
Kenapa sih Yasir begitu kasar, seharusnya dia kan bisa bertanya dulu padaku bukan asal tuduh seperti itu, gerutu Kimberley sambil masuk mobil.
Tidak lama kemudian Yasir datang dan melajulah mobil Yasir meninggalkan Taman Kota bersama Kimberley.
Di dalam mobil keadaaan hening mencekam Kimberley masih marah dengan sikap Yasir yang asal menuduh.Sedangkan Yasir masih kesal dengan Jevaro yang masih saja mendekati Kimberley.
Yasir berpikir keras untuk mengalihkan kemarahan Kimberley padanya ia sangat tahu sekali Kimberley saat ini sedang marah padanya.
"Oh ya Kim tadi waktu aku syuting, Kakak ku menelepon, dia menanyakan kamu, tadinya mau aku langsung kenalkan ke kamu, tapi kamunya tidak ada tadi , dia titip salam buat kamu." Yasir mencoba memecahkan keheningan.
"Hmm," jawab singkat Kimberley.
Yasir menghela nafas berat, "Sepertinya Kimberley benar benar marah nih" batinnya.
Kemudian Yasir mencoba menaklukkan hati Kimberley kembali.
"Kim, besok kita jalan yuk kebetulan besok aku tidak ada jadwal syuting." ajak Yasir
"Terserah " sambil terus memandang ke jendela samping.
Kimberley masih kesal dengan Yasir. Kenapa sih sekarang Yasir begitu egois, gerutu Kimberley dalam hati.
Yasir terus memutar otaknya untuk mencoba mendinginkan hati Kimberley yang lagi panas.
Tapi bagi Yasir yang dia lakukan itu sudah benar sudah hak dia.
"Kimberley kekasihku, wajar donk kalau aku tidak suka ada laki laki lain selain dia dalam hidupnya," pikir Yasir.
Akhirnya Yasir memutuskan untuk mengalah.Yasir yakin sifat keras Kimberley akan semakin keras kalau ia mempertahankan egonya.Yasir sangat mengenal sekali watak kekasihnya itu.
"Okay aku minta maaf " ucap Yasir sambil meraih tangan Kimberley dan menciumnya.
"Kim, kamu mau kan memaafkanku?" tanya Yasir berharap cemas.
Bagaimanapun juga Yasir tidak mau kehilangan Kimberley, apalagi kehilangan karena seorang Jevaro oh no, batin Yasir.
"Minta maaf untuk apa, kamu selalu seperti ini, sekarang minta maaf besok besok kamu ulangi lagi." sahut Kimberley kesal.
"Semua kan gara gara kamu, " sahut Yasir acuh.
"Aku?? kok aku?" tanya Kimberley heran.
"Iya kamu .., coba kamu tidak dekat dekat dia, kamu telah menyakiti hatiku." jawab Yasir merasa benar.
"Yasir... berapa kali aku harus bilang, diantara kami tidak ada apa apa, kami dekat itu juga karena kamu." semakin sewot Kimberley dengan pemikiran Yasir.
"Kamu sudah membuatku sakit, perasaanku jadi was was tiap melihat kamu dekat dengannya," sahut Yasir beralibi.
"Berhubungan bagaimana, aku kenal Jevaro sudah lama, kami sudah bekerjasama sejak lama, tapi kami baru dekat itu baru baru ini saja dan itupun gara gara kamu, kalau kamu tidak ghosting aku saat itu, aku tidak akan dekat dengan Jevaro." jelas Kimberley berapi api.
"Tuh kan, jadi benar kan kalian ada hubungan." balas Yasir sewot.
"Hubungan apa?! .. kami cuman berhubungan sebatas teman, dia cuman berusaha menghibur aku tidak lebih, Jevaro hanya tidak ingin aku bersedih." jelas Kimberley.
"Tapi kamu sudah bikin hati aku menangis melihat kalian bermesraan di pantai." sahut Yasir sekenanya.
"OMG Yasir kami tidak melakukan apa-apa, bermesraan yang bagaimana? Jevaro hanya mencoba membuat aku tersenyum tidak lebih " jelas Kimberley sewot.
"Bagaimana dengan kamu sendiri, bagaimana dengan Kiki ..? siapa dia kenapa dia berani memeluk dan bergelayutan di tangan kamu." tanya Kimberley tak mau kalah.
"Kiki ?? dia cuman teman Syuting aku ." jelas Yasir
" Hmm teman syuting? mengikuti kemana saja kamu pergi? memeluk kamu ? bermanja manja dengan memeluk tangan kamu? come on Yasir ... " dikeluarkannya semua pemikiran pemikiran yang mengganggunya akhir akhir ini.
"You not trust me? i love you Kim, aku selalu merindukanmu " Yasir mencoba lagi mengoyahkan pikiran Kimberley.
Yasir mulai merajuk diam. Dengan wajah sedih Yasir terus membawa mobilnya menuju ke arah rumah Kimberley.
Melihat Yasir terdiam dengan wajah sedih,
"Sayang aku hanya tidak ingin kita selalu salah paham, aku tidak mau kamu terus mencurigai aku dan Jevaro, percayalah aku tidak ada hubungan special dengan dia
we are just friend. " terang Kimberley.
"But you not trust me .." sahut Yasir acuh.
"No .. you are not, you say that" ulang Yasir ngambek.
" Ya ... tapi itu karena kamu terus saja memojokan aku, aku mencoba untuk mempercayai kamu tapi kamu tidak percaya padaku " sahut Kimberley.
"We like stranger now " keluh Yasir sedih.
"Yasir i love you , i Miss you aku tidak pernah berbuat sesuatu yang menyakitimu." Kimberley sudah tidak tahu lagi harus berkata apa lagi
Mereka terdiam membisu lagi. habis sudah energi Kimberley untuk menjelaskan pada Yasir. Kenapa ia selalu jadi yang bersalah, padahal Yasirpun juga ikut andil dalam kesalahpahaman ini.
Kenapa begitu susahnya memberi penjelasan pada Yasir, kenapa selalu berakhir dengan salah paham seperti ini? Apa yang dilakukan Kiki dengannya itu jauh lebih mencurigakan. daripada hubunganku dengan Jevaro. Jevaro hanya mencoba menemani aku, mencoba menghibur aku hanya itu sedangkan Kiki? jelas sekali terlihat ada rasa suka pada Yasir.Tetapi kenapa aku yang selalu dipojokannya? berbagai perasaan tidak adil kesal marah berkecamuk dalam hati dan pikiran Kimberley.
"Okay sayang aku minta maaf, janji ya kamu tidak akan dekat dekat Jevaro lagi " seru Yasir
Kimberley hanya melirik dan menghembuskan nafas kesal pada Yasir.
Yasir meraih tangan Kimberley dan menciumnya , " Kim kamu tahu aku sangat mencintaimu aku tidak ingin kehilangan kamu, aku tidak bisa melihat kamu bersama lelaki lain " sambil terus menggenggam dan mencium tangan Kimberley.
"Hmm aku juga tidak mau kehilangan kamu sayang , please percayalah, aku dan Jevaro tidak ada hubungan special." kembali Kimberley mencoba meyakinkan Yasir.
"Baiklah, tapi janji ya sayang, jangan terlalu dekat dengan dia , aku tidak suka! aku cemburu! Kim" Yasir meminggirkan mobilnya dan berhenti di pinggir jalan.
Yasir meraih kedua tangan Kimberley dan menciumnya.
"Aku takut Kim, aku takut kehilanganmu, aku tidak bisa hidup tanpa kamu, aku ingin menua denganmu, i love you Kim" Yasir memeluk Kimberley dan mencium kedua pipinya dan bibirnya.
"Aku juga Yasir, aku sangat mencintaimu, percayalah aku juga tidak ingin kehilangan kamu" Kimberley membalas memeluk Yasir.
"Terima kasih Kim, love you so much." jelas Yasir
Mereka saling memandang dan tersenyum. dan melanjutkan perjalanan kembali .
Akhirnya ketegangan diantara mereka selesai sudah. Mereka kembali saling tersenyum bahagia.
.........~~~~.........
Di sebuah rumah megah bergaya minimalis. Terlihat sosok laki laki muda tampan berkharisma sedang bermain main dengan anjing kesayangannya.
Degan tatapan kosong Jevaro melempar mainan tulang tulangan yang kemudian dikejar dan diambil oleh Chiko kemudian di kembalikan lagi ke Jevaro dan berulang seperti itu.
Kimmy .. uff entah sejak kapan kepala aku kini penuh tentang kamu, melihat mata sayu kosong dan menderita waktu itu ingin rasanya aku memelukmu dan menenangkan kamu, rasa ingin melindungi dan membahagiakan kamu terus bergejolak di dada.pikir Jevaro.
"Aku janji Kim aku akan selalu menjagamu dan jadi pelindung mu walau aku sadar aku tidak berhak atasmu , tapi tolonglah Kim ijinkan aku untuk selalu bisa membahagiakanmu," harap Jevaro.
Disaat Jevaro masih bergelut dengan lamunannya, tiba tiba ada yang menyentuh pundak Yasir dengan lembut.
"Sayang sedang apa kamu" suara mama Jevaro membuat semua lamunan Jevaro tiba tiba berhamburan.
"Oh hai ma, ini Jevaro lagi bermain dengan Choki " jawab Jevaro sambil tersenyum.
"J kemarin mama ngobrol dengan papa kamu, mama papa bangga dengan Kamu dengan keuletan kamu membesarkan perusahaan sampai sebesar sekarang." ungkap mama Jevaro
"Mama dan papa berpikir sekarang sudah saatnya kamu memikirkan diri kamu sendiri" ucap mama Jevaro
Jevaro hanya mengeryitkan keningnya mencoba menyimak dan memahami maksud ucapan mamanya.
"J kamu paham kan maksud mama" tanya Mama.
Jevaro menggelengkan kepala tanda belum paham walau sebenarnya Jevaro bisa menebak kemana arah pembicaraan mamanya.
"J ... mama papa ingin kamu sudah mulai mencari pendamping hidup cukuplah kamu dengan segala urusan bisnis kamu semua bisnis kamu sudah bisa kamu handel dengan baik, sudah tidak perlu terlalu terjun langsung lagi, kamu bisa memantaunya lewat anak buah kamu.Saat ini sudah saatnya kamu memikirkan tentang kamu sendiri paham kan J ? " tanya Mama serius
Jevaro sangat memahami maksud mamanya, tapi memang dia selama ini tidak terlalu memikirkan masalah itu bagi Jevaro membesarkan perusahaan papa adalah tugas dan kewajiban dia untuk membanggakan dan membahagiakan orang tua nya. hingga baginya urusan pendamping bisa dia kesampingkan terlebih dahulu. Tapi akhir akhir ini sejak kejadian di cafe itu, bayangan Kimberley selalu ada dalam benaknya apa ini yang namanya jatuh cinta?? tapi Kimberley sudah punya kekasih, batinnya sedih .
"J ada apa, kenapa kamu sedih ? mama papa ingin kamu mulai memikirkannya sekarang , tidak perlu buru buru karena memang mencari pasangan kadang tidak semudah kamu membeli barang , kamu mengerti nak" jelas mama .
"Iya ma " jawab Jevaro
Mama mencium kening Jevaro dan memeluknya .
.................................................
Tunggu kisah selanjutnya