ruangan.
Sesampainya di luar ruangan.
"Ada apa ini kenapa kamu menarikku keluar, ada apa dengan Kimberley kenapa dia bersikap seperti tadi?" beruntun pertanyaan keluar dari mulut Jevaro.
"Ke ruangan saya pak! tolong jangan bikin saya menarik bapak lagi banyak karyawan disini " jelas Rose.
Setelah merapikan bajunya, Jevaro mengikuti Rose.
"Silakan duduk pak, maaf tadi saya lancang menarik bapak" ucap Rose.
"Ah sudahlah Rose jangan berbelit belit ada apa ini kita ini kan sahabat jangan terlalu bersikap formal lah" pinta Jevaro.
Akhirnya Rose menceritakan apa yang terjadi tadi pagi di rumah yang kemudian membuat Kimberley tiba-tiba berubah kaku setelah mengurung diri hampir tiga jam di ruangannya tadi pagi.
"Hmm Kiki kembali lagi?" gumam Jevaro.
"Jangan-jangan ia sedang merencanakan sesuatu " pikir Jevaro.
"Okay Rose aku paham sekarang, saat ini Kimberley lagi berusaha menutupi kegalauan hatinya" ucap Jevaro.
"Yasir dimana?dia sudah tahu Kiki kembali muncul?"tanya Jevaro.
"Belum dia masih ada syuting sudah coba hubungi dia tapi ponselnya tidak aktif"sahut Rose.
"Baiklah kalau begitu makasih ya infonya" Jevaro lalu meninggalkan Rose dan menuju ke ruangan Kimberley.
Jevaro sekarang paham kenapa Kimberley bersikap seperti tadi.
Semua sikap Kimberley adalah bentuk pelarian rasa takut, kekuatiran dan kekalutan dirinya.
"Aku akan coba masuk dan membuka topeng Kimberley, aku akan membuat Kimberley merasa nyaman dan aman karena dia dikelilingi orang-orang yang menyanyanginya, dan tidak perlu merasa sendiri " pikir Jevaro sambil berjalan menuju ruangan Kimberley.
................ BERSAMBUNG...........
Tak terasa kita sekarang sudah di penghujung tahun 2021
Author ucapkan Selamat Tahun Baru 2022 semoga di tahun 2022 kita semua diberi kemudahan dan selalu diberkati
Happy New Year
dari Kimberley, Rose, Yasir, Jevaro dan Aqib
Dan semoga di tahun baru semakin banyak lagi yang mengikuti kisah perjalanan Kimberley Ryan dalam mencari cinta sempurnanya.
Jangan lupa like komen dan jadikan favorit ya 🙏🙏
Salam hangat
🌹 eveliniq 🌹