
Di rumah Kimberley ibu nampak sibuk di dapur mempersiapkan makan malam.
Tini juga terlihat membantu ibu memasak, ibu merasa sangat bahagia Tini sudah kembali seperti yang dulu ibu kenal, sebagai asisten ibu bila di dapur sudah hampir sembilan puluh lima persen ilmu memasak ibu sudah diturunkan pada Tini.
"Tin jangan lupa santannya di aduk terus jangan sampai pecah" perintah ibu sambil merebus kerang.
"Baik bu" jawab Tini
Ibu menoleh ke arah Tini dan memperhatikannya sambil tersenyum bahagia, "Akhirnya anakku yang hilang sudah kembali lagi" batin ibu.
"Tini, janji ya sama ibu kamu tidak akan berbuat hal yang mempermalukan martabat wanita lagi seperti kemarin." ujar ibu
"Iya" jawab Tini singkat.
Ibu tersenyum bahagia mendengarnya.
"Ibu tinggal bakar ikan dulu ya, nanti kalau semua sudah matang kamu bisa tuang ke mangkok yang ibu sediakan" pesan ibu menjelaskan pada Tini apa saja yang harus dikerjakan saat ia sedang membakar ikan
"Siap Bu, laksanakan" sahut Tini sambil tersenyum manis.
Ibu memberikan jempol manisnya pada Tini tanda ibu senang dengan sikapnya hari ini.
Ibu memeluk Tini dan mengusap punggungnya lalu berbisik "Ini baru anak ibu yang hebat jangan berubah dan kecewakan ibu ya"
Tini mengangguk dan tersenyum pada ibu.
Tak terasa matahari sudah mulai masuk ke peraduan.
"Selamat sore Bu" sapa Rose ketika sampai di rumah Kimberley.
"Hmm wanginya, ibu masak apa nih" tanya Rose sambil mencium aroma wangi dari dapur.
"Oh itu,Tini sedang bikin sambal buat ikan bakar, sambal bikinannya enak lho pedas bikin nagih" Sahut ibu sambil menggoreng kerupuk.
Rose dan Kimberley saling berpandangan.
"Tini bisa masak Bu?" Rose masih penasaran.
"Tini jago masaknya, coba nanti kalian buktikan sendiri." jawab ibu singkat.
Kimberley berjalan meninggalkan ibu dan Rose tanpa ada reaksi sedikitpun.
Ibu yang sempat melihat Kimberley pergi tanpa bereaksi apapun memanggil dan mencoba menahannya, "Kim, ibu tahu yang dilakukan Tini waktu itu adalah salah tapi dia sudah mengakui kesalahannya dan menyesal, ibu mohon maafkan dia ya, atas nama Tini ibu minta maaf sedalam dalamnya."
Kimberley tetap saja berlalu meninggalkan ibunya.
Rose menghampiri Ibu dan memeluknya"Sabar ya bu. Kimberley butuh waktu untuk memulihkan lukanya"
Kemudian Rose menyusul Kimberley ke kamarnya.
Di kamar, Kimberley hanya termenung dan mencoba memahami semua yang terjadi.
"Kim aku tinggal mandi dulu ya" Rose mengambil handuk dan langsung menuju kamar mandi.
Kimberley mengangguk dan kembali berkutat dengan memori perasaan sakit dan hancur yang dulu ia rasakan akibat ulah Kiki, berbagai pertanyaan muncul di kepalanya saat ini perihal kembalinya Kiki dengan versi terbarunya sekarang.
Tak lama kemudian Rose selesai mandi dan terlihat lebih segar
"Sudah sana mandi dulu pakai air hangat biar pikiran jadi lebih lancar dan segar" usul Rose.
"Kak, tamunya sudah datang"
Kimberley dan Rose pun saling pandang.
Kimberley memberi isyarat agar Rose melihat siapa yang berbicara tadi.
Rose mengintip dan ternyata benar dugaan mereka itu tadi Tini.
"Oh iya suruh tunggu sebentar ya" sahut Rose.
Rose dan Kimberley masih setengah percaya dan tidak percaya dengan apa yang terjadi baru saja.
Bagaimana tidak Kiki yang biasa dikenal sebagai gadis penggoda tiba tiba berubah jadi gadis rumahan bisa masak dan lembut
Sangat berbeda sekali dengan sosok Kiki yang biasa terkenal dengan ucapan-ucapan pedasnya dan sangat menyakitkan, sekarang jadi sosok gadis lemah lembut.
"Rose bisa kamu lihat sebentar siapa yang datang? Aro atau Yasir?"
"Okay kamu mandi ya aku coba lihat siapa yang datang" sahut Rose
Kimberley terdiam sebentar detik berikutnya ia lari secepat kilat menyambar handuk dan masuk ke kamar mandi.
"Tidak akan kubiarkan Kiki mendekati Yasir kembali." pikir Kimberley.
Saat membayangkan Kiki bertemu dengan Yasir dibawah.
Kemudian Kimberley pun secepat mungkin menyelesaikan acara mandinya.
Ketika Kimberley sudah rapi dan hendak menyusul Rose ke bawah ternyata Rose kembali ke kamar.
"Siapa yang datang Rose?" tanya Kimberley penasaran.
"Jevaro dia mencarimu tuh" sahut Rose.
"Baiklah yuk kita turun" kemudian Kimberley turun untuk menemui Jevaro
Sesampainya mereka di ruang tamu ternyata Jevaro sudah ditemani ibu dan Kiki.
Mereka tampak berbincang-bincang serius.
Ketika Kimberley melihat Jevaro sedang ngobrol dengan ibu, Kimberley hendak membalikkan badan kembali ke kamarnya.
Tepat saat Kimberley akan berbalik badan....,
"Hai Kim... Rose..." sapa Jevaro.
Kimberley berhenti sesaat lalu perlahan membalikkan badan.
"Hai Aro " sambut Kimberley tersenyum tipis.
"Selamat malam Kim kamu terlihat cantik sekali" ucap Jevaro terpesona melihat Kimberley memakai kaos ketat putih dan celana jin hitam pendek.
"Terima kasih, Kimberley selalu cantik dan maaf dia milikku" sahut Yasir yang tiba-tiba sudah muncul di depan pintu.
Ibu, Rose, Kiki dan Jevaro menoleh ke arah Yasir.
Yasir menghampiri Kimberley dan menggandengnya lalu menuntunnya menuruni anak tangga.
Sesampainya di hadapan semua orang Yasir melingkarkan tangannya di pinggang Kimberley "Aku umumkan kepada semua yang hadir di sini bulan depan kami akan bertunangan dan dalam tahun ini juga kami akan menikah"
Pyaarrr
"Oh maaf" sambung Kiki yang langsung mengambil alat pel dan membersihkan pecahan gelas yang berserakan.
"Hati-hati nak sini ibu bantu" ibu lalu mengumpulkan pecahan gelas yang berserakan.
Yasir menahan ibu untuk tidak melakukan itu.
"Biar dia belajar tanggung jawab bu" ujar Yasir
Kimberley lalu menuntun ibu untuk duduk di sofa "Ibu duduk disini saja, nanti encok ibu kambuh lagi."
"Nak Yasir serius dengan pernyataan tadi benar kalian akan tunangan dan menikah??" tanya ibu
"Iya bu, tadi sore saya sudah telepon ayah, dan ayah menyetujuinya" Yasir tersenyum dan menatap lembut Kimberley.
"Kamu telepon ayah?" tanya Kimberley
"Iya tadi sore sebelum berangkat ke sini," sahut Yasir.
Yasir meraih kedua tangan Kimberley dan mendekatkan ke bibirnya lalu menciumnya.
"Kimberley Ryan, kamu mau kan menikah denganku?" tanya Yasir
Semua perhatian terfokus pada Kimberley dan Yasir.
Jevaro terpaku dan terdiam tiba-tiba badannya terasa lemas.
Jevaro memutuskan untuk keluar mencari udara segar sejenak ia merasa susah untuk bernafas.
"Sakit ya...bagaimana kalau kita berkolaborasi?" tawar Tini
Jevaro menoleh ke sumber suara dan berusaha memahami maksud tawaran Tini yang diberikan padanya.
"Tinii ayooo bantu ibu, kita siapkan makanannya nak, makan malam akan segera dimulai" teriak ibu.
"Baik bu" Tini berlari kecil menghampiri ibu.
"Nak Jevaro ayooo masuk makan malam kita mulai" seru ibu
"Iya bu sebentar" sahut Jevaro.
"Hmm kolaborasi dengannya apa maksudnya??" pikir Jevaro atas tawaran tiba-tiba Tini padanya.
"Semua sudah kumpul nih, yuk kita mulai ibu bikin ikan bakar gurame, cumi goreng mentega, kerang rebus dan laksa" jelas ibu sambil menata masakannya di meja makan.
Kimberley melihat ke sekeliling tapi ia tidak menemukan sosok Jevaro.
"Kemana Aro?" tanya Kimberley dalam hati.
"Sebentar sayang aku cari Jevaro dulu ya" ijin Kimberley pada Yasir.
"Hmm oke gak pake lama, kalau lebih lima menit aku langsung samperin kamu" bisik Yasir sambil tersenyum pada Kimberley.
Kimberley membalas dengan senyuman manisnya juga.
Rose dan Tini membantu ibu mempersiapkan piring dan sendok.
Kimberley mencari Jevaro di halaman belakang tapi tidak ada lalu ia berjalan ke halaman depan.
Di teras depan terlihat Jevaro sedang termenung sendiri.
"Aro.., masuk yuk kita mulai makan malamnya." ucap Kimberley.
"Oh hai Kim," untuk sesaat mata mereka saling beradu.
Jevaro mencoba mencari sesuatu di mata Kimberley, "Adakah cinta untukku dimatanya?"
"Kamu akan menikah? selamat ya" ucap Jevaro getir.
Kimberley hanya tersenyum
"Masih lama ---" belum selesai Kimberley menjelaskan pada Jevaro.
"Sayang ayoo sudah di tunggu ibu" teriak Yasir.
"Yuk Aro" ajak Kimberley.
Jevaro hanya mengangguk dan mempersilakan Kimberley berjalan terlebih dahulu lalu ia menyusulnya dari belakang.
Ketika Jevaro melewati Yasir,
"Sudah berulang kali aku sampaikan jangan coba-coba merayu dan menggoda Kimberley, dia calon istri aku sekarang."
"Masih calon kan? kita lihat saja siapa nantinya yang berhasil duduk di pelaminan bersamanya" sahut Jevaro getir dan berlalu pergi meninggalkan Yasir.
Kepala Yasir seperti di hantam balok besar "Awas kau, sampai aku lihat lagi kamu berani mendekati Kimberley'' batin geram hati Yasir.
"Sayang ayoo ditunggu ibu" seru Kimberley
"Iya aku datang" jawab Yasir singkat.
Yasir lalu menghampiri Kimberley dan di hadapan Jevaro ia dengan sengaja melingkarkan tangannya di pinggang Kimberley dan berjalan bersama menuju ruang makan.
...............BERSAMBUNG...........
Haii bertemu lagi nih di hari kedua tahun 2022
Tetap semangat ya
Jangan lupa like komen dan jadikan favorit ya
Kalau punya VOTE boleh donk dibagi 😊🙏
Atau ada yang berkenan menyebarkan bunga, memberi
secangkir kopi atau bintang bintang di langit silakan dengan senang hati tak perlu merasa sungkan 😁
Terima kasih ya yang sudah setia memberikan dukungan kepada Kimberley. dukungan kalian sangatlah berarti bagi Kimberley untuk menemukan cinta sempurnanya. 🙏😊
Sambil menunggu up
kalian bisa mampir ke karya teman aku Nophie
Rebirth Pembalasan Dendam Tuan Muda.
❤️Happy Reading ❤️