
"Tuh lihat wajah patner kamu," celetuk Yasir merasa menang.
"Apaan sih kamu Yasir, malu tahu gara gara kamu nih" sahut Kimberley sewot. Sambil berlalu meninggalkan Yasir menuju ruang rapat.
"Gila gila gila kenapa pakai acara ke toilet segala sih Jevaro, duh apa ya yang dipikirkan Jevaro tentang aku, ampun deh ini semua gara gara Yasir. Kenapa sih dia ikutan ke kantor? atau sebenarnya dia memang sudah tahu aku meeting bareng Jevaro, jadi dia sengaja ngawal aku untuk memastikan Jevaro tidak dekat dekat lagi, hmm apa seperti itu ya?" pikir Kimberley.
Di tempat lain..,
Brrrr pagi ini benar benar dingin, "Hmm kenapa ya ada perasaan aneh di dada aku? ah sudahlah rapat akan dimulai sebentar lagi, uff kenapa bayangan mereka selalu ada di kepala? dan kenapa dada ini terasa sakit" gumam Jevaro sambil mencuci mukanya.
Selesai mencuci muka Jevaro hendak kembali ke ruang rapat
Tiba tiba Yasir sudah ada di sebelahnya. Melihat Jevaro hendak kembali ke ruang rapat ..
"Aku harap kamu mengerti Kimberley milikku, aku tidak suka kamu dekat dengannya, paham!" ancam Yasir.
"Selama dia bahagia bersama mu, aku tidak akan mengganggu dan mendekatinya tapi bila aku melihatnya tersakiti dan tertekan karena ulah seseorang aku tidak akan membiarkan dia sendiri." jawab Jevaro yakin dan berlalu meninggalkan Yasir sendiri.
"Hei tunggu...apa maksudmu , ingat kami saling mencintai, aku mencintai nya begitupun Kimberley hanya aku yang dicintainya." sahut Yasir lantang
"Cinta itu tidak akan menyakiti dan membuat pasangan nya menangis menderita.." jawab Jevaro tak kalah sengit dan hilang dari hadapan Yasir.
Jevaro mengepalkan tangan nya menahan kemarahan.
........~~........
Di dalam ruang rapat Kimberley memimpin jalannya rapat, pemantapan logo yang akan digunakan dalam produk kertas HVS.
Perusahaan Kimberley bertanggung jawab akan design logo yang nantinya disepakati.
Kimberley memberikan contoh contoh beberapa design logo yang sudah ia buat bersama team.
Sedangkan Perusahaan Jevaro sebagai produksi Kertas HVS yang membutuhkan jasa design logo untuk produk terbarunya.
" Permisi" Jevaro kembali memasuki ruangan rapat.
"Maaf ya saya terlambat" Ijin Jevaro .
"Tidak apa apa Bapak Jevaro kami juga baru mulai kok, Bu Kimberley baru saja menjelaskan beberapa contoh design yang telah kami buat mungkin ada yang berkenan di hati Bapak." sahut Team dari Kimberley.
Detik berikutnya team Jevaro dan Bu Kimberley telah terlibat diskusi serius dan akhirnya telah disepakati satu design yang bagi Jevaro sesuai dengan yang diinginkan nya.
"Okay rapat kita akhiri , nanti kalau kami sudah selesai dengan logonya kami akan menghubungi lagi" jelas Kimberley mengakhiri rapat hari ini.
"Okay terima kasih buat kerjasamanya semoga kita bisa terus bekerjasama untuk kedepannya." sahut Jevaro sambil menjabat tangan team Kimberley, termasuk juga Kimberley.
Hmm ada perasaan hangat sesaat sewaktu Jevaro menjabat tangan Kimberley.
"Kenapa Jevaro jadi dingin begini ya dari tadi dia sama sekali tidak berbicara denganku bahkan melihat ku saja tidak.
"Atau karena peristiwa tadi ya?" pikir Kimberley.
"Ahh tidak tidak tidak kenapa perasaan aku terasa sedikit sakit dicuekin Jevaro seperti ini, oh iya saputangan Jevaro... " kemudian Kimberley mengambil saputangan biru milik Jevaro dan berniat mengembalikannya.
Kimberley melihat Jevaro sibuk membereskan beberapa file,
"Ehm Aro, nih saputangan kamu , terima kasih ya " ucap Kimberley lirih.
Jevaro hanya melirik sebentar ke arah sapu tangannya dan menganggukan kepala nya, lalu menggambil saputangannya.
"Selamat siang Bu Kimberley, saya pamit dulu terima kasih buat kerjasamanya, semoga semua berjalan dengan lancar" pamit Jevaro sebelum berlalu meninggalkan Kimberley, Jevaro mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dan disambut perlahan oleh Kimberley.
Kimberley hanya bisa terdiam melihat perubahan sikap Jevaro.
Tanpa disadarinya Kimberley memegang dadanya yang entah darimana datangnya tiba tiba terasa sakit samar.
Entah sudah berapa lama Kimberley terdiam mematung di ruang rapat .
" Hei Kim, Kamu tidak apa apa?" tanya Rose
" Semua team sudah pada pulang lho ada masalah kah ?" tanya Rose penasaran.
"Oh sudah pulang semua ya " sahut Kimberley sambil menoleh kanan kiri pandangan menyapu sekitar. Ia baru sadar kalau hanya tinggal dia di ruangan itu.
" Hei sayang, sudah selesai kan yuk kita pulang " ajak Yasir tiba tiba muncul dari balik pintu.
" Kamu mau kemana Kim,?" tanya Rose lagi.
" Menemani Yasir syuting, yuk ya Rose aku tinggal dulu, semua hasil rapat hari ini sudah dilaporkan kamu semua kan?" tanya Kimberley.
"Yup Bapak Jevaro juga sudah tanda tangan persetujuan kontrak, padahal harusnya kan setelah kita selesai bikin contohnya." jelas Rose.
" Lho kamu sudah ingatkan dia , mungkin dia lupa, takutnya kalo tidak cocok dengan hasil kita kasihan dia sudah terlanjur kontrak." protes Kimberley.
" Sudah aku sudah ingatkan mingu depan saja tanda tangannya , tapi dia bilang tidak apa apa sekalian saja dia percaya kok dengan kinerja kita , gitu katanya." jelas Rose.
"Hmm kenapa Jevaro jadi sembrono begini biasanya dia klien aku yang paling detail dan teliti dan tidak sembarangan tanda tangan," pikir Kimberley.
"Sebentar aku telepon dia dulu," kemudian Kimberley mengambil telepon nya dan menghubungi Jevaro.
"Hmm kenapa tidak diangkat sih," gumam Kimberley.
"Mungkin masih di jalan Kim, atau menelepon rekan bisnisnya yang lain.' jelas Rose.
"Kim ayoo nanti aku terlambat " ajak Yasir.
"Iya bentar sayang ," jawab Kimberley singkat.
"Rose tolong hubungi Jevaro, bilang dia, saya tadi menghubunginya tapi tidak nyambung, tolong dia suruh hubungi saya ya " pesan Kimberley.
"Okay siap laksanakan" jawab Rose tersenyum.
"Kamu itu ada ada saja aku duluan ya Rose, daaa" pamit Kimberley.
,.......~.........
Di lokasi syuting, ternyata hampir semua sudah berkumpul tinggal Yasir, Lisa, Kiki dan Leo yang belum datang.
"Sudah datang semua kah " seru sang Sutradara.
"Belum pak kurang 4 orang lagi. ehh itu Kiki dan Lisa kurang 2 pak" teriak Brandon.
"Maaf teman teman di jalan macet, sudah kumpul semua? " tanya Kiki
"Tinggal Yasir dan Leo " sahut Lia
"Itu Yasir dan Leo sudah komplit pak" teriak Brandon.
Semua pandangan tertuju ke Yasir dan Leo .
"Hmm siapa cewek yang disebelah Yasir, mereka bergandengan lagi, tunggu tunggu bukannya itu cewek yang di pantai waktu itu yang membuat aku didorong oleh Yasir, " gumam Kiki sebal.
"Okay karena semua sudah berkumpul mari syuting segera kita mulai ." teriak sang Sutradara.
"Yasir, Fitri , Leo, Amanda segera persiapkan diri kalian" perintah sang Sutradara.
"Sayang aku syuting dulu ya selesai syuting kita pulang." pamit Yasir sambil mencium kening dan bibir Kimberley.
"Sayang malu banyak orang" bisik Kimberley lirih wajahnya bersemu merah karena dia yakin banyak orang yang menonton adegan mereka tadi.
Yasir hanya mengedipkan mata sambil mengusap kepala Kimberley dan kemudian berlalu pergi.
Tidak jauh dari situ ada yang melihat dengan penuh iri hati amarah kecewa dan kesal.
Siapa lagi kalau bukan Kiki.
"Ih norak kok bisa sih Yasir suka dengan cewek udik seperti itu.?"
gumam Kiki iri sambil berlalu menuju lokasi syuting.
Daripada bengong sendiri Kimberley menyusuri taman kota ini sendirian .
"Hmm sudah lama aku tidak pernah lagi ke taman kota , banyak perubahan dibanding terakhir aku kesini," gumam Kimberley
"Yaa benar itu Jevaro" teriak hati Kimberley girang.
"Hei kenapa perasaanku jadi berdebar debar begini dan bahagia saat melihatnya." tanya batin Kimberley.
Melihat Jevaro bermain skate board bersama anjingnya santai dan bahagia .
berpakaian kasual tidak lagi kemeja berbungkus jas rapih Jevaro terlihat sangat mempesona di tambah lagi lesung pipitnya dan tanpa disadari membuat senyum Kimberley merekah.
"Keren Aro.." teriak Kimberley tanpa sadar .
Sambil masih diatas skate board nya Jevaro mencari asal suara.
Hmm mirip suara Kimberley, tapi mana mungkin bukannya dia masih di kantor tadi, batin Jevaro.
Pandangannya mulai menyusuri seluruh taman dah yaa itu Kimberley.
Dari kejauhan tampak Kimberley melambaikan tangan.
Kemudian Jevaro menghampiri Kimberley.
"Hai bukannya kamu tadi masih di kantor?" tanya Jevaro.
"Kamu hebat Aro, sejak kapan kamu bisa main skate board dan ini lucunya haii siapa nama kamu?" sapa Kimberley pada anjing kesayangan Jevaro.
"Choki " sahut Jevaro.
"Hai Choki ...kamu lucu banget pinter lagi bisa main skate board" puji Kimberley pada anjing Jevaro.
"Oiya Aro tadi Rose bilang kamu tadi langsung tanda tangan kontrak bukannya harusnya kamu menunggu hasil contoh kami terlebih dahulu?" tanya Kimberley.
"Ooh itu, tidak apa apa aku percaya kok Perusahan kalian tidak akan merugikan kami, dan kami pasti puas dengan hasilnya." jelas Jevaro sambil tersenyum menunjukan lesung pipitnya yang menambah ketampanan nya semakin terpancar.
"Terima kasih Aro buat kepercayaannya." timpal Kimberley.
"Ahh sudahlah jangan terlalu formal dengan aku, kamu bisa skate board ?" tanya Jevaro pada Kimberley.
Kimberley langsung menggelengkan kepala.
"Mau aku ajari? " tanya Jevaro
"Yaaa mau mau " jawab Kimberley antusias.
Tiba-tiba Jevaro terdiam beberapa detik, kemudian pandangannya menyusuri seluruh bagian taman, menoleh kanan dan ke kiri.
Kimberley yang melihat gerak gerik Jevaro memberanikan diri untuk bertanya "Kamu mencari apa?"
"Hmm kamu sendirian?" selidik Jevaro
Kimberley paham maksud pembicaraan Jevaro " Yasir lagi syuting di dekat sini, aku bosan nunggu dia syuting sendirian di sana, jadi aku jalan-jalan ke taman trus ngeliat kamu disini." jelas Kimberley.
"Oh begitu, ok yuk aku ajari main skateboard" ajak Jevaro.
Kemudian mereka bermain skate board bersama susah susah gampang sih tapi seru . Kimberley terlihat beberapa kali terjatuh tapi tetap bersemangat untuk berdiri dan belajar lagi .
Jevaro dengan sabar membimbing Kimberley, dan membantu nya untuk berdiri lagi bila terjatuh, Jevaro selalu memberi support dan memuji Kimberley yang akhirnya mulai terbiasa dan sudah bisa menyeimbangkan badannya di atas skate board.
Tak terasa waktu terus berlalu Kimberley dan Jevaro menikmati kebersamaan dengan penuh keceriaan .
"Hmm, yuk istirahat dulu " ajak Jevaro.
"Kamu sudah berkeringat tuh " tunjuk Jevaro ke kening Kimberley sambil menyodorkan sapu tangan nya.
"Terima kasih Aro" jawab Kimberley lirih.
"Hmm kenapa ada perasaan aneh dan hangat ya di dada aku," batin Kimberley.
"Kamu mau es krim Kim?" tawar Jevaro .
"Iya coklat strawberry ya" sahut Kimberley cepat.
"Siap putri cantik tunggu sebentar ya" jawab Jevaro sambil berlalu menuju ke stand ice cream.
Kimberley tersenyum bahagia sambil terus menatap Jevaro.
"Entah perasaan apa ini kenapa aku merasa tenang dan hangat ya??" batin Kimberley.
Di lokasi syuting, Yasir kebingungan mencari Kimberley.
Semua temannya sudah ia tanyai tapi tidak satupun yang melihatnya.
"Kamu kemana Kim ?" batin Yasir. Lalu Yasir mencoba menelepon nya dan ternyata hape Kimberley tertinggal di kantor, Rose yang menjawab telepon dari Yasir.
"Sudahlah sayang yuk kita bersenang-senang berdua daripada pusing mikirin yang tidak ada " rayu Kiki sambil mendekatkan buah dadanya ke Yasir dan mengelus pipi Yasir.
"Ki aku sudah bilang berkali kali, jangan dekati aku saat ada kekasih aku, bagaimana kalau dia melihatnya." seru Yasir panik
kemudian mendorong tubuh Kiki agar menjauh.
Kemudian Yasir pergi dan memutuskan untuk mencari Kimberley di seputar Taman .
Hampir seluruh bagian taman sudah ia telusuri tapi ia belum melihat Kimberley di manapun.
Sampai matanya tertuju pada sosok laki laki dan perempuan yang sepertinya ia sangat kenal.
Di depan matanya sendiri Yasir menyaksikan Kekasihnya bersenda gurau bersama lelaki lain sambil makan es krim.
"Eh bukannya itu Jevaro?" makin dekat ia makin yakin kalau itu kekasihnya dan Jevaro.
"Dia lagi.. kenapa sih dia selalu menganggu hidup ku?!" geram Yasir.
Tanpa pikir panjang dan lama Yasir langsung menghampiri mereka dan menarik tangan Kimberley.
"Harus berapa kali aku peringatkan kamu Jangan dekati kekasih ku " teriak Yasir marah .
"Yasir apaan sih kamu, Jevaro tidak salah." bela Kimberley.
"Diam kamu, masuk mobil" bentak Yasir.
"Tapi.." Kimberley masih gigih membela Jevaro tapi langsung dijawab dengan tatapan tajam Yasir.
Sebenarnya Kimberley masih ingin terus bertahan membela Jevaro karena ini bukan salah Jevaro, dia sendiri yang mendatangi Jevaro karena bosan menunggu di lokasi syuting, ini bukan salah Jevaro, tapi tidak sengaja ia melihat Jevaro memandangnya lembut dan mengisyaratkan agar Kimberley menuruti Yasir untuk pergi dan meninggalkannya, dia tidak apa apa.
Entah kenapa Kimberley merasa sekarang dia bisa memahami setiap bahasa isyarat yang diberikan Jevaro padanya.
Akhirnya Kimberley pergi meninggalkan mereka berdua dengan hati dongkol.
Sepeninggal Kimberley tanpa pikir panjang lagi Yasir langsung menonjok Jevaro.
Bug
Bug
Bug
Jevaro langsung terjatuh karena tidak siap dan tidak menyangka Yasir akan menonjoknya.
Anjing Jevaro langsung menyerang Yasir. "Choki sudah Choki jangan" seru Jevaro pada anjingnya dan berusaha menenangkan Choki yang tidak terima tuannya diserang orang lain.
"Ingat! ini peringatan keras buat kamu kalau sampai aku lihat lagi kamu menggoda kekasihku, aku habisi kau" kemudian Yasir berlalu pergi.
Jevaro hanya terdiam. Ia bisa saja membalas Yasir tapi tidak itu bukan penyelesaian masalah baginya ."Kasihan Kimberley kalau sampai ia tahu mereka berantem dia pasti sedih," pikir Jevaro.
"Yuk Choki kita pulang" seru Jevaro.
"Sudah Choki sudah, i am okay " seru Jevaro sambil mengelus kepala Choki, saat Choki terus menjilati nya untuk memastikan tuannya baik baik saja.
Kemudian pulanglah Jevaro meninggalkan taman kota sambil diikuti Choki yang terus mengibaskan ekornya.
.............~~..........