
Yasir terus menggenggam tangan Kimberley dan membawanya pergi menjauh dari Jevaro.
Kimberley hanya mengikuti dengan perasaan campur aduk.
"Yasir ... stop! jus alpukat aku!?" seru Kimberley merajuk.
"Kita bisa ke sini lagi next time." sahut Yasir acuh dan terus menarik tangan Kimberley.
"Aku sudah pesan jus alpokat dan coffe late." protes Kimberley berusaha menghentikan langkah Yasir
Melihat dan mendengar pertengkaran mereka, Jevaro sadar dia lah penyebab pertengkaran itu.
Jevaro ingat Rose pernah mengatakan kalau jus Alpokat di cafe ini favorite Kimberley,
"Hmm, lebih baik aku saja yang keluar dari cafe ini, kasihan Kimberley dia ingin sekali jus
Alpukat," batin Jevaro sambil melangkah keluar cafe.
"Biarkan kekasih kamu minum Jus Alpokat nya, jangan kuatir dengan keberadaan aku." seru Jevaro.
"Aku tidak akan mengganggu, nikmati pesanan kalian, selamat malam ." ujar Jevaro sambil mengangguk kan kepala kepada Kimberley dan Yasir, lalu hendak meninggalkan mereka.
"Terima kasih Aro" balas Kimberley lirih. Sebelum Jevaro meninggalkan mereka berdua.
"Maafkan, aku selalu menyusahkan mu," batin Kimberley.
Jevaro hanya menjawab dengan senyumannya.
"Aku hanya tidak bisa melihatmu bersedih Kim, asal kamu bahagia aku rela," batin Jevaro. Kemudian berlalu meninggalkan mereka.
Ada rasa benci dan marah melihat kekasih nya merespon Jevaro.
Untuk sesaat mereka terdiam dan mematung di tempat.
Menyadari Kimberley sangat ingin jus Alpokat akhirnya Yasir mengalah untuk tetap di cafe dan menemani Kimberley meminum jus Alpokat nya .
Yasir mengajak Kimberley mencari tempat kosong.
"Toh si pengganggu sudah pergi," pikir Yasir.
Setelah mendapat tempat , mereka larut dalam pikirannya masing masing sambil menikmati musik cafe yang mengalun dengan sangat indahnya.
Tidak lama kemudian pesanan mereka datang.
"Tolong wafel saos lemon nya dua ya, kamu nambah apa lagi sayang ?" tanya Jevaro mencoba mencairkan suasana .
"Cukup " sahut Kimmy singkat.sambil menyeruput jus Alpukat kesukaannya.
"Kim, maaf ya aku pasti bikin mood kamu tidak enak ya?" tanya Yasir memastikan suasana hati kekasihnya.
"Tidak apa apa" jawab Kimberley singkat.
"Kim, ingatkah kamu pertama kita bertemu di cafe ini?" pancing Yasir .
Kimberley mengangguk, sambil mengenang awal mereka menjalin kisah .
Tiba tiba senyum indah itu mulai tergambar di bibir Kimberley. Yasir melihatnya kemudian ia mengeryitkan keningnya.
"Ada apa Kim ada yang aneh atau lucu lah?" tanya Yasir
"Aku ingat waktu kamu pertama ingin berkenalan denganku, bicara kamu berlepotan haha, itu lucu banget" kenang Kimberley sambil tertawa kecil.
"Yee kamu ya, itu karena aku bingung aku belom lama di Indo belum cukup kemampuan aku dalam berbahasa Indonesia." kilah Yasir memberi alasan.
Selanjutnya mereka sudah tertawa dan bercanda.
"Permisi pak ini Waffel pesanan bapak" sambil pelayan cafe meletakan dua waffel favorite mereka.
"Terima kasih" sahut Yasir singkat.
"Hmm, aroma lemonnya wangi nih" seru Yasir.
"Sudah lama aku tidak ke cafe ini," celetuk Yasir.
"Kamu sih sibuk terus, di telepon, di text susah sekali" gerutu Kimberley.
"Hmm.. , mulai lagi kan sudah aku bilang aku sibuk jadwal syuting aku padat." kilah Yasir
sambil menyuapi Kimberley sepotong wafel favorit mereka .
"Sibuk sih sibuk tapi kan bisa sedetik saja walau hanya bilang hai atau hello paling tidak aku kan tahu keadaan kamu." gerutu Kimberley.
"Iya deh maaf, tapi kamu tuh pembalasannya kejam" balas Yasir sambil nyeruput coffe nya.
Kimberley memandang Yasir berusaha mencerna arti kalimat yang dilemparkan Yasir barusan.
"Iya aku tidak kirim pesan dan pamit saja kamu sudah langsung mencari pengganti aku." gerutu lirih Yasir.
"Pengganti apaan sih kamu, asal ya kamu kalau bicara" bantah Kimberley acuh.Sambil memotong wafel saos lemon lalu menyuapi Yasir.
"Kamu itu yang suka tiba tiba hilang seperti setan, terus muncul dengan tiba tiba, dihubungi susahnya minta ampun" gerutu Kim
"Bener ya kamu tidak ada apa apa dengan dia?" selidik Yasir.
"Aku cemburu tahu" ujar Yasir sambil memakan wafel yang disuapkan Kimberley padanya.
"Aku tuh sayang banget sama kamu" tegas Yasir
"Sayang kok sering ngilang." gerutu Kimberley.
"Aku kan sudah bilang aku sibuk" Sahut Yasir
"Tuh kan kamu bela dia terus, sudah mulai ada hati nih" goda Yasir pura pura ngambek.
"Kamu yaa, dia hanya teman baik tidak lebih" protes Kimberley
"Iya sayang aku percaya kok , kamu tahu tidak, walau kita sering berantem, aku pergi tiba tiba dan hadir lagi, tapi kita ini saling mencinta kita akan tetap dan selalu bersama lagi." jelas Yasir membenarkan apa yang terjadi.
"Yee kamu tuh ..." seru manja Kimberley, sambil menyeruput kopi Yasir.
"Lho ..hei ini kopi aku " protes Yasir sambil menarik kopinya.
"Hmm dasar pelit! dikit aja, boleh ya please" rayu Kimberley sambil memasang wajah memelas .
"Hmm mulai ..., kamu tahu tidak, ini yang aku suka dari kamu kalau sudah mulai merajuk, jadi makin sayang dan kangen " bisik Yasir sambil menyentil hidung Kimberley.
"Ouch sakit tahu" spontan Kimberley memegang hidungnya yang disentil Yasir sambil merajuk manja.
"Haha syukurin, nih kopi nya" sambil menyodorkan cangkir kopinya pada Kimberley.
Kimberley tersenyum puas.
"Nah gitu donk" lalu mengambil cangkir kopi yang disodorkan padanya, baru satu teguk cangkir itu sudah ditarik lagi oleh Jevaro "Jangan banyak banyak" kelakar Jevaro
"Ahhh .. pelit ... pelit ... pelit" balas Kimberley sambil memukul bahu Yasir manja
Akhirnya mereka kembali bercanda tertawa bersama lagi.
"Yuk kita pulang, tapi aku lanjut syuting ya" ajak Yasir
"Okay, yuk" sambil memasukkan hape dan kemudian mereka melangkah pergi meninggalkan Cafe
Dalam perjalanan pulang mereka kembali merasakan kehangatan dalam hubungan.Tidak ada lagi drama airmata dan kesedihan.
Yang ada hanyalah kebahagiaan telah melewatkan kebersamaan.
Kimmy memeluk tangan Yasir dan menyandarkan kepalanya di bahu Yasir. Dan Yasir sesekali mencium rambut Kimberley.
"Sayang nanti malam telepon ya" pinta Kimberley manja
"Iya seperti biasa selesai syuting ya" balas Yasir.
Kimberley mengangguk cepat.Tiba tiba Kimberley menarik diri menjauh dari Yasir.
"Cewek genit itu juga ikut syuting?" tanya Kimberley penasaran, ada rasa cemburu dibalik pertanyaan.
"Kiki maksud kamu? iya tapi kami beda frame dan waktu shoot kok" jelas Yasir mencoba menenangkan perasaan Kimberley.
Kimberley bernafas lega. "Tapi janji ya kamu tidak dekat dekat dia" pinta Kimberley merajuk.
"Iya sayang janji " sahut Yasir sambil tersenyum manis
"Oh iya, kamu besok ke kantor?" tanya Yasir sambil menoleh ke arah Kimberley.
"Iya besok ke kantor ada meeting dengan PT ..." Kimberley terdiam saat menyadari bahwa besok dia ada jadwal meeting dengan perusahaan Jevaro.
Melihat Kimberley tiba tiba terdiam. Yasir bisa menebak apa penyebab terdiamnya Kimberley.
"Jam berapa rapat dimulai ? " tanya Yasir.
"Bagaimana ini besok jadwal meeting dengan Jevaro, kenapa perasaanku jadi aneh ya kenapa jantung aku jadi berdebar, kira kira reaksi dia bagaimana ya, apa yang harus aku lakukan?" pikir Kimberley cemas.
"Kim" panggil Yasir "Kamu dengar kataku?" tanya Yasir
Suara Yasir sedikit bernada tinggi, membuat lamunan Kimberley ter-delete untuk sementara.
"Kenapa sayang" tanya Kimberley.
"Kamu meeting jam berapa" ulang Yasir.
"Jam delapan kenapa ?" tanya Kimberley.
"Okay kita sudah Sampai " kata Yasir.
"Kim, ntar malam aku telepon tapi kalau aku tidak sempat telepon, kamu langsung tidur
ya bila sudah jam dua belas malam lebih, besok aku jemput" terang Yasir sambil mencium kening Kimberley.
Kimberley baru sadar ada yang aneh dengan kata kata Yasir tapi apa ya, pikir keras Kimberley.
"Jam tujuh aku jemput ya" jelas Yasir.
"Apa ... kamu mau jemput aku jam tujuh? mau kemana? kan sudah aku bilang tadi besok aku ada meeting " jelas Kimberley
"Jemput untuk mengantarkan tuan putri ke kantor , aku temani sampai selesai, lanjut kita jalan setelah meeting." jelas Yasir
"Apa .. Yasir mau menemani ke kantor? sampai meeting selesai? bagaimana ini , mereka pasti berantem lagi. Yasir pasti cari gara gara lagi aduh," batin Kimberley overthinking.
"Aku bisa berangkat sendiri kok, sekalian aku juga mau ambil mobil aku di kantor "
sahut Kimberley berusaha mencari-cari alasan untuk menolak .
"Aku besok free sayang jadi aku punya banyak waktu buat kamu," sahut Yasir
"Oh iya baiklah, terima kasih" sahut Kimberley pasrah
"Sudah malam nih aku harus kembali ke lokasi syuting, sampai nanti ya aku pergi dulu, selamat malam, selamat tidur ya, i love you" pamit Yasir sambil mencium kening dan bibir Kimberley.
"Selamat malam Yasir, hati-hati di jalan ya.." pesan Kimberley
"Siap sayangku, yuk bye." sahut Yasir sambil perlahan membawa mobilnya menjauh dari Kimberley menyusuri malam sendiri menuju ke lokasi syuting.