
Rose menatap punggung Jevaro yang makin menjauh dan akhirnya hilang dari pandangannya, dengan berbagai pertanyaan di kepala, ingin rasanya Rose bertanya lebih banyak lagi tetang keberadaan Kimberley.Tapi ia segan, melihat raut wajah Jevaro, yang terlihat kacau.
"Ada yang tidak beres ini, kenapa mobil Kimmy ditaruh di kantor?" gumam Rose.
"Coba aku hubungi Kimmy," gumam Rose, sambil mencari telepon genggam nya dan mencoba menghubungi Kimmy.
nomer yang anda hubungi sedang di luar area.
"Hmm kemana kau Kim, apa sebenarnya yang terjadi?" batin Rose.
.........~~........
Hening..., hanya hembusan napas Yasir dan Kimberley yang terdengar halus.
"Kim... , tahu tidak perasaanku sakit, melihat kamu bersama dia tadi" ujar Yasir memecah keheningan.
Sambil menghela napas, Kimberley melirik Yasir dengan pandangan sedih dan kecewa tapi tidak bisa ia pungkiri bahwa ia masih sangat mencintai laki laki yang ada disebelahnya itu.
"Aku harap, kalau kamu memang ingin refreshing untuk menghilangkan kepenatan mu bilang pada ku" pinta Yasir
"Aku akan mengantarmu dan menemanimu kemana kamu mau pergi" janji Yasir
Sekali lagi Kimberley hanya menghela napas.
"Kim jawab dong jangan diam saja." seru Yasir
"Hmm, apa yang harus dijawab aku sudah menjelaskan tadi, Jevaro hanya teman , ia patner kerja aku , sudah lama aku bekerja sama dengannya, ia hanya mencoba menghibur ku, tidak lebih... karena dia tidak ingin melihat aku menangis dan bersedih, dan itu semua karena kamu!" sungut Kimberley.
"Aku?" Yasir membelalakan mata
"Kenapa aku?'" tanya Yasir sekali lagi.
Kimberley spontan menoleh tajam ke arah Yasir, dengan pandangan kecewa, marah, dan sedih, "Kamu lupa siapa yang pergi tanpa pamit , telepon tidak bisa dihubungi, padahal sebelumnya kamu bilang agar aku tidak meninggalkanmu tapi kenyataannya siapa yang pergi?" dengan nada kesal Kimberley mengeluarkan keluh kesah hati nya.
"Siapa yang meninggalkan kamu? aku tidak pamit, karena aku melihat kamu tidur nyenyak, aku tidak mau menganggu mu." jelas Yasir
"Aku ada syuting pagi, aku tidak tega membangunkanmu,aku menyayangimu Kim , kalau telefon off itu karena aku lagi syuting." sekali lagi Yasir mencoba memberi penjelasan.
Mobil berjalan melambat kemudian berhenti di pinggir jalan .
"Kim, percayalah aku hanya ingin hidup denganmu, menua denganmu." sambil memegang kedua pipi Kimberley.
Yasir mencium kening Kimberley, pipi dan bibirnya. "Jujur Kim aku tidak suka kamu berdekatan dengan siapa itu .. Jevaro? karena aku melihat dia tidak tulus dengan pertemanan kalian." cetus Yasir.
Kimberley menarik diri menjauh dari Yasir. "Kenapa sih pertemananku dengan Jevaro selalu dipermasalahkan, kami hanya berteman, Jevaro hanya mencoba menghibur ku tidak lebih," batin Kimberley.
"Kenapa sekarang kok aku yang kesannya bersalah," gumam Kimberley.
"Kim janji ya kamu tidak lagi dekat dengan nya. aku tidak suka" larang Yasir.
"Aku tidak ada apa apa dengan Jevaro, kenapa sih kamu ini , kamu yang bikin aku sedih bikin aku menangis tapi kenapa aku terus yang kamu salahkan. Jevaro hanya berusaha menghiburku" jelas Kimberley kesal dan kecewa
"Tuh kan kamu sekarang terus membelanya." protes Yasir sambil membuang muka.
"Okay okay aku minta maaf kalau pergi tanpa pamit ku membuat kamu sedih , tapi please jauhi dia, aku tidak suka Kim, aku cemburu , kamu cinta aku kan?" tegas Yasir sambil memeluk Kimberley.
"I love you " bisik Yasir sambil terus memeluk Kimmy.
"Jangan tinggalkan aku Kim, aku tidak bisa hidup tanpa kamu " jelas Yasir.
Kimmy hanya pasrah saat Yasir memeluknya, ada perasaan hangat menyebar ke seluruh tubuhnya, damai dan nyaman. Dalam dekapan Yasir hatinya selalu merasa tenang.
"I love you too Yasir " balas Kimberley.
"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu."
"Promise ?" Yasir mencoba meyakinkan sambil menatap tajam ke dalam mata Kimberley, dan masih memegang kedua pipi Kimberley berusaha mencari kesungguhan hati Kimberley.
"Ya .. promise " tegas Kimberley.
Sedetik kemudian mereka sudah saling memadu kasih, Saling mencium dan me****t bibir. Melepas rindu dan kegalauan hati. "Love you dear..so much" desah Yasir sekali lagi.
"Love you too " balas Kimberley
Terlupakanlah semua kehebohan yang terjadi hari ini. Setelah puas memadu kasih, Yasir kembali menjalankan mobilnya menuju rumah Kimberley. Sambil salah satu tangannya terus membelai rambut Kimberley.
"Oh ya Kim, aku punya rencana untuk mengenalkan mu ke keluarga aku bulan February nanti." ungkap Yasir.
"Apa? ke keluarga kamu?" Kimberley mengeryitkan dahi.
"Iya kita terbang ke Kashmir, February musim salju disana, dan pemandangan di sana sangat lah indah saat musim salju, surga dunia kamu lihat sendiri saja nanti aku yakin kamu akan suka." terang Yasir sambil tersenyum manis.
"Kamu serius Yasir?" tanya Kimberley seakan tidak percaya dengan yang di dengarnya.
"Yup 1000 % yakin" sambil tersenyum dan menyentil hidung Kimberley, Yasir meyakinkan Kimberley akan rencananya.
"Thank you Yasir, love you so much " Kimberley langsung memeluk Yasir dengan perasaan yang begitu gembira.
"Ke Kashmir .. merupakan mimpinya, selama ini ia hanya mendengar keindahan Kashmir hanya dari cerita Yasir dan ia sangat memimpikan untuk bisa pergi ke sana bersama Yasir suatu saat nanti, untuk menyaksikan sendiri keindahan dan keramahan orang Kashmiri," pikir Kimberley
"Jadi kita bisa merayakan hari ulang tahunmu disana bersama keluarga kamu juga " seru Kimberley gembira sambil membayangkan kebahagiaan di sana.
"Yup, kamu suka ?" tanya Yasir sambil tersenyum dan melirik Kimberley.
Kimberley mengangguk cepat sambil senyum terus tersungging di bibirnya.
Tak terbayangkan sebelumnya akan keseriusan Yasir untuk mengenalkan nya pada keluarganya. Tiba tiba muncul keraguan dalam hati Kimberley, membuat senyum manisnya perlahan pudar dari bibir tipisnya.
"Tapi Yasir, apakah keluarga kamu akan menerima ku? bukannya disana masih kental sekali adat perjodohan dengan kerabat sendiri?" ungkap Kimberley sedih dan kuatir.
Ya ini hal yang paling Kimberley takutkan. Kebudayaan disana masihlah kental dengan perjodohan antar kerabat sendiri sepupu sendiri , bagaimana bila nanti Yasir pulang, keluarganya tidak menyetujui hubungan ini dan menjodohkannya dengan sepupunya."Tidak ... aku tidak bisa membayangkan hal itu terjadi, aku mencintai Yasir melebihi aku mencintai diriku sendiri, aku tidak akan rela bila ia menikah dengan yang lain," batin Kimberley
"Hei apa yang kau pikirkan , tegang amat" tegur Yasir ketika menyadari kekasihnya tiba tiba terdiam dan tegang.
"Tenang sayang, aku sudah memberitahu mereka tentang kamu, dan mereka welcome " sambil menyenggol bahu Kimberley dan tersenyum manis pada Kimberley.
Lega Kimberley mendengarnya, dan membalas senyum Yasir dengan senyum yang tak kalah manisnya.
"Sayang , kita ke cafe dulu yuk pengen jus alpukat" ajak Kimberley saat melihat Yasir mulai membawa mobilnya ke arah rumahnya
"Okay dear whatever you want" Yasir kemudian memutar mobilnya menuju cafe Cinamon.
......~~......
Hmm apa ini yang terjadi kenapa perasaanku jadi kacau seperti ini ada rasa sakit , sedih ,kecewa dan kangen di dalam hati ku, batin Jevaro.
Disinilah di cafe ini , aku melihatnya untuk pertama kalinya di luar urusan pekerjaan.
Sosok yang berbeda dengan yang biasa aku kenal selama bekerjasama dengannya.
Wanita yang tegas , enerjik , pintar, penuh dengan ide ide cemerlang kupikir seorang wanita seperti itu tidak akan pernah merasa sedih kecewa dan terluka .
Ya sosok wanita yang kutemui disini sungguh berbeda 100% dengan yang ku kenal sehari hari.
Kimmy sosok kuat mandiri ternyata bisa rapuh juga, dan semua itu akibat ulah kekasihnya yang brengsek itu .
"Kenapa sih Kimberley mempunyai kekasih seperti itu yang tidak menghargai wanita dan perasaannya," geram Jevaro.
Tidak jauh dari situ di tempat parkir mobil.
Mobil Yasir sudah memasuki area parkir cafe Cinamon .
"Oiya Kim kuperhatikan kamu sudah lama tidak menyanyi lagi disini kenapa ?" tanya Yasir.
"Aku cuti,masih banyak proyek yang harus aku kerjakan di kantor " jawab Kimberly singkat.
Di Cafe inilah mereka pertama kali bertemu, saat itu Yasir terpukau dengan kecantikan wajah dan suara merdu Kimberley dan tanpa pikir lama Yasir langsung mengajak nya berkenalan dan saling menukar nomer telpon.
"Hmm disini dulu aku pertama kali bertemu gadis manis berambut ikal, smart dan mempesona dan tidak perlu menunggu lama saat itu juga aku coba untuk berkenalan dengannya dua tahun sudah, kini gadis manis itu ada di samping aku." lamunan Yasir melayang ke peristiwa dua tahun yang silam.
Saat Yasir sibuk dengan pikirannya yang sedang bernostalgia.
Kimberley melihat mobil Jevaro ada di tempat parkir.
"Waduhh, bagaimana ini, itu kan mobil Jevaro , apa aku ajak Yasir balik rumah aja ya " batin Kimberley.
"Aku belum siap bertemu Jevaro apalagi bersama Yasir, kasihan niat baiknya dicemburui Yasir, aku merasa bersalah pada nya," gumamnya lirih.
"Yuk Kim" ajak Yasir sambil membuka pintu mobil.
"Hmm sayang kita balik ke rumah yukk" ajak Kimberley
Yasir mengeryitkan dahi merasa ada yang aneh, "Tadi Kimberley sendiri yang bilang pengen jus alpukat dan mengajak nya ke Cafe Cinamon, kenapa sekarang jadi berubah, ada apa ini?" batin Yasir dalam hati.
"Yuk pulang aja, ntar aku masakin spaghetti deh special buat kamu" rayu Kimberley sambil berusaha tersenyum merajuk berharap Yasir luluh .
Sikap Kimberley benar benar membuat Yasir curiga pasti ada sesuatu yang membuat Kimberley ingin balik dan pulang ke rumah.
"Kita sudah disini sayang , kita minum jus alpukat dulu sebentar baru kita pulang okay, tadi kamu ingin minum jus Alpukat kan?" sindir Yasir.
"Iya sih tadinya, tapi kita balik aja yuk, Oya aku punya buah strawberry di rumah nanti aku buatkan jus strawberry deh buat kamu, yuk pulang " desak Kimberley
"Hmm ada apa ini kok jadi makjn mencurigakan," pikir Yasir.
"Sebentar aja yuk, lagi ingin minum coffe late nih" sambil menarik tangan Kimberley agar turun dari mobil. Dan mengacuhkan permintaan Kimberley.
Yasir jadi semakin penasaran, kenapa tiba tiba Kimberley dengan gigih mengajak nya pulang bukannya dia sendiri tadi yang ingin ke cafe.
Habis sudah senjata Kimberley membujuk Yasir untuk kembali ke rumah.
Sekarang ia hanya pasrah terjadilah apa yang akan terjadi. Kimberley yakin Jevaro ada di dalam, dia tidak tahu apa yang akan terjadi bila mereka bertemu.Kimberley yakin Jevaro tidak mungkin mencari masalah, tapi Yasir? dari awal Yasir sudah menabuh genderang perang.
Sesampai di dalam cafe, mata Kimberley spontan menyusuri ujung ke ujung ruangan, belum sempat ia menemukan apa yang dicari tiba tiba terdengar suara...,
"Wow malam yang mengejutkan kita kedatangan penyanyi ternama di Cafe ini. Kimberley.... yuk Kim waktu dan tempat kami persilahkan." riuh suara pengunjung cafe mengiringi host memanggil Kimberley untuk tampil.
Spontan Kimberley memberi kode untuk menolak .
"Ayolah Kim 1 lagu saja, kita sudah kangen nih dengan suara kamu." pinta host cafe
Kimmy... Kimmy ..Kimmy... seru pengunjung Cafe yang rata rata mengenalnya sebagai penyanyi di Cafe itu.
Disudut ruangan nampak Jevaro yang masih melamun , dan suara riuh pengunjung cafe itu membuyarkan lamunan kosong nya.
Kimmy ??? mendengar nama Kimmy disebut sebut, Jevaro sontak mencari tahu asal keramaian itu ada apa pikirnya.
"Naiklah Kim satu lagu saja, mereka sudah rindu mendengar suara kamu, aku tunggu di sini " bisik Yasir sambil mengerling kan mata nya.
Tidak bisa mengelak lagi akhirnya Kimberley naik ke panggung.
"Selamat malam semua,apa kabar ... saya berharap semua yang disini dalam keadaan sehat, sebenarnya malam ini bukan jadwal saya untuk bernyanyi, tapi baiklah saya akan menyanyikan satu lagu untuk kalian semua, special untuk pengunjung setia Cafe Cinamon" ujar Kimberley sebagai sapaan pada pengunjung Cafe
"Saya akan menyanyikan lagu favorit saya RAPUH " lanjut Kimberley.
****Kau tak tahu betapa rapuhnya aku, bagai lapisan tipis air yang beku,sentuhan lembut kan hancurkan aku..walaupun cinta yang sempurna menghampiri ku seketika ku ingin kau tahu betapa rapuh nya aku****
Dipojok ruangan Jevaro hampir tak percaya Kimberley ada di hadapannya saat ini. Entah kenapa sejak berpisah tadi siang, ada rasa rindu untuk bertemu lagi dengan Kimberley, dan karena itulah seperti ada yang menuntunnya untuk datang ke Cafe Cinamon.Berharap akan bertemu dengan Kimberley.
Suara merdu Kimberley masih terdengar di seluruh ruangan Cafe. Jevaro berniat untuk menghampiri Kimberley Setelah selesai bernyanyi .
"Terima kasih " ujar Kimmy setelah bernyanyi dan langsung turun dari panggung.
"Tepuk tangan untuk Penyanyi istimewa kita malam ini, maaf ya mengganggu acara makan kalian berdua , sekarang silakan nikmati menu menu spesial dan favorite Cafe Cinamon" seru Host sambil diiringi riuh tepuk tangan para pengunjung.
"Kim...Kimmy," panggil Jevaro
"Itu bukannya suara ...Jevaro?," batinnya.
Spontan Kimmy kebingungan di satu sisi ia bahagia bertemu Jevaro, ingin rasanya ia berterima kasih dan meminta maaf atas kejadian siang tadi.Tapi bagaimana mungkin ada Yasir disini dan dia sudah diperingatkan untuk menjauhi Jevaro .
Tapi Jevaro pria yang baik, mana mungkin aku mengacuhkan nya apalagi dia selalu ada disaat aku terpuruk, pikir Kimberley
"Ah mungkin tidak apa apa kalau aku cuman membalas sapaannya." batin Kimberley.
Kemudian Kimberley memutar tubuhnya untuk membalas sapaan Jevaro,.
Tapi tiba tiba muncul seseorang yang tidak asing lagi dihadapan mereka .
"Kamu lagi ..., aku sudah bilang kan jauhi Kimberley, dia milikku mengerti?!" ucap kesal Yasir pada Jevaro saat melihat Jevaro berusaha mendekati kekasihnya.
Jevaro hanya bisa terdiam, begitu pula Kimberly mereka hanya mampu saling memandang penuh arti .
"Ayo Kim , kita pulang bahaya kalau disini terus " tegas Yasir sambil menarik tangan Kimberley
Kimmy hanya bisa pasrah mengikuti Yasir, dan memandang Jevaro dengan penuh arti, seolah mata Kimberley tersiratkan permohonan maaf sebesar besarnya pada Jevaro .
Jevaro mengangguk perlahan dan mencoba tersenyum samar pada Kimberley seakan mengerti arti tatapan mata Kimberley.
.................................................