
Jevaro sudah berada di depan ruangan Kimberley.
Ia memutuskan untuk langsung masuk ke ruangan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Jevaro yakin Kimberley tidak memakai topengnya bila ia langsung masuk, sehingga perasaan sesungguhnya Kimberley dapat diketahui.
Jevaro membuka pintu ruangan Kimberley dengan perlahan,dan benar dugaannya Kimberley sedang berdiri memandang jendela dengan tatapan kosong.
Jevaro menutup pintu perlahan dan menghampiri Kimberley, ia menyentuh dengan lembut pundak Kimberley.
Kimberley yang merasa ada yang menyentuhnya ia menoleh perlahan ke arah sentuhan dan menengadah ke atas terlihat Jevaro yang sedang menatapnya lembut.
Kimberley tak bisa lagi menyembunyikan perasaannya, matanya mulai berkaca-kaca.
Jevaro memberanikan diri untuk memeluknya.
Kimberley menangis dalam pelukan Jevaro.
Untuk beberapa saat Jevaro membiarkannya menangis dalam pelukannya, hati Jevaro terasa remuk melihat wanita yang dicintainya begitu rapuh.
Setelah tangisan Kimberley mulai redah, Jevaro mengusap air mata Kimberley,.
"Menangislah Kim, bila memang hatimu ingin menangis Jangan ditahan biar lega hatimu." Jevaro memandang Kimberley sambil tersenyum.
"Aku takut Aro" sahut lirih Kimberley.
"Apa yang kamu takutkan? Kiki? " tanya Jevaro.
Kimberley menengadah menatap tajam Jevaro.
"Rose yang bilang" jelas Jevaro.
"Ibu bilang Kiki sudah sadar akan kesalahannya, tapi aku tidak menemukan sedikitpun di wajahnya rasa penyesalan." ungkap lirih Kimberley.
"Kim, waspada boleh tapi tolong jangan tunjukkan pada Kiki kalau kamu merasa tidak nyaman akan kehadirannya, oke?! percayalah kamu hebat kamu kuat" lanjut Jevaro sambil memegang pundak Kimberley.
Kimberley mengangguk pelan.
"Nah begitu donk, sekarang senyum, ingat Kim kamu tidak sendiri kami akan selalu bersamamu mendukungmu oke" jelas Jevaro.
Kimberley mencoba untuk tersenyum.
"Yasir tunggu" teriak Rose saat melihat Yasir yang akan masuk ke ruangan Kimberley.
Rose tidak menyangka akan kehadiran Yasir karena info yang ada Yasir masih syuting siang ini.
Yasir menoleh ke arah Rose
"Iya kenapa Rose?"tanya Yasir.
"Ehmm, Kamu jangan salah paham ya" ujar Rose
Kedua alis mata Yasir saling berdekatan
"Maksud aku---" Rose bingung menjawab.
"Kimberley di dalam kan?" tanya Yasir.
"Iya.. tapi" bingung Rose menjelaskan.
Yasir menatap curiga pada Rose dan memutuskan langsung masuk ke ruangan Kimberley.
"Yasir!" teriak Rose.
Klik
Yasir terkejut melihat Jevaro mengusap kedua pipi kekasihnya.
Darah cemburu Yasir berdesir dengan sangat cepatnya.
"Lepaskan tanganmu jangan sentuh kekasihku!" teriak Yasir tidak suka dan hendak menghajar Jevaro.
"Stop Yasir" teriak Rose sambil berusaha menahan Yasir.
"Lepaskan biarkan aku menghajar laki laki yang lancang ini, sudah sering aku peringatkan untuk tidak mendekati kekasihku tapi dia terus saja---" Kata kata Yasir terhenti saat Kimberley memeluknya.
"Jangan Yasir jangan! Jevaro hanya berusaha menenangkan aku" seru Kimberley sambil memeluk erat Yasir.
"Menenangkan?" tanya Yasir penasaran.
"Iyaa Kiki kembali datang lagi dan itu membuat perasaan Kimberley gusar " jelas Rose.
"Tiga jam Kimberley mengurung diri di ruangannya dan Jevarolah yang menenangkan Kimberley" jelas Rose kembali.
"Kiki kembali??" Yasir seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
Kemudian Kimberley menjelaskan apa yang terjadi tadi pagi.
Yasir lalu memeluk Kimberley dan mencium keningnya.
"Jangan kuatir sayang selama kita saling mencintai tidak ada yang bisa mengoyahkan hubungan kita" ucap Yasir.
"Apalagi yang direncanakan Kiki kali ini" batin Yasir kuatir.
"Tenang sayang kita hadapi bersama oke" Yasir memeluk dan mengusap rambut Kimberley.
"Kamu harus lebih berhati-hati dan waspada, kita tidak tahu dan yakin Kiki benar-benar sudah menyesal atau ada rencana lain yang sedang ia mainkan" sahut Jevaro.
Jevaro bukannya kuatir dengan Yasir tapi ia lebih kuatir efek perbuatan Kiki akan membuat wanita yang disayanginya menderita lagi, "Tidak jangan sampai kimberley bersedih kembali." pikir Jevaro.
"Kita makan siang dulu yuk, sudah siang nih" ajak Rose
"Yuk Kim" ajak Jevaro
"Eitss kamu ajak siapa?" Yasir menarik tangan Kimberley lalu memeluk pinggang Kimberley.
"Kita makan siang bersama saja yuk, oh ya aku tadi pagi sudah bilang ke ibu, malam ini kalian semua makan malam di rumah aku, dan ibu sudah berjanji akan membuat menu spesial buat kita semua" jelas Kimberley sambil tersenyum.
"Kamu undang dia juga?" tanya Yasir sambil menunjuk ke arah Jevaro.
Kimberley menggandeng tangan Yasir menariknya ke sudut ruangan.
"Sayang please, Rose dan Jevaro sahabat aku jadi aku mohon pengertiannya.' pinta Kimberley
"Aku mencintaimu Kimberley Ryan" ucap Yasir.
"Iya sayang aku juga mencintaimu Yasir Mir" sahut Kimberley.
"Tapi janji ya kamu jangan dekat-dekat dengan sontoloyo itu aku gak suka, aku cemburu" sahut Yasir kesal.
"Yasir..please!" pinta Kimberley.
'Iya iya oke" jawab Yasir
"Makasih sayang buat pengertiannya" Kimberley mengecup kening Yasir
Akhirnya mereka makan siang bersama .
"Rose menurutmu bagaimana dengan Kiki" tanya Yasir serius dan sedikit cemas.
"Menurut aku ada dua kemungkinan, Kiki memang benar bertobat dan menyesali perbuatannya atau pura pura bertobat dan sedang merencanakan sesuatu saat ini'" jelas Rose
"Tapi entah kenapa kok firasatku cenderung yang kedua ya?" timpal Rose.
"Berhati hatilah" pesan Rose.
Acara makan siang selanjutnya terasa begitu hening Baik Jevaro, Kimberley, Rose dan Yasir tenggelam dalam pikiran
mereka masing masing.
Jevaro beranjak dari tempat duduknya menuju ke tempat cuci tangan .
Yasir pun mengikutinya, saat berada disamping Jevaro,"Hei aku harap jangan pernah bermimpi untuk mencari kesempatan mendapatkan Kimberleyku, kami dalam waktu dekat akan tunangan mengerti?! ingat itu,,,!!!"
"Jadi jangan pernah bermimpi terlalu jauh oke, kami akan menikah secepatnya. setelah kami tunangan" sahut Yasir.
"Maaf saya tidak takut, dan tidak peduli!, selama kalian belum duduk di pelaminan masih ada harapan buat aku!" sahut Jevaro tegas dan berlalu dari hadapan Yasir.
"Sial! andai tidak ada Kimberley dan Rose sudah kuhajar dia dari tadi" gerutu Yasir dalam hati.
Akhirnya Yasir mengajak Kimberley untuk meninggalkan tempat dengan alasan ada kejutan untuknya menanti.
"Hmm, kejutan apa lagi sayang? hari ini cukup kejutan dari ibu yang membuat aku goyah," ucap lirih Kimberley.
"Kim percayalah ikut aku yuk" bisik Yasir
"Baiklah'
"'Okay, guys maaf ya aku tinggal kalian berdua" pamit Kimberley.
"Oh ya Aro jangan lupa ya ntar malam," pesan Kimberley.
"Oke Kim" jawab Jevaro dan Rose kompak
Kimberley membalas dengan senyuman manis, dan akhirnya ia mengikuti Yasir.
"Kim dengar ya aku tidak suka kamu berdekatan dengan Jevaro" tegas Yasir.
"Yasir percayalah aku tidak ada hubungan apa apa dengan Jevaro" jelas Kimberley
Setelah Yasir menatap serius ke arah kedua mata Kimberley.
Akhirnya Yasir mencium kening Kimberley, "Kimberley Ryan mau kah kamu menikah denganku?" tanya Yasir.
Yasir berlutut di hadapan Kimberley menunggu jawaban nya.
"Yasir kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan barusan?"
"Aku sadar dan aku serius sayang." sahut Yasir.
"Okay kamu tidak perlu menjawabnya sekarang, kecuali kamu sudah benar benar yakin dengan perasaanmu."sahut Yasir kembali.
Akhirnya mereka kembali ke kantor Kimberley,.
"Jangan lupa ya ntar malam " sahut Kimberley.
"Yup aku pasti datang, jangan lupa pikirkan jawaban dari pertanyaanku tadi oke?!" jawab Yasir
Kemudian Yasir mencium kening , pipi dan ...bibir lembut Kimberley.
................~~.................