Find The Perfect Love

Find The Perfect Love
Keberangkatan



Sinar pagi mentari sudah memasuki kamar Kimberley.


Tidak seperti biasanya hari ini di rumah Kimberley terlihat kesibukan luar biasa terjadi.


Ibu dari pagi sudah sibuk di dapur, Ayah juga terlihat sibuk memeriksa mobil.


Tidak lama kemudian datangnya Aqib dan Yasir sambil membawa perlengkapan mereka turun dari taxi online.


"Pagi paman" Aqib menghampiri ayah Kimberley lalu mencium tangan ayah.


Begitu pula Yasir,"Paman.., Kimberley sudah bangun kan?"


"Dari pagi buta sudah sibuk, temui saja dia mungkin butuh bantuan kamu biar cepat selesai persiapannya, nanti keburu terlambat sampai di bandara." ayah mencoba mengingatkan agar tidak terlambat.


"Baik paman saya masuk dulu ya" Yasir setengah berlari menuju kamar Kimberley.


Di kamar terlihat Kimberley sedang sibuk menyiapkan semua yang akan dibawa nya berharap tidak ada yang tertinggal.


Yasir berdiri bersandar di depan pintu kamar sambil tersenyum memperhatikan kekasihnya lagi sibuk mondar mandir.


Kemudian Yasir menghampiri nya perlahan sedikit mengendap endap lalu menutup kedua mata Kimberley.


Sontak Kimberley berteriak dan berusaha melepaskan tangan yang menutupi matanya.


Tidak kuat menahan tertawa akhirnya Yasir melepaskan tangannya, dan Kimberley pun langsung berbalik untuk melihat siapa yang tadi telah menutup kedua matanya.


Yasir terus tertawa terpingkal-pingkal.


Begitu mengetahui bahwa Yasir lah yang tadi menutup matanya, Kimberley langsung memukul manja Yasir.


Yasir pun dengan sigapnya menangkap tangan Kimberley.


"Ouch sakittt" jerit Kimberley sambil meringis.


"Sorry" bisik Yasir lalu mencium lembut bibir Kimberley.


"Kamu terlihat cantik hari ini" Yasir memegang kedua pipi Kimberley yang merona saat di tatap lembut Yasir.


"Ayoo semua kumpul kita makan bersama!" teriak ibu dari dapur.


Yasir dan Kimberley pun saling tersenyum.


"Yuk ah ditunggu ibu tuh... dah siap semua kan? hanya ini yang dibawa?" Yasir menunjuk tas trolly yang ada di depan pintu.


Kimberley mengangguk yakin.


Lalu Yasir membawa tas Kimberley keluar untuk di satukan dengan tas nya serta tas kak Aqib juga.


"Haii Kim" Rose membatu ibu mempersiapkan sarapan special di pagi ini.


"Lho kamu sudah datang? baru saja aku mau telepon kamu, aku pikir belum datang" Kimberley menarik salah satu kursi di ruang makan kemudian duduk dan mencomot beberapa gorengan yang ada di meja.


"Belum lama, tadi mau bantu kamu beres-beres, tapi ibu bilang ada Yasir di kamar jadi aku ga berani ganggu lah, ntar kayak pak Jevaro buka pintu langsung deh disuguhi adegan 17 tahun keatas" kelakar Rose sambil tertawa kecil.


Kimberley terlihat sedikit Manyun malu bila ada yang mengingatkannya tentang kejadian itu .


"Hmm Jevaro, lagi apa dia disana sekarang?" pikiran Kimberley melayang jauh ke Singapura.


"Hai Kim, bagaimana sudah siap semua kan? lahir batin?" goda Kak Aqib.


"Kok lahir batin kak" Rose menoleh ke arah Aqib dan menatapnya serius berusaha mencari jawaban.


"Jelas dong, persiapan lahir ya perlengkapan yang dibawa,kalau persiapan batin ..., " sambil melirik dan tersenyum penuh arti pada Kimberley dan Yasir.


"Apa kak..." Rose semakin penasaran.


Kak Aqib tertawa lepas,"Kok kamu yang penasaran Rose? terdakwanya santai tuh" sambil menatap gantian ke arah Yasir dan Kimberley


"Maksud kak Aqib, Kimberley sudah siap belum, bertemu dengan kedua orang tua aku" jelas Yasir.


"Oalah," sambil mangut-mangut tanda mengerti lalu ganti menatap Kimberley.


"Apaan sih kok ngeliat nya gitu amat, ibu....,ayah mana sudah bisa dimulai kah sarapannya?" Kimberley berusaha mengalihkan pembicaraan


"Ini ayah nak .." Ayah membawa semangkok rawon


"Wahhh baunya harum paman, pasti enak" Aqib menghirup dalam-dalam aroma Rawon yang begitu sedap.


"Makannya bersama ini nak Aqib daging goreng berbumbu biasa kami beri nama empal, coba deh suka tidak?" Ibu menaruh sepiring penuh empal goreng di meja.


"Wow its amazing so yummy, saya pasti suka bibi" Aqib memandang takjub berbagai masakan yang tersaji di meja makan.


"Kami di sana tidak terbiasa kalau pagi hari makan sebanyak ini," jelas Yasir.


"Kami biasa kalau pagi, hanya sarapan roti dan salt tea" Sambil mencoba rawon buatan ibu "Hmm yummy bibi' Aqib memasukan dua suapan lagi ke mulutnya, kemudian memakannya dengan lahap.


"Terima kasih nak ibu senang kalau kalian semua suka dengan masakan ibu" gembira rasanya ibu melihat anak-anak semua yang ada di hadapannya ini menyukai masakannya.


Semua makan dengan lahapnya dan habis tak bersisa.


"Ibu terima kasih ya buat sarapannya, Ayah...., kami pamit berangkat sekarang takutnya terlambat." Aqib, Yasir dan Kimberley bergantian pamit pada Ayah dan ibu, mereka saling berpelukan.


"Hati-hati ya kalian semua, Kimberley kalau sudah sampai jangan lupa beri kabar ayah dan ibu" pesan ibu saat memeluk Kimberley dan mencium kening dan kedua pipi Kimberley.


Kimberley mengangguk sambil tersenyum pada ibunya.


Kemudian berangkatlah mereka menuju Bandara.


............~~~~............



Kesibukan di Bandara sudah terlihat walau hari masih pagi.


Kimberley menyerahkan sementara semua urusan kantor pada Rose.


Kimberley mengingatkan akan janji meeting bersama beberapa perusahaan seminggu ke depan.


Setelah selesai mengingatkan Rose akan tugas tugasnya selama ia pergi berlibur.


Tiba waktunya Kimberley untuk berpamitan pada Rose.


"Hati-hati Kim , telepon ya atau VC kalau sudah nyampe" Rose memeluk Kimberley sahabatnya.


Ini kali pertama mereka berjauhan setelah cukup lama mereka selalu bersama, biasa berlibur bersama, bahkan suka duka pun selalu mereka lalui bersama.


Baru kali ini mereka tidak berlibur bersama, walau sebenarnya Kimberley juga mengajaknya tapi ia menolaknya .


Karena Rose tahu liburan ke kampung halaman kekasihnya adalah impian Kimberley dari dahulu, jadi ia tidak ingin menganggu kebersamaan mereka, terlebih mereka baru saja melewati masa -masa Suram.


"Kim...sudah belum.. ayoo cepat!" panggil Yasir


Kimberley menoleh ke arah kekasih nya dan memberi kode okay, tanda ia akan menyusul Yasir dan Aqib yang sudah siap masuk lorong pemberangkatan.


"Aku berangkat Rose, titip ibu dan ayah dan juga kantor ya" Kimberley memeluk Rose dan meninggalkan Rose sendiri.



Tinggal lah Rose yang memandang kepergian mereka bertiga dari jarak jauh, Kak Aqib dan Yasir pun tidak lupa melambaikan tangan pada Rose, tak ketinggalan kimberley pun menoleh serta melambaikan tangannya juga kepada Rose.


Rose pun menyambut lambaian tangan mereka, hingga mereka tidak terlihat lagi dari pandangannya.


Sepi .... Rose baru sadar hidupnya terasa sepi tanpa sahabatnya, biasa mereka selalu bersama melakukan apapun bersama.


"Hmm kenapa terasa sunyi ya? padahal Kimberley baru saja pergi, bagaimana besok? biasa kami saling adu argument, besok aku sendiri yang mengambil keputusan" gumam Rose dalam hati.


Rose belum beranjak dari bandara ia masih menikmati lalu lalang orang yang akan berlibur.



"Lebih baik aku menemani ibu


saja, sekalian menjaga ibu dan ayah seperti pesan Kimberley tadi padaku," batin Rose sambil melangkah pelan meninggalkan bandara.


..............~~~~............


Hallo pembaca setia Find the Perfect Love...


Maaf ya terlambat up persiapan berlibur memang sedikit ribet hehe


BAB sekarang sementara masih seputar keberangkatan Kimberley berlibur ya


Tunggu bab selanjutnya kita kepo in berlibur kemana saja Kimberley dan kekasihnya...


Ditunggu ya jangan lupa tinggalin jejak like komen hadiah dan vote yaa


Salam gemar membaca


❤️ eveliniq ❤️