Find The Perfect Love

Find The Perfect Love
Nyaris terungkap



"Calon mantu? Aro sudah punya calon Om?" tanya Kimberley.


"Jangan dengerin papah aku Kim, papah cuman bercanda, ya kan pah" Jevaro berusaha memberi kode khusus pada ayahnya


"Aro kamu sudah punya pacar? Rose, kamu tahu?" tanya Kimberley sambil menoleh ke arah Rose.


Rose hanya menggeleng lemah.


"Aro kok gak dikenalin ke kami pacarnya?" desak Kimberley


"Lho bukannya kamu----" belum selesai ayah berbicara Jevaro langsung berusaha mengalihkan topik.


"Oh ya tadi kata dokter nanti sore aku sudah boleh pulang," jelas Jevaro.


'"Bukannya kamu pacar Jevaro?" tanya ayah penasaran.


Jevaro panik pengalihan topik yang tadi dilemparkannya tidak berhasil


Rose tahu kepanikan Jevaro tapi ia sudah tidak punya energi lagi untuk menolong Jevaro.


"Mungkin sudah saatnya ayah Jevaro tahu kebenarannya kalau Kimberley bukan calon menantunya" pikir Rose.


"Permisi keluarga Nathanael Jevaro Reynaldi?" tanya suster.


"Iya saya papahnya" jawab ayah.


"Mari ikuti saya pak" ajak suster Rumah Sakit.


"Baik sus" kemudian ayah berjalan mengikuti suster.


"Uff" Jevaro bernafas lega,


"Gawat nih! rencana aku untuk mengungkapkan perasaan dan melamar Kimberley bisa berantakan, kalau sampai ayah ikut campur." batin Jevaro.


Lain halnya dengan Jevaro, sekilas wajah Rose nampak kecewa karena ayah belum tahu kebenaran yang ditutupi oleh Jevaro.


"Aro maksud papah kamu apa sih? beneran nih kamu belum punya calon, jangan jangan kenal di Singapura ya?" goda Kimberley


"Gak ada! mana pernah aku punya kenalan wanita selain---" Kalimat Jevaro terhenti sejenak.


"Selain siapa ?" desak Kimberley ingin tahu


"Selain kalian lah" jawab Jevaro singkat.


Suasana hening untuk sesaat,


"Tumben nih kamu ingat aku, kirain udah lupa" goda Jevaro.


Jevaro berusaha meraih botol minum


Dengan sigap Kimberley memberikan botol minum Jevaro. "Nih, haus ya"


Jevaro membalas dengan senyuman lebarnya sambil menganggukan kepala.



"Sepertinya aku semakin mantap untuk mengungkapkan perasaan aku sebenarnya pada Kimberley, sebelum semua terlambat dan Kimberley jadi milik Yasir, " batin Jevaro.


Rose hanya diam di sudut ruangan, hatinya ingin berteriak "Kenapa Jevaro tidak menyukaiku apa kurangnya aku? mungkin di mata Jevaro aku cuman pegawai jadi dia tak mungkin melirikku." batin sedih Rose.


Jevaro dan Kimberley nampak sedang bersenda gurau., Rose hanya terdiam mematung dengan tatapan kosong.


"Andai ada sedikit saja tempat untukku di hatimu mungkin aku akan merasa bahagia, sayangnya semua sudah teruntuk Kimberley.padahal kamu tahu persis Kimberley sudah ada yang memiliki." gumam Rose.


Tiba-tiba ponsel Rose bergetar ia meraih ponselnya dan berpikir sejenak saat melihat nama yang tertera disana "Yasir".


"Ada apa ini kenapa bocah tengil ini menelepon diriku bukan langsung menelepon Kimberley?" tanya Rose dalam hati.


"Hallo"


"Hai Rose kalian dimana?" tanya Yasir.


"Tumben kenapa gak langsung saja tanya Kimberley.?" protes Rose.


"Hape nya off, yahh aku telepon kamu, kan kalian lagi bareng berdua" lanjut Yasir.


"Oh...ini kami lagi jenguk Jevaro" kata Rose.


"Oke Rose tunggu ya aku nyusul ke sana." pinta Yasir.


Lalu ia menutup teleponnya.


"Rose.." panggil Jevaro


"Iya pak" sahut Rose


"Sini ngapain dipojokkan sana" ajak Jevaro


"Ndak apa apa pak takut ganggu" sahut Rose


"Ganggu apa kita kan gak lagi rapat, aku sini Rose kita ngobrol bareng" lanjut Kimberley yang merasa mereka hanya berbincang santai.


Tidak berapa lama kedua orang tua Jevaro datang.


"Heii nak Rose ..... Kimberley, senang melihat kalian disini menemani Jevaro" ucap ibu.


"Lho kalian ini sudah pada makan siang belum?" tanya ayah.


"Belum pah" sahut Jevaro.


"Maaf Kim... Rose, aku jadi lupa, biasa sendiri gak ada yang diajak ngobrol, jadinya seneng banget kalian datang, lupa deh kalau sudah waktu makan siang" ucap Jevaro.


"Aku pesankan makanan online ya, kalian mau makan apa?" tanya Jevaro.


"Hmm gak usah Aro, kita juga sudah mau pulang kok" Kimberley ingat tadi Yasir berpesan nanti makan siang bersama


"Makan sedikit dulu disini bareng Jevaro ya, biar Jevaro makannya lahap karena ada kalian " sahut ibu sambil mengerling ke arah Jevaro


"Selamat siang"


Semua pada menoleh ke arah suara tak terkecuali Jevaro juga


Saat mengetahui siapa yang datang Jevaro langsung diam membisu,


"Lho kamu Yasir kan?" tanya ayah.


"Iya om saya Yasir" jawab Yasir sopan.


"Maaf baru muncul sekarang, lagi padat jadwal syuting" jelas Yasir pada Jevaro.


"Hmm gak apa apa kok" sahut Jevaro singkat.


Rose berdiri tegang di dekat pintu, sedangkan Kimberley tersenyum manis melihat kekasihnya datang dan bersikap sopan pada Jevaro tidak seperti biasanya yang seakan akan bila mereka bertemu seperti akan saling menerkam.


"Bagaimana keadaanmu sekarang, sudah pulih kan?" Yasir berusaha memecahkan suasana karena ia tahu pasti Jevaro tidak menyangka dengan kedatangannya yang sama sekali tidak diharapkan.


"Sudah membaik, tadi dokter baru saja bilang nanti sore Jevaro sudah boleh pulang dan bulan depan kembali lagi untuk cek tulangnya yang patah." jelas ayah Jevaro.


"Wow kabar bagus ini, selamat ya Je, kamu sudah boleh pulang" ucap Yasir.


"Iya" sahut Jevaro berusaha tersenyum.


"Gila! tumben Yasir manis banget sikapnya ke aku, padahal biasa jutek dan selalu uring uringan bila Kimberley dekat denganku." pikir Jevaro heran


"Kamu kerja apa Yasir kok tadi kalau tidak salah dengar kamu bilang lagi padat jadwal syuting" tanya ayah Jevaro penasaran.


"Saya pemain sinetron om," sahut Yasir singkat.


Entah mengapa ayah Jevaro tertarik dengan sosok Yasir yang misterius, bagaimana tidak semua orang yang ia tanya tentang sosok Yasir selalu berusaha berkelit sampai ia lupa untuk bertanya lebih lanjut.


"Hmm sekarang saatnya untuk mengungkapkan misteri ini" batin ayah.


"Okay Je sudah pukul dua siang nih kami mau pamit dulu ya" pamit Yasir.


"Lho kita makan bersama saja disini" tawar ayah.


"Iya nak sekalian menemani Jevaro." seru ibu.


"Terima kasih Tante Om tapi Yasir sudah terlanjur pesan tempat untuk makan siang " jelas Yasir.


"Oh begitu, ya sudah kalau begitu, terima kasih ya sudah mampir " ucap ayah .


"Om Tante Kimberley pamit dulu ya" pamit Kimberley sambil mencium tangan kedua orang tua Jevaro.


"Iya sayang hati-hati ya" pesan ibu.


Dengan cekatan Yasir mendorong Kimberley yang duduk di kursi roda.


"Rose.., Kimberley ikut mobil aku, kita ke cafe Cinamon ya tadi aku sudah booking tempat di sana, kamu ikuti aku" jelas Yasir.


Jevaro hanya bisa memandang kepergian Kimberley dengan sedih.


"Sebentar Yasir, boleh saya bertanya" tanya ayah.


Mengetahui ayahnya mau menanyakan sesuatu pada Yasir, jantung Jevaro berdebar tak menentu.


"Mampus, bakal dapat briefing panjang kali lebar nih" kuatir hati Jevaro.


"Boleh, ada yang bisa saya bantu om?" tanya Yasir


Rose melihat ketegangan di wajah Jevaro, dan keseriusan ayah menanyakan sesuatu pada Yasir.


"Maaf Yasir tadi kamu booking tempat di Cinamon untuk jam berapa?" tanya Rose tiba-tiba.


"Yahh sekarang ini jam setengah tiga" jawab Yasir.


"Batas pinalti cafe Cinamon hanya 15 menit lho, kalau terlambat hangus" Rose mencoba mengingatkan.


"Oh ya??" berarti tinggal 15 menit lagi ini' sahut Yasir.


Rose mengangguk cepat.


"Okay kalau begitu kita langsung meluncur kok, om maaf ya nanti kalau kita berjumpa lagi saya---" sahut Yasir merasa tidak enak dengan ayah Jevaro.


"Oh tidak apa-apa nak, gak terlalu penting juga kok, kapan kapan kita masih bisa bertemu dan ngobrol lagi." jawab ayah.


"Terima kasih om ...... Tante selamat siang," pamit Yasir.


"Kami permisi dulu, pak Jevaro kami pergi dulu ya" seru Rose


Jevaro akhirnya bisa bernafas lega ia tidak menyangka yang ia kuatirkan kembali tidak terjadi.


Sekali lagi status Yasir masih tersimpan rapih, ayahnya belum mengetahui kebenaranya.


"Terima kasih Rose, kamu sudah menyelamatkanku" batin Jevaro dalam hati.


................BERSAMBUNG...............


Terima kasih ya sudah setia selalu menunggu update FIND the Perfect Love


Jangan lupa kelincahan jempol kalian dalam pemberian like komen dah segala support sangat berarti untuk Kimberley dan cinta sempurna nya


love you guys


Sambil menunggu up kalian bisa mampir ke novel teman aku yang berjudul Trio kancil


❤️ Happy Reading ❤️