Find The Perfect Love

Find The Perfect Love
Kebahagiaan orang tua



Kringggg.... Kringgg


Suara weker berbunyi tanda Kimberley harus bersiap siap ke kantor.


"Hoooaamm" Kimberley menguap dan melakukan sedikit perenggangan.


"Kim..,ini ibu nak ibu mau ke pasar kalau kamu mau berangkat kerja jangan lupa sarapan ya sudah disiapkan Tini nak di meja makan," pesan ibu.


"Iya bu," sahut Kimberley singkat.


Kimberley langsung meyambar handuk dan mandi.


Setelah ia selesai mandi, Kimberley menyiapkan file file yang akan dikerjakan di kantor, kemudian ia merapikan diri dan lanjut hendak berangkat ke kantor.


Sesampainya di dapur Kimberley bertemu dengan Kiki.


"Sarapan dulu kak, ini sudah disiapin sarapannya." tawar Kiki.


Kimberley memandang sinis pada Kiki.


"Kamu kira aku bodoh, sarapan dengan masakan buatanmu bisa mati aku kamu racun" Kimberley melangkah menjauh dan meninggalkan Kiki.


"Kenapa? ternyata takut mati juga ya, atau lebih tepatnya takut Yasir jatuh ditangan aku?" sindir Kiki.


Kimberley berhenti dan membalikan badan kemudian menatap Kiki tajam.


"Dengar ya kalau memang Yasir jodoh aku, sejahat apapun rencana kamu untuk menyingkirkan aku, dan memisahkan aku dengan Yasir itu tidak akan pernah terwujud."


"Tetapi kalau memang ia jodoh kamu, tak perlu kamu jadi orang jahat Yasir pasti akan datang sendiri ke pelukanmu, ingat itu!" jelas Kimberley.


Kemudian Kimberley melanjutkan langkahnya dan menjauh pergi.


"Oh ya lihat saja jangan pernah bermimpi kalian berdua duduk di pelaminan, aku akan buat Yasir membencimu dan menikahiku" teriak Kiki


Kimberley yang mendengar ancaman Kiki, hanya mengacungkan jari tengahnya dan terus melangkah keluar rumah dan melaju menjauh bersama mobilnya.


Kini Kimberley yakin bahwa kembalinya Kiki hanya salah satu cara dirinya melancarkan serangan lagi untuk mendapatkan kekasihnya.


Kenapa ibu begitu naif percaya saja Kiki telah berubah, orang selicik Kiki tidaklah mudah berubah.


Kimberley melarikan mobilnya ke apartemen Rose.


Ting....Tong


"Hai Kim tumben pagi banget, untung saja aku belum berangkat." tanya Rose.


"Kamu ada makanan apa?" tanya Kimberley.


"Kamu belum sarapan? ibu kemana?" tanya Rose sambil mengoles selai coklat di roti tawar dan memberikan pada Kimberley.


"Nih.. aku gak masak hari ini" sahut Rose.


"Ibu ke pasar, cuman ada Kiki mana percaya aku makan masakan Kiki, bisa-bisa besok aku masuk di koran" jawab Kimberley.


"Kamu tahu Rose, dia tadi mengancamku, yakin deh semua sikap kalem dan baiknya Kiki saat ini, cuman bagian dari permainan Kiki untuk menyerang aku dan mendapatkan Yasir." jelas Kimberley sambil makan Roti isi coklat.


"Oh ya?" Rose makin penasaran.


"Ntar kalau Yasir kelar syuting aku akan beritahu dia agar lebih waspada pada Kiki" jelas Kimberley.


"Yuk Rose kita berangkat ke kantor." ajak Kimberley.


"Okay pulang kantor kita jenguk Jevaro ya" ajak Rose


"Oke siap" jawab Kimberley.


Kemudian mereka berdua berangkat ke kantor bersama.


Kebetulan di kantor hari ini ada jadwal meeting Tim untuk proyek PT Surya Kertas.


Hampir tiga jam waktu Kimberley digunakan untuk meeting bersama staf produksi.


Setelah semua urusan meeting selesai barulah Kimberley istirahat makan siang, dan ketika ia mengecek ponselnya ada banyak Notifikasi dari Yasir.


Kimberley kemudian mencoba menghubungi Yasir, tapi yang dihubungin sedang offline.


Akhirnya Kimberley mengirimkan pesan singkat memberitahukan bahwa dirinya dan Rose setelah pulang kerja akan meluncur menjenguk Jevaro.


Setelah selesai semua urusan kantor dan semua karyawan pulang, akhirnya Kimberley dan Rose pun meninggalkan kantor PT Sukses Cemerlang.


Sebelum menuju ke Rumah Sakit, Kimberley membeli buah+buahan terlebih dahulu untuk Jevaro.


Seperti biasa di saat jam pulang kantor jalanan macet luar biasa.


Untuk menghilangkan kejenuhan di mobil Kimberley dan Rose memutar musik favorit mereka dan bernyanyi sesuka hati mereka.


"Hei Kim kulihat kamu sekarang lebih berani dan tegas berhadapan dengan si ulet keket" sindir Rose.


Kimberley tertawa ngakak


"Maksud kamu Kiki??"


Rose mengangguk


"Ya iyalah aku kan sudah pernah tahu betapa jahat dan liciknya dia, dulu aku masih polos sekarang no way aku tidak akan membiarkan dia menginjak injak harga diriku sebagai kakak dan kekasih Yasir, gak akan aku biarkan dia begitu gampangnya mengambil Yasir dariku." tegas Kimberley.


"Kamu serius akan menerima Yasir sebagai pendamping hidupmu selamanya?" tanya Rose.


"Menurut kamu?" tanya Kimberley.


"Yahh jangan tersinggung ya, dulu kan Yasir terkenal rada playboy tuh, suka ngilang tiba-tiba, gak bisa dihubungi, muncul sesuka hatinya, nah iya memang sekarang dia sudah berubah sejak dia tersandung kasus dengan Kiki, tapi ada kemungkinan kalau itu sifat dia, takutnya suatu saat kambuh lagi" Rose mengutarakan kekuatirannya.


"Rose semua orang berhak diberi kesempatan lagi, begitu juga Yasir sejauh ini Yasir sudah menunjukkan padaku etikat baiknya, aku percaya bila memang kami berjodoh jalan untuk kami tetap bersama itu pasti ada dan begitu juga sebaliknya." sahut Kimberley.


"Kalau Jevaro??" Rose menoleh dan mencoba melihat reaksi Kimberley.


"Maksud kamu?" tanya Kimberley tidak paham


Rose memutar mobilnya memasuki area parkir Rumah Sakit.


"'Ya perasaan kamu ke Jevaro?" tanya Rose lagi.


"Kamu ya.... mulai seperti Yasir, antara aku dan Jevaro hanya


sebatas sahabat tidak lebih." jelas Kimberley.


"Bagaimana kalau Jevaro menyukaimu" tanya Rose mencoba mencari tahu lagi reaksi sahabatnya ini.


"Maksud kamu?" tanya Kimberley.


"Iya kalau misal Jevaro jatuh cinta padamu??"


"Hmm kamu ini ngomong apa Rose, yuk dah sampai" jawab Kimberley sambil menoleh ke arah jendela mobil.


Setelah Rose memarkirkan mobilnya, Rose dan Kimberley melangkah menuju ruangan Jevaro terakhir dirawat.


Tetapi sesampainya mereka disana suster memberitahu bahwa pasien telah dipindahkan.


Kimberley kemudian mencari ke bagian Resepsionis Rumah Sakit tentang keberadaan Jevaro.


Akhirnya mereka mendapatkan nomer kamar inap Jevaro.


Segera mereka berjalan menuju ke kamar inap Jevaro.


Sesampai di depan kamar Kimberley mengetuk pintu kamar.


"Iya masuk saja'" terdengar suara ayah Jevaro.


Kimberley dan Rose kemudian masuk dan menemui Jevaro.


"Malam Om, Tante maaf kami baru sempet kemari setelah pulang kantor" ucap Kimberley.


"Tidak apa-apa nak Kimberley, Om, Tante dan terutama Jevaro senang kalian datang ." ibu Jevaro menghampiri Kimberley.


"Sini sayang, Jevaro sudah menunggu kedatanganmu dari tadi pagi, ayah cerita kemarin di ruangan isolasi kamu menangis dan akhirnya Jevaro bereaksi menggerakan jari tangannya" cerita ibu Jevaro.


"J .. ini Kimberley datang lagi menjenguk kamu, membawa buah buahan kesukaanmu juga lho" jelas ibu sambil menggandeng Kimberley.


Jevaro sebenarnya senang Kimberley datang menjenguknya tapi bayangan Kimberley mencium mesra Yasir membuat remuk hatinya, setetes air mata mengalir di ujung mata Jevaro.


Tanpa sadar Jevaro memalingkan wajahnya.


Ayah dan Ibu saling berpandangan.


"Mah lapar nih, kita ke kantin yuk" ayah Jevaro sengaja memberi waktu kepada anaknya bersama sahabat sahabatnya.


"Baiklah pah, J mama papa tinggal dulu ya sayang,"


Kimberley terlihat bingung sesaat, kenapa hanya dia yang dititipin kan ada Rose, tapi untuk menghormati orang tua Jevaro Kimberley hanya mengangguk dan tersenyum manis "Iya Tante" sahut Kimberley.


Rose yang paham sekali kenapa Jevaro memalingkan wajahnya dari Kimberley mencoba menceritakan pada Jevaro kejadiannya sesungguhnya.


Rose menegaskan bahwa yang dilakukan Kimberley itu hanya bagian dari permainan untuk menyerang Kiki.


Setelah mendengar cerita Rose barulah Jevaro menoleh kearah Kimberley.


"Terima kasih" sahutnya lirih


Kimberley bingung, ditujukan pada siapa terima kasih tadi.


"Terima kasih Kim kamu sudah datang menjengukku, terima kasih juga Rose sudah datang" sahut Jevaro menegaskan.


"Sama-sama Aro, oh ya dapat salam dari Yasir, kemarin ia juga datang jenguk kamu, hari ini dia ada syuting jadi tidak bisa datang." jelas Kimberley.


Jevaro hanya tersenyum getir.


"Ehmm guys aku tinggal sebentar ya aku lupa ambil karcis parkir tadi" lalu Rose meninggalkan mereka


Sengaja Rose meninggalkan Kimberley dan Jevaro berdua, karena Rose tahu Jevaro hanya menginginkan ditemani oleh Kimberley saat ini.


Kimberley bingung kenapa semua pada pergi meninggalkan dirinya hanya bersama Jevaro,"Semoga Yasir tidak tiba-tiba muncul disini bisa salah paham nantinya." batin Kimberley.


Melihat ada buah Jeruk di meja samping Jevaro "Aro kamu mau jeruk? aku kupaskan ya?" tanya Kimberley mencoba mencairkan suasana.


"Iya" lirih Jevaro.


Kemudian Kimberley mengupas Jeruk dan menyuapi Jevaro buah jeruk.


Suasana hening hingga suapan terakhir.


"Kim..," panggil Jevaro.


"Ini diminum dulu" Kimberley membetulkan posisi tempat tidur Jevaro agar Jevaro nyaman untuk minum .


"Terima kasih" sekali lagi Jevaro mengucapkan rasa bahagianya, karena Kimberley datang untuknya.


"Kamu ini kenapa, antara teman tidak ada kata terima kasih" sahut Kimberley.


Jevaro tersenyum penuh arti.


"Hmm kalau bisa berdekatan dan dirawat Kimberley seperti ini tiap hari, aku rela dirawat di Rumah Sakit terus deh" batin Jevaro


"Kim aku mau apel" pinta Jevaro.


"Oh ok aku potongin ya, sebentar aku cuci dulu" sahut Kimberley.


Jevaro tersenyum bahagia bisa berduaan dengan Kimberley.


Setelah dicuci, Kimberley mulai memotong apel dan menyuapi Jevaro sepotong demi sepotong buah apel.


Suasana tegang sudah mulai mencair Kimberley sudah mulai bisa bercanda dan bertanya pada Jevaro.


"Kamu kurang hati-hati, ngantuk atau ngelamun sih kok bisa sampai begini?" tanya Kimberley.


Jevaro mengingat kejadian saat terjadinya kecelakaan itu, dia ingat saat itu dia kalut marah kesal dan merasa kalah saat melihat Kimberley mencium mesra Yasir.


"Aro.."


"Iya, aku melamun" jawab Jevaro singkat


"Hmm sudah kuduga, ngelamunin apa sih, kamu sendiri yang bilang berulang kali padaku, kalau nyetir harus selalu waspada dan berhati-hati, lah kamu nya sendiri??" Kimberley mencoba mengingatkan Jevaro atas pesannya selama ini.


"Iya, aku salah" dalam hati Jevaro berucap semua karena kekalutan perasaannya saat itu.


"Lain kali jangan melamun lg ya kalau sedang setir mobil, bahaya ! aku gak mau lihat kamu seperti ini lagi aku sedih Aro" pinta Kimberley.


"Iya Kim aku tahu, maaf ya sudah bikin kamu bersedih" timpal Jevaro.


Kimberley mengangguk dan tersenyum.


Tanpa sepengetahuan Kimberley dan Jevaro kedua orang tua Jevaro telah masuk ke ruangan dan melihat dan mendengar semua yang dilakukanya Kimberley dan Jevaro.


Mereka berdua tersenyum bahagia melihat anaknya akhirnya menemukan pujaan hatinya.


Kedua orang tua Jevaro sudah lama menginginkan anak tunggalnya ini mulai memikirkan kebahagiaan dirinya dengan berpasangan tidak hanya fokus dengan pekerjaannya seperti yang selama ini Jevaro lakukan .


Sudah cukup Jevaro membuktikan pada kedua orang tuanya baktinya untuk dapat meneruskan dan membesarkan perusahaan yang telah dirintis ayahnya


Bahkan bila Jevaro belum bisa menemukan pendamping, mama dan papa Jevaro akan berusaha mencarikannya dengan menjodohkan Jevaro dengan anak kolega mereka.


Tetapi Jevaro menyampaikan pada kedua orangtuanya bila ia sudah mempunyai calon yaitu Kimberley.


Oleh karena itu saat pertama mereka mengetahui Kimberley datang menjenguk Jevaro mereka langsung paham bahwa ini Kimberley yang diceritakan Jevaro waktu itu.


Melihat betapa peduli dan kuatirnya Kimberley pada Jevaro membuat hati orang tua Jevaro lega karena pilihan anaknya ternyata tepat.


"Permisi semua" sapa Rose.


"Haii Rose, dari mana saja kok lama?"


"Lho Om, Tante sudah kembali?" tanya Kimberley terkejut .


"Iya baru saja" sahut ayah Jevaro sambil tersenyum.


"Kim waktu jenguk sudah selesai, sebentar lagi kita diusir nih" ucap Rose.


"Oh baiklah, Aro aku pulang dulu ya bersama Rose" pamit Kimberley.


"Oke tapi besok kamu kesini lagi kan?" harap Jevaro.


Kimberley tersenyum dan mengangguk.


"Oke pak Jevaro kami pamit dulu ya, jangan kuatir besok kami kesini lagi" Rose memberi kode pada Jevaro.


"Om Tante kami pamit dulu" ucap Rose.


"Kimberley juga pamit Om...Tante" kemudian Kimberley mencium tangan kedua orang tua Jevaro.


"Iya sayang, hati-hati di jalan ya" pesan Ibu Jevaro.


Mereka tersenyum bangga dan bahagia calon mantunya begitu cantik, baik, perhatian dan sopan.


Lalu pulanglah mereka.


Dalam perjalanan pulang, Yasir menelepon Kimberley dan mengatakan bahwa malam ini dia masih di lokasi syuting.


"Sepertinya besok kita baru bisa bertemu sayang, maaf ya" jelas Yasir


"Iya gak apa-apa kok aku ngerti" sahut Kimberley.


"Terima kasih sayang love you" pamit Yasir


"Love you too" timpal Kimberley lalu terputuslah hubungan telepon mereka.


"Hmm Yasir sibuk lagi ya" sindir Rose


"Iya sinetronnya lagi kejar tayang" sahut singkat Kimberley.


"Menurut aku lebih baik kamu pikirkan lagi Kim tentang hubunganmu dengan Yasir' tegas Rose.


Kimberley hanya menarik nafas dan diam memandang kaca jendela mobil.


Tak terasa akhirnya sampai juga mereka di rumah Kimberley.


"Kamu nginep rumah atau??" tanya Kimberley.


"Aku pulang apartemen saja, besok pagi aku jemput kamu kita ke kantor bareng lanjut jenguk Jevaro oke" tawar Rose.


"Okey sampai ketemu besok, hati-hati di jalan Rose"


Kemudian Rose melajukan mobilnya meninggalkan Kimberley.


............... BERSAMBUNG...........


Terima kasih ya yang telah setia membaca perjalanan Kimberley Ryan mencari cinta sempurnanya.


Jangan lupa like komen dan jadikan favorite yaa


Jempol manis kalian sangat berarti bagi Author untuk melanjutkan perjalanan kisah cinta Kimberley.


Salam hangat selalu


❤️ Eveliniq ❤️