Find The Perfect Love

Find The Perfect Love
Kehilangan



Yasir berusaha mengejar kakaknya. Tin...tin....tin


"Sial ...kenapa pake macet segala sih" gerutu Yasir.


"Kak kamu dimana?'" batin Yasir


"Apa sebenarnya yang terjadi kenapa setelah keluar dari kamar Kimberley melihatku sekilas lalu pergi" Yasir hanya bisa bertanya dalam diam .


"Ini seperti bukan kak Aqib , kakak selalu mengatakan apa saja kepadaku bahkan dulu ketika kakak baru kehilangan Reva, hanya kepadaku ia dapat bercerita" pikir Yasir.


Aqib berusaha mengingat ingat tempat mana saja yang biasa kakaknya kunjungi.


"Hmm mata itu ....tatapan sekilas kak Aqib, aku sangat mengenal tatapan itu, tatapan penyesalan setelah bermain curang. Dulu ketika kami masih kecil ketika kami bermain kelereng dan petak umpet tiap kali kakak dalam keadaan terjepit tetapi karena ia termasuk anak yang pintar selalu saja tetap bisa memimpin dan menguasai permainan meski kadang dengan cara curang. nah tatapan itu biasa terlihat ketika dia telah berbuat curang ahhh terus kenapa tatapan itu muncul lagi emang kakak telah main curang apa?" pikir Yasir.


Yasir terus menyusuri jalan dan memperhatikan setiap sudut untuk mencari mobil kakaknya.


Mendung mulai datang hitam dan gelap.


"Hmm kenapa langit terlihat kelabu dan mencekam" batin Yasir.


Terlihat dari dalam mobil daun daun tertiup angin dengan sangat kencangnya.


Rintik rintik hujan Sepertinya sudah mulai turun membasahi bumi .


"Kak kamu dimana, hujan sudah turun lagi, sebenarnya ada apa ini?" jerit batin Yasir.


Yasir mengambil telepon nya dan berusaha menelepon Kimberley .


"Ayo Kim please angkat telepon, apa yang terjadi? kenapa kak Aqib pergi begitu saja tanpa sepatah kata." harap Yasir..


"Ya hallo" suara Rose terdengar menjawab.


"Hai Rose ini Yasir, Kimberley mana? kamu pasti sedang bersamanya karena kamu yang mengangkat teleponnya." cerocos Yasir.


Rose bingung menjawabnya, Kimberley enggan menerima telepon dari Yasir


"Rose please berikan teleponnya pada Kimberley aku mau bicara padanya".


"Hallo, maaf Yasir, Kimberley ---"


Yasir langsung menutup teleponnya ia tahu percuma saja Kimberley tetap tidak mau menerima telepon nya


"Damn...... why Kim ? apa yang harus aku lakukan supaya kamu ngerti dan memaafkanku" jerit hati Yasir


Hujan semakin deras menghalangi mata siapapun untuk melihat ke jalanan, saat melewati sebuah taman dekat cafe favorit Aqib


"Itu bukannya kak Aqib " batin Yasir ragu.


Terlihat sosok laki-laki sedang duduk di taman ditemani oleh hujan.


Yasir menghentikan mobilnya dan menyusul lelaki yang mirip Aqib di taman


Di tengah hujan deras yang mengguyur bumi Yasir menghampiri laki laki yang mirip dengan kakaknya.


Rasa penasarannya semakin tinggi, kalau benar itu Aqib pasti ada sesuatu yang hebat yang membuat dirinya membiarkan dirinya basah diguyur air hujan.


Yasir menyentuh pundak laki-laki itu , ketika menoleh ternyata benar Kak Aqib sedang menangis.


" Kak ayo kita ke tempat yang teduh nanti kakak bisa sakit " seru Yasir melihat kakaknya menggigil.


Aqib menolak "Tidak! pergilah jangan pedulikan aku, pergilah "


"Bagaimana mungkin aku membiarkan kakak kehujanan seperti ini, ayo kak kita berteduh" Yasir berusaha menarik tubuh kakaknya tapi Yasir tak mampu


"Lepaskan! aku bilang lepaskan! biarkan aku sendiri disini!" teriak Aqib.


"Mana mungkin aku membiarkan mu dalam keadaan seperti ini mana mungkin, kamu kakakku" teriak Yasir ditengah guyuran hujan.



"Kakak? tidak ...aku tidak pantas disebut kakak , seorang kakak tidak akan membuat adiknya terluka tapi aku telah membuat mu terluka aku tidak pantas lagi disebut sebagai kakak!" seru Aqib.


"Kakak ini ngomong apa kakak tidak pernah melukai ku kakak selalu melindungi ku" teriak Yasir tak mau kalah


"Oh ya ? kalau aku katakan yang sesungguhnya aku yakin kamu akan berubah i am bad brother" seru Aqib kembali.


"Tidak kak kamu kakak terbaik yang pernah aku temui" lanjut Yasir


"Baik?? no i am not than go jangan pedulikan aku lagi" seru Aqib.


"Ayoo pulang kakak bisa sakit !"


"Aku jatuh cinta pada Kimberley" sahut Aqib.


Yasir terdiam dan berhenti menarik kakaknya.


"Setelah aku kehilangan Reva setelah sekian lama akhirnya aku berhasil untuk move on aku bisa merasakan jatuh cinta lagi, tetapi perasaan itu mengukuhkan ku untuk berkata aku jatuh cinta pada Kimberley aku tak bisa melepaskan dia dari ingatanku aku mencintai Kimberley." jelas Aqib.


Yasir hanya terdiam tidak percaya dengan apa yang ia dengar tapi sayangnya itu semua keluar dari mulut Aqib sendiri. Marah, kecewa campur menjadi satu.


"Dan hari ini untuk pertama kalinya juga, setelah Reva, aku kembali mencium wanita dan itu adalah Kimberley aku tak tahan menahan perasaan kerinduanku padanya dan aku menci----"


Bugh


Bugh


Bugh


Tiba-tiba Yasir melayangkan tinjunya ke arah rahang Aqib.


Tak tahan lagi Yasir menahan rasa amarah dan kecewanya pada sang kakak .


Dengan membabi-buta ia terus memukul Aqib.


Aqib yang merasa bersalah membiarkan dirinya bertubi tubi menjadi sasaran amarah Yasir.


Aqib terjatuh dan tersungkur di tanah, darah mengalir dari sudut bibir dan pelipis Aqib.


Yasir terus memukul nya dia benar-benar merasa dikhianati.


"Aaaargghh" teriak Yasir meluapkan semua emosinya.


Aqib samasekali tidak melawan pukulan-pukulan yang dilayangkan Yasir terhadapnya.


Bagi Aqib semua yang dilakukan Yasir padanya adalah suatu hukuman untuk dirinya.


Yasir berlari menjauh


menyembunyikan air matanya yang terus mengalir bersama air hujan .


Yasir tak peduli lagi dengan nasib sang kakak yang saat ini terluka parah akibat pukulannya.


Hancur sudah perasaannya begitu rumitnya masalah yang ia hadapi, belum selesai urusan dengan Jevaro kini kakaknya sendiripun ternyata Rival tersembunyi.


Yasir terus berlari menuju mobilnya.


πŸ’”πŸ’”πŸ’”


Aqib hanya bisa menangis dan menyesal telah membuat perasaan adiknya hancur.


Rasa sakit yang ia rasakan di sekujur tubuhnya tidak lagi ia rasakan, ia tahu dan sadar semua yang ia rasakan saat ini kesakitan ini tidak seberapa dibandingkan rasa kecewa dan sakit hati yang Yasir rasakan.


Tapi bagaimana pun juga perasaannya tak mampu ia tahan dan sembunyikan lagi. Andai bisa memilih ia tidak ingin jatuh cinta pada milik adiknya tapi apa daya cinta itu datang justru pada Kimberley.


"Maafkan kakak... Yasir, i am so sorry" jerit hati Aqib.


"Tuhan kenapa dari sekian banyak wanita di bumi ini kenapa harus dia kenapa harus pacar adikku sendiri hatiku memilih, kenapa cinta ini harus datang padanya setelah sekian lama Reva menguasai hatiku kenapa kini Kimberley yang Kau hadirkan dalam hatiku! kenapa!" teriak Aqib meluapkan perasaannya.


"Maafkan aku Yasir, maafkan kakak" penyesalan Aqib tiada henti hentinya.



Aqib menangis histeris di tengah taman.


"Reva kenapa kamu meninggalkan ku, andai kau masih disini bersamaku, aku tidak akan melukai hati adikku sendiri, aku tidak akan menjadi kakak yang buruk " tangis Aqib.


................🌜🌜.........................


Yasir tak menyangka akan semua yang ia dengar malam ini.


Aqib Mir kakak yang selalu ia banggakan dan idolakan justru menikamnya dari belakang .


Dulu ia yang paling mendukung Aqib untuk move on dari Reva, setelah sekian lama Reva meninggalkan Aqib tapi ia tetap setia pada kenangan dan memori tentang Reva.


Bahkan orang tua nya pun sudah berulang kali berusaha menjodohkan dengan kerabat dekat mereka tetapi Aqib selalu menolaknya dengan alasan tidak ada yang bisa menggantikan Reva lantas sekarang kenapa harus Kimberley yang terpilih untuk mengantikan Reva kenapa ? kenapa harus Kimberley ku? " tangis Yasir marah dan kecewa .


Air mata Yasir terus meluncur seiring derasnya hujan malam ini .


Dengan kecepatan yang lumayan tinggi, Yasir mengendarai mobilnya di tengah hujan yang sangat lebat.



"Bahkan Kak Aqib berani mencium Kimberley, bagaimana mungkin itu bisa terjadi! ternyata itu arti tatapan kak Aqib waktu keluar dari kamar Kimberley, yaa dia telah melakukan sebuah kecurangan kali ini bukan kecurangan dalam permainan seperti masa kecil dulu tapi ia telah mencurangi ku dengan berusaha mengambil Kimberley dari ku." batin Yasir.


"Sial.. kurang ajar kenapa harus kak Aqib kenapa harus kakakku sendiri yang mencurangi ku kenapa?! kenapa Tuhan?! " jerit hati Yasir.


Lebih mudah baginya bila Jevaro yang melakukannya walaupun hati nya juga sakit, tetapi dia orang lain bukan saudara sendiri.


Pikiran Yasir benar-benar penuh dengan pertanyaan kenapa dan andaikata.


Lelah rasanya dirinya menghadapi permasalahan yang beruntun dari Jevaro dan kini Kakaknya sendiri .


"Tuhan apakah ini karmaku? yang dulu telah menyia-nyiakan Kimberley dan menyakitinya berulang kali dan sekarang saatnya bagi diriku untuk menuai karma akibat perbuatanku sendiri." batin Yasir.


"Kimberley yang dengan setia tetap mau memaafkan walau aku selalu menyakitinya dan kini justru diperebutkan dua lelaki sekaligus dan salah satunya kakakku sendiri.Kak Aqib yang selama ini begitu dingin dengan kata cinta dan wanita tiba-tiba bisa jatuh cinta pada kekasihnya."


Kepala Yasir terasa pusing memikirkan semua yang terjadi


Tiba tiba dari arah berlawanan muncul sebuah mobil dan juga dengan kecepatan sangat tinggi dan melaju zig zag


Yasir terkejut dan berusaha untuk menginjak rem, tapi karena sama-sama dengan kecepatan tinggi dan jalanan licin akibat hujan lebat, Yasir tak mampu menguasai mobilnya dan .....,


Braaaakkk


Terjadilah tabrakan yang tak terelakan.


Untuk sesaat Yasir tak sadar apa yang terjadi tiba tiba dia sudah mendapati tubuhnya terhimpit ringsekan mobilnya sendiri ia bahkan tidak bisa merasakan kaki dan tangannya ia hanya bisa mengerang kesakitan lirih dan mengatakan "Kimberley maafkan aku"


.................🌸🌸🌸....................


"Yasir!" jerit Kimberley terbangun dari tidurnya.


Rose yang memutuskan untuk menginap malam ini ikut terbangun.


"Hoooamm , ada apa Kim? kamu mimpi buruk" tanya Rose sambil mengusap punggung Kimberley.


"Rose perasaan aku kok gak enak ya.?" ucap Kimberley.


"'Memangnya kamu mimpi apa?" tanya Rose.


"Ehmm Yasir tiba-tiba datang tersenyum, lalu- pergi ..hilang" ucap Kimberley.


Kimberley langsung menghubungi ponsel Yasir, tapi tidak diterima.


"Hati ku kenapa makin terasa tidak nyaman, kenapa ya? batin Kimberley.


"Sudahlah Kim yuk tidur lagi itu hanya bunga tidur" sahut Rose menenangkan Kimberley.


"Besok kita telepon Yasir lagi " bujuk Rose


"Oke .." akhirnya Kimberley tidur kembali, tetapi dengan perasaan yang tidak nyaman .


....................🌹🌹🌹..............


Di tunggu kelanjutannya ....


Jangan lupa tinggalkan jejak ya


like komen dan tekan favorite.


Happy Reading


Sambil menunggu up bisa mampir ke karya teman aku



support selalu ya..


Love you all