
"Hmm beberapa hari lagi Kimmy pulang nih, aku akan buat kejutan padanya" pikir Rose sambil mempermainkan pena nya .
Kemudian Rose memanggil dan memberi pengarahan kepada beberapa karyawan untuk membuat pesta penyambutan rahasia.
"Hmm pasti Kimmy sangat senang, sedang apa ya sekarang? ingin meneleponnya tapi takut mengganggu. Ah biarlah tinggal dua hari saja mereka kembali" batin Rose.
Tiba-tiba telepon genggam Rose berbunyi..
Rose mengambil teleponnya tertera di layar nama Jevaro.
"Jevaro?" gumam Rose.
"Ada apa pak Jevaro menelepon dirinya? semua urusan pekerjaan kemarin sudah ditangani wakilnya dengan baik" pikir Rose mencoba menerka tujuan Jevaro
menelepon dirinya.
Telepon terus berdering akhirnya setelah mengambil nafas panjang Rose menerima telepon dari Jevaro.
"Hallo selamat malam Pak, ada yang bisa saya bantu?" sapa Rose.
"Haii Rose apa kabar? " tanya Jevaro.
"Baik pak, Bapak juga baik kan disana, bagaimana pak kerjaan di Singapura apa berjalan lancar?" tanya Rose.
"Baik Rose semua berjalan baik dan coba tebak aku bawa kabar apa?" tanya Jevaro
"Hmm apa ya pak? nyerah deh" Rose sedang malas main tebak-tebakan.
"Ternyata semua urusan di Singapura sudah berhasil aku tangani dengan baik, jadi mungkin bulan depan aku sudah kembali lagi ke Surabaya, aku sudah ijin papa dan kata papa asal semua sistem kerja di Singapura sudah stabil aku boleh kembali menangani kantor Surabaya" jelas Jevaro antusias
"Wahh kabar gembira tuh pak, Kimberley pasti senang mendengarnya" seru Rose.
"Kimberley ---" Jevaro sesaat ragu
"Kimberley belum kembali dari liburannya pak, dua atau tiga hari lagi sepertinya" jelas Rose.
"Bersama Yasir?" suara Jevaro terdengar bergetar lirih.
Rose yang menyadari perubahan suara Jevaro lantas menambahkan "Bersama kak Aqib juga"
"Ehm okay sampai ketemu di Surabaya ya nanti aku kabari lagi bila semua berjalan lancar disini" pamit Jevaro .
"Oke pak Jevaro saya tunggu infonya lebih lanjut" sahut Rose .
Kemudian sambungan telepon pun terputus.
"Hmm jadi tujuan Jevaro menelpon tadi sebenarnya untuk memberitahu rencana kepulangannya dan menanyakan tentang keberadaan Kimberley." batin Rose.
"Dia pasti sangat merindukan Kimberley" gumam Rose.
"Hmm senangnya jadi Kimberley ada dua lelaki yang mencintainya" pikir Rose sambil tersenyum tipis
*Coba aku telepon Kimmy, aku beritahu kabar terbaru tentang Jevaro" gumam Rose.
Kemudian Rose meraih telepon genggamnya dan mencari nama Kimberley di daftar phone book nya.
Sedetik dua detik Kimberley belum menerima telepon darinya .
Tiba-tiba, "Yah hallo Rose apa kabar?" tanya Kimberley dari negeri seberang.
"Kamu dimana nih" tanya Rose mencoba memperkirakan sudah tepat belum ia membicarakan tentang berita Jevaro.
"Di kamar di rumah keluarga Yasir, besok sore kemungkinan aku kembali ke Surabaya" jawab Kimberley.
"Ok nanti aku beritahu ibu kalau dua hari lagi kamu kembali ke Surabaya." Rose berusaha mencari momen untuk memberitahu Kimberley tentang Jevaro.
"Kim, baru aja Jevaro menelepon ku----" belum selesai Rose menyelesaikan kalimatnya Kimberley memotongnya.
"Apa Aro telepon kamu? kok dia gak telepon aku sih? " gerutu Kimberley.
"Sabar Kim, dia telepon juga sebenarnya cuman ingin tanya tentang kamu tapi mungkin dia takut mengganggu kamu yang sedang berlibur." jelas Rose berusaha membuat hati Kimberley tenang.
"Emang dia bilang apa?" tanya Kimberley datar
"Katanya urusan cabang Singapura sudah berhasil ia taklukan jadi kemungkinan sebulan lagi ia pulang dan memegang PT Sejahterah lagi" jelas Rose.
"Wah hebat bisa secepat itu ya dia menangani kantor cabang Singapura, jadi sebulan lagi dia kembali ke Surabaya?" tanya Kimberley.
"Siapa yang sebulan lagi balik ke Surabaya?" tanya Yasir dengan pandangan menyelidik.
"Mampus deh kok tiba-tiba bisa muncul sih, dasar bocah tengil selalu bikin jantungan kalau ada dia" gumam Rose.
"Oke Kim aku telepon nanti lagi ya, sorry bikin suasana ga enak" lalu Rose menutup sambungan teleponnya.
Kimberley kemudian menaruh teleponnya di kasur.
Otaknya langsung berputar memikirkan pengalihan topik apa agar Yasir tidak salah paham.
"Siapa yang akan balik sebulan lagi?" kedua alis Yasir naik ke atas sambil menatap Kimberley tajam
"Hmm tadi Rose yang telepon" jelas Kimberley.
"Okey ...???" tanya Yasir ingin diperjelas
Akhirnya Kimberley nyerah daripada dia berbohong dan suatu saat ketahuan bisa lebih runyam.
"Jevaro... kata Rose sebulan lagi Jevaro balik pulang ke Surabaya" jelas Kimberley.
Yasir menyipitkan matanya,
"Katanya ayahnya menyuruhnya pegang cabang yang di Singapura kok pulang?"
"Bukan.... , papa nya Jevaro cuman minta tolong untuk membenahi sistem kerja yang di Singapura agar lebih disiplin, kalau sistem sudah berjalan lancar, kelar sudah tugas Jevaro di Singapura" jelas Kimberley.
"Jadi saat kita pulang nanti Jevaro juga balik ke Surabaya?" tanya Yasir.
"Belum, bulan depan Aro baru pulang" jawab Kimberley singkat.
Kemudian Yasir berjalan ke arah jendela dan terdiam menatap perkebunan apel, pandangannya kosong ke depan.
Kimberley merasa tidak enak tidak biasanya juga Yasir bersikap seperti itu....diam ..biasanya kalau berurusan dengan Jevaro ia akan bahas terus tidak ada habisnya.
Untuk beberapa saat yasir hanya diam tiada reaksi apapun.
"Kalau aku mati .... apa kamu akan bersama Jevaro?" tanya Yasir lirih.
Kimberley yang mendengar Yasir tiba tiba berkata seperti itu sontak terkejut.
"Hei kamu ngomong apa sih?" tanya Kimberley kemudian melepaskan pelukannya
Yasir berbalik badan, dan memandang Kimberley sejenak tanpa tersenyum.
"Kamu ini kenapa aku gak suka kamu bilang gitu sayang aku dan Jevaro hanya bersahabat tidak lebih" jelas Kimberley.
"Tapi Jevaro mencintaimu" jawab Yasir datar.
"Aku cuman mau kamu!. Aku gak suka....aku gak suka dengan pertanyaan mu tadi, aku ga mau kehilangan kamu lagi" jerit Kimberley.
"Haii dengar tapi jodoh rejeki dan maut kita tidak ada yang tahu" Yasir berusaha menjelaskan pada Kimberley.
Kimberley menutup telinga dan berlari keluar. Entah mengapa ada perasaan aneh mendengar pertanyaan Yasir tadi, badannya tiba-tiba terasa lemas.
'Heiii sayang -----" panggil Yasir
Entah kenapa Kimberley merasa tidak suka dengan pertanyaan yang tadi dilontarkan padanya.
"Kalau aku mati.....apaan sih kenapa Yasir harus bertanya seperti itu aku tidak mungkin hidup tanpa dirinya" jerit batin Kimberley sambil terus berlari.
"Hei Kim mau kemana?" tanya kak Aqib saat berpapasan di ruang tengah.
Kimberley terus saja berlari.
"Ada apa ini? kenapa Kimberley berlari sambil menangis??kemana Yasir??," tanya batin Aqib sambil melihat sekeliling mencari keberadaan adiknya.
Kimberley terus berlari ke arah kebun apel disana ia mengeluarkan semua yang ia rasakan menangis sejadi jadinya.
Aqib menyusul Kimberley ia kuatir dengan keadaan Kimberley.
Melihat Kimberley menangis sendirian ia langsung menghampirinya serta memeluknya menenangkan Kimberley.
Aqib membiarkan Kimberley menangis di pelukannya ia biarkan Kimberley mengeluarkan segala emosinya.
Setelah berangsur angsur tangisan Kimberley mulai berkurang Aqib melepaskan pelukannya dan memberi Kimberley tissue.
Kimberley mengambil tissue dari tangan Aqib dan menghapus air matanya.
"Terima kasih kak" ucap lirih Kimberley
Sejenak Kimberley merasa mengalami Dejavu ia teringat Jevaro juga pernah melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan kak Aqib.
"Ada apa Kim kenapa tiba-tiba kamu berlari dan menangis?"
"Apa adik aku melakukan sesuatu yang tidak pantas padamu?" tanya Aqib penasaran
Kimberley menggeleng cepat.
Kedua alis Aqib bertemu mencoba mencari tahu apa yang terjadi.
Kemudian Kimberley menceritakan apa yang tadi terjadi.
Aqib paham perasaan Kimberley, "Kim mungkin Yasir tadi berkata seperti itu juga tidak ada maksud apa-apa, ia cuman berusaha mengelola rasa cemburunya pada Jevaro. Hanya bertanya kalau misal dia tidak ada apakah kamu akan jatuh cinta pada Jevaro? hanya itu karena dia paham selama dia masih di sisimu Jevaro tidak mungkin tinggal di hatimu tapi kalau sebaliknya?? itu ungkapan rasa penasarannya saja" Aqib berusaha memberikan pengertian pada Kimberley.
"Nah tuh Yasir" sambil menunjuk ke arah Yasir yang berlari ke arah mereka.
"Heii Kim disini rupanya," Yasir menata nafasnya terlebih dahulu
Aqib memberi kode pada Yasir
Lalu berjalan meninggalkan mereka"Kim aku tinggal ya"
"Terima kasih kak Aqib" seru Kimberley.
"No problem sweety" sahut Aqib dan berlalu meninggalkan mereka berdua
Yasir memeluk Kimberley dan meminta maaf, ia tidak menyangka Kimberley bereaksi seperti itu.
"Aku takut, aku ga mau kehilangan kamu lagi" jelas Kimberley
"Iya sayang aku juga" sahut Yasir.
Yasir terus memeluk dan mencium Kimberley
"Aku ingin kita selamanya bersama saling menguatkan, mencintai untuk selamanya dan menua bersamamu hanya denganmu" ucap Yasir.
Yasir mengangkat dagu Kimberley dan mencium lembut bibir Kimberley.
"Aku sangat mencintaimu Kimberley Ryan" bisik Yasir
"Aku juga sangat mencintai Yasir Mir" bisik Kimberley
"Aku berharap di kehidupan nanti pun kita akan tetap dipertemukan." ucap Yasir yakin.
Mereka pun saling berpelukan dan tidak ingin melepaskan.
.................~~~~~...........
Haiii apa kabar semua sehat sehat selalu yaa .. jangan lupa like komen dan favorit nya biar tidak ketinggalan up
Karena like komen anda sangatlah berarti untuk kelangsungan kisah Kimberley
Yang sudah like komen favorite terima kasih banyak🙏😊
Sambil menunggu up bab berikutnya nih aku kenalin karya teman aku Haryani dengan judul
Berbagi cinta CEO ku yang bodoh