Find The Perfect Love

Find The Perfect Love
Kepergian sahabat



Beberapa hari terakhir ini Kimberley terlihat sibuk mempersiapkan keperluan untuk berlibur bersama Yasir pulang ke kampung halamannya.


Kemarin ditemani Rose, Kimberley terlihat sibuk memilih milih baju hangat untuk dibawanya pergi nantinya, karena saat ini di Kashmir sudah memasuki musim dingin.


"Hey Kim..., kamu masih sibuk?" tanya Rose yang tiba-tiba muncul di kamar Kimberley.


"Heii tinggal sedikit nih" sahut Kimberley sambil melanjutkan packing beberapa baju dan perlengkapan lainnya.


Rose tampak terdiam memikirkan sesuatu.


Kimberley menoleh ke arah Rose sebentar," Jangan sedih kan hanya seminggu ntar aku oleh-olehi Safron deh biar makin mulus tuh muka" sambil tersenyum dan menyenggol bahu Rose.


"Hmm Yasir kemana? dia gak kesini?" sambil menoleh ke kanan dan ke kiri Rose mencari keberadaan bocah tengil yang menjadi cinta matinya sahabatnya itu


"Kok tiba-tiba cari Yasir ada apa nih" pura-pura merajuk menggoda Rose.


"yeee gak pake cemburu cemburuan ma gue, Yasir mah bukan tipe aku..., jauhh" kemudian Rose ngakak dilanjutan perang bantal diantara mereka.


Setelah puas perang bantal Kimberley berjalan ke dapur untuk mengambil minuman.


"Nih minum dulu" sebotol coke diberikannya pada Rose.


"Kim ikut aku bentar yuk" sambil meminum coke yang baru saja diberi oleh Kimberley.


"Segarnya"celetuk Rose.


"Ambil lagi sana di kulkas kalau masih haus" saran Kimberley


Rose mendekati Kimberley.


"Ikut aku yuk" ucap Rose lirih


"Kemana dari tadi bilang ikut aku ikut aku tapi kamu gak bilang mau ajak kemana" sahut Kimberley sambil menatap Rose penuh tanya


"Ke bandara, bentar aja" ajak Rose.


"Bandara? ada perlu apa? kamu mau ikut liburan juga? ikut ke Kashmir yuk" ajak Kimberley.


"Ogahh, ntar pasti jadi obat nyamuknya kamu dan Yasir, mending tiduran di rumah aja" ujar Rose sambil merebahkan tubuhnya dan menutup wajahnya dengan bantal.


"Dasar putri tidur" timpal Kimberley sambil ikut rebahan juga.


Tiba-tiba Rose bangun lagi dan untuk kesekian kalinya mengajak Kimberley lagi "Yuk atuh Kim ikut aku ya please bentar aja"


"Iya tapi mau apa ke Bandara, ntar kalo Yasir tanya bagaimana?" tanya Kimberley


"Kamu bilang kemana gitu jangan bilang kita ke Bandara, bisa ruwet urusannya" Rose memegang tangan Kimberley sambil meminta pengertiannya.


"Please...please tuan putri ikut yukk sebentar saja," sambil menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada Rose mencoba merayu Kimberley kembali.


"Okay tapi janji bentar ya" jawab Kimberley kemudian


"Yes! siap bos, cuman bentar janji!" sahut Rose gembira dan langsung menarik tangan Kimberley.


"Heyy tunggu aku ganti baju dulu!" teriak Kimberley protes


"Gak perlu, yang kamu pakai sudah cukup rapi" sahut Rose langsung menutup kamar Kimberley.


"Tas aku Rose" kembali Kimberley protes.


"Sudah ga perlu! kita bukannya ke mall" sahut Rose tidak mau kalah .


Kemudian berangkat lah mereka ke Bandara.


Rose melaju dengan kecepatan yang bisa dibilang lumayan tinggi.


"Hei Rose hati-hati, ada apa sih? kenapa harus buru-buru" tanya Kimberley kuatir.


Tidak biasanya Rose melaju dengan kecepatan yang begitu kencang.


Semua pertanyaan Kimberley hanya angin lalu saja, Rose sama sekali tidak memberinya alasan sedikit pun.


Fokus Rose saat ini hanya satu sampai Bandara tepat waktu.


Sesampainya di Bandara Rose langsung memakirkan mobilnya dan langsung menarik tangan Kimberley.


"Pelan dikit Rose! ada apa sih" protes Kimberley hampir saja terjatuh karena tangannya ditarik Rose sambil berlari.


Tidak lama kemudian Rose berhenti, menata nafas terlebih dahulu dan menoleh ke kanan dan ke kiri mencari sesuatu.


Wajah Rose terlihat panik sepertinya yang dicarinya tidak ada, kemudian Rose berjalan ke sekeliling untuk memastikanya sambil berusaha menelepon seseorang.


Sedetik berikutnya wajahnya berubah gembira,"Kim..sini cepat!" panggil Rose


Kimberley yang juga masih menata nafasnya pun menghampiri Rose, sesampainya di sebelah Rose,


"Pak Jevaroooo... tunggu pak!" teriak Rose sambil menarik tangan Kimberley.


Jevaro yang hampir saja masuk ke lorong pemberangkatan menoleh dan membalikkan badannya saat mendengar suara Rose.



.......~~~~..........


(flash back bentar ya)


Kemarin sore Rose menelepon Jevaro untuk bertanya tentang siapa saja yang nanti bisa ia hubungi perihal kerjasama antara perusahaan Kimberley dalam pembuatan logo pada produk perusahaan Jevaro setelah ia berangkat ke Singapura nantinya.


Lalu Jevaro menjelaskan bahwa ia sudah mendelegasikan semuanya kepada beberapa tim nya, kemudian Jevaro pun memberitahu nomer nomer telepon yang nantinya bisa Rose hubungi.


Jevaro pun memberitahu kalau ia akan terbang ke Singapura besok siang.


"Kimberley sudah tahu Pak kalau bapak besok berangkat ke Singapura?" tanya Rose.


"Belum," sahut singkat Jevaro


"Kok belum pak? Pak Jevaro tidak ingin bertemu Kimberley sebelum bapak berangkat ke Singapura?" tanya Rose lagi


"Saya tidak mau merusak kebahagiaannya" sahut Jevaro singkat.


"Okay Rose saya mau persiapan packing nih, kalau ada yang kurang jelas, hubungi saya langsung gak pa pa" jelas Jevaro


"Ok pak" sahut Rose.


"Sebentar Rose, titip Kimberley ya kalau ada apa apa hubungi saya" pinta Jevaro.


Kemudian telepon berhenti sampai disitu.


Rose yakin Jevaro sebenarnya ingin bertemu Kimberley sebelum berangkat ke Singapura .


"Aku akan coba mewujudkan harapan Pak Jevaro" batin Rose.


...........~~~..............


(Kembali ke Bandara)


Melihat Jevaro yang akan berangkat ke Singapura Kimberley hanya bisa terpaku menatap Jevaro.


"Ternyata Jevaro akan berangkat hari ini , dan ini jugalah alasan Rose memaksaku untuk ikut ke Bandara dengannya." batin Kimberley.


Perlahan Jevaro menghampiri Kimberley.


Mereka berdua hanya diam dan saling memandang.


" Kenapa kamu tidak memberitahuku kalau hari ini kamu akan berangkat?" tanya Kimberley bergetar berusaha menekan gejolak yang ia rasakan.


"Maaf Kim aku cuman tidak ingin menganggu kebahagiaan mu" tanya Jevaro.


"Kebahagiaanku?" tanya Kimberley sambil mengeryitkan dahinya.


"Iya, aku dengar kamu akan liburan bersama Yasir dan kak Aqib aku yakin pasti seru " jelas Jevaro berusaha meringankan suasana.


"Jadi karena aku akan berlibur dengan mereka, kamu pikir kamu tidak perlu lagi memberi kabar tentang keberangkatan mu?" desak Kimberley.


"Bukan begitu Kim! dengar dulu penjelasan ku" sahut Jevaro


Kimmy sangatlah marah pada Jevaro dan hendak meninggalkan Jevaro.


Rose tidak menyangka akan berakhir kacau seperti ini salah dia juga kenapa tidak jujur dari awal pada Kimberley kalau Jevaro berangkat hari ini.


Dengan sigap Jevaro menahan tahan Kimberley.


"Kim tunggu, aku minta maaf aku salah seharusnya seperti janjiku kemarin aku memberitahumu kapan aku akan berangkat, maaf kan aku Kim" pinta Jevaro.


Kimberley pun membalikkan badan dan menatap dalam lelaki yang saat ini ada di hadapannya.


"Sebelum kamu minta maaf, aku sudah memaafkanmu" sahut lirih Kimberley.


"Terima kasih Kim, take care" ucap Jevaro sambil memegang kedua tangan Kimberley


"Aro..., boleh aku memelukmu sebentar" ujar lirih Kimberley.


Jevaro menyambutnya dengan senyum bahagia"Boleh"



Kimberley pun memeluk hangat Jevaro, sebenarnya ia berat melepaskan Jevaro pergi meninggalkannya, Jevaro adalah sahabat terbaiknya setelah Rose.


Jevaro pun mengusap rambut Kimberley dengan penuh rasa sayang, wanita yang ia cintai tapi tidak mampu ia miliki kini berada dalam pelukannya.


Suatu kebahagiaan tersendiri yang ia rasakan.


"Kamu juga jaga diri ya " bisik lirih Kimberley.


Jevaro mengangguk perlahan sambil berusaha menahan air matanya.


"Berbahagialah Kim bersama Yasir doaku akan selalu bersamamu" gumam Jevaro dalam hati.


............~~~~~............