Find The Perfect Love

Find The Perfect Love
Selalu untuk selamanya



Kimberley masih termenung entah kenapa ia merasa ada sesuatu yang hilang dari hidupnya. Menatap pesawat yang tinggal landas terasa sedikit menyesakan.



"Selamat jalan sahabat baikku semoga kita bisa secepatnya bertemu kembali." gumam Kimberley dalam hati.


'"Kim, Pak Jevaro pasti kembali, dia hanya memperbaiki sistem kerja cabang Singapura, kalau semua sudah berjalan baik dia tetap pegang PT Sejahterah dan itu artinya dia akan kembali ke Surabaya lagi." Rose berusaha menghibur Kimberley.


Belumm sempat ia menjawab Telepon genggam Kimberley berbunyi ...,


...I am so lonely broken angel...


...I am so lonely listen to my heart...


Kimberley mengambil telepon di saku celananya.


Terlihat di layar hape tertulis nama My love itu artinya Yasir yang menelepon nya.


Sesaat Kimberley melihat ke arah Rose.


Rose paham siapa yang menghubungi Kimberley langsung memberikan kode dengan mengerakan tangannya ke kiri ke kanan untuk tidak memberitahu keberadaan mereka saat ini.


"Iya hallo" Kimberley berusaha sebisa mungkin suaranya terdengar biasa.


"Dear where are you?" Yasir mempertanyakan keberadaan Kimberley saat ini.


Yasir sudah berada di rumah Kimberley, tapi yang ingin ditemuinya ternyata tidak ada di rumah.


"Maaf sayang, ini lagi sama Rose, lagi cari beberapa keperluan kantor" Kimberley mencoba memberi alasan yang terdengar masuk akal.


"Ini juga sudah mau balik kok" Kimberley berusaha membuat Yasir tidak berpikiran macam-macam.


"Aku jemput ya?" Yasir menawarkan bantuan untuk menjemput Kimberley.


"Terima kasih sayang, Rose bawa mobil kok ini juga sudah di parkiran otw pulang." Kimberley mencoba menolak secara halus tawaran Yasir untuk menjemputnya.


"Baiklah kalau gitu, hati-hati ya sayang, aku tunggu di rumah" jawab Yasir


"Iya, sampai ketemu sayang" Kimberley lalu memutuskan hubungan telepon dengan Yasir.


"Akhirnya..., kamu tuh Rose bikin aku boong sama Yasir untung tadi dia gak curiga, kalau ketahuan habis deh, panjang urusannya." gerutu Kimberly.


"Yahhh maaf, tapi bagaimana lagi, daripada Yasir mu ngambek" Rose meminta maaf telah membuat Kimberley berbohong.


"Iya sih yuk kita pulang" ajak Kimberley.


Rose dan Kimberley akhirnya meninggalkan Bandara untuk kembali ke rumah kimberley dimana disana Yasir sudah menunggunya tapi sebelumnya mereka mampir terlebih dahulu ke toko perlengkapan alat kantor untuk membeli beberapa perlengkapan kantor yang dibutuhkan.


Sekaligus untuk membuat Yasir percaya kalau mereka tadi benar belanja ke toko perlengkapan alat kantor.


Tidak lama sampai juga mereka di rumah Kimberley.


"Rose kamu ikutan masuk ya''


"Ok siapa takut" sahut Rose sambil melepaskan sabuk pengamannya.


Kemudian mereka masuk rumah bersama.


Dari ruang tamu Yasir yang melihat Kimberley dan Rose datang langsung berdiri menghampiri.


"Hey dear akhirnya kamu pulang juga" sambut Yasir melihat Kimberley dan langsung memeluk dan mencium pipi kanan dan kiri Kimberley.


"Hei Rose how are you" sapa Yasir pada Rose


"Seperti biasa, Kim ini aku bawa ke kamar ya" sambil mengangkat tas plastik yang berisi alat-alat kantor yang mereka beli tadi, dan berlalu meninggalkan Kimberley dan Yasir.


"Iya, makasih ya Rose" balas Kimberley sambil duduk di sebelah Yasir.


Kimberley dan Yasir saling menanyakan persiapan mereka masing-masing, semua urusan dokumen untuk berlibur sudah selesai tinggal cek ricek saja agar tidak tertinggal.


Terbayang sudah di depan mata perjalanan liburan yang menyenangkan.


Terutama bagi Kimberley besok mereka akan memulai perjalanan panjang menuju India kemudian lanjut ke Kashmir,.


Betapa senang nya Kimberley membayangkan bahwa impiannya untuk melihat secara langsung bangunan Tah Mahal yang begitu indah bersama kekasih hatinya.


Belum lagi perjalanan berikutnya yang sudah lama diimpikan juga, mengunjungi Kashmir sebuah lembah di ujung paling barat barisan Himalaya.


Tidak dirasa oleh Kimberley karena membayangkan betapa indahnya dan serunya liburannya kali ini bersama keluarga Yasir, membuat bibirnya tertarik cantik menimbulkan sebuah garis senyum yang manis di wajah Kimberley.


Yasir yang dari tadi mengamati Kimberley yang sedang menikmati lamunannya, ikut tersenyum juga seolah ia tahu isi dari lamunan Kimberley.


"Hey sayang kamu lagi bayangin apa kok dari tadi senyum-senyum sendiri?" Yasir menyeruput kopi nya sambil ikut tersenyum juga


Kimberley yang sejak tadi asyik dengan lamunannya mulai tersadar kalau dia masih di Surabaya dan baru besok berangkat mewujudkan semua mimpinya.


Kimberley merasa malu pada Yasir karena lamunannya ia jadi melupakan kehadiran Yasir di sampingnya.


"Okay dear aku pulang dulu ya, sore aku kembali lagi" sambil mengacak acak rambut Kimberley Yasir pamit pulang.


"Lho kok pulang gak makan siang disini dulu tadi ibu bikin ikan bakar sama sayur asem biasa kamu suka tuh" tawar Kimberley pada Yasir .


"Makasih sayang aku dah janji sama kak Aqib mau makan bersama sambil menemani kakak mencari pelanggan di sini." sahut Yasir.


"Ntar malam ya aku ajak kak Aqib sekalian makan malam disini " Yasir meminta persetujuan Kimberley yang langsung disambut anggukan cepat oleh Kimberley tanda setuju.


"Okay aku balik dulu ya salam buat Rose" pesan Yasir sambil memeluk Kimberley dan mencium lembut bibirnya.


"I love you" bisik Yasir


" Yeah me too" kemudian mereka saling bercumbu untuk beberapa saat.


"Aku balik dulu ya take care" kemudian Jevaro mencium kening Kimberley.


"Iya kamu juga" Rose tersenyum bahagia.


Ada perasaan bahagia luar biasa akhirnya setelah segala kepahitan kesakitan yang ia rasakan kini telah berubah menjadi kebahagiaan yang tiada tara.


Tidak terasa Yasir sudah hilang dari pandangannya.


Kimberley kembali menuju ke kamarnya ia baru ingat kalau ada Rose yang sedang menunggunya.


Di dalam kamar Kimberley terlihat Rose sedang tidur di kasur sambil mendengarkan musik dan matanya ditutup bantal.


"Hei Rose kita makan yuk lapar nih dari tadi belum makan" sambil menarik tangan Rose .


Kimberley yakin bahwa Rose belum tidur karena kaki Rose masih terlihat bergoyang goyang mengikuti irama musik yang sedang ia dengarkan.


"Rose ayo makan!...., ini perintah langsung dari Kimberley Ryan pemilik PT. Sukses Cemerlang design gravis." kelakar Kimberley agar Rose bangkit untuk makan bersamanya.


Rose membuka bantal yang tadi menutupi matanya kemudian memandang ke arah Kimberley sambil menyipitkan matanya, "Apa pemilik PT Sukses Cemerlang ...., mana?? gak ada..., pemiliknya lagi liburan ke Kashmir lanjut Singapura"


"Rosee......" kembalilah mereka saling lempar bantal dan berlarian saling mengejar sambil tertawa gembira.


"Iya deh iyaa..., ampun ibu Kimberley saya ikut makan deh tapi jangan pecat saya ya please" kelakar Rose sambil menjulurkan lidah menggoda Kimberley.


Setelah lelah berlarian, berteriak dan tertawa bersama akhirnya Kimberley menyerah.


Sambil menata nafasnya " Yuk ah Rose lapar banget nih, kalau mau perang bantal lagi ntar ya habis makan" ujar Kimberley sambil menarik tangan Rose menuju ke ruang makan.


"Baiklah.., kalau tuan putri memaksa, hamba menurut saja" balas Rose merangkul sahabatnya itu, dan tertawa bersama.


Kemudian mereka bersama menuju ruang makan.



...............❤️❤️❤️❤️....................


Haii jadi ikut bahagia nih kalau Kimberley bahagia. 🥰


Sambil menunggu Up berikutnya


kalian bisa mampir ke karya teman aku Pernikahan Toxic tidak kalah seru lho