Find The Perfect Love

Find The Perfect Love
Keputusan Ayah



Ayah menatap serius satu persatu anak-anak yang ada di hadapannya, mulai dari Tini, Yasir dan Kimberley.


Ayah Kimberley sebenarnya sudah mengetahui inti permasalahan di antara mereka, tetapi Ayah ingin mendengar sendiri dari mulut mereka sendiri sehingga bisa memutuskan mana yang patut dibela.



Dengan penuh wibawa Ayah menyampaikan bahwa hubungan persaudaraan itu jauh lebih berharga dari hubungan apa pun. Walau Kimberley bukan saudara kandung Tini tapi tetaplah mereka ada adik dan kakak. Sudah sewajarnya lah seorang adik menghargai kakak nya.Karena seorang kakak bertanggung jawab akan adiknya.


Selain tentang hubungan persaudaraan, Ayah juga bercerita bahwa bukan seorang kakak saja yang memikul suatu tanggung jawab, menjadi seorang laki laki adalah salah satu contoh seseorang yang mempunyai tanggung jawab besar akan semua yang ada disekelilingnya keluarga saudara bahkan kekasih.


Semua yang hadir saat itu terdiam hikmat mendengar nasehat dan pencerahan dari sang Ayah.


"Sekarang ayah mau tanya tapi tolong yang tidak ayah tanya jangan berkomentar sedikitpun kecuali ayah yang bertanya baru kalian jawab, mengerti?" tanya ayah sambil menatap mereka satu per satu.


Semua pada mengangguk tanda telah paham.


"Yasir .. kamu disini yang jadi sumber permasalahan nya" jelas ayah, Yasir ingin protes tapi ayah sudah memberi kode untuk tidak berkomentar dahulu seperti kesepakatan tadi di awal.


"Ayah mau tanya siapa yang kamu cintai Kimberley atau Tini?" tanya Ayah disambut protes dari Kiki " Kok ayah nanyanya gitu? ayah gak adil ' protes Kiki cemberut. " Ayah cuman sayang Kakak jadi selalu bela Kakak!" seru Kiki.


"Lho ga adil bagaimana ?'' seru Ayah.


"Yasir satu-satunya laki- laki yang diperebutkan di sini, jadi dialah kunci dari permasalahan di sini." jawab Ayah bijak.


"Sekarang ayah bertanya ke kamu dahulu, Tini apakah kamu mencintai Yasir?" tanya ayah serius.


Tini melihat Yasir yang hanya diam dengan wajah datar, sedangkan Kimberley hanya menunduk sambil memainkan jari tangannya.


" Tin ... ayah bertanya padamu"


ulang Ayah.


" Iya ayah, Tini mencintai kak Yasir, Tini rela melakukan apa saja untuk kak Yasir asal kak Yasir mencintai Tini." sahut Tini.


"Kimberley..??" panggil Ayah


Mendengar namanya dipanggil ayah, Kimberley dengan perlahan melihat ke arah ayah,


"Iya ayah.."


sahut Kimberley lirih.


"Bagaimana dengan kamu?? kamu mencintai Yasir??" ayah kembali bertanya pada Kimberley sambil menatap lembut ke arah Kimberley.


Kimberley menarik nafas, tidak sengaja Kimberley melihat Yasir sedang menatap nya penuh harap.


"Kim...ayah ulang ya..,apakah kamu mencintai pria yang ada di samping mu?" tanya ayah lagi.


Kimberley terlihat bingung, sebenarnya ia sangat mencintai Yasir tapi... melihat sikap Kiki kepada Yasir apalagi Yasir terkesan membiarkannya membuat Kimberley ragu.


"Kim...," ulang Ayah sekali lagi.


"Susah banget sih tinggal bilang cinta atau tidak " celetuk Kiki


"Tin.... kamu harus tahu, terkadang ada orang yang mudah dalam mengutarakan kata cinta tetapi ada juga yang susah baginya untuk mengatakannya walaupun ia sebenarnya mencintainya, mungkin masih banyak pertimbangan-pertimbangan dan hal-hal lain yang ia pikirkan, tetapi biasanya justru yang gampang mengucapkan cinta itu cintanya gampang pudar, karena yang ia rasakan hanya cinta nafsuu saja bukan cinta yang tulus dari dalam hatinya." timpal Ayah.


Kiki hanya terdiam membisu mendengar ucapan ayah.


"Kim .., sekali lagi ayah bertanya apakah kamu mencintai Yasir?" tanya ayah.


"Kim...??" tanya Yasir berharap cemas sambil menatap Kimberley memohon.


Kimberley benar-benar bingung, hati dan ego nya sedang berperang, tetapi mengingat kejadian tadi dimana Yasir melindungi dirinya dan rela membiarkan dirinya terkena tamparan Kiki, hatinya mulai luluh bagaimana pun juga Kimberley sangat mencintai Yasir.


"Bagaimana Kim? masih belum bisa jawab? atau kamu sudah tidak lagi mencintai Yasir?" tanya ayah memastikan.


"Sudahlah kak Yasir, kalau memang dia sudah tidak mencintaimu jangan dipaksa, masih ada yang lebih mencintaimu dan tidak akan meninggalkanmu" sahut Kiki


"Iya ayah.." jawab Kimberly singkat. Ayah tersenyum mendengar jawaban Kimberley, dan Yasir pun lega mendengar nya. Hanya Kiki yang merasa tidak senang dengan jawaban Kimberley.


"Okay.. sekarang kamu Yasir siapa yang kamu cintai Tini atau Kimberley?" tanya ayah sambil menatap Yasir tajam.


Yasir sudah siap untuk menjawab tiba-tiba....,


"Kak Yasir ... ingat malam itu, kakak harus bertanggung jawab" seru Kiki lantang.


Ayah dan Kimberley langsung menoleh ke arah Kiki, "Malam itu??" ayah dan Kimberley sama-sama bertanya hal yang sama.


Wajah Yasir memerah menahan berbagai emosi yang dirasakan .


"Ada apa ini? apa maksud malam itu, ada apa? Tini kamu bisa menjelaskan nya.?" tanya Ayah sambil menatap tajam Ke arah Tini.


Kimberley pun penasaran dan menatap Yasir meminta jawaban . " Kim ...kamu kenal aku kan? " Yasir meminta belas kasih Kimberley


"Tini ayah ulangi lagi ada apa dengan malam itu?'" tanya ayah kembali.


"Tini sayang katakan ada apa nak?" pinta ibu .


"Malam itu ... malam itu" belum sampai Kiki menjelaskan,.


"Itu tidak benar sayang... Kim kamu percaya aku kan? Ayah .. ibu, itu tidak benar, semua hanya jebakan aku dijebak oleh Kiki" jelas Yasir gusar.


"Jebakan bagaimana?? kak Yasir sudah mengambil yang paling berharga dariku dengan begitu liarnya, sehingga aku tidak mampu melawannya dan sekarang kakak bilang dijebak,?pokoknya kakak harus bertanggung jawab! ibu..." Kiki menangis dipelukan ibu.


Ibu terkejut, sekaligus bingung, kata hati ibu mengatakan tidak mungkin Yasir melakukan itu, Ibu melihat sendiri cinta Yasir hanya pada Kimberley, dan yang jelas-jelas ingin memaksakan hubungan di sini adalah Tini, tapi apa iya Tini anak kemarin sore mampu menjebak seorang Yasir?


Untuk sesaat semua terdiam, tidak ada yang menyangka kalau antara Kiki dan Yasir mempunyai rahasia besar.


"Plak... kamu....kamu tega Yasir ...kamu jahat" Kimberley menampar Yasir, matanya berkaca-kaca menahan tangis pedih, pilu, kecewa dan menyakitkan dirasakannya, kemudian Kimberley berlari mengunci diri di kamar.


Yasir tidak menghiraukan sakit akibat tamparan Kimberley, karena lebih sakit rasanya bila Kimberley tidak mempercayainya lagi.Yasir hendak berlari mengejar Kimberley, tapi tiba-tiba tangannya dipegang ayah dan menahannya.


"Biarkan dia, kamu disini saja ada yang harus kamu selesaikan dan kamu pertanggung jawabkan di sini." terang ayah.


"Ayahh .. tolong ayah, Yasir ingin jelaskan semua pada Kimberley, Yasir dijebak ayah." Yasir menangis memohon .


"Apa benar yang dikatakan Tini?" tanya ayah sambil menahan emosi.


"Kalau itu semua benar kami minta pertanggung jawaban mu untuk menikahi Tini, itu kalau kamu masih ingin disebut laki-laki yang bertanggung jawab" ujar ayah sekali lagi .


"Saya tidak tahu ayah, saya tidak ingat..." sahut Yasir lirih pasrah.


"Kamu ini laki-laki bukan!?, kalau kamu memang berbuat, kamu harus bertanggung jawab! jangan lari dari tanggung jawab itu namanya PENGECUT tahu!" bentak ayah.


"Iya ayah..maaf" Yasir tidak tahu lagi harus bagaimana untuk membela diri, semua menyalahkannya bahkan Kimberley pun tidak mempercayainya.


"Okay sekarang ayah minta lupakan anak saya, Kimberley..., dan nikahi adiknya sebagai bukti tanggung jawab kamu atas apa yang telah kamu perbuat, itu baru namanya laki-laki sejati." perintah ayah.


Yasir hanya bisa menunduk lesu, sedangkan Kiki tersenyum dalam hati. "Akhirnya aku bisa memiliki Yasir " sorak batin Kiki.


"Pulanglah...besok kita bicarakan lebih serius ayah dan ibu ingin istirahat terlalu pelik masalah hari ini, jangan lupa beri kabar orang tuamu kalau kamu akan segera menikah terserah kamu mau menikah di sini atau di Kashmir, ayah tunggu kabar gembiranya" jelas ayah.


Yasir hanya bisa menghela napas pilu, tidak tahu lagi bagaimana caranya untuk membuktikan kalau ia dijebak , dan tidak sadar akan apa yang terjadi malam itu , apa iya ia telah menodai Kiki?? pikiran itu terus melintas di otaknya.


Sebelum Yasir pulang, Yasir titip pesan pada ayah dan ibu tentang perasaan yang dirasakannya saat ini ,


"Ayah... Ibu... tolong sampaikan pada Kimberley aku sangat mencintainya,maaf aku telah melukai hatinya" pinta Yasir lalu pergi meninggalkan rumah Kimberley dengan perasaan sedih, kecewa, marah, dan penyesalan luar biasa.


...........~~~~.................