Find The Perfect Love

Find The Perfect Love
Perenungan yang dalam



Seharian ini hujan telah menguyur bumi sepanjang hari , Kimberley berdiri di depan jendela kamar mengamati sang hujan, ia sangat menikmati setiap tetesan air hujan yang jatuh ke bumi,ditemani kenangan indah bersama Yasir yang kembali terputar dengan jelasnya dalam pikirannya.


Bahkan kenangan terburuk yang ia lalui bersama Yasirpun kembali teringat. Betapa ia kecewa dengan sikap Yasir yang selalu menyalahkannya walaupun jelas jelas ia yang bersalah, tetapi semua kesakitan yang ia rasakan itu tidak sebanding dengan rasa sayang dan cintanya pada Yasir.


Andaikan ada yang bertanya padanya, "Apakah kamu sakit hati dan kecewa dengannya?" ia akan menjawab ia kecewa.


Tetapi bila ada yang bertanya lagi, "Apakah kamu masih mencintainya?" ia pun akan menjawab ya saya masih dan akan selalu mencintainya walaupun Yasir terus menerus telah mengecewakan dirinya.


Tetapi pada akhirnya Yasir telah kembali menjadi Yasir seperti awal dia kenal, penuh kasih, tanggung jawab dan perhatian tetapi sayang semua hanya sekejap saja ...maut telah memisahkan mereka.


Air mata Kimberley meluncur dengan derasnya bagai berlomba dengan air hujan yang jatuh membasahi bumi.


Kimberley masih ingat saat Yasir melamarnya.Saat itu dunia terasa begitu indah ia sama sekali tidak menyangka Yasir akan melamar dirinya. Hatinya bersorak bahagia yang tak terkatakan. Tetapi sekali lagi kebahagiaan tidak berpihak padanya.


Semua yang ia rencanakan bersama Yasir, impian hidup bahagia bersamanya telah musnah.


Kepergian Yasir terasa begitu cepat, terkadang dirinya masih tidak percaya kalau Yasir telah meninggalkannya untuk selamanya.


Kimberley mengusap perutnya.Tetapi apa yang ditinggalkan Yasir padanya adalah sesuatu yang nyata adanya.


Yasir memang telah pergi, tapi ia tidak pergi begitu saja.Ia telah memberi pengganti dirinya untuk menemani Kimberley selama hidupnya.


Ya seorang anak, darah daging sekaligus buah cinta, Yasir dan Kimberley. Hanya tinggal selangkah lagi mereka sebenarnya akan mewujudkan impian untuk hidup bersama terapi takdir berkata lain.


Kini tinggallah Kimberley bersama bayi dalam kandungannya seorang bayi pengganti kehadiran Yasir dalam hidupnya.


Tiba-tiba bayangan Jevaro melitas.Laki laki baik dalam hidupnya, yang selalu ada dan selalu bersedia memberikan bahu nya untuk tempat dirinya menangis ketika sesak dan letih diri melanda.


Ya.....Jevaro laki -laki selain Yasir yang keberadaannya sangat lah berarti dalam hidupnya..


Jevaro bagaikan apotek dua puluh empat jam, yang siap sedia kapanpun dan dimanapun untuk menemani dan menghibur serta membalut luka di hatinya.


Tanpa kehadiran Jevaro dalam hidupnya, Kimberley yakin ia tidak mungkin masih bisa berdiri di atas kakinya sendiri.


Jevarolah yang selalu memberikan semangat untuk dirinya agar bangkit dan percaya akan keimanannya untuk lebih dekat dan memasrahkan semua padaNya..


"Jevaro...." gumam lirih Kimberley.


Kimberley berjalan menuju laci meja nya lalu membuka laci tersebut perlahan, disana tersimpan dengan rapih sebuah cincin berlian putih,


Kimberley mengambil cincin itu,


" Mau kah kau menikah denganku?" kalimat itu masih terngiang di telinganya."Tidak perlu kau jawab sekarang, pikirkan terlebih dahulu dengan matang, bila kau siap untuk menjawabnya datang lah padaku " semua perkataan Jevaro saat itu masih ia ingat.


"Kim pikirkan lagi ,...Jevaro lelaki yang baik, laki laki seperti dirinya saat ini sangatlah langka.Jangan sampai kamu menyesal bila suatu hari dia lelah denganmu dan akhirnya menikah dengan yang lain, walaupun kemungkinannya sangatlah kecil bagi Jevaro untuk mencintai wanita lain.


Percayalah Kim Jevaro laki laki yang baik buat mu dan bayi dalam kandunganmu dia pasti bisa menjadi suami sekaligus ayah yang baik untuk kalian" kata- kata Rose kembali memenuhi pikiran Kimberley.


Kimberley menggenggam cincin berlian putih itu, sekali lagi ia mempertimbangkan keputusan yang akan diambilnya.


Kimberley mengusap perutnya .


"Nak, mama tahu ayah terbaik bagimu yang seharusnya membimbing, mendidik dan menemanimu tumbuh berkembang adalah papa kamu sendiri ia akan sangat bahagia memilikimu.Tetapi papamu tidak mungkin lagi bisa melakukan semua kewajibannya itu, papamu sudah tenang dan bahagia di surga saat ini."


"Tapi mama ingin walaupun papamu tidak bisa melakukan semua kewajibannya itu saat ini, kamu tetap berhak mendapatkan kasih sayang, bimbingan dan penyertaan seorang ayah dalam hidupmu."


"Berat memang untuk mengantikan posisi papa kamu dengan yang lain, tapi percayalah nak, setelah mama memikirkan dengan matang dan dalam. Benar kata Tante Rose dan Oma, bahwa Jevaro yang pantas untuk mengantikan posisi papa kandungmu.ia sangat peduli dan menyanyangimu." ucap lirih Kimberley pada calon anaknya.


Kimberley sekali lagi melihat cincin yang diberikan Jevaro padanya, "Yasir kamu tahu kan kalau aku sangat mencintaimu, tapi sayangnya seperti katamu dulu bahwa takdir cinta kita tidak mengijinkan kita bersatu di kehidupan ini, saat ini aku sedang mengandung anak kita, terima kasih kamu masih mempercayakan aku untuk menjadi ibu dari anakmu. Dan akupun yakin kamu adalah ayah terbaik untuk anak kita tapi kenyataan yang ada kamu sudah bahagia disana, Untuk itu ijinkan aku untuk memberikan figur ayah yang aku yakin kamu pun menyetujui nya, setelah aku renungkan dan pikirkan secara matang aku pikir Jevaro adalah sosok ayah yang baik untuk anak kita terutama karena Jevaro sangat menyanyangi anak kita. Kamu jangan khawatir ya, bahagialah kamu di sana. Aku akan tetap mencintaimu, dan bila saatnya tepat aku akan menceritakan pada anak kita tentang dirimu papa kandungnya.Aku pastikan bahwa anak kita tetap mengenalmu sebagai papa kandungnya dan ia juga akan menyanyangimu." ucap lirih Kimberley sambil menyentuh foto Yasir.



"I love you Yasir ...so much'' Kimberley mencium foto Yasir, dan mendekapnya erat. Dan akhirnya ia pun tertidur sambil memeluk foto Yasir.


.................................................


(Di rumah Jevaro)


"Aargh kenapa dengan perasaan ini, aku menyanyanginya tapi aku tidak mau memaksanya untuk juga menyanyangiku, aku ingin Kimberley menyanyangiku dari hatinya bukan karena paksaan atau janji yang dibuat karena terpaksa" batin Jevaro.


Jevaro masih ingat Yasir menitipkan Kimberley padanya, dan menginginkan Kimberly untuk menerima Jevaro sebagai pengganti dirinya.


"Tidak aku tidak akan pernah memaksa seseorang untuk mencintaiku ya aku memang mencintai sangat mencintai Kimberley dan anaknya dan bila diijinkan aku ingin menjadi ayah dari anak yang dikandungnya. Tapi aku tidak ingin ia menerima diriku hanya karena terpaksa.Aku ingin paling tidak ia merasakan cintaku dan ingin hidup bahagia bersamaku, aku berjanji akan selalu berusaha untuk membahagiakannya." batin Jevaro.


"Aku ingin bila diijinkan saat Kimberley melahirkan nanti. anaknya akan melihat diriku sebagai ayahnya bukan hanya sebagai sahabat mamanya.Tuhan ijinkan lah aku untuk bisa mendampingi dan membahagiakan Kimberley dan anaknya Ijinkan aku untuk menjadi ayah dari anak Kimberley, entah mengapa aku sangat menyanyangi nya dan tidak ingin ia kenapa-kenapa, sehat terus hingga saatnya untuk lahiran" doa dan harapan Jevaro dalam hati


Jevaro memandang langit yang semakin gelap, hanya ada sinar gemerlap bintang dan bulan menyinari bumi, tanda malam semakin larut.


"Besok akan kucoba memberanikan diri untuk melamar Kimberley sekali lagi, kali ini aku tidak hanya melamar dirinya untuk menjadi pendamping hidupku selamanya tetapi juga melamar untuk menjadi Ayah yang baik untuk anaknya." tekad Jevaro.


Akhirnya Terlelap lah Jevaro dalam impian dan harapannya.


.................................................


Terima kasih ya untuk Reader setia Find the Perfect Love


tunggu dan ikuti kelanjutan kisah Kimberley akankah ia menerima lamaran kedua Jevaro sebagai istri Jevaro dan ayah bagi anak Kimberley?


Jangan lupa like komen dan vote ya kalau masih ada


❤️Happy Reading ❤️