Find The Perfect Love

Find The Perfect Love
memadu kasih



"Yasir..!!" Kimberley tampak tergopoh-gopoh berlari memasuki ruangan perawatan Yasir.


.................🌹🌹🌹...................


( kembali bentar ya saat Rose menemukan Kimberley.)


Ketika selesai makan dan akan kembali ke ruangan Yasir, Kimberley dan Jevaro bertemu Rose.


Rose langsung mengabarkan bila Yasir sudah sadar dan mencari Kimberley.


Mengetahui Yasir telah sadar dari pengaruh obat tidurnya dan mencari dirinya, Tanpa menunggu lama, Kimberley langsung berlari untuk menemui Yasir.


(di kamar Yasir.)


"Hai Kim, selesai sarapan ya?" tanya Yasir sambil tersenyum.


Kimberley menata nafasnya terlebih dahulu, lumayan bikin ngos-ngosan dari lantai dasar ke lantai 3 .


Yasir tersenyum lalu menyodorkan botol berisi air mineral pada kekasihnya,"Minum dulu say"


Kimberley menghampiri Yasir dan mengambil botol air mineral yang disodorkan padanya dan meminumnya.


"Terima kasih sayang" ucap Kimberley.


Yasir tersenyum manis pada Kimberley.


Kimberley yang melihat keadaan Yasir jauh lebih baik dari sebelumnya sangatlah bersyukur dan bahagia.


"Benar kata Rose, Yasir terlihat jauh lebih fresh dari yang sebelumnya." batin Kimberley.


Kimberley lantas memeluk Yasir dan menangis bahagia.


Yasir pun membalasnya dengan mengusap rambut Kimberley dengan penuh kasih.


"Sayang aku senang kamu sudah sadar dan kembali pulih, kemarin aku khawatir sekali, tapi melihat kamu segar seperti sekarang aku bahagia banget" ucap Kimberley lirih sambil semakin mengeratkan pelukannya.


"Iya sayang, aku juga kangen banget sama kamu, kangen jalan-jalan berdua sama kamu" Yasir terus membelai Kimberley, dan senyum tersungging manis dibibir Yasir.


"Eh ntar kalau kunjungan pasien, kita tanya dokter yuk sudah boleh kah besok kamu jalan jalan disekitar sini di taman Rumah Sakit, biar kamu juga bisa menikmati sinar matahari pagi. Ntar aku yang akan menemani kemana pun kamu mau pergi. bagaimana?" harap Kimberley.


"Okay nanti kita tanya dokter Wahyu" sahut Yasir.


"Kim..." ucap lirih Yasir.


"Hmm'' jawab Kimberley masih memeluk dengan erat tubuh Yasir seolah-olah tidak ingin dipisahkan.


"Aku ingin kita menikah setelah aku keluar dari Rumah Sakit" ucap Yasir serius.


Kimberley menatap Yasir intens. mencari keseriusan ucapan yang baru ia dengar.


"Kimberley Ryan andai aku diberi kesempatan kedua oleh Tuhan membahagiakanmu maukah kamu menikah dengan ku?" tanya Yasir sambil kedua tangannya menyentuh wajah Kimberley dan menatapnya penuh kelembutan.


"Ya Yasir aku bersedia" sahut bahagia Kimberley.


Akhirnya mereka saling berpangutan melepas rindu yang sangat dalam.


"Aku mencintaimu Kimberley Ryan sangat mencintaimu" bisik Yasir.


"Aaahh... Yasiir... aku juga sangat mencintaimu" lenguh Kimberley saat Yasir mencumbunya mesra. dan menyentuh bagian sensitif dirinya.


Hanya cicak dan beberapa nyamuk saksi cinta mereka .


Yasir terus melancarkan serangan serangan cintanya, Yasir melepaskan semua kerinduannya pada calon istrinya itu.


Kimberley pun hanya pasrah mengikuti alur cinta yang dirangkai indah oleh Yasir untuknya.


Saat ini yang terdengar hanyalah suara cicak dan erangan erangan nikmat Kimberley.


Yasir terus ******* bibir Kimberley, memberi beberapa stempel tanda kepemilikan di sekitar leher dan dada.


Dan ketika bibir itu mengulum, dan menghisap lingkaran kecil puncak gunung Kimberley, dari bibir nya keluarlah suara suara indah.Yang membuat Yasir semakin bergairah dan liar.


Kimberley pun saat ini sudah duduk di atas tubuh Yasir, dan bergoyang lembut lalu semakin liar mengikuti irama gejolak cinta mereka, terdengar jeritan nikmat saat tubuh mereka telah menjadi satu.


Setelah puas melepas kerinduan dan gairah cinta diantara mereka , Kimberley pun tertidur pulas dalam dekapan Yasir.


...............❤️❤️❤️❤️❤️.............


Di luar ruangan Yasir.


Terlihat Jevaro termenung di depan jendela.


Beberapa kali terlihat ia menarik nafas dalam dan menghembuskannya.


"Hmm kenapa kebahagiaan hari ini hanya sesaat saja kurasakan. Tuhan apakah aku tak boleh untuk merasakan kebahagiaan bersamanya lebih lama lagi?" gerutu Jevaro terhadap Kenyataan yang ada.


Dari jarak yang tidak terlalu jauh Rose diam-dian memperhatikan kegalauan yang dirasakan Jevaro.


"Hmm ternyata Jevaro benar benar sangat mencintai Kimberley," gumam Rose.


'Tuhan mengapa cinta ini terasa begitu rumit, aku mencintainya tetapi dia mencintai sahabat aku dan sahabat aku mencintai yang lain lagi." lirih Rose merasakan ketidakadilan cinta.


"Rose.." Jevaro berusaha menyadarkan Rose dari lamunannya.


Jevaro mencoba sekali lagi untuk menyadarkan Rose,"Rose"


"Hai pak Jevaro , maaf" jawab Rose merasa bersalah.


Rose sadar dan yakin Jevaro pasti sudah lama di depannya tadi betapa malunya dirinya ketahuan melamun.


"Gak apa-apa Rose, santai saja aku juga tadi melamun" Jevaro kembali mencoba meyakinkan Rose untuk tidak perlu sungkan dengannya.


"Aku cuman titip pesan mungkin saja kalau Kimberley mencariku, bilang padanya aku pulang dulu ada yang harus aku selesaikan di kantor sebentar. Nanti aku juga akan kembali kesini lagi kok." Jevaro tersenyum miris,rasanya tidak mungkin Kimberley akan mencari dirinya.tetapi ia tetap berusaha menpercayainya.


"Baiklah pak, nanti akan saya sampaikan.pada Kimberley." sahut Rose.


"Bye Rose " kemudian Jevaro pun melangkah pergi meninggalkan Rose .


Saat Jevaro melangkah pergi ia berpapasan dengan Aqib.


"Pulang dulu kak " pamit Jevaro.


"Oke, take care " sahut Aqib lalu pergi meninggalkan Jevaro.


"Hai Rose " sapa Aqib.


"Kakak darimana? kakak sudah tahu kalau Yasir sudah sadar." jelas Rose


"Ha.. serius? Yasir sudah sadar?!" Aqib langsung masuk ke kamar Yasir.


"Kak tunggu ! ada----" kalimat Rose terpotong Aqib sudah langsung masuk keruangan .


Betapa terkejut nya Aqib melihat Kimberley tertidur pulas dalan dekapan Yasir, dan baju Yasir terkesan setengah terbuka, dan berantakan.


Melihat sepasang kekasih ini sedang tertidur dengan pulasnya dan saling berpelukan, Aqib berpikir untuk keluar meninggalkan mereka .


"Kak Aqib..." tiba-tiba terdengar suara Yasir memanggil kakaknya.


Langkah Aqib terhenti.


"Nanti sore bila Kimberley pulang bersama Rose, kakak kesini ya ada yang ingin aku katakan " pesan Yasir pada kakaknya.


Aqib menoleh sebentar ke arah Yasir yang sedang membelai rambut kekasihnya dan sesekali menciumnya.


Ada perasaan cemburu di hatinya tetapi ia berusaha sekuatnya untuk tidak menghiraukan perasaan itu


"Baiklah" sahut Aqib lalu ia berlalu dari hadapan Yasir.


Melihat Aqib keluar kamar dengan wajah ditekuk.


Kekepoan Rose mulai bereaksi, memberikan dugaan ada sinyal kemarahan dan kekecewaan di raut wajah Aqib.


"Ada apa kak.... kenapa? Yasir sadar kan? mereka lagi ngobrol kan?" Rose memberondong pertanyaan bertubi tubi.


"Mereka sedang tidur" sahut singkat Aqib


"Haa tidur?" heran Rose dibuatnya.


Rose memandang penuh arti ke arah Aqib.


"Makin kesini kenapa sikap Aqib begitu tidak menyenangkan tidak seperti kak Aqib yang pertama kali ia kenal , kak Aqib yang sekarang terkesan dingin" batin Rose.


Aqib berjalan menuju ke jendela menghela nafas beberapa kali , dan kembali berada di dunia lamunannya.


Rasanya ia sudah tidak mampu lagi menahan gejolak yang la rasakan.


Ingin rasanya ia bisa menceritakan pada semuanya kalau ia juga mencintai Kimberley.


Ingin rasanya memeluk dan mencium puas Kimberley tapi sayangnya itu hanyalah mimpi baginya.


Aqib berharap impian dan harapannya yang entah karena apa dan kapan suatu hari dapat terwujud.


Aqib teringat pesan Yasir yang mengatakan padanya sore ini Yasir ingin berbicara dengannya.


"Apa yang ingin Yasir katakan, apakah masih seputar perasaanku pada kekasihnya.?" pikir Aqib.


"Kakak masih lama disini?" tanya Rose serius.


Aqib mengangguk sambil terus memikirkan undangan Yasir untuknya.


Tetapi Aqib pun merasa ada yang aneh melihat isi ruangan Yasir tadi.


Ia ingat sekali dan paham letak barang barang yang ada di kamar Yasir dan tadi sangatlah berbeda dan sedikit berantakan.


"Ada apa ya? kenapa Yasir bertelanjang dada!?"pikir Aqib.


"Kak Aqib aku pulang dulu ya" pamit Rose


"Mau menyelesaikan beberapa urusan di kantor dulu, ntar aku mampir lagi untuk menjemput Kimberley pulang mandi terlebih dahulu." jelas Rose.


Aqib hanya menganggukkan kepalanya."Hati-hati Rose"


Kemudian pergilah Rose meninggalkan Aqib seorang diri.


"Semoga semua baik baik saja berharap yang terbaik untuk kalian semua." doa Rose untuk semuanya.


..................🌹🌹🌹🌹.............


"