
Dua Minggu berlalu .
Akhirnya Aqib tertidur karena kelelahan dua Minggu terakhir ini dirinya kurang tidur akibat menjaga dan memantau keadaan adiknya setiap saat.
Sore tadi ia sudah titip pesan pada Rose yang berganti jaga dengannya, Aqib jaga sore sampai pagi dan Rose pagi sampai sore . Kimberley hari ini tidak ikut bersama Rose dikarenakan ada beberapa urusan kantor yang tidak bisa diwakilkan.
Tiba-tiba Aqib menerima pesan masuk dari Rose, mengabarkan bahwa Yasir sudah sadar. Pagi tadi dokter diberitahu suster waktu periksa pasien, Yasir mulai menggerakkan jari tangannya dan sekarang sudah membuka matanya. Dokter sudah memeriksa semuanya dan keadaan dinyatakan normal.
Setelah membaca pesan masuk dari Rose , Aqib tak menghiraukan rasa ngantuk dan penat tubuhnya ia langsung menyambar kunci mobil dan langsung menuju ke Rumah Sakit.
"Terima kasih Tuhan Akhirnya Yasir sadar juga" Aqib sangat bersyukur akhirnya doanya terjawab.
Ponsel Aqib berbunyi, dengan sigap ia meraih ponselnya, ternyata Rose yang menelepon nya.
" Haii Rose, bagaimana adikku baik-baik saja kan?" tanya Aqib.
"Dia pasti bahagia saat sadar ada Kimberley di situ." Aqib berusaha menyembunyikan luka di hatinya demi adiknya ia rela melepas perasaannya pada Kimberley.
"Untuk pertama kalinya setelah aku kehilangan Reva, aku bisa merasakan jatuh cinta kembali tapi sayang cinta ini harus hancur lagi karena hatiku salah memilih. Kenapa dari sekian banyak wanita di bumi ini justru aku merasakan jatuh cinta kembali pada calon adik iparku, cinta tak pernah berpihak padaku mungkin aku menang ditakdirkan untuk sendiri." batin Aqib
"Hallo..hallo...kak Aqib! bisakah?" Rose memanggil manggil Aqib karena tiba-tiba tidak ada jawaban saat ia meminta bantuan Aqib.
Suara Rose membuyarkan pikirannya. Aqib baru tersadar bahwa ia masih telefonan bersama Rose.
"Iya kenapa Rose?" tanya Aqib
"Kak bisakah sebelum kakak ke Rumah Sakit, kakak menjemput Kimberley di kantornya." Rose berharap Kimberley segera menemui Yasir yang sudah mulai sadar.
"Bisa ya kak. biar Yasir punya semangat cepat pulih " harap Rose.
"Lho bukanya biasanya Kimberley selalu ikut jaga sama kamu?" tanya Aqib bingung.
"Hari ini tidak kak, karena ada urusan kantor yang tidak bisa diwakilkan." sahut Rose.
"Tapi kalau kakak sudah dekat Rumah Sakit ya sudah saya coba hubungi Jevaro---"
"Jangan tidak perlu! biar aku saja yang jemput Kimberley" sahut Aqib cepat.
"Baiklah, sampai ketemu di Rumah Sakit'"
"Ok terus kabari ya Rose kalau ada info terbaru tentang Yasir, terima kasih banyak kamu sudah peduli pada adik aku" sahut Aqib.
"Yasir orang terpenting dalam hidup sahabat aku jadi wajar aku juga peduli padanya"jelas Rose
"Okay Rose, bye" sahut Aqib.
"Bye" terputus sudah hubungan telepon Aqib dan Rose.
Aqib kemudian mengarahkan mobilnya ke kantor Kimberley.
🌺🌺,🌸🌺🌺
Mendengar kabar bahwa Yasir telah sadar membuat Kimberley mempercepat rapat yang ia pimpin.
Rasanya ingin segera terbang menemui Yasir.
Tapi apa daya ia baru menyadari bahwa mobil miliknya dibawa Rose, karena mobil Rose masuk bengkel.
Baru saja Rose memberinya info bahwa Aqib dalam perjalanan menjemput dirinya.
"Kak Aqib....,kenapa aku jadi berdebar mengingatnya" pikir Kimberley.
Lamunan Kimberley kembali saat terakhir ia bersama kak Aqib berdua, ia merasa tidak enak telah mengusirnya keluar dari kamarnya karena merasa tidak suka dengan pertanyaan yang dilontarkannya. Dan yang lebih tak diduganya tiba-tiba Kak Aqib memeluk dirinya dan meminta maaf, seolah kak Aqib bisa membaca pikiran ia tahu apa yang diinginkan dirinya yaitu permintaan maaf hal sepele tapi sangat bermakna.Yang paling mengagetkan tiba-tiba Kak Aqib menciumnya...dan ciuman itu.....hmm.. begitu lembut dan terasa penuh kasih sayang dan herannya lagi dirinya membiarkan hal itu terjadi.Entah kenapa hatinya merasa begitu nyaman dan damai bila dekat dengan kak Aqib.
"Hmm kenapa ia menciumku? kalau Yasir tahu bisa perang saudara mereka" pikir Kimberley.
Tok...tok
"Iya..silakan masuk" sahut Kimberley.
"Bu di tunggu pak Aqib di bawah" seru wakil Rose memberitahu.
"Oh baiklah, terima kasih ya" Kimberley menyambar tas nya, lalu turun menemui Aqib.
"Haii maaf kak, nunggu lama ya" sapa Kimberley.
Aqib yang menunggu Kimberley sambil melihat contoh-contoh design yang pernah dipesan beberapa perusahaan. Aqib sangat mengagumi hasil design Kimberley terkesan simpel tapi bernilai . Sadar Kimberley telah turun, kembali Aqib dibuat terpesona melihat penampilan Kimberley yang begitu elegan.
Belum sempat ia menyapa Kimberley, tiba-tiba....,
"Hai Kim, kamu mau Ke Rumah Sakir?aku dengar Yasir sudah sadar, yuk aku antar" ajak Jevaro yang tiba-tiba muncul.
Aqib yang mendengar Jevaro mengajak Kimberley ke Rumah Sakit bersama, tidak terima tiba-tiba perasaan cemburunya muncul, ia tidak akan membiarkan Kimberley dekat dengan Jevaro.
"Lho tapi kak Aqib sudah menjemput ku" jawab Kimberley bingung sambil menunjuk ke arah Aqib.
Aqib dan Jevaro saling pandang ada sorot kebencian di mata Aqib.
"Dia bersamaku, Kimberley ikut aku!" sahut singkat Aqib, sambil melangkah menghampiri Kimberley dan merangkulnya.
Jevaro hanya terdiam, ia paham sekali Aqib tidak menyukai kehadirannya.
"Oh baiklah" sahut Jevaro tidak ingin ada keributan.
Jevaro mengikutinya dari belakang.
Kemudian mereka masuk ke mobil masing-masing.
"Hmm sepertinya Aqib memang sudah mengetahui tentang lamaranku pada Kimberley.Sehingga ia tidak suka bila aku dekat dengan Kimberley. Mungkin ia pikir aku penghalang hubungan adiknya dengan Kimberley."pikir Jevaro.
"Dulu Yasir sekarang kakaknya ikutan menjauhkan Kimberley dariku." gumam Jevaro
Mobil berjalan beriringan.
Di dalam mobil Aqib, suasana terkesan dingin tidak ada percakapan sama sekali.
"Kurang ajar! Jevaro masih saja gigih mendekati Kimberley." pikir Aqib.
"Yasir tenang saja aku akan jaga Kekasihmu" batin Aqib.
Kimberley merasa ada aura kemarahan dan tidak suka di wajah Aqib dengan kehadiran Jevaro, membuat ia tidak berani bertanya lebih jauh lagi .
Sesampainya di Rumah Sakit, Aqib menanyakan pada Rose apa Yasir masih di ruangan ICU atau sudah pindah kamar biasa.
"Sepertinya Rose masih sibuk Kim, kita cari tahu sendiri yuk" ajak Aqib.
"Iya kak" sahut Kimberley.
Setelah mereka mencari di ruangan ICU dari situ mereka dapat informasi bahwa pasien Yasir sudah dipindah ke ruangan VIP.
Sesampainya mereka di depan pintu, Kimberley menarik tangan Aqib untuk berhenti.
Aqib menoleh ke arah Kimberley
"Ada apa? " tanya Aqib lembut.
"Kok perasaan Kimmy ga enak ya kak?" ujar Kimberley lirih
"Kenapa? harusnya kamu senang kan Yasir sudah sadar." sahut Aqib
Kimberley hanya mengangguk an kepala.
"Yuk masuk, Yasir menunggumu" ajak Aqib walau ada perasaan perih sesaat
Aqib membayangkan mereka bertemu dan saling menyayangi.
"Baiklah " sahut Kimberley.
klik
bunyi pintu kamar dibuka.
Yasir pun melihat ke arah pintu masuk.
Yasir melihat Aqib memasuki ruangannya, ada perasaan marah benci dan tidak suka melihat wajah kakaknya.
Semakin tidak suka saat ia melihat Aqib datang bersama Kimberley bahkan mereka saling bergandengan tangan
Hati Yasir terasa sangat sakit sekali melihat pengkhianatan kakaknya padanya.
"Hei Yasir kamu sudah sadar?, kakak senang sekali akhirnya kamu melewati semua masa kritismu" ucap Aqib.
Aqib menghampiri Yasir dan mencium keningnya.
Tetapi Yasir memalingkan wajahnya.
Tak terasa ada air mata yang mengalir keluar di sudut matanya.
Kimberley, dan Rose yang melihat itu langsung saling pandang penuh tanya
Aqib sadar adiknya masih marah padanya.
Lantas Aqib berbisik lirih
"Maafkan kakak, aku janji akan menyimpan semua perasaan ini rapat -rapat , kamu jangan kuatir selamanya Kimberley milikmu" lalu Aqib mengusap kepala adiknya yang masih memalingkan wajahnya, lalu pergi meninggalkan mereka semua.
"Kak Aqib!" panggil Kimberley
Aqib terus saja melangkah dan keluar dari ruangan itu
Kimberley bingung antara mengejar Aqib atau tetap berada disitu. Ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan, ada sesuatu yang tidak ia ketahui.
Akhirnya ia memilih untuk tetap disitu untuk memberi kekuatan pada Yasir . Bagaimana pun juga Yasir lebih penting baginya.
.,🌺🌺🌺🌺..
haiii ikuti terus ya kisah Kimberley .
jangan lupa jempol manis digerakkan untuk favorit like dan komen.
Sambil menunggu up mampir yuk ke karya Aveii
mohon dukungannya
❤️ Happy Reading ❤️