
"Haii sayang .... lihat siapa nih yang datang?" tanya Jevaro.
"Dua orang ini sanggup cuekin kamu lho sekarang, lebih mengutamakan Baby Gavin, " kelakar Jevaro.
"Habis gemes banget sih baby Gavin nya!" sahut Rose sambil menghampiri Kimberley dan mencium kedua pipi sahabatnya itu.
"Baby Gavin bener bener sukses bikin aku kangen, kalau jauh darinya walau hanya sedetik." timpal Aqib
"Hmm benarkah? Aku aja belum sempet gendong anak aku" ucap Kimberley lesu.
"Sabar sayang, sebentar lagi pasti diantar suster kesini baby Gavin nya." hibur Jevaro.
"Selamat siang .... ibu Kimberley, ini nih dicari anaknya. Lapar mau minum susu katanya." kata suster sambil mendorong tempat tidur baby Gavin.
"Haiii Gavin, sini sayang mama kangen, pengen gendong Gavin" sahut Kimberley sambil berkaca kaca.
Suster memberikan baby Gavin pada Kimberley untuk disusui.
"Satu jam lagi bayi nya saya ambil lagi ya bu, mau dimandiin" pesan suster .
"Baik suster" sahut Kimberley.
"Minum yang banyak ya Adek, biar kuat !" celetuk suster perawat sebelum meninggalkan Baby Gavin bersama ibunya.
"Iya suster pastinya, kalau baby-nya gak mau papanya aja deh mewakili" sahut Jevaro
"Ihh Aroo" sahut Kimberley sambil mencubit pinggang Jevaro.
"Auchh! Sakit sayang, kan cuman bercanda" sambil mengusap pinggangnya yang panas akibat cubitan Kimberley.
Suster dan yang ada di ruangan Kimberley pun tertawa melihat Jevaro mendapat cubitan pedas dari sang istri.
Melihat wajah Kimberley yang nampak merona merah karena malu. Jevaro pun langsung mencium kening Kimberley dan baby Gavin.
"I Love You all" ucap lirih Jevaro.
Kimberley tak henti hentinya memandangi wajah mungil baby Gavin. " Rasanya tidak percaya bayi yang menggemaskan ini keluar dari rahimku dari bagian tubuh aku," Tak terasa air hangat menetes di pipi Kimberley.
Jevaro tahu apa yang dirasakan Kimberley sesuatu yang mengagumkan.Suatu hal yang luar biasa, ciptaan Tuhan telah lahir dan sekarang berada dalam pelukannya.
"Hai Gavin, selamat datang di dunia semoga kelak kamu menjadi pribadi yang hangat, bermanfaat bagi orang lain dan sayang pada keluarga." ucap lirih Kimberley.
"Ganteng ya .... seganteng papanya, hidungnya tidak bisa dipungkiri lagi itu hidung papanya .... Yasir." ucap Jevaro.
Kimberley sempat terdiam untuk beberapa saat. Keadaan menjadi hening.Tidak ada seorangpun yang berani berkomentar bahkan Aqib dan Rose pun yang memang mengakui bahwa Baby Gavin sembilan puluh lima persen mirip dengan Yasir.
Baby Gavin memiliki aura yang bisa dibilang sama persis dengan Yasir.Bagi yang benar-benar mengenal Yasir akan sangat terlihat kesamaan dan kemiripan diantara mereka.
"Aroo .... Baby Gavin boleh mirip Yasir, kita juga tidak bisa memungkiri bahwa Yasir adalah Papa biologisnya. Tetapi tidak bisa diingkari juga kalau saat ini papa Baby Gavin adalah dirimu, kamulah yang sejak ia ada di kandungan selalu menyanyangi nya, selalu mengingatkan aku untuk minum vitamin dan juga jadwal kontrol rutin ke dokter pun kamu selalu mengingatnya. Sembilan bulan lamanya kamulah yang selalu menyanyikan lagu dan mendongeng untuknya, sebelum aku terlelap. Hingga detik detik ia lahir keduniapun kamulah yang begitu menguatirkan keadaannya. Jadi kamu lah papa baby Gavin , jangan pernah kamu merasa tersingkir hanya karena kemiripan Gavin dan Yasir. Karena saat ini papa Gavin di dunia nyata ini adalah kamu. Dan tidak akan pernah tergantikan. Aku tahu kamu juga sangat menyanyanginya bukan?" tanya Kimberley.
"Terima kasih sayang, aku akan selalu menyanyangi Gavin sepenuh hidupku tanpa ada cela sedikitpun, seperti halnya aku mencintaimu Kimberley Ryan." sahut Jevaro.
'Tapi bagaimana pun juga kelak aku ingin, Gavin juga mengetahui dan mengenal papa kandungnya.Aku tidak ingin egois, diberi kesempatan hidup bersama, mendidik dan mengasuh Gavin itu adalah Anugrah terindah. Sedangkan Yasir, dia tidak memiliki kesempatan itu. Karena itulah Yasir berhak untuk dikenal oleh anaknya suatu saat nanti, bila waktunya tepat." ujar Jevaro.
Kata kata bijak yang terlontar dari mulut Jevaro cerminan betapa tulusnya cinta Jevaro pada Gavin. Kimberley sangat bersyukur memiliki suami yang begitu baik, bijaksana dan tulus mencintai dan menerima dirinya dan anaknya tanpa syarat.
Semua yang hadir disitu terharu mendengar kata-kata bijak Jevaro. Terutama Aqib, kini diapun mengakui bahwa Jevaro jauhh lebih baik dan pantas untuk mendampingi Kimberly daripada dirinya. "Yasir, .... ternyata pilihanmu untuk menggantikan posisimu dalam mencintai Kimberley dan anakmu benar-benar tepat. Berbahagialah kau disana tidak usah kamu kuatir lagi. Karena Kimberley dan Baby Gavin telah berada di tangan yang tepat. Aku yakin saat ini kamu pun tersenyum bahagia." batin Aqib
.......... .......................................
Beberapa tahun kemudian.
Jevaro benar benar terbukti sebagai orang tua yang hebat, seorang papa yang disegani dan idola bagi anaknya.
Hampir tidak pernah terlihat Jevaro pergi tanpa membawa keluarganya.
Kemana pun ia pergi selalu ada Gavin dan Kimberley bersamanya.
Kehidupan mereka sangatlah berbahagia. Tiada hari tanpa kedekatan satu sama yang lainnya. Semakin besar Gavin semakin ia mengangumi sosok papanya ini, yang hampir tidak pernah marah, bijaksana dalam mengambil keputusan, serta sangat menyayangi keluarga nya.
Semakin hari Gavin semakin bertumbuh menjadi anak yang cerdas, kritis dan penyayang. Persis dengan kepribadian jevaro. Kimberley pun semakin berbahagia karena sedang mengandung buah cinta dirinya dan Jevaro . Walau begitu rasa cinta dan sayang Jevaro terhadap Gavin tidak pernah luntur.
Di siang hari yang sejuk Rose datang berkunjung ke rumah Kimberley.
"Selamat siang Aunty Rose!" sapa Gavin kecil.
"Siang ponakanku yang ganteng, mama ada sayang?" tanya Rose.
"Hai Rose masuk saja," sambut Kimberley.
"Repot ya Kim!"
"Enggak juga. Ini lho bikinin Gavin puding, dari kemarin pengen dibikinin puding coklat jeruk, favorit Gavin dan papanya." sahut Kimberley.
"Gavin! sini sayang, ... aunty bawa kue dan mainan nih buat Gavin!"
"Wow Brownies dan Drone ! wahhh terima kasih aunty!" sorak gembira Gavin
"Gavin suka hadiahnya? mainnya sama papa ya!" Gavin langsung mengangguk cepat. Rose pun membelai rambut Gavin.
"Aduh Rose kamu ini dari dulu manjain Gavin terus!" lanjut Kimberley.
"Tidak apa-apa Kim,mungkin ini terakhir kalinya aku melihatnya dalam wujud Gavin kecil ntar mungkin kami bertemu lagi Gavin sudah dewasa." ucap Rose lirih.
Kimberley meletakan pisau yang dipegangnya, yang tadi digunakannya untuk memotong buah.
Kimberley menatap serius pada Rose.
"Kamu ini ngomong apa sih?!" tanya Kimberley.
"Kim .... Senin depan aku kembali ke Yogya, ibu sudah tua kasihan tidak ada yang menemaninya di hari tuanya.Kamu sendiri tahu bapak sudah tiada. Jadi aku harus kembali ke kampung menemani ibu sekalian mengurus Home Stay milik Bapak. Aku kesini mau pamit dan sekalian mau resign dari kantor. Tapi tenang saja semua urusan sudah aku selesaikan. Aku rekomendasikan Rani sebagai pengganti aku, kerjanya cekatan dan hampir tidak pernah salah. Dia juga hampir mengerti dan paham semua job desk aku." jelas Rose.
"Kamu serius Rose, kenapa baru sekarang ngomong?!" Kimberley mengambil kursi di depan Rose lalu duduk .
"Maaf Kim, sebenarnya sudah aku pikirkan lama, apalagi sekarang ibu mulai sakit-sakitan, jadi sekarang lah aku kira waktu yang tepat untuk pamit."
Kimberley memeluk Rose dan menangis.
"Rose .... andai aku bisa memohon, aku ingin kita tetap bersama. Selama ini kita selalu bersama dalam suka dan duka. Tetapi keadaan sepertinya mengharuskan kita berpisah, bila suatu hari nanti kamu berubah pikiran dan ingin bekerjasama lagi denganku. Pintu PT Sukses Cemerlang akan selalu terbuka untukmu."
"Terima kasih Kim, aku senang bekerjasama denganmu, semoga walaupun kita terpisah jarak, persahabatan kita akan tetap abadi. Kalau kamu berlibur ke Yogyakarta kabari aku ya. Kalian gak perlu nyewa hotel, tidur di Home Stay ku aja gratis, dan tidak kalah nyamannya dengan hotel bintang lima!" Rose berusaha tersenyum disela sela perasaan sedihnya, berharap mereka tetap bersahabat untuk selamanya.
"Pasti Rose, aku pasti mampir bila ke sana" Lalu merekapun berpelukan.
................................................
Hari Keberangkatan Rose ke Yogya, membuat hati Kimberley terasa kacau, kemarin Kak Aqib yang pamit pulang ke negaranya, karena musim panen Safron telah dekat. Ayahnya membutuhkan tenaga untuk mengatur pemasaran dan pendistribusian hasil panen Safronnya, jadi Aqib pun harus kembali ke kampung halamannya. Dia berjanji suatu saat bila ada kesempatan ia akan kembali ke Indonesia untuk menjenguk keponakannya.
Dan Kini Rose pun pergi meninggalkan dirinya. Ada perasaan sedih, satu persatu orang-orang yang dekat dengan kehidupannya pergi meninggalkan dirinya.
Tiba-tiba Jevaro memeluknya dari belakang.
"Hmm istri aku pasti lagi sedih, karena sahabat karibnya memutuskan untuk pulang kampung menemani ibunya dan mengurus usaha ayahnya." Sambil mencium pipi Kimberley.
"Kim .... dalam kehidupan selalu ada yang namanya pertemuan dan perpisahan.Tuhan mempertemukan kita dengan seseorang pasti ada tujuannya. Dan bila tujuannya itu sudah tercapai maka waktu dia telah habis. Kita pun harus siap untuk berpisah dengannya. memang begitulah garis kehidupan ada kala kita tersenyum bahagia karena dipertemukan dan diberi kesempatan untuk bersamanya tetapi ada kala kita menangis karena kita harus berpisah dengannya karena waktu kita bersamanya sudah habis." jelas Jevaro.
Jevaro membalikkan tubuh Kimberley, dan menyeka air matanya.
Bila kita masih ada kesempatan untuk bertemu dan bersama lagi, pasti kita akan berkumpul lagi.
"Iya Aro, aku mengerti"
"Aku janji aku akan membahagiakanmu semampu dan sekuat aku demi keluarga kecil kita " Senyum Jevaro mampu menggantikan perasaan sedih tadi menjadi bahagia.
Kimberley merasa menjadi wanita yang paling bahagia memiliki Jevaro Cinta Sempurna nya .
"Mama .... papa!" panggil Gavin kecil.
"Haiii Gavin .... sini sayang gandeng mama papa." Lalu Jevaropun mencium kening istrinya dan anaknya serta mengusap perut Kimberley lalu menciumnya.
Yang pasti ciuman Jevaro membuat si calon Adik bayi ikut tersenyum bahagia bersama mama, papa dan kakaknya.
Semakin lengkaplah sudah kebahagiaan keluarga Jevaro, yang kini sedang menanti kelahiran buah hati mereka tercinta. Adik Gavin Bintang Pamungkas.
...................❤️❤️❤️❤️............... .
Tak terasa kita sudah sampai di penghujung kisah Find the Perfect Love 💕.
Terima kasih buat Kimberley-Jevaro lover.
Berkat kalianlah akhirnya mereka bersatu dan hidup bahagia... padahal ide sebelumnya bukan Jevaro jodoh Kimberley tapi karena banyaknya pembaca yang menginginkan bersatunya Kimberley dan Jevaro akhirnya ... Kimberley pun menyadari bahwa Jevarolah Cinta Sejatinya yang membuat hidupnya terasa Sempurna.
Bila kangen Kimberley & Jevaro beserta Gavin dan adiknya. Bisa diintip dan di kepoin di karya aku berikutnya Cinta Online
kalian akan bertemu lagi dengan keluarga bahagia ini. Cekidot.
Oh ya... aku kenalkan juga karya teman aku yang berjudul Nona Muda Dihamili Pelayan
Genta Arakahn. Pria yang akrab dipanggil Genta itu baru saja menginjak usia ke 29 tahun. Ia bekerja sebagai pelayan dan tukang kebun di sebuah rumah mewah milik orang terkaya di New York. Ia merupakan pria baik, polos, jujur, dan lugu untuk ukuran pria. Suatu hari ia tak sengaja melakukan kesalahan besar terhadap nona mudanya yakni Alice Nekhade Arakhe wanita yang baru saja berulang tahun ke 17 tahun dan mengalami kelumpuhan dan bisu akibat kecelakaan. Alice merupakan wanita periang dan tingkahnya kekanakan, cukup polos, namun ia tak secengeng cewek polos lainnya. "Senyuman yang indah bak bunga mekar itu harus layu karena diri ku. Maafkan aku nona telah lancang menodai mu, dan maafkan juga aku telah jatuh hati padamu." ___Genta___