
Sepulang dari kantor Rose mampir ke sebuah supermarket di sana ia membeli berbagai macam buah dan sayuran.
"Stok sayur dan buah di rumah Kimberley pasti sudah menipis nih kasihan ibu bingung kalau mau masak." pikir Rose.
Setelah semua kebutuhan terbeli, Rose meluncur ke rumah Kimberley.
..................~~~~..............
"Selamat malam Bu.." sapa Rose
"Heii nak Rose apa kabar sayang" sambut ibu memeluk Rose dan mencium pipi kiri dan kanan Rose.
"Ayah mana Bu?" Rose melihat sekeliling tapi tidak menemukan ayah.
"Ayah ke Jakarta kemarin sore berangkat ada urusan kerjaan yang butuh kehadiran ayah." jelas ibu.
"Ayoo masuk nak," ajak ibu
"Terima kasih Bu, hari ini saya tidur di apartemen saja sambil beres beres Bu, besok saya nginap disini lagi, sekalian mau bikin kejutan buat Kimberley." jelas Rose sambil menyerahkan sekantong plastik besar berisi sayuran dan buah-buahan pada ibu.
"Oh baiklah tidak apa-apa, terima kasih banyak nak Rose ini sudah lebih dari cukup" ibu menerima bermacam-macam sayur dan buah dari Rose.
"Kalau Kimberley dan Yasir kembali ibu mau bikin masakan spesial buat mereka" angan ibu
"Bagus Bu kita bikin pesta selamat datang kecil-kecilan buat mereka." Rose tersenyum lebar membayangkan pesta kejutan yang akan dibuatnya.
"Siap nak" sahut ibu antusias.
"Oke Bu saya pamit dulu ya, masih banyak yang harus saya kerjakan." ucap Rose.
"Baik nak, terima kasih banyak hati-hati ya dijalan'" pesan ibu.
"Iya Bu , selamat malam" sahut Rose sambil melambaikan tangan.
Kemudian Rose pun meninggalkan rumah Kimberley.
..........~~~~..................
Sudah hampir satu bulan Jevaro berada di Singapura tidak ada seorangpun yang tahu tujuan sebenarnya dibalik kepergiannya ke Singapura.
Ayah Jevaro memang meminta tolong dirinya untuk membantu memperbaiki sistem kerja kantor cabang di Singapura, tetapi sebenarnya tidak harus Jevaro ke Singapura semua masih bisa dilakukan secara online.
Hanya saja Jevaro merasa bingung dengan perasaannya.
Sering berdekatan dan banyak menghabiskan waktu berdua ketika Kimberley ada masalah dengan Yasir membuat perasaannya semakin terbentuk.
Ketika semua kembali normal, Kimberley kembali merajut kisah cinta nya bersama Yasir, ada rasa cemburu yang sangat menyesakan bila melihat Kimberley bersama kekasihnya.
Hal itulah membuat Jevaro memutuskan untuk menenangkan diri dulu ke Singapura untuk mengatur dan memahami apa yang terjadi pada hatinya
"Kim andai kita bertemu diwaktu yang tepat, aku janji akan membuat dirimu bahagia tapi sayang kita bertemu disaat dirimu telah menjadi milik orang lain" Jevaro menerawang jauh dalam lamunannya.
"Aku kangen kamu, kangen senyummu, manjamu, bawelmu, sorot matamu yang indah, semua yang ada padamu. Mungkinkah kamu merasakan hal yang sama? saat ini kamu pasti sedang bahagia bersamanya, berbahagialah Kim bahagiamu bahagiaku juga." jerit sedih Jevaro dalam hati.
Mungkin sebulan lagi setelah aku yakin bisa mengontrol perasaanku padamu aku akan kembali ke Indonesia.
...............~~~.....................
Malam semakin larut, udara dingin pun semakin menusuk.
Waktu menunjukan pukul satu dini hari.
Semua orang sudah terlelap dalam tidur dan mimpinya.
Tiba-tiba,"Aroo.." seru Kimberley terbangun dari tidurnya.
Sejenak ia menyadarkan dirinya bahwa apa yang dilihatnya tadi hanyalah mimpi.
Kimberley bermimpi melihat Aro berjalan menjauhi dirinya setelah Jevaro memberinya seikat bunga mawar merah nan indah.
Kimberley memanggil manggil Jevaro saat ia pergi meninggalkan dirinya tapi Jevaro terus menjauh dan menghilang.
Disaat ia terus memanggil Jevaro ia melihat kak Aqib tersenyum mengulurkan tangannya hendak menghibur dan menolong dirinya.
Kimberley tertegun sejenak dengan sosok kak Aqib dalam mimpinya kenapa ia merasa menjadi hangat dan nyaman bila dekat dengan kak Aqib.
Lantas dimanakah Yasir kenapa ia tidak melihatnya.
Kimberley berusaha memahami mimpinya tadi tapi dia samasekali tidak mengerti.
"Ada apa dengan Jevaro kenapa ia begitu sedih" batin Kimberley bertanya tanya.
Akhirnya Kimberley memutuskan untuk mencuci mukanya terlebih dahulu.
Tidak disangka keluar dari kamar mandi Kimberley bertemu dengan Yasir.
"Lho belum tidur?" tanya Yasir terkejut melihat Kimberley keluar dari kamar mandi.
"Sudah tapi kebangun" sahut Kimberley.
"Pakai mantel kamu kita ngobrol di teras atas yuk" ajak yasir
"Sebentar ya," Kimberley berlari ke kamar untuk ambil mantelnya.
Beberapa menit kemudian
"Yuk" sambil bergelayutan di tangan Yasir.
Kemudian mereka berdua berjalan menuju teras atas.
"Wah asyik nih sayang dingin yaa," seru Kimberley.
"Kamu tahu Kim, aku sangat mencintaimu, aku tak akan pernah meninggalkanmu never and ever." sambil terus memeluk dan mencium pipi Kimberley.
"Aku merasa sendiri dan tak berguna tanpamu, kalau kita tidak berjodoh di kehidupan ini, di kehidupan berikutnya aku adalah orang pertama yang akan mencari dirimu agar kita bisa bersama untuk selamanya.' ucap Yasir.
" Ssst kamu ngomong apa sih" Kimberley membalikan badan meletakan jarinya ke bibir Yasir
"Sayang percayalah aku pun juga sangat mencintai mu, aku juga tidak akan pernah meninggalkanmu kecuali kalau kamu yang menginginkanku pergi." sahut lirih Kimberley sambil memegang kedua pipi Yasir.
Lalu Yasir melepas pelukannya dan berjalan ke ujung teras.
"Kimberley Ryan i love you" teriak Yasir
Yasir melihat ke arah Kimberley dan tersenyum.
"Yasir Mir i love you too i never ever leave you'" teriak Kimberley membalas dan memandang Yasir dengan penuh cinta.
"Yasir Mir.... Kimberley Ryan aku sangat menyayangi kalian sampai kapan pun aku akan selalu menjaga dan bersama kalian" teriak Aqib yang tiba tiba muncul di belakang mereka.
Yasir dan Kimberley saling memandang dan kemudian mereka tertawa bersama.
"Aqib Mir we love you" teriak kompak Yasir dan Kimberley.
Kemudian mereka saling berpelukan dan tertawa bahagia.
"Guys semoga kita akan selalu bersama ya...., Kimberley Ryan mulai detik ini kamu adalah bagian dari kami" Aqib merangkul Yasir dan Kimberley.
"Siap kak Aqib" sahut Kimberley yakin sambil tersenyum lebar.
"Kalian ini memang pasangan super heboh yaa" ucap Aqib sambil mengacak acak rambut Yasir dan Kimberley.
"Ya kita ini kan mengidolakan kak Aqib jadi beginilah kita" sahut enteng Yasir sambil tersenyum minta persetujuan Kimberley.
"Mana ada aku begitu" sambil duduk memandang langit.
"Emang nya dulu kakak kalau pacaran bagaimana?" tanya Kimberley.
"Wahh kak Aqib ini kalau pacaran seperti ninja'" ceplos Yasir.
Baik Kimberley dan Aqib sama-sama memandang Yasir sambil menerka maksud kalimat Yasir tadi.
"Iya ninja ..ga terlihat kapan pacarannya tiba tiba mau nikah aja" sahut Yasir sambil melihat ke arah Aqib dan tersenyum menggoda.
Aqib hanya tersenyum getir, lalu terdiam memandang langit.
Kimberley menyenggol Yasir "Tuh kan kamu, kak Aqib jadi sedih deh" bisik lirih Kimberley pada Yasir.
"Maafkan Yasir kak" ucap Kimberley hati-hati.
Aqib menghela nafas panjang.
"Cinta ..sesuatu yang indah tapi terkadang bisa membawa luka, indahnya cinta mampu membuat kita bersemangat dalam menjalani hidup tapi dikala kita terluka karenanya cinta bisa membuat runtuh hidup kita" Aqib memandang kosong ke depan.
"Tapi bagaimana pun pahit manis cinta akan selalu kita nikmati sebagai satu paket pembelajaran buat kita, karena dari cinta itu kita belajar memahami, menghargai, menyayangi, dan bersabar dalam menghadapi pasangan kita." pesan Aqib.
"Bahkan dari takdir cinta pun kita juga belajar ikhlas untuk melepas seseorang yang sangat kita cintai yang ternyata bukanlah takdir jodoh kita"
"Karena sekuat apapun kita berusaha menggenggamnya bila takdir mengatakan TIDAK kamu tidak akan pernah bisa memiliki nya," Aqib pun berdiri menghela nafas panjang dan menatap Yasir dan Kimberley bergantian
"Yasir.... Kimberley jagalah dan cintailah pasangan mu setulus hatimu selagi Tuhan masih mengijinkan kalian bersama karena takdir, maut dan jodoh bukan kita yang menentukan." pesan Aqib sambil menepuk bahu Yasir dan Kimberley.
"I love you guys semoga kalian berdua selamanya bersama" Aqib mengecup kening Yasir dan Kimberley.
"Okay hari sudah semakin pagi kakak tinggal ya, mau antar ayah ke kebun, kalian kalau masih ngantuk tidur aja masih terlalu pagi ini, Yasir bawa masuk kekasihmu ke dalam! udara sangat dingin di luar, aku tinggal dulu ya " kemudian Aqib meninggalkan mereka.
"Iya kak hati-hati" seru Yasir dan Kimberley kompak.
"Yuk Kim kita masuk! kamu balik ke kamar ya aku juga mau meneruskan mimpi' ujar Yasir sambil tersenyum.
Kimberley mengangguk.
"Mimpi ..apa ya arti mimpiku tadi? gara gara mimpi itu jadi terbangun deh, ahh semoga hanya bunga tidur" pikir Kimberley.
"Kim ngelamunin apa?" tanya Yasir menatap kekasihnya yang sempat bengong.
"Ah ga ada apa apa cuman ingat kata kata kak Aqib tadi" Kimberley mencari alasan karena tidak mungkin juga ia bercerita ke Yasir kalau ia memimpikan Jevaro.
"Ok sayang aku balik kamar dulu ya" pamit Kimberley
"Ok love you" Yasir mengecup kening Kimberley.
"Love you too" kemudian Kimberley kembali ke kamarnya.
Kemudian mereka berdua kembali melanjutkan tidurnya.
..............❤️❤️❤️❤️..............
Haii Jangan lupa like komen dan jadikan favorit yaa....
Agar kalian tidak ketinggalan up
karena like komen kalian sangatlah berarti
Terima kasih yang sudah like dan komen serta Favorit 🙏😊
Nantikan kelanjutan perjalanan cinta Kimberley Ryan.
Salam hangat selalu
❤️ Eveliniq ❤️