Find The Perfect Love

Find The Perfect Love
Bertemu orang tua Jevaro



Sesampainya mereka di Rumah Sakit, Kimberley secepat kilat menuju ke resepsionis.


"Permisi, korban kecelakaan yang baru datang ada dimana ya sus?" tanya Kimberley.


Terlihat sekali aura cemas di wajah Kimberley.


Bagi Kimberley Jevaro adalah kakak dan sahabat yang selalu hadir tanpa diminta disaat ia butuh bahu untuk bersandar.


Jadi suatu yang wajar baginya bila saat ini disaat Jevaro membutuhkan semangat ia hadir untuknya.


Setelah mendapat informasi dari suster bahwa Jevaro masih berada di ruang operasi, maka Kimberley, Rose dan Yasir pun menuju ke ruang operasi.


Di depan kamar operasi terlihat kedua orang tua Jevaro.


Rose menghampiri kedua orang tua Jevaro dan memperkenalkan diri sebagai sahabat dekatnya Jevaro.


"Saya Rose, ini kimberley dan itu Yasir " Rose memperkenalkan diri kepada orang tua Jevaro.


Orang tua Jevaro tersenyum senang sahabat sahabat anaknya datang untuk menjenguk Jevaro.


"Kimberley??" kedua orang tua Jevaro tersenyum dan saling berpandangan penuh arti.


Rose menatap curiga, "Ada apa ini kenapa orang tua Jevaro saling pandang dan tersenyum saat berkenalan dengan Kimberley"


"Keluarga Jevaro Reynaldi?" tanya suster.


"Iya kami sus" jawab ayah Jevaro.


"Keadaan tuan Jevaro sudah melewati masa kritisnya. ada trauma di leher dan patah tulang di kaki tapi semua sudah dapat teratasi." jelas dokter yang menangani kasus Jevaro.


"Syukurlah, apa kami sudah boleh menjenguknya Dok?" tanya ayah Jevaro.


"Silakan tapi satu satu ya" jelas Dokter.


Akhirnya satu persatu bergantian ibu, lalu ayah, Rose dan Kimberley.


"Kim aku gak ikut masuk ya, kamu saja tapi jangan lama-lama aku cemburu" bisik Yasir.


Kimberley menatap Yasir sesaat, lalu menganggukkan kepalanya.


Kimberley paham Yasir memang tidak terlalu menyukai Jevaro tapi mau mengantarnya sampai ke Rumah Sakit, itu sungguh pengorbanan ego yang sangat besar, dan Kimberley sangat menghargainya.


Setelah ibu keluar dari ruangan Jevaro, ayah Jevaro menghampiri Kimberley.


"Nak Kimberley, silakan kalau mau bertemu Jevaro" ucap ayah Jevaro.


Kimberley bingung kenapa bukan ayahnya Jevaro dulu yang menjenguk Jevaro.


Ketika Yasir mendengar perkataan ayah Jevaro,ada perasaan sakit di hatinya,ingin sekali rasanya menjelaskan pada orag tua Jevaro dia adalah kekasih Kimberley, bukan Jevaro.Tapi dalam situasi seperti saat ini sepertinya kurang tepat, kasihan orang tua Jevaro harus kecewa dengan kenyataan yang ada.


"Ayoo Kim masuklah" bisik Rose


"Om saja dulu saya setelah om gak pa pa." ucap Kimberley.


"Kamu saja dulu, Jevaro pasti cepat pulih kalau tahu kamu menjenguknya" sahut ayah Jevaro.


Rose secepat kilat menoleh ke arah Yasir, jantungnya berdegup kencang kuatir Yasir tersinggung dan emosi.


Tapi ternyata yang dikuatirkan tidak lah terjadi justru Yasir memberi kode Kimberley untuk menemui Jevaro.


"Hmm ada apa ini tumben si bocah tengil ini bersikap kalem" pikir Rose.


Beda Rose beda pula Yasir.


Yasir berpikiran Kimberley adalah miliknya biarpun seluruh dunia mengira Jevaro pacar Kimberley tapi kenyataan yang terjadi Kimberley adalah miliknya, cinta Kimberley hanyalah padanya sedangkan pada Jevaro hanya sebatas rasa iba dan solidaritas sebagai seorang sahabat hanya itu.


" Sebentar lagi Kimberley akan resmi menjadi milikku jadi tidak ada yang perlu dikuatirkan lagi." pikir Yasir.


Akhirnya karena semua pihak mendesaknya untuk masuk menjenguk Jevaro, masuklah Kimberley melihat keadaan Jevaro.


Kimberley membuka pintu perlahan, ia sangat terkejut ketika melihat keadaan Jevaro.


Spontan Kaki dan tangannya terasa lemas, Kimberley tidak kuat melihat Jevaro dalam keadaan tak berdaya seperti ini Jevaro belum sadar dan lehernya pun masih diberi penyangga leher.



Kimberley tak mampu menahan tangisnya ia meraih tangan Jevaro dan menciumnya, "Aroo, kenapa kamu bisa seperti ini ?"


"Kamu selalu bilang agar berhati-hati jika membawa mobil, tapi kenapa kamu tidak melakukannya?" ucap Kimberley


Tiba-tiba Kimberley merasa ada yang menyentuh pundaknya,"Kata warga sekitar ada truk yang tiba-tiba melintas memotong jalur, sepertinya Jevaro terkejut dan membanting setir ke kiri lalu berhenti setelah menabrak pohon."


Kimberley menoleh ke sumber suara, ternyata ayah Jevaro yang masuk dan memberinya penjelasan tadi.


"Truk nya bagaimana om?" tanya Kimberley.


"Kabur, truknya lari sampai sekarang dalam pencarian polisi, masih ditelusuri melalui cctv sepanjang jalan tadi." kembali ayah Jevaro menjelaskan.


Tiba-tiba Jevaro menggerakan jari tangannya.


Kimberley merasa ada yang bergerak dalam genggaman tangannya.


"Om ..Om..Jari Aro..." teriak Kimberley sambil menunjukan pada ayah Jevaro jari tangan Jevaro yang bergerak.


"J...kamu sudah sadar nak" seru ayah Jevaro bahagia.


"Om panggil dokter dulu ya" ucap Ayah Jevaro.


Kimberley mengangguk.


"Aroo..., ini aku Kimberley kamu sudah sadar kan? kamu dengar aku kan? Aroo buka mata please" Kimberley kembali menangis sambil tetap menggenggam tangan Jevaro.


"Permisi nona, biar saya periksa dulu kekasihnya" kemudian dokter memeriksa kondisi Jevaro.


Kimberley terkejut mendengar dokter menyangka ia kekasih Jevaro.


Kimberley menoleh kanan kiri untuk mencari keberadaan Yasir, sempat jantungnya berdegup kencang kuatir Yasir mendengar dan akan menimbulkan kericuhan.


Akhirnya Kimberley bisa bernafas lega karena ia sadar bahwa hanya ada dia dan ayah Jevaro di dalam ruangan ini.


"Maaf bisa minta tolong keluar dulu biar pemeriksaannya bisa lebih leluasa dan fokus" ucap Dokter


"Baiklah dok, saya tinggal dulu ya"


"Yuk Kimberley kita keluar dulu biar dokter memeriksa lebih lanjut keadaan Jevaro" ajak ayah Jevaro.


Kimberley mengikuti saja ketika ayah Jevaro keluar ruangan .


Melihat ayah dan Kimberly keluar ruangan, ibu menghampiri mereka,"Bagaimana pah keadaan anak kita?"


"Sabar mah, Dokter masih memeriksanya, berkat kedatangan Kimberley Jevaro langsung punya semangat untuk sadar dengan menggerakkan jarinya" jelas ayah.


Ibu menghampiri Kimberley,dan memeluknya penuh kasih sayang "Terima kasih nak" lirih ibu.


Kimberley bingung, kenapa ibunya Jevaro tiba-tiba memeluknya tapi untuk menghargai dan menghormatinya sebagai orang tua, ia juga tidak banyak tanya, hanya membalas memeluk ibu Jevaro.


Yasir hanya bisa berusaha untuk memahami dan menghargai situasi dan kondisi yang terjadi saat ini.


Kembali mereka menunggu hasil pemeriksaan dokter .


Tidak lama kemudian Dokter keluar dari ruangan dan memberitahukan keadaan Jevaro, menurut dokter Jevaro akan di observasi lebih lanjut satu malam ini di ruangan khusus hingga keadaannya benar benar stabil, baru kemudian dipindah ke ruangan VIP.


Akhirnya Rose dan teman teman berpamitan dan berjanji besok mereka akan menjenguk Jevaro kembali.


Kedua orang tua Jevaro mengucapkan terima kasih atas segala bentuk perhatian yang diberikan khususnya untuk anaknya.


Setelah berpamitan. akhirnya mereka pun pulang ke rumah masing-masing.


"Yasir makasih ya sudah diantar pulang" pamit Rose .


"Sama-sama Rose kamu kan sahabatnya Kimberley, berarti sahabat aku juga " sahut Yasir sambil tersenyum.


Rose sedikit takjub dengan perubahan sikap Yasir yang begitu pengertian, tidak emosian dan baik hati.


Akhirnya tinggal Kimberley dan Yasir di mobil menuju ke rumah Kimberley.


"Kim besok kalau mau menjenguk Jevaro, kamu bareng Rose ya, besok aku ada syuting jadi gak bisa antar ke Rumah Sakit gak apa apa kan sayang'" ijin Yasir.


"Iya gak apa apa aku paham kok" sahut Kimberley tersenyum manis.


"Sayang kamu tahu gak, hari ini aku bangga banget sama kamu jadi bikin aku makin sayang sama kamu'" ucap Kimberley sambil menyenderkan kepalanya ke bahu kiri Yasir.


"Bangga?? kenapa?kamu ini, ada ada saja biasa aja kalee " sahut Yasir


"Iya aku bangga, karena kamu sudah berhasil melawan Ego kamu."


"Aku tahu kamu gak terlalu suka dengan Jevaro tapi kamu tetap berbesar hati untuk peduli pada keadaan Jevaro, dan itu hebat tau!" Kimberley tersenyum manis dan mencium pipi Yasir.


"Aku mencintaimu Yasir" bisik Kimberley di telinga Yasir.


Yasir tersenyum,"Aku lebih-lebih lagi sangat mencintaimu"sambil mencium kening Kimberley.


Malam semakin larut akhirnya sampailah mereka di rumah Kimberley.


"Oke sayang aku balik ya besok aku ada syuting, hati hati di jalan kalau mau menjenguk Jevaro, kabari aku kirim pesan saja kalau ponsel aku off oke , selesai syuting aku langsung telepon kamu, selamat malam love you" pesan Yasir.


"Love you too hati-hati dijalan ya"


Yasir mengangguk, dan meninggalkan Kimberley di gelapnya malam.


............... BERSAMBUNG.............