
Samar-samar Kimberley melihat sinar mentari memasuki kaca jendela kamarnya.
Udara terasa sangat dingin, Kimberley menarik selimut tebalnya tetapi tetap saja dingin nya masih terasa hingga menusuk ke dalam sendi-sendi tulangnya.
Kimberley mencoba membuka mata dan mencari petunjuk waktu yang ada di sekitarnya.
"Haa sudah jam 8 pagi" Kimberley terbelalak melihat jarum jam sudah menunjukan angka 8.
"Waduh kata kak Aqib kemarin waktu sarapan pukul 6-10 pagi tinggal dua jam lagi ini" batin Kimberley.
Kimberley meraih telepon genggamnya dan ternyata disana sudah berderet notifikasi dari Yasir maupun Kak Aqib yang memberitahukan untuk sarapan.
Merasa bersalah, Kimberley menelpon Yasir untuk memberitahu kalau dia baru saja bangun.
Baru saja Kimberley hendak menekan nomer Yasir tiba tiba telepon Kimberley berbunyi dan di layar tertera tulisan My love dan itu berarti Yasir yang meneleponnya.
Kimberley langsung menerima teleponnya "Pagii Yasir" sapa Kimberley.
"Oh thanks God, are you okay dear" tanya Yasir kuatir
"Iya sayang aku cuman kesiangan bangun aja" sahut Kimberley merasa bersalah.
"Okay cepat mandi dan temui aku kita sarapan bersama tinggal dua jam lagi waktu sarapan kita" Yasir berusaha mengingatkan Kimberley.
"Okay tunggu sebentar ya" jawab Kimberley lalu menutup hubungan teleponnya.
Kimberley bergegas mandi dan berganti baju dan tidak lupa memakai mantel tebal karena udara terasa sangatlah dingin.
Kimberley membuka horden di jendela kaca kamarnya dan betapa terkejutnya ia semua sudah berubah putih .
"Ternyata kak Aqib benar semalam hujan salju pantas saja dingin banget" gumam Kimberley.
Setelah dirasa beres semua, akhirnya Kimberley keluar dari kamarnya.
Melihat kekasihnya yang sejak tadi ditunggunya Yasir langsung menghampirinya memeluk dan mencium Kimberley.
Tak peduli lagi disekitar ada orang lain bahkan ada Aqib kakaknya.
Aqib paham adiknya sejak pagi kuatir karena Kimberley diketuk pintu kamarnya di telepon juga tidak ada respon sampai sampai Yasir juga tidak mau sarapan terlebih dahulu walaupun Aqib sudah berusaha membujuknya dan meyakinkan bahwa Kimberley baik baik saja mungkin kelelahan hingga terlambat bangun.
"Kamu gak pa pa kan sayang?" tanya Yasir kuatir.
Kimberley hanya menggeleng kan kepalanya pipinya sudah meronah merah karena perbuatan Yasir yang tiba- tiba memeluk dan menciumnya di hadapan banyak orang.
"Ok yuk kita sarapan aku dah lapar nih" ajak Yasir.
"Sarapan dulu Kim, Yasir sudah nunggu dari tadi pagi, dia gak mau sarapan kalau gak sama kamu" Aqib tersenyum penuh arti sambil melirik Yasir
"Tas kamu mana Kim aku bawa ke mobil dulu " tanya Aqib.
"Sebentar kak" kemudian Kimberley membawa tas bawaannya dan menyerahkan kepada Aqib.
" Ok jalan dulu ya sekalian ngecek mobil, selesai sarapan kita lanjut ke Gulmarg, semua tas sudah di mobil, barusan juga sudah lapor check out ke pihak hotel, aku tunggu di tempat parkir ya" kemudian Aqib melangkah keluar hotel sambil berlari lari kecil.
"Yuk kita sarapan dulu" ajak Yasir
" Kok kamu gak sarapan duluan sih " protes Kimberley
"Mana bisa sarapan tanpa kamu, di hubungi ga bisa, di ketok- ketok pintu kamarnya juga ga ada respon ya kuatir lah aku, makan dengan perasaan kuatir ya ga bisa lah"
Yasir mengeluarkan semua keluhan yang dari tadi dipedamnya dalam hati.
"Maaf sayang" sahut lirih Kimberley merasa bersalah.
Yasir tersenyum," gak pa pa yang penting kamu baik baik saja"
"Yuk " sambil menggandeng tangan Kimberley menuju ruang makan.
..........~~~~...........
Setelah sarapan Yasir dan Kimberley mencari Aqib mereka semua sudah siap untuk melanjutkan perjalanan ke Gulmarg
"Woww semua berubah ya setelah hujan salju semalam " Kimberley menggosok gosokan kedua telapak tangannya dan menempelkan ke kedua pipinya.
Yasir yang melihat kekasihnya kedinginan lantas memeluknya dan memasukan tangan Kimberley ke dalam kantong mantel nya agar terasa hangat
"Nah itu kak Aqib" Yasir menunjuk ke arah parkir mobil
" Yuk" mereka berlari kecil sambil bergandengan menuju ke tempat parkir sekaligus untuk menghangatkan badan
Akhirnya berangkat lah mereka menuju ke Gulmarg, tempat bermain ski terbaik di Kashmir.
"Woww" kagum Kimberley melihat pemandangan sekitar Danau Dal yang berubah putih tertutup salju karena hujan salju semalam .
Baik Hotel, Shikara, sampai pasar apung pun terselubung salju, tapi hebatnya masih saja ada transaksi jual beli di pasar apung di udara yang sangat dingin ini.
"Hei Kim kok diam Kedinginan ya" tanya Aqib
Yasir tiba tiba mencium pipi Kimberley.
"Yasir" seru Kimberley malu.
"Tuh kak aman! masih bisa marah dan tersipu" lapor Yasir yang disambut gelak tawa Aqib.
"Apaan sih kamu iseng terus" sambil berusaha memukul Yasir.
Yasir berusaha menangkis dan menangkap tangan Kimberley.
"Awas ya kena aku cium" goda Yasir lagi.
"Kak berhenti bentar"
"Ngapain berhenti?" tanya Yasir.
Kimberley menjulurkan lidah mengejek Yasir.
Aqib hanya melirik keributan di belakang dari kaca spion dan tersenyum tipis .
"Aku mau pindah duduk"
"Pindah kemana?di atas?" Yasir bingung mau pindah kemana kekasihnya mobil juga cuman dua baris.
"Sebelah Kak Aqib" seru Kimberley.
"Boleh ya Kak" tanya Kimberley berharap.
"Hei mana boleh begitu enak saja itu sebelah kak Aqib khusus kak Reva" ceplos Yasir.
Tiba-tiba semua hening.
Kimberley menyenggol Yasir, memberi kode untuk minta maaf pada kakaknya.
"Kak Aqib, maaf" ucap lirih Yasir.
Aqib tersenyum"Tidak apa apa, Reva selalu ada di hati dia selalu ikut kemanapun aku pergi."
"Seperti cinta kamu ke adik aku" sambil tersenyum Aqib menjawab pertanyaan Kimberley.
"Menurut aku kakak sudah waktunya mencari pengganti kak Reva." saran Kimberley ragu.
Lalu Aqib tertawa terbahak bahak.
"Hmm ada yang lucu kak?" tanya Kimberley heran kenapa kak Aqib justru tertawa dengan pertanyaannya.
"Kemarin Yasir sekarang kamu yang bilang begitu, kalian ini memang pasangan yang kompak deh" sahut Aqib.
"Denger ya pada saat yang tepat pasti akan datang wanita pengganti Reva di hati aku but not now"
"Tenang saja orang pertama yang tahu tentang cewek baru aku nantinya adalah kalian berdua jadi please kalian gak perlu kuatir dengan kehidupan cinta aku'" jelas Aqib sambil tersenyum.
"Melihat kalian bahagia aku turut bahagia" sambung Aqib.
Kimberley dan Yasir pun hanya saling pandang mendengar penjelasan kak Aqib.
"Atau kalau aku ambil kekasih kamu sebagai pengganti Reva bagaimana" goda Aqib pada Yasir.
"Apaa enak aja cari sendiri lah" sahut Yasir sambil memeluk dan mencium pipi Kimberley
Kembali Aqib tertawa melihat reaksi adiknya.
Setelah hampir satu setengah jam perjalanan akhirnya sampai lah mereka di Gulmarg-Kashmir.
"wow kerenn" seru Kimberley.
"Aku mau ketemu teman aku dulu ya kemarin aku sudah pesan tiket ke dia" jelas Aqib.
"Kalian bisa langsung menjelajah dan bermain bilang saja atas nama Aqib Mir" sambung Aqib .
"Ok kak " sahut Yasir.
Kimberley takjub anak- anak kecil disana sudah terbiasa dengan udara yang sangat dingin ini ya mereka sudah terbiasa sejak mereka lahir, bagi mereka musim dingin musim salju adalah hal biasa.
Ada yang bermain luncuran dan masih banyak macam lainnya.
Sungguh menyenangkan Kimberley berlari dan mencoba merebahkan diri di atas salju mencoba sensasi baru di hidupnya benar benar menikmati
liburan kali ini.
Melihat kekasih nya sangat senang Yasir pun ikut berbahagia.
Setelah puas berlari lari mencoba meluncur akhirnya mereka berdua memutuskan beristirahat sebentar.
"Ternyata kalian di sini" sapa Aqib.
"Hai kak Aqib mana temannya?" tanya Kimberley
"Tuh dia lagi jadi tour guide turis dari Malaysia." tunjuk Aqib ke temannya.
"Awas jatuh cinta ada yang cemburu tuh " bisik Aqib menggoda Kimberley.
"Ha ha ha ha" Kimberley tertawa mendengar ucapan Aqib.
"Hmm mulai nih si biang kerok, yuk Kim kita naik kereta gantung" ajak Yasir sambil menunjuk ke arah kereta gantung.
"Dahhh kak Aqib" teriak Kimberley.
Kemudian mereka berlari menuju antrian kereta gantung.
Seharian bermain Salju bersama Yasir membuat Kimberley merasa lupa waktu.
"Nih Kim pegang kita bikin Snow man yuk...' ajak Yasir sambil menunjukan segenggam Salju pada Kimberley.
"Ok siapa takut"
Setelah beberapa lama kemudian
"Yes ini punya aku" seru Yasir bangga
"Dan ini punya aku" Sahut Kimberley sambil tersenyum puas.
Kemudian mereka berdua tertawa bersama melihat Snow man kreasi mereka masing masing.
"Wow keren kalian berdua memang kreatif" seru Aqib
"Bagus mana Kak?" tanya Yasir
"Semua bagus karena pasti bikinnya pakai cinta" sambung Kak Aqib sambil tersenyum.
"Jiahhh kak Aqib puitis juga" sahut Kimberley.
Tertawa lah mereka bertiga.
"Okay sudah puas kan? kita pulang yuk. " ajak kak Aqib
"Siapp...., ehh bentar kak'" Yasir berlari ke arah snowman nya lalu memberinya nama Yasir dan snowman satunya diberi nama Kimberley.
"Okay done, yuk kak" sambil merangkul Kimberley dan berjalan menuju tempat parkir mobil.
Aqib tersenyum sambil menggaruk garuk kepalanya melihat tingkah adiknya dan kemudian berjalan menyusul Yasir dan Kimberley.
...................~~~~............
Haii terima kasih yaa sudah setia mengikuti kisah Kimberley
Nantikan kelanjutanya setelah selesai liburan kira kira apa yang akan menanti Kimberley di Surabaya.
Yuk jangan lupa beri like komen dan favorit ya biar tidak ketinggalan up
Salam hangat
❤️ Eveliniq ❤️