
Kimberley merasa lelah sekali, bayangan tempat tidur yang empuk, kehangatan selimut yang menutupi tubuhnya terbayang di benaknya.
"Ah setelah mandi rebahan sepertinya nyaman" pikir Kimberley.
Kimberley menaiki tangga hendak masuk ke dalam kamarnya.
"Kimberley, ibu mau bicara" panggil ibu.
Langkah Kimberley terhenti. lalu ia membalikkan badan, terlihat ibu sedang menunggunya di ruang tengah.
"Selamat malam Bu" sapa Kimberley sambil menuruni tangga.
Kimberley duduk di depan ibu.
"Hmm ada apa ini, apa yang ingin ibu bicarakan, tidak biasanya ibu memanggilku." tanya batin Kimberley.
Sebisa mungkin Kimberley bersikap tenang.
"Kok baru pulang nak?" ibu membuka percakapan.
"Iya Bu ke Rumah Sakit dulu" sahut Kimberley singkat.
"Rumah Sakit? siapa sakit? kamu baik-baik saja kan?" tanya ibu kuatir.
"Aku baik bu, kami jenguk Jevaro." jawab Kimberley.
"Jevaro?? lho Jevaro sakit? sakit apa?" tanya ibu cemas.
"Kecelakaan bu" sahut Kimberley.
"Kecelakaan?? dimana? bagaimana ceritanya? tanya ibu beruntun.
"Jevaro sudah pulih, hanya tulang kaki kirinya patah dan ada trauma leher." jelas Kimberley.
"Kapan kamu jenguk Jevaro lagi? ibu ikut ya" ajak ibu.
"Hmm masih belum boleh dijenguk banyak orang bu" jawab Kimberley.
"Kalau aku ajak ibu jenguk Jevaro, anak kesayangan ibu diajak juga pastinya, maaf bu Kimberley terpaksa berbohong" batin Kimberley.
"Sayang ya, kalau boleh ibu sama Kiki ikut jenguk, kasihan Jevaro orangnya baik " ucap ibu.
"Tuh kan betul, untung aku tadi bilang gak bisa dijenguk, malas banget berurusan dengan Kiki." pikir Kimberley.
"Nanti Kimmy kabari bu kalau sudah boleh dijenguk umum" lanjut Kimberley.
"Bener ya Kim, kabari ibu" harap Ibu.
"Iya Bu" Kimberley berusaha tersenyum.
"Oh ya ibu, katanya tadi ada yang mau dibicarakan? ada apa ya?" tanya Kimberley
"Ohh, ibu tadi dapat laporan katanya tadi pagi kamu ke kantor gak sarapan ya?"
Kimberley hanya terdiam.
"Adik kamu sudah berusaha membuatkan sarapan spesial buat kamu, tapi kamu tidak memakannya, ia sedih lho dia merasa kamu belum memaafkan dirinya. jadi seharian ini dia sedih"
"Makanya ibu panggil kamu, kalian kan bersaudara jangan dendam ya kalian harus saling memaafkan" nasehat ibu.
"Tini sudah berusaha memperbaiki diri dan menyesali atas kesalahan yang ia lakukan waktu itu, berilah ia kesempatan untuk membuktikan kalau ia sudah berubah." lanjut ibu.
Hati Kimberley dari tadi sudah tidak tahan untuk berontak dan memberitahu ibu bagaimana Kiki yang asli yang bersembunyi di balik topeng gadis kalem dan lemah lembutnya.
"Tapi tidak, aku akan membuka kedok asli Kiki di depan ibu, disaat Kiki sedang melaksanakan serangannya pada diriku dan Yasir." gumam Kimberley.
"Baik bu, Kimberley minta maaf, " Kimberley berusaha tersenyum tulus di depan ibu
"Iya sayang ibu tahu hati kamu lembut dan pemaaf, terima kasih ya" jawab ibu bangga.
Kimberley hanya tersenyum tipis.
"Ibu kalau sudah tidak ada lagi yang dibicarakan, Kimberley pamit beristirahat ya" ijin Kimberley.
"Iya sayang istirahatlah, kamu tidak makan malam dulu. ibu hangatkan ya, ibu tadi masak ayam lada hitam dan tumis kangkung" jawab ibu.
"Ga usah bu, Kimberley tadi sudah makan malam bersama Rose" timpal Kimberley.
"Oh begitu baiklah, selamat malam sayang, istirahatlah biar besok bangun dengan tubuh lebih segar" sahut ibu.
"Siapp Bu" Sambil tersenyum Kimberley mencium kedua pipi ibunya , lalu Kimberley pergi dan masuk ke kamarnya
...............~~~....................
"Gilaaa! hebat banget sih Uler keket itu, bisa cuci otak ibu hingga percaya begitu saja semua sandiwara nya" jerit hati Kimberley.
Kimberley langsung mengambil handuk lalu menyalakan air hangat untuk mandi.
Setelah selesai mandi, Kimberley langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur.
"Hmm, nyamannya" batin Kimberley sambil memejamkan matanya.
Akhirnya Kimberley tertidur dengan lelap.
Malam semakin larut, udara dingin semakin menerobos masuk melalui kisi kisi jendela kamar.
Kimberley semakin menyebunyikan tubuhnya di dalam balutan selimut untuk membuat tubuhnya terasa hangat.
Seiring berjalannya waktu dan semakin terlelap nya Kimberley, ia pun mulai mengelilingi dunia mimpi.
Sedikit demi sedikit sinar sang Surya mulai menerpa menyinari pipi Kimberley.
"Astaga hari ini aku harus bikin contoh produk yang dipesan klien," pikir Kimberley.
Seketika Kimberley melompat dari kasur dan langsung menyambar handuk dan mulai ritual mandi paginya.
"Pagi Kim....kamu sudah bangun?" suara Rose terdengar dari balik pintu.
"Rose itu kamu?" tanya Kimberley
"Bukan sayang ini Jevaro eh salah Yasir open the door please" teriak Rose menggoda Kimberley.
"Apaan sih kamu " sewot Kimberley mendengar jawaban Rose.
"Bentar" teriak Kimberley.
Setelah selesai mandi, Kimberley membukakan pintu untuk Rose.
"Tumben sudah bangun aku kira tadi aku datang mau bangunkan kamu" goda Rose.
"Hayukk ahh kita turun, tadi kamu ngeliat uler keket gak di bawah?" tanya Kimberley acuh.
"Ada lagi ngobrol sama ibu dan Yasir." jawab Rose
"Yasir?"
"Iya Yasir, lho kamu gak tahu Yasir ada di bawah,?" tanya Rose heran.
"Gak',' sahut Kimberley sambil memeriksa ponselnya jangan jangan Yasir menghubunginya tapi ia gak tahu.
Kimberley skrol skrol sampai bawah berusaha mencari pesan yang terlewatkan tapi tidak ada satupun .
Tanpa berlama-lama Kimberley langsung menyambar tas dan setengah berlari menuruni tangga meninggalkan Rose tanpa berkata apa-apa.
"Ada apa ini kok wajah Kimberley terlihat panik" batin Rose.
"Bagaimana ini semoga Yasir tidak berdekatan dengan si uler keket" jerit batin Kimberley.
Dari atas ia melihat saat ibu berbicara serius dengan Yasir, Kiki justru berusaha mendekati
Sontak darah Kimberley berdesir dengan hebatnya amarah, cemburu tercampur menjadi satu, membuat Kimberley semakin mempercepat langkahnya.
Tiba-tiba kurang dua tangga lagi kaki Kimberley terpeleset dan terjatuh.
Untungnya disaat yang tepat Yasir melihatnya, dan spontan berteriak "Kim hati-hati!"
Yasir dengan berbekal kaki yang panjang, sekali lompat ia berusaha menangkap tubuh Kimberley, dan akhirnya mereka berdua jatuh berguling bersama dan saling berpelukan.
Melihat adegan mesra tersebut Kiki semakin panas.
"Dasar pengganggu" umpat Kiki dalam hati.
"Kim!" teriak ibu dan Rose bersamaan.
Kimberley jatuh dalam pelukan Yasir.
"Sayang kamu gak apa-apa kan? kepala kamu?" cemas Kimberley pada keadaan Yasir yang tadi berhasil menangkap tubuhnya saat ia terpeleset, andai tidak ada Yasir ada kemungkinan ia akan mengalami gegar otak ringan atau patah tulang.
"Auch" seru Yasir sambil memegang kepalanya.
"Kim bawa ke sofa" saran Rose.
"Iya, ayo sayang bisa berdiri kan'?" Kimberley sangat merasa bersalah pada Yasir, akibat dia terpeleset tadi menyebabkan kepala kekasihnya terbentur.
"Aku gak pa pa kok, kaki kamu bagaimana?" tanya Yasir
"Cuman sakit sedikit, terima kasih ya kamu sudah menolong ku" ucap Kimberley.
"Ngomong apa kamu, pastilah sayang tanpa kamu minta pun aku akan selalu siap menolongmu." sahut Yasir.
"Ini diminum dulu kak Yasir" Kiki menyodorkan segelas air putih.
Kimberley panik ingin rasanya ia menepis gelas yang disodorkan pada Yasir, tapi ada ibu "Pasti ibu akan memandang aku yang lebay bagaimana ini?"
"Ini teh hangatnya biar rasa kagetnya tadi hilang" sambung Rose sambil menyodorkan dua gelas teh hangat untuk Kimberley dan Yasir.
Kimberley akhirnya menarik nafas lega, sahabatnya ini benar-benar top paham apa yang sedang dipikirkan.
Kiki kembali dibuat melongo, lagi-lagi taktiknya untuk megambil hati Yasir tumbang lagi.
Setelah selesai minum teh hangatnya, Kimberley hendak mengambil tas nya.
"Auchh" Kimberley kembali duduk di sofa
"Kim kenapa" Yasir memeriksa kaki Kimberley.
"Auch sakit" jerit Kimberley lirih
"Kakinya terkilir"sahut ibu.
Yasir memandang Rose lalu ibu
"Rose sementara pekerjaan di kantor kamu ya yang menangani Kimberley biar istirahat di rumah dulu sampai kakinya pulih " perintah Yasir
"Maaf Rose aku merepotkanmu lagi" ucap Kimberley.
"Kamu ini ngomong apa seperti baru kenal saja" sahut Rose.
"Ibu punya kenalan tukang pijat urat tapi tinggalnya agak jauh dari sini" ujar ibu.
"Kita kesana Bu, sebentar saya bawa Kimberley ke atas dulu" sahut Yasir.
Kiki hanya bisa mengagumi Yasir dari pojokan, entah mengapa Yasir tampak semakin mengagumkan dan dewasa.
"Bagaimanapun caranya aku harus mendapatkannya" tekad Kiki.
Setelah Kimberley berhasil dibopong ke kamarnya Yasir dan ibu berangkat mencari tukang pijat urut.
Tinggallah Kiki, Rose dan Kimberley.
Rose menghubungi beberapa staf kepercayaannya untuk memimpin pembuatan contoh produk untuk klien baru mereka.
"Untung Rose kamu ada, bagaimana ceritanya aku di rumah hanya degan si uler keket, bisa-bisa aku dibunuhnya." ucap Rose.
Rose tertawa terbahak bahak,"kamu bisa takut mati juga Kim"
"Bukan matinya yang aku takuti tapi aku gak rela kalau aku gak ada si uler keket pasti akan mengambil Yasirku" rajuk Kimberley.
"Sebegitu cintanya ya kamu terhadap Yasir" Rose menatap Kimberley penuh arti.
Tiba-tiba ponsel Rose bergetar, ternyata dari ayah Jevaro, baik Rose dan Kimberley tidak menyangka ayah Jevaro menghubungi Rose.
Ayah Jevaro ingin memastikan jam berapa mereka akan datang menjenguk. Karena Jevaro ingin mengadakan makan malam bersama untuk merayakan penanggalan penyangga lehernya.
Dengan berat hati Rose meminta maaf mengatakan bahwa hari ini mereka tidak dapat menjenguk Jevaro, karena Kimberley mengalami kecelakaan kecil yang mengakibatkan kakinya terkilir.
Terdengar nada kecewa sekaligus kuatir dari suara ayah Jevaro.
Tapi akhirnya keluarga Jevaro menunda acara makan malam bersama hingga keadaan Kimberley pulih.
Rose mengatakan pada Kimberley tentang undangan makan malam dari Jevaro.
Dan dengan sangat menyesal Kimberley pun menuruti Rose untuk tidak memenuhi undangan itu, bisa saja ia memaksakan diri untuk datang tapi pasti ia akan menghadapi masalah rumit dengan Yasir.
Lain orang tua Jevaro, lain pula dengan Jevaro yang ngotot ingin menemui Kimberley saat diberitahu Kimberley kakinya terkilir sehingga tidak dapat menjenguknya.
Dengan susah payah orang tua Jevaro membujuk tapi tidak bisa.
Akhirnya ayah Jevaro kembali menghubungi Rose meminta bantuan, dan menceritakan kejadian di Rumah Sakit
Rose pun berjanji akan menemui Jevaro untuk menenangkannya
"Nah itu Yasir dan ibu datang bawa tukang pijitnya, aku tinggal ke kantor dulu ya Kim." bisik Rose.
"Oke tapi nanti kamu kesini lagi kan nginepp sini ya please' pinta Kimberley
"Yasir?"
"Yasir ada jadwal syuting ntar malam" sahut Kimberley.
"Oke sampai ketemu nanti ya," sambil mencium pipi kanan dan kiri Kimberley, Rose lalu meninggalkan Kimberley.
Mobil Rose melaju secepat kilat ke Rumah Sakit Harapan untuk menenangkan Jevaro.
Sengaja Rose tidak memberitahu Kimberley keadaan Jevaro, agar tidak semakin rumit keadaan.
"Andai Kimberley tahu ia pasti juga berlaku sama seperti Jevaro ngotot untuk menemui Jevaro." batin Rose
"Cinta oh cinta kenapa kamu begitu rumit" gumam Rose.
Akhirnya setelah sampai di Rumah Sakit Harapan, Rose melangkah cepat menuju ruang inap Jevaro.
....................🌹🌹🌹...............
Selagi Kimberley dipijit karena terkilir kakinya, Author ijin kembali melanjutkan tanggung jawab author di dunia real dulu ya.🤭
Jangan lupa like, komen dan jadikan favorit ya...
Kirim berbagai hadiah juga boleh, diterima degan sangat senang hati deh 🥰🥰🤗
Sambil menunggu Kimberley sembuh silakan mampir ke karya teman literasi aku
❤️HAPPY Reading❤️