
Sudah hampir setengah jam, Rose mondar mandir menunggu seseorang ...Rose sangat berharap sekali pemikirannya benar ...tak lama bel berbunyi Rose langsung melompat setengah berlari ke pintu.
"Silakan masuk pak.." walau Rose sudah dilarang untuk bersikap formal bila diluar kantor tapi Rose merasa sudah terbiasa memanggil nya bapak, rasanya agak aneh kalau memanggil langsung nama.
Yaaa Jevaro ..Rose sengaja meminta bantuan Jevaro untuk membujuk Kimberley. Karena Rose ingat selain padanya Kimberley juga dekat dan percaya pada Jevaro, Rose ingat. kejadian Kimberley berhasil dibujuk Jevaro ke pantai untuk mengeluarkan segala emosi yang ada saat itu, dan saat ini pun Rose berharap Jevaro mampu membujuk Kimberley, apalagi dari tadi pagi Kimberley belum sempat makan apa apa, ditambah lagi energi nya terkuras untuk menangis dan emosi emosi yang lain .Rose benar benar kuatir,
Saat Rose tadi menelepon Jevaro, Rose hanya bilang minta tolong untuk membujuk Kimberley yang saat ini sedang mengunci diri di kamar, dan belum makan sejak pagi.
Jevaro tidak banyak tanya kenapa dan apa penyebab Kimberley mengunci diri, tapi Jevaro langsung menyanggupi datang, dalam pikiran Jevaro saat itu yang terpenting adalah Kimberley, Jevaro tidak ingin Kimberley jatuh sakit gara gara terlambat makan. Jevaro hanya ingin Kimberley segera membuka pintu dan makan.
Setelah mendapat kabar dari Rose tentang keadaan Kimberley, tanpa pikir panjang lagi Jevaro langsung menyambar kunci mobil di meja sebelah tempat tidur nya, karena hari ini weekend Jevaro pun libur kerja, dan sedang bermalas malasan di kamar tadinya , sehingga ketika Rose meneleponnya untuk minta tolong, Jevaro tanpa banyak tanya langsung menyanggupi dan meluncur ke rumah Kimberley, Bagi Jevaro Kesehatan kimberley itu yang jauh lebih penting, tentang penyebabnya toh Jevaro nanti juga akan tahu .
Jevaro datang dengan penampilan yang sangat kasual tapi tidak memudarkan pesona dan kharisma nya, sampai sampai Tini pun dibuat melongo oleh kedatangannya .
"Siapa lagi ini.? bahagia sekali hidupnya dikelilingi cowok cowok ganteng " ungkap batin Tini iri pada Kimberley
"Terima kasih Rose, mana Kimberley?" tanya Jevaro kuatir.
"Masih di kamar pak, mari saya antar" jawab Rose.
Sebelum mengantar Jevaro ke kamar Kimberley, mereka melewati ibu dan Kiki yang berada di ruang tamu .
"Ini ibunya Kimberley pak dan itu adik nya" Rose mengenalkan Jevaro pada Ibu Kimberley sebelum membujuk Kimberley, bagaimanapun ibunya adalah orang tua disini.
Jevaro menangkupkan tangannya dan membungkuk hormat sambil tersenyum mengenalkan namanya "Jevaro, salam kenal" sahut Jevaro
"Jevaro ini patner kerja perusahaan kami Bu, sudah sejak lama, sekaligus sahabat baik Kimberley juga" jelas Rose. yang diikuti anggukkan ibu dan tatapan sinis Tini.
"Saya antar Pak Jevaro dulu untuk membujuk Kimberley keluar dulu ya Bu " pamit Rose sopan
"Iya nak kasihan dari pagi belum makan, tolong ya nak Jevaro, bujuk anak saya " pinta ibu memohon.
"Baik Tante , saya coba ya Tante, minta doanya semoga Kimberley mau mendengarkan saya" Jevaro meminta restu Bu Kimberley dan langsung di sambut anggukan oleh ibunya.
Sesampainya di depan kamar Kimberley.
Yasir langsung berdiri dan menatap tajam pada Rose,
"Ada apa ini, kenapa dia ada disini "
"Sabar Yasir..Jevaro aku yang panggil, kamu sayang kan pada Kimberley? biarkan Jevaro membujuknya dari pagi Kimberley belum makan" pinta Rose membujuk Yasir.
Akhirnya Yasir mengalah.
"Kim ...buka pintu Kim ...ada Jevaro nih, kamu mau ngobrol?" bujuk Rose.
Hening tidak ada jawaban. Rose menatap Jevaro memohon, disambut anggukan oleh Jevaro tenang, sedetik kemudian terlihat Jevaro sibuk mengetik sesuatu..
Tidak lama kemudian, Klik .. bunyi pintu kamar dibuka,
"Dear .. dengar dulu...aku tidak ada---" belum sampai Yasir meneruskan perkataannya, Rose langsung membentaknya " Yasir please ...biarkan Kimberley sendiri dulu."
Kimberley langsung berjalan meninggalkan kamar sambil membawa tas kecil diikuti Jevaro di belakang nya yang terlebih dahulu menganggukan kepala kepada Rose dan Yasir pamit.
Yasir ingin sekali mengikuti Kimberley tapi dilarang Rose.
"Tolong biarkan Kimberley sendiri dulu, biarkan Jevaro yang membujuknya untuk makan, kamu sayang dia kan? kita berdua dari tadi sudah berusaha, tapi buktinya... kita tidak berhasil membuat Kimmy membuka pintu kan? sabar, kalau memang kamu tidak bersalah dan kalian berjodoh kalian akan tetap bersama dan begitu juga sebaliknya ...Cinta akan selalu menemukan jalannya sendiri " kemudian Rose meninggalkan Yasir sendiri .
Yasir terduduk lunglai dia hanya bisa pasrah dan menunggu Kimberley tenang kembali.
Yasir sungguh tidak mengira kebahagiaan dan kebersamaan nya tadi bersama ibu dan Kimberley menjadi petaka karena kehadiran Kiki yang ternyata adik tiri Kimberley.
...........~~~...........
Di dalam mobil Jevaro hanya ada keheningan baik Kimberley dan Jevaro sama sama diam, tenggelam dalam pemikiran mereka masing masing.
Kimberley tidak menyangka sama sekali sebelumnya kalau anak ibunya itu akan terus menjadi duri yang menyakitkan bagi dirinya.
Kimberley masih sangat ingat sekali apa yang dilakukan Kiki waktu di pantai, dia selalu mengikuti dan menempel kemanapun Yasir pergi. Bahkan sampai Yasir terpaksa mendorong nya dan membentaknya, Kiki barulah melepaskan Yasir.
"Kenapa harus kamu sih Ki ...dulu kamu membuat aku jauh dan bahkan membenci ibuku sendiri, sekarang baru saja aku merasa bahagia menemukan ibuku kembali , tapi sekaligus aku juga menemukan kembali kenyataan pahit lagi." batin sedih Kimberley.
"Untuk kedua kalinya kamu membuat aku membencimu padahal tadinya aku sudah berusaha berdamai dengan keadaan dan menerima mu sebagai adikku, dulu ibuku sekarang kekasihku pun hendak kamu rebut " jerit hati Kimberley, diikuti Isak tangis Kimberley yang akhirnya pecah juga, rasanya sudah tidak sanggup lagi menahan sakit dan kecewa yang ia rasakan.
Jevaro yang mengetahui Kimberley kembali menangis, menyodorkan tissue pada Kimberley.
"Menangislah sepuasmu, bila itu bisa membuat beban yang kamu rasa menjadi ringan, tapi jangan terus terbawa emosi tetaplah ingat untuk berpijak Kim, karena hidup seperti roda berputar kadang kala kita di atas kadang kita di bawah, kadang kita merasa bahagia tapi kadang kita juga merasakan sedih yang teramat menyakitkan." pesan Jevaro.
Mendengar ucapan Jevaro, Kimberley merasa malu selalu bersikap cengeng bila dihadapan dengan masalah yang berhubungan dengan Yasir.
"Jevaro benar, setiap manusia akan selalu mempunyai ujian hidupnya masing-masing, dan sikap kita dalam menghadapi ujian itulah yang akan menentukan tingkat kedewasaan kita dalam menghadapi hidup ini" gumam Kimberley dalam hati.
"Kim.. kamu suka makan ikan kan? " tanya Jevaro.
Kimberley hanya mengangguk pelan.
"Sip kita makan ikan bakar yuk , tempatnya keren lho bisa jadi rekomendasi kalau kita mau nongkrong selain Cafe Cinamon" jelas Jevaro sambil tersenyum.
"Hmm kenapa hatiku terasa tenang dan nyaman ya bila bersama Jevaro , apalagi bila melihat senyumnya, bikin nagih ..aduh mikir apa sih aku ini , aku kan sudah punya Yasir...Yasir? kenapa tiap mengingat dia hatiku terasa sakit ya.... akhir akhir ini banyak sekali sikap Yasir yang membuat ku kecewa, apalagi ditambah hadirnya Kiki dalam hubungan ku dengan Yasir." pikir Kimberley sambil menatap nanar kaca jendela mobil.
.......~~.........
Di rumah Kimberley, Rose sibuk menyiapkan makan siang di dapur, lumayan agak kebingungan karena stok bahan bahan untuk masak di kulkas sudah menipis.
Ibu Kimberley tadi pamit ingin tidur karena kepalanya rasanya sakit, apalagi dengan kejadian tadi pagi , terlebih lagi Kiki ngotot tidak mau melepaskan Yasir, bagi Kiki bila harus melepas Yasir lebih baik dia bunuh diri saja .
Akhirnya ibu Kimberley menghubungi mantan suaminya dan menceritakan apa yang terjadi tadi pagi . Ayah Kimberley langsung menanggapi positip dan berjanji akan ke Surabaya malam ini juga, untuk menyelesaikan masalah cinta segitiga ini , ia ingin menanyakan langsung pada Yasir tentang keseriusan nya terhadap anaknya.