Find The Perfect Love

Find The Perfect Love
Hidup Baru



Hoaaammm


"Segarnya...'' Kimberley merenggangkan otot dan persendiannya


Melihat sahabatnya masih tertidur pulas, Kimberley lalu bangkit dari kasur secara perlahan, takut membuat Rose terbangun.


Entah kenapa hari ini Kimberley merasa segar dan ingin sekali berlari pagi keliling komplek.


Kemudian ia mengambil sepatu running nya. Saat ia mau berangkat untuk berlari, Kimberley berpapasan dengan ayahnya dan berpamitan pada ayah ingin keliling komplek, saat ayahnya menawarkan diri untuk menemaninya Kimberley menolaknya.


"Kimmy mau hirup udara segar ini yah mau keliling komplek bentar, ayah lanjut cuci mobil aja" sahut Kimberley sambil tersenyum manis pada ayahnya.


Ayahnya sedikit terpaku, terdiam dan terkejut, dengan perubahan anak perempuannya ini.Tadinya sejak kepergian Yasir, hidupnya hanya seputar kamar dan kamar saja, makan pun di kamar dan terkadang itupun dipaksa dan disuapi ibu atau Rose.


Sehari hari Kimberley hanya memandang jendela menangis sambil memeluk foto Yasir.


Tiba-tiba saat ini Kimberley berpamitan untuk keliling komplek untuk mencari udara segar .


Karena terlalu bahagia melihat anaknya sudah mau keluar kamar sendiri tanpa ada yang memaksanya, dengan alasan ingin mencari udara segar.Ayah langsung terpikir untuk menelepon Jevaro dan memberitahunya dan mengucap terima kasih telah membuat Kimberley sadar dan kembali ke dunia nyata .


"Ini pasti karena Jevaro kemarin" seru batin ayah


Ayah kemudian mencari ponselnya di dalam saku celananya dan menelepon calon anak menantunya tersebut.


Ibu melihat keanehan tingkah laku ayah kemudian menghampirinya.


"Ada apa? kok aku lihat kamu sedetik terlihat keheranan detik kemudian senyum senyum sendiri " tanya ibu serius pada ayah.


"Oh ini lho barusan Kimberley----"


"Ibuuu... ayahhh.. Kimberley .." sambil menunjuk nunjuk ke arah kamar, Rose berusaha mengatur nafasnya setelah berlari menuruni tangga.


"Kimberley kenapa nak?" ibu bertanya panik sambil menggoncang goncangkan tubuh Rose kemudian menoleh ke arah ayah.


"Ada apa ini??jelaskan pada ibu!" teriak ibu cemas mengingat putri sulungnya akhir akhir ini selalu dikelilingi kesedihan.


"Kimberley hilang! ia nggak ada di kamar! Sudah Rose cari di kamar mandi pun tetap gak ada" jelas Rose pada ibu.


"Bagaimana bisa ini kan masih pagi?" tanya ibu semakin cemas.


" Lho Kimberly kan sedang lari pagi, tadi pamit ayah ingin keliling komplek" ayah mencoba menjelaskan dan menenangkan ibu dan Rose


"Keliling komplek?? Kimberley? berlari?" seru kompak Rose, ibu dan Jevaro.


Rose yang kaget dengan munculnya suara Jevaro kemudian menoleh ke asal suara .


"Pak Jevaro" sapa Rose terkejut dengan kedatangan Jevaro yang tiba-tiba


"Om apa sudah lama Kimberley ijin keliling komplek?" tanya Jevaro serius


"Yaaa sepuluh menitanlah" jelas ayah.


"Katanya mau lari pagi, menghirup udara segar keliling komplek perumahan" lanjut ayah.


"Lari pagi?? dia lupa sedang hamil?" panik Jevaro kemudian pamit menyusul Kimberley.


"Pak Jevaro aku ikut! tunggu pak aku ambil sepatu dulu" teriak Rose kemudian berlari kecil menyusul Jevaro.


Ayah dan ibu hanya bisa berpandangan cemas .


"Kok gak dilarang sih tadi, kan tahu anak kita hamil muda" sewot cemas ibu pada ayah.


"Aku terlalu kaget melihat Kimberley tiba tiba keluar kamar, dan bersiap untuk olahraga, jadinya lupa kalau ia sedang hamil" sesal ayah.


..........................................


Jevaro dengan perasaan panik terus berlari mencari Kimberley.


"Rose ..kita berpencar, kamu bawa hape kan?" tanya Jevaro


"Iya ..nih" tunjuk Rose.


"Okay kamu ke Utara aku ke selatan ntar kita bertemu di taman perumahan. Kalau kamu bertemu Kimberley terlebih dahulu hubungi aku dan sebaliknya paham!" jelas Jevaro memberi arahan pada Rose.


Rose mengangguk tanda mengerti.


Kemudian Jevaro tanpa basa-basi lagi langsung berlari meninggalkan Rose. Terlihat sekali dari wajah Jevaro kekhawatirannya.pada Kimberley dan bayi dalam kandungannya.


Rose hanya bisa menelan saliva nya,"Begitu besarnya rasa cintamu pada Kimberley, bahkan pada bayi yang ada di dalam kandungan Kimberley pun kamu sangat menyayangi nya, terlihat jelas kekhawatiranmu pada Kimberley dan kandungannya padahal kamu tahu persis, Kimberley mengandung anak Yasir tapi kamu bersikap seolah olah kamu lah ayah bayi dalam kandungan Kimberley." batin Rose.


"Andai ada yang mencintaiku seperti itu... andai cintanya itu untuk aku" gumam Rose menyeka butiran butiran embun yang melapisi pelupuk matanya.


Kemudian Rose pun berlari ke Utara seperti yang diperintahkan Jevaro untuk menemukan Kimberley.


Setelah beberapa menit keliling keliling komplek mencari Kimberley, Jevaro belum juga menemukan Kimberley.


Kekhawatirannya semakin bertambah "Kimmm where are you??!!!" teriak Jevaro cemas.


Sudah hampir semua blok di perumahan itu ia kelilingi tapi keberadaan Kimberley masih saja belum ia temukan.


"Haii cantik namanya siapa?aduh gemes ya Bu?"


Jevaro menyimak suara samar yang ia dengar barusan, "Sepertinya ini suara ---"


"Kim...." Jevaro kemudian berbalik menoleh ke arah suara yang ia dengar tadi.


Jevaro melihat Kimberley sedang menggoda seorang bayi perempuan cantik, yang sedang digendong ibunya.


Betapa leganya Jevaro akhirnya menemukan Kimberley.


Tidak menunggu lama Jevaro langsung menarik dan memeluk Kimberley erat.


"Haii Aro..aku ga bisa nafas" ucap lirih Kimberley sambil menepuk nepuk punggung Jevaro.


"Oh maaf," Jevaro melepaskan pelukannya. Kemudian ia mengusap perut Kimberley, "Kamu baik-baik saja kan?" ucap lirih Jevaro sambil mengusap perut Kimberley.


"Kim nanti sore kita ke dokter ya kita cek keadaan kandungan kamu" ucap Jevaro.


"Aku gak Kenapa kenapa,"


"Kamu nya merasa enggak tapi bayi dalam kandungan mu? kamu masih hamil muda gak baik kalau kamu bawa lari, kamu lupa kamu hamil?" tegas Jevaro meyakinkan Kimberley untuk cek ke dokter kandungan.


"Oh kamu sedang hamil dik?beruntungnya kamu punya suami yang sayang istri dan calon anaknya." timpal ibu si anak bayi, yang digoda Kimberley tadi.


"Iya dik, benar kata suami kamu sebaiknya klo lagi hamil muda jangan lari pagi dulu, jalan kaki saja bila ingin berolahraga, nanti kalau sudah usia kandungan diatas tiga bulan dan seijin dokter gak papa kalau mau lari pagi."


"Tuh dengar Kim" Jevaro berusaha memberi pengertian pada Kimberley.


"Tapi mas nya juga gak perlu khawatir selama kandungannya kuat dan tidak menimbulkan flek semua baik baik saja kok, tapi bila ingin lebih yakin ya tidak ada salahnya juga kalau ingin cek ke dokter kandungan." saran si ibu yang Kimberley temukan di taman.


" Oh begitu ya, terima kasih ya bu, buat penjelasannya." ucap Jevaro.


"Iya sama-sama, bahagianya punya suami yang siaga seperti mas nya ini, bersyukur loh kamu dik, punya suami siaga,"


"Karena di jaman sekarang, sudah langka" bisik si ibu lirih sambil mengedipkan matanya.


"Ya sudah saya pulang dulu ya mau mandiin si kecil" pamit si ibu.


"Iya Bu terima kasih, dahh cantik kapan kapan kita ketemu lagi ya" ucap Kimberley sambil mencubit gemes si bayi montok.


Setelah ibu itu melangkah menjauh.Jevaro kembali menatap intens Kimberley.


Setelah ibu itu menghilang dari pandangan Kimberley. Ia kembali terkejut saat mengetahui Jevaro menatapnya tajam.


"Terus ceroboh, kamu gak sayang dengan bayi dalam kandungan kamu?" tanya tegas Jevaro.


"Maaf aku cuman ingin menghirup udara pagi, terus keliling komplek" jawab lirih Kimberley menunduk.


"Menghirup udara pagi keliling komplek its ok itu baik, tapi jangan dengan berlari. Cukup dengan berjalan kaki pelan pelan." nasehat Jevaro.


"Iya Aro, maaf" sahut lirih Kimberley.


Jevaro meraih kedua tangan Kimberley, "Sekarang kita pulang yuk, jalan pelan-pelan.Menikmati komplek dan udara pagi. Nanti coba setelah sampai di rumah, kamu cek seperti kata ibu tadi ada flek atau tidak, kalau ada kita langsung ke dokter " Jevaro menatap lekat ke dalam kedua matanya, menanti jawaban.


Kimberley pun mengangguk.


Jevaro kemudian mengacak acak rambut Kimberley lega.


Tak jauh dari situ Rose melihat semua yang dilakukan Jevaro. Ada rasa sedikit cemburu pada apa yang dilihatnya.


Tetapi Bagi Rose kebahagiaan sahabatnya adalah kebahagiaan nya juga. Baginya perasaannya terhadap Jevaro hanyalah ilusi semata.


..................................................


Haiii makasih yaa reader aku tercinta, yang dengan setia menanti tiap episode kisah Kimberley, maaf agak lama up nya 🙏


Sambil menunggu up kalian bisa sambil membaca novel terbaru sahabat aku Aveii dengan karyanya yang berjudul CEO Dingin Kau Milikku.


Jangan lupa like komen dan hadiah hadiahnya yaa 🙏