
Setelah termenung seharian Kimberley merasa ada yang aneh dengan Rose.
"Beberapa hari ini sikap Rose padaku sedikit berbeda, tidak biasanya ia tidak mau lagi nginap disini dan kebanyakan diam, dan bila ditanya jawabnya pun singkat." pikir Kimberley.
"Ada yang aneh, kenapa ya?apa aku ada salah?" bingung Kimberley dengan sikap Rose.
Kimberley berusaha mengingat ingat kesalahan apa yang telah ia buat atau perkataan dan sikap dia yang mungkin menyinggung perasaan Rose.
Sejak kecil mereka selalu bersama, terlebih lagi saat kedua orang tuanya bercerai Rose adalah tempat ia pulang jika Kimberley mengalami kesepian dan membutuhkan teman curhat.
Hingga sekarang mereka tetap solid selalu bersama, bahkan saat awal Kimberley merintis perusahaan bersama Rose merekapun saling support.
Rose memang kurang terbuka soal masalah pribadinya tapi sebenarnya dari sikap dan perkataannya, itulah yang sedang ia rasakan.
"Hmm apa Rose sedang menyukai seseorang kah?" pikir Kimberley.
"Gelagatnya seperti orang yang lagi jatuh cinta tapi bertepuk sebelah tangan, benarkah?" Kimberley berusaha menganalisa apa yang sedang terjadi.
"Sikapnya juga seperti orang yang sedang cemburu oh tidak..gak mungkin banget Rose menyukai Yasir tidak tidak mereka kan Tom dan Jerry, kalau bukan cemburu padaku lantas pada siapa?" pikir Kimberley.
Kimberley mencoba mengingat ingat dengan siapa lagi Rose dekat akhir-akhir ini.
"Hmm Rose selain denganku ia juga dekat dengan... Jevaro! OMG Jangan jangan Rose beneran suka dengan Jevaro!" seru Kimberley.
Kimberley mencoba mengingat kejadian apa yang terakhir sebelum Rose berubah sikap.
Kimberley berusaha terbang ke masa pertama kali Rose mengatakan mengagumi sosok Jevaro, tapi tak terlihat kalau ia jatuh cinta pada Jevaro tapi hanya mengagumi.
Karena pada saat itu Rose justru berusaha menjodohkannya dengan Jevaro, dan Kimberley sangat yakin itu karena dia sempat mengatakan bahwa tidak ada yang bisa mengantikan Yasir di hatinya.
Kimberley pun berusaha lebih mengingat lagi saat mereka nonton bareng, memang yang berinisiatif mengajak dan aktif mencari topik obrolan adalah Rose bahkan ide lanjut nongkrong di cafe juga Rose.
"Hmm benarkah Rose menyukai Jevaro dalam arti sebenarnya? tapi saat Jevaro akan berangkat ke Singapura kenapa justru Rose menjemput aku untuk mengantar Jevaro berangkat, kenapa bukan dirinya saja yang mengantar Jevaro bila memang ia menyukainya?" berulang kali Kimberley berusaha memahami tapi semua buntu.
Tiba-tiba Kimberley merasakan ada tangan yang melingkar di pinggang nya lalu sebuah kecupan mendarat di pipinya.
Lamunan Kimberley sempat terhenti, lalu ia menoleh ke belakang, tapi tertahan oleh dekapan erat Yasir.
Kimberley hanya bisa pasrah, dan membiarkan Yasir menciumi dirinya.
"Sayang besok ikut aku yuk" ajak Yasir.
"Besok? kemana?" sahut Kimberley.
Yasir memutar tubuh Kimberley menghadap dirinya dan menyentuh pundaknya.
"Besok kita jemput kak Aqib di bandara" sahut Yasir
"Kak Aqib ?? kak Aqib datang? serius?" tanya Kimberley
"Iya kak Aqib dapat pekerjaan di Indonesia, mulai bulan depan ia sudah mulai masuk kerja" jelas Yasir.
"Wow hebat! tapi bagaimana dengan ayah, kasihan ayah kamu, kedua anak laki-laki nya semua pada kerja di Indonesia, siapa yang bantu ayah di toko dan di kebun?" tanya Kimberley
"Sudah diatur semua oleh ayah dan kak Aqib, lagipula kan masih ada kak afzlan, mungkin untuk sementara kak Afzlan yang bantu ayah" jelas Yasir
"Baguslah setidaknya ayah kamu tidak sendirian" sahut Kimberley.
Yasir mengecup kening Kimberley.
"Rose dimana Kim?" tanya Yasir.
"Pulang" sahut Kimberley singkat sambil berjalan ke arah balkon.
"Pulang?? dia gak nginap disini ?" tanya Yasir.
"Mulai besok aku masuk kerja" sahut Kimberley.
Yasir mengeryitkan dahi menatap tajam ke arah Kimberley.
"Aku sudah bisa jalan, yaa walau masih pincang dikit" jelas Kimberley.
"Tapi bareng Rose kan?" tanya Yasir
"Hmm belum tahu" mata Kimberley menerawang jauh.
Yasir melihat ada yang aneh dengan jawaban jawaban yang di berikan Kimberley padanya.
"Kim, ada apa? ada yang ingin kamu ceritakan padaku?' selidik Yasir.
"Aku gak tahu, ini juga masih dugaan" ucap Kimberley lirih.
"Dugaan ?" Yasir menatap Kimberley lekat, berusaha mencari jawaban.
"Entahlah, ah sudahlah mungkin hanya perasaanku saja" lirih Kimberley menjawab.
"Okay bagaimana kalau hari ini kita bersenang-senang?" ajak Yasir.
Ponsel Kimberley berbunyi
"Bentar ya " Kimberley berjalan menuju meja sudut mengambil ponselnya dan tertera nama Jevaro di layar ponsel.
Untuk sesaat Kimberley tertegun dan membiarkan dering ponselnya berbunyi berulangkali.
Yasir yang melihat reaksi Kimberley langsung menghampiri "Dari siapa?" tanya Yasir.
"Jevaro" sahut Kimberley singkat.
"Angkat saja mungkin penting" ucap Yasir sambil tersenyum.
Takjub Kimberley menatap Yasir dengan bangga.
"Ada yang salah?" tanya Yasir.
"Kamu tahu, sejak dari Rumah Sakit kemarin aku merasa bangga sama kamu" ujar Kimberley
"Maksud kamu?" tanya Yasir.
"Iya.., biasanya tuh kamu kalau ketemu Jevaro, atau lihat Jevaro ada di dekat aku saja, bawaannya pengen menerkam, tapi sekarang kamu sudah berubah kamu lebih dewasa, dan itu yang membuat aku bangga sama kamu" sebuah kecupan hangat mendarat di bibir Yasir.
Kembali ponsel Kimberley berdering, kali ini di layar tertulis nama Rose.
"Sebentar ya, Rose menelepon" ucap Kimberley.
"Hallo Rose"
"Jevaro telepon kamu dari tadi, katanya kamu gak terima, kenapa? kemana saja?" tanya Rose sewot.
"Oh aku tahu kamu pasti lagi bersama Yasir kan?" sahut Rose ketus.
"Cepat telepon sana! kasihan dia over thinking" perintah Rose lalu menutup teleponnya.
Kimberley diam mematung.
Yasir yang dari tadi mengamati kemudian memeluk Kimberly.
"Sudahlah jangan terlalu kamu pikirkan" hibur Yasir.
"Aku gak tahu apa salah aku, kenapa Rose tiba-tiba berubah, seakan akan aku ini ---"
Ponsel kembali berdering. kali ini dari Jevaro.
Yasir yang mengetahui siapa yang sedang berusaha menghubungi kekasihnya berulang kali, hanya bisa menarik nafas dalam-dalam berusaha mengolah emosi nya.
"Terimalah Kim" ucap Yasir mencoba iklhas.
Dengan segan Kimberley menerima telepon dari Jevaro.
Dalam bayangannya saat ini terlintas wajah Rose yang sedang cemburu padanya.
"Kenapa sih Jevaro pakai lapor kepada Rose kalau teleponnya tidak kuterima, sebenarnya ada apa sih ini kenapa Rose begitu sewot padaku, selama aku bersahabat dengannya ia tidak pernah berlaku seperti ini tidak pernah memutuskan hubungan telepon dengan tiba-tiba." gerutu Kimberley dalam hati
"Kim...Jevaro telepon tuh" Yasir berusaha mengingatkan Kimberley.
"Oh iya, aku terima dulu ya" sahut Kimberley.
"Iya" jawab Yasir lirih lalu berjalan menjauh.
Yasir berusaha untuk tetap tenang dan mengontrol perasaan cemburunya, bagaimana tidak kekasihnya dihubungi laki-laki lain berulang kali, entah apa tujuan ia menelepon kekasihnya.
"Hallo selamat malam Aro"
"Haii Kim akhirnya, kemana saja kamu? aku telepon kok tidak diterima" tanya Jevaro protes
"Aku tadi masih di bawah, bantu ibu di dapur" sahut Kimberley sekenanya.
"Kim besok kamu ada waktu?aku ingin ngajak kamu ke suatu tempat" tanya Jevaro harap-harap cemas.
"Hmm besok?" Kimberley melihat ke arah Yasir.
Kimberley ingat Yasir akan mengajaknya menjemput kakaknya di bandara.
"Besok siang aku gak bisa Aro, maaf" sahut Kimberley.
"Ohhh, hmm kalau sore?" Jevaro kembali bertanya.
"Sore ??" kembali Kimberley minta persetujuan Yasir dengan tatapan matanya.
Dan di luar dugaan Kimberley, Yasir mengijinkan .
"Kalau sore bisa , mau kemana? sama Rose juga kan?" selidik Kimberley.
"Iya, Rose nanti juga ada di sana" jawab Jevaro.
"Oke kalau begitu" sahut Kimberley.
"Sip besok aku jemput kamu ya, terima kasih Kim, selamat malam" ucap Jevaro lalu putus lah hubungan telepon antara mereka.
"Jevaro mengajakku keluar besok ada Rose juga, kamu ikut ya" pinta Kimberley pada Yasir.
"Kamu saja, Jevaro kan hanya mengundang kamu dan Rose, pergi saja aku gak apa apa, dia jemput kamu kan?" tanya Yasir meyakinkan
"Iya'"
"Ok pergilah, pagi kita jemput Kak Aqib, sore kamu pergi bersama Jevaro dan Rose, aku sore antar kak Aqib cari mobil " jelas Yasir.
Kimberley tersenyum bahagia, Yasir benar-benar telah berubah.
"Terima kasih sayang" ucap Kimberley.
..................~......................
(Di kediaman Jevaro)
"Yes! ya Tuhan semoga besok berjalan dengan lancar " harap Jevaro.
Jevaro tersenyum memegang cincin yang akan ia berikan kepada Kimberley besok, untuk melamarnya.
Bayangan wajah Kimberley yang terkejut lalu berubah bahagia dan menerima lamarannya, membuat bibir Jevaro tersenyum tiada henti.
"Kim tunggu aku, mulai besok aku akan ungkapan perasaan aku sebenarnya padamu, aku janji padamu tidak akan pernah membuatmu bersedih tak kuijinkan setetes pun air matamu jatuh, aku akan selalu berusaha membuatmu tersenyum dan bahagia untuk selamanya love you Kimberley Ryan" jerit hati Jevaro.
Begitu bahagianya Jevaro memikirkan rencana indahnya, akhirnya ia tertidur sambil memegang cincin berlian putih yang berkilau indah yang special ia pesan untuk wanita yang dicintainya.
..............❤️❤️❤️❤️❤️❤️.............
Ditunggu kelanjutannya ya...
Jangan lupa like komen favorite dan hadiah hadiah lainnya untuk mendukung Kimberley .
Terima kasih banyak atas semua support nya
love you all
Sambil menunggu Find the Perfect Love update
Saya kenalkan karya teman saya Febyanti yang berjudul Berbagi Cinta Berbagi Suami.
🌹Happy Reading 🌹