
Kimberley masih merasa tidak percaya, secepat ini Jevaro akan meninggalkan dirinya.
Masih jelas dalam ingatan Kimberley saat pertama mereka jadi sahabat, betapa paniknya dirinya saat tahu klien nya menemukan dia dalam keadaan berantakan dan kacau, tapi Jevaro dengan senyum manisnya memberinya sapu tangan untuk merapikan wajahnya yang kacau.
Belum lagi saat Jevaro membawanya ke pantai, tertawa lepas bersama, bermain air, minum air kelapa bersama.
Makan di warung apung sampai perut kenyang kemudian menikmati sunset bersama, kenangan-kenangan itu.....,
"Heii Kim ada apa? Kim..." panggil Aqib.
"Hmm ...,Kim kak Aqib panggil tuh" bisik lirih Jevaro.
Melihat kekasih nya seperti patung tak ada reaksi apapun, Yasir langsung berdiri dan menghampiri Kimberley sambil memandang curiga pada Jevaro.
Jevaro tahu ada rasa tidak suka dari sorot mata Yasir.
"Om...Tante....Kak Aqib....Rose dan Yasir aku mau pamit..." ujar Jevaro membuka percakapan.
"Kim ... kamu tidak apa-apa" tanya Yasir sambil membimbing Kimberley kembali ke kursinya.
Kimberley hanya terdiam.
"Lho kok buru-buru nak Jevaro, sebentar ibu ada oleh-oleh buat orang rumah" sahut ibu sambil berdiri hendak mengambil sesuatu di dapur.
"Ehnm bukan itu maksud saya, maksud saya hmm saya pamit akan berangkat ke Singapura, papa saya ingin saya mengelolah anak cabang perusahaan di sana ." jawab Jevaro.
"Jadi hari ini sekalian saya pamit, karena mungkin dua tiga hari lagi saya berangkat, mohon doa restunya Tante ...Om bila ada kesalahan mohon dimaafkan" lanjut Jevaro.
Semua yang hadir di sana terdiam membisu, tidak menyangka kalau Jevaro akan meninggalkan mereka.
"'Oalah nak Jevaro, kok mendadak toh, ayah dan ibu juga belum sempat mengucapkan terima kasih atas semua bantuan nak Jevaro terutama terhadap anak kami Kimberley" ujar ibu.
"Baiklah nak, Ayah tahu kok tanggung jawabmu sebagai seorang anak, semoga sukses ya nak jangan lupa kirim kabar ya" pesan Ayah.
"Baik Om pasti" jawab Jevaro.
"Pak Jevaro terus bagaimana dengan kerjasama kita, ?" tanya Rose
"Oh tadi saya sudah bilang Kimberley untuk urusan kerjasama kita, kalau ada apa-apa hubungi wakil saya saja nomer hape sudah saya share di messager." jawab Yasir
"Baik pak" sahut Rose sambil melirik Kimberley yang masih terdiam.
"Baiklah saya duluan ya lanjutkan makan siangnya" ucap Jevaro.
"Saya antar ke depan pak" tawar Rose.
"Kim...,kamu tidak antar Jevaro?" tanya Rose.
Kimberley berdiri dari kursi dan saat di hadapan Jevaro, Kimberley hanya menatapnya sebentar kemudian berlalu menuju kamarnya, disusul oleh Yasir di belakangnya.
Jevaro hanya menghela nafas dan memandang Kimberley hingga hilang dari pandangan.
Kemudian Jevaro pun melangkah menuju pintu.
"Pak..., sudah pamit kan tadi sebelumnya sama Kimberley.?" tanya Rose.
"Sudah" jawab lirih
"Rose.., titip Kimberley kalau ada apa-apa hubungi aku ya" pesan Jevaro.
"Baik pak, Kimberley pasti sedih dan tidak menyangka kalau bapak akan pergi mendadak seperti ini" tebak Rose sambil menoleh ke arah kamar Kimberley.
"Iya saya juga sebenarnya berat tapi yaaa namanya tugas dari atasan" kelakar Jevaro sambil berusaha tersenyum.
"Okay Rose saya tinggal dulu ya banyak yang harus saya urus di kantor." pamit Jevaro.
'Iya pak, sukses ya pak" sahut Rose.
"Amin terimakasih Rose" jawab Jevaro
Kemudian Jevaro masuk ke dalam mobilnya dan melambaikan tangannya kepada Rose.
Rose baru saja membalikan badan ia berpapasan dengan Yasir dan Kak Aqib.
"Rose titip Kimberley sebentar ya" pesan Yasir ketika bertemu Rose.
"Okay, kalian mau kemana?" tanya Rose.
"Agen Perjalanan" jawab Aqib singkat.
Rose mengangguk pelan, kemudian berjalan menuju ke kamar Kimberley.
.............~~~..............
Yasir mengemudi mobilnya menuju ke Agen Perjalanan langganan mereka.
"Kamu yakin akan ikut pulang ke Kashmir?"tanya Aqib
" Iya tapi bersama Kimberley" sahut Yasir singkat.
"Iya ini kejutan dariku buat Kimberley, sudah lama aku ingin ajak Kimberley ke Kashmir, rencana Februari nanti, tapi karena kakak akan pulang, aku pikir sekalian aja lah kita balik ke Kashmir bersama." jelas Yasir.
"Okay kalau begitu, nanti malam aku beritahu papa mama kalau kita berdua pulang, bersama tamu spesial" ujar Aqib tersenyum menggoda sambil menyeggol bahu adiknya.
Tidak berapa lama mereka sudah sampai dan kemudian mengurus semua keperluan untuk terbang ke India.
Untuk ke Kashmir mereka harus turun di India terlebih dahulu baru kemudian naik bis menuju Kashmir.
...........~~~~~.............
Di kamar Kimberley, Rose melihat Kimberley sedang melamun di depan kaca jendela kamarnya.
"Hei Kim Kak Aqib mau balik ke Kashmir? tadi aku berpapasan dengan mereka, katanya mau ke Agen Perjalanan" tanya Rose mencoba memecahkan suasana.
Kimberley membalikkan badannya menarik nafas dan menghembuskan nya berlahan.
"Iya, Kak Aqib ga bisa lama-lama di Indonesia karena banyak pekerjaan yang jadi tanggung jawabnya menunggu di sana." jelas Kimberley lirih.
Kemudian mereka terdiam lagi.
"Kim, kamu sedih ya Jevaro ke Singapura?" tanya Rose hati-hati.
"Iya kesannya mendadak sekali, aku paham ini tugas dari ayahnya tapi..., kenapa disaat aku bahagia karena Yasir telah kembali lagi bersamaku, dia justru pergi" Jelas Kimberley pasrah.
Tok Tok bunyi pintu kamar diketuk.
"Masuk aja tidak di kunci kok'" jawab Kimberley.
Ternyata yang datang Yasir dan Aqib.
"Haii dear coba tebak, aku punya kejutan nih buat kamu" ujar Yasir sambil tangannya menyembunyikan sesuatu di belakang punggungnya.
"Buat aku?" tanya Kimberley seperti tidak percaya sambil menunjuk dirinya.
"Yup special buat pujaan hatiku" sambil menaikan kedua alisnya ke atas dan tersenyum menggoda Yasir memberikan sebuah amplop pada Kimberley.
Kimberley menerima amplop pemberian Yasir sambil memandang Yasir serius dan membukanya perlahan.
Kimberley mengeluarkan surat dari dalam amplop itu dan membacanya dengan seksama.
"Ini....tiket ke India" tanya Kimberley masih tidak mengerti, sambil membolak-balik tiket yang di tangannya.
"Iya" sahut Yasir singkat.
"Dua tiket?" sambil memandang Yasir dan Aqib bergantian.
"Kamu.....mau ikut pulang bersama kak Aqib?" tanya Kimberley sedih.
"Jevaro pergi ke Singapura dan sekarang Yasir pun akan pulang bersama kak Aqib kenapa semua pergi meninggalkanku" batin Kimberley.
Melihat Kimberley bersedih, Yasir berpikir ini ada yang salah ..,
"Hei ..hei cantik why you cry?" tanya Yasir sambil memeluk dan menghapus air mata Kimberley.
"Gak pa pa...., pulanglah, kamu kan sudah lama tidak pulang, kamu pasti rindu sekali kampung halaman kamu, dengan keluarga kamu juga." jawab Kimberley berusaha tegar.
"Hei kamu pasti salah paham coba baca lagi tiketnya, ada nama siapa disitu" perintah Yasir.
Kimberley menatap Yasir kemudian kembali meneliti tiket di tangannya.
Disana terbaca nama nona Kimberley Ryan dan Tuan Yasir Mir
"Jadi---"Kimberley tak mampu meneruskan kata-katanya, antara percaya tidak percaya ia menatap Yasir berusaha mencari jawabannya.
"Iya kita bertiga akan ke Kashmir aku, kamu dan kak Aqib" sahut Yasir sambil tersenyum
"Kamu suka" tanya Yasir lagi
"Sukaaa banget ....., makasih sayang aku tidak bermimpi kan?" Kimberley langsung memeluk Yasir bahagia.
"Tidak sayang kamu tidak bermimpi, kita akan ke Kashmir akan aku tunjukan padamu seperti janjiku sebelumnya surga dunia" Yasir senang bisa membuat Kimberley tersenyum bahagia kembali.
"Terima kasih Yasir" bisik lirih Kimberley sambil tetap memeluk Yasir.
Aqib dan Rose pun bahagia melihat Kimberley dan Yasir akhirnya bisa mewujudkan impian mereka ...,
...........,.❤️❤️❤️❤️..................
Nah sambil menunggu Kimberley dan Yasir persiapan liburan yuk mampir ke karya tenan literasi aku Mizzly Jejak Cinta Jenaka bagus lho