
Pagi yang sangat cerah disertai suara kicau burung, membuat semua orang jadi semangat untuk melakukan aktivitas nya masing-masing.
Kesibukan itu Juga terlihat di Hotel Tulip, beberapa karyawan sudah terlihat mondar mandir mengerjakan tugasnya.
Aqib Mir memasuki Hotel Tulip dengan langkah mantap dan penuh percaya diri dan ia langsung menuju
ke bagian Resepsionis.
"Selamat pagi, bisa saya bertemu dengan Bapak Zaky Ahmad Darmawan?" tanya Aqib pada bagian resepsionis.
"Maaf ini dengan Bapak siapa ya? apa sudah ada janji sebelumnya?" Resepsionis hotel meminta konfirmasi Aqib.
"Sudah, saya sudah buat janji kemarin, bilang saja dari Aqib Mir" jawab Aqib menanggapi pertanyaan Resepsionis.
"Baiklah, ditunggu sebentar Pak, Bapak Zaki masih dalam perjalanan, mari saya antar ke ruangan Pak Zaki" timpal Resepsionis sambil berjalan menuju ruang tunggu.
Aqib mengikuti dari belakang dan tidak lupa mengucapkan terima kasih saat resepsionis meninggalkannya di ruang tunggu.
Bapak Zaki Ahmad Darmawan adalah manager Hotel Tulip yang ternyata adik teman satu kantor Aqib waktu masih bekerja di Indonesia.
Setelah kemarin Rose menceritakan kejadian itu Aqib langsung menelpon temannya itu dan menceritakan sedikit kronologi yang dialami oleh Yasir adiknya, dan tidak disangkanya ternyata adik dari teman kantornya ini adalah manager Hotel tersebut, lega lah Aqib bisa bicara langsung dengan Zaki dan meminta tolong untuk diijinkan melihat CCTV pada saat kejadian tersebut.
Maka dibuat lah janji untuk bertemu di Hotel Tulip untuk melihat cctv yang ada disana pada hari dimana kejadian itu terjadi.
"Selamat pagi kak Aqib, maaf ya menunggu lama" sapa Pak Zaki sopan dan berwibawa.
"Oh hai Zaki its okay aku juga baru saja datang" jelas Aqib.
"Zaki sebelumnya aku ucapkan terimakasih ya sudah diijinkan melihat CCTV di sini" sambil Aqib menjabat tangan Zaki.
"Santai saja Kak, saya merasa senang kalau bisa membantu kakak, mari kak saya antar ke ruang cctv" sambil berjalan beriringan dengan Aqib menuju ruang CCTV.
.............~~~...........
"Leganya...,akhirnya kamu pulang ke rumah Kim bagaimana home sweet home??" tanya Rose sambil membantu Kimberley membereskan pakaiannya.
"Rose terima kasih banyak ya, kamu sudah banyak membantu" ucap Kimberley tersenyum tipis.
"Done! Kim..., bagaimana menurutmu pintunya lebih bagus kan daripada sebelumnya." seru Yasir.
Kimberley dan Rose menghampiri Yasir yang baru saja selesai memperbaiki pintu kamar kimberley yang kemarin rusak.
Sejak kesaksian Rose hubungan Kimberley dan Yasir mulai membaik, sekarang mereka bisa kembali tertawa bahagia.
Walaupun masalah dengan Kiki belum benar-benar terselesaikan tapi mereka semua sudah yakin bahwa semua adalah rekayasa Kiki.
"Wow bagus Yasir..., makasih ya" Kimberley kagum dengan hasil kerja Yasir.
"Kamu suka?" tanya Yasir lembut pada Kimberley.
"Iya aku suka banget" seru Kimberley sambil memeluk Yasir
Yasir bahagia sekali akhirnya bisa kembali melihat senyum Kimberley.
Ayah, ibu dan Rose yang melihat itu semua tersenyum bahagia.
Perlahan mereka meninggalkan Yasir dan Kimberley berdua.
"Hemm bahagia rasanya melihat putri kita sudah kembali tersenyum." ujar Ayah.
"Bagaimana Rose sudah ada kabar dari Aqib?'" tanya Ayah pada Rose tentang perkembangan hasil rekaman CCTV
"Belum ayah, kak Aqib tadi bilang dia akan langsung menuju ke sini bila urusan CCTV Hotel kelar." jelas Rose.
"Baiklah ibu tinggal sebentar ya, ibu siapkan camilan dulu" lalu ibu menuju ke dapur.
...….........~~~................
Di Balkon kamar Kimberley terlihat sepasang kekasih yang sedang menumpahkan rasa rindu mereka.
"Kim tahukah kamu hidupku serasa bagai di dalam neraka beberapa Minggu ini, aku tak bisa membayangkan akan kehilangan kamu selamanya." ucap Yasir sambil memeluk Kimberley
"Iya aku juga seperti itu, hatiku masih tidak bisa menerima kalau kamu akan menikahi wanita lain" ucap lirih kimberley.
"Kim dengar ya, aku harap kita akan tetap bersatu dan saling menguatkan menghadapi segala cobaan yang ada" ujar Yasir sambil meraih kedua tangan Kimberley.
"I love you Kim" ucap Yasir sambil memeluk dan mencium Kimberley lembut.
Belum sempat Kimberley membalas ungkapan perasaan Yasir tiba-tiba.... ,
"Kim....,oh maaf" seru Jevaro yang tiba-tiba muncul di depan pintu dan melihat Yasir sedang bercumbu dengan Kimberley.
Kimberley terkejut dengan kemunculan Jevaro yang tiba-tiba, dan untuk sesaat tidak mampu berkata-kata.
"Hai J pa kabar?" sapa Yasir sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Baik, " jawab singkat Jevaro .
"Kim ...Rose .. Jevaro...., nak Yasir ayo kemari nak kita ngumpul " ajak ibu dari ruang makan.
"Yuk Kim kita turun" ajak Rose sambil menarik tangan Kimmy.
Yasir mendekati Jevaro "Kamu lihat kan jodoh tidak akan kemana, dan kamu jangan berani coba-coba mengambil jodoh aku! ingat itu," jelas Yasir sambil tangannya menunjuk dan menyentuh bahu Jevaro kemudian berjalan meninggalkan Jevaro.
Jevaro yang masih belum paham kalau Kimberley dan Yasir telah baikan hanya bisa terdiam.
Tiba-tiba Jevaro merasakan ada perasaan sakit di dadanya yang sedang merayap.
Jevaro mencoba untuk ke dapur dengan santai dan berusaha menutupi apa yang dirasakannya.
"Hai J sini duduk sebelah aku" tawar Yasir.
"Terima kasih aku duduk di sini saja" sahut Jevaro sambil menggeser kursi di sebelah Rose.
"Senang rasanya melihat anak-anak ayah berkumpul disini semoga kebahagiaan seperti ini selalu ada di keluarga kita." ucap Ayah sambil tersenyum bahagia.
"Ayah ... nih lihat siapa yang datang?" tanya ibu
Semua yang sedang berkumpul di meja makan menoleh ke arah ibu.
Ibu sedang memegang amplop coklat seukuran HVS dengan wajah bahagia dan Aqib merangkul ibu sambil berjalan menuju ruang makan.
"Selamat siang semua" sapa Aqib pada semua yang hadir di rumah Kimberley.
"Haii nak Aqib sini duduk sebelah ayah,' tawar ayah pada Aqib.
"Terima kasih paman" ucap Aqib sambil mencium tangan Ayah Kimberley dan dibalas usapan lembut ayah di kepala Aqib.
"Kak bagaimana hasilnya?" tanya Yasir tegang.
Aqib terdiam sesaat, kemudian menarik nafas panjang.
Semua yang hadir menatap serius ke arah Aqib.
Yasir berpegangan tangan erat dengan Kimberley, dan tangan Kimberley yang satu merangkul Yasir untuk memberikan kekuatan.
"Bibi..,mana amplop nya?" tanya Aqib pada ibu.
Lalu ibu memberikan amplop coklat yang tadi dipegangnya kepada Aqib.
"Terima kasih bi" sahut Aqib datar.
Kemudian amplop coklat itu diberikan nya pada Yasir.
"Semua ada disitu." jelas Agib
Yasir memandang Kakaknya, dalam hati Yasir bertanya,"Ada apa ini kak Aqib tidak biasa bersikap seperti ini"
Yasir masih berusaha mencari jawaban pada raut wajah kakaknya, tapi sayang wajah Aqib terkesan datar tanpa ekspresi.
Perlahan dan pasti Yasir mengambil amplop yang tergeletak di meja
Semua memandang penasaran dengan isi amplop tersebut.
Akhirnya Yasir memberanikan diri membukanya, sebelum nya ia melihat ke arah kakaknya, berusaha mencari tahu dari ekspresi Aqib tapi sekali lagi nihil.
"Bukalah" perintah Aqib.
Kemudian Yasir membuka amplop tersebut bersama Kimberley, yang ternyata hasil cetak beberapa sorotan CCTV di Hotel Tulip malam itu dari sejak Yasir masuk hingga keesokan harinya meninggalkan Hotel, semua terlihat dengan jelas .
Dari hasil gambar tersebut terlihat Yasir masuk ke Hotel bersama Kiki dan sejak awal masuk sudah terlihat Yasir dalan keadaan mabuk.
Dan ada lagi gambar-gambar ketika Yasir di kamar, dan setelah diurutkan menurut jam kedatangan tak satupun nampak Yasir melakukan hal yang dituduhkan padanya.
Semua dibuat seolah-olah Yasir melakukan hal tersebut.
"Haa" lega rasanya ingin sekali ia berteriak bahagia.
"Bagaimana?"goda Aqib sambil menarik kedua alis matanya ke atas dan tersenyum menggoda.
" yeee " teriak Yasir tak tahan lagi sambil memeluk Kimberley dan menciumnya Yasir pun berlari menghampiri kakak nya.
"Terima kasih banyak kak"tangis haru Yasir sambil memeluk kakaknya yang sangat dikasihinya.
"Sudah kewajiban kakak untuk melindungi adiknya" jawab Aqib sambil menepuk punggung Yasir.
Semua yang hadir di situ menatap bahagia dan terharu.
Tiba-tiba suara yang sangat tidak asing lagi mereka dengar bergema di seluruh ruangan.
"Heyyy ada apa ini kenapa kalian semua kumpul di sini tanpa mengundang aku, dan kamu calon suamiku kenapa kamu tidak mengajakku? ada pesta apa ini?" seru Kiki lantang.
Semua menoleh ke arah sumber suara ..., dan ketika tahu dan sadar yang berbicara tadi Kiki, Aqib langsung berdiri dari tempat ia duduk .