Find The Perfect Love

Find The Perfect Love
Bahagiamu Bahagiaku



Pesta pernikahan impian Kimberley dan Jevaro yang bernuansa putih, penuh dengan bunga di pinggir pantai telah selesai.


Semua tamu undangan pun sudah tak nampak hanya tamu undangan yang terdaftar sebagai tamu verry important person yang masih berada di hotel.


"Selamat ya buat kalian berdua bahagia untuk selamanya." Raymond mengulurkan tangan memberikan selamat pada Jevaro dan Kimberley.


"Terima kasih Ray, dan terima kasih juga buat terselenggaranya pesta pernikahan impian kami. Kamu telah sukses mewujudkan impian kami berdua. Ntar aku rekomendasikan ke teman-teman yang membutuhkan wedding organizer," balas Jevaro puas dengan hasil kerja Raymond dan tim


"Terima kasih banyak pak Ray, kami sangat terkesan." Lanjut Kimberley.


"Syukurlah kalau sesuai dengan yang kalian mau, Kami selalu berusaha mewujudkan apa yang klien minta." Sambut Raymond lalu berpamitan.


Tamu-tamu spesial mereka sepertinya sedang istirahat karena lelah. Ada juga beberapa yang masih terlihat bermain main atau sekedar berjalan-jalan di tepi pantai.


"Nah Kimberley Ryan istriku, sekarang hanya tinggal kita berdua disini, aku beri dua pilihan." Sambil tersenyum nakal Jevaro mencoba memancing istrinya.


Kimberley menatap Jevaro curiga.


"Senyumnya senyuman itu ... ada sesuatu," batinnya.


"Haha kenapa kok ngeliatnya gitu amat. Aku ganteng yaa ...? Sudah banyak yang bilang gitu kamu yang ke sepuluh triliyun sekian." Lanjut Jevaro terkekeh.


"Ihh GeEr." Lalu pergi meninggalkan Jevaro.


"Haii nyonya Jevarooo, mau kemana?!" Jevaro menahan dan menarik lengan Kimberley agar tidak lagi melanjutkan langkahnya dan membalikkan tubuhnya.


Dan kini tubuh mereka berdua saling berhadapan sangat dekat sekali.


Menatap wajah Kimberley dari jarak yang sangat dekat seperti ini membuat darah Jevaro berdesir halus.


"Jawab dulu pertanyaan aku." Suara Jevaro sedikit bergetar.


Begitupun Kimberley dia berusaha untuk bersikap se-biasa mungkin, tetapi sesungguhnya hatinya berdebar tak beraturan dan tiba-tiba saja otot-ototnya terasa melemah


"Katakan padaku kamu ingin kita melakukannya sekarang juga atau nanti malam," bisik Jevaro menggoda.


Belum sempat Kimberley berpikir dan menjawab, buaian lembut di bibir Kimberley telah mendarat dengan halus.


"Aroo ... Aroo stop!!" protes Kimberley malu mencoba menahan sesuatu yang terpendam pada diri Jevaro.


"Kenapa? Katakan kamu suka kan?" bisik Jevaro.


"Tuh banyak orang berlalu lalang, malu tau." Rengek Kimberley.


Tidak perlu lagi menunggu lama, Jevaro yang sudah tidak bisa menahan keinginannya, langsung menggendong Kimberley ke markas pribadi mereka.


"Heiii Arooo, mau kemana? Turunkan, Aroo!" Teriak Kimberley.


Jevaro tidak memperdulikan protes protes kecil yang dilontarkan istrinya.Ia terus menggendong istrinya dan sesekali menghujani Kimberley sentuhan dari bibirnya yang lembut ke wajahnya.


"Aroo please ... jangan disini! Argh." Lirih Kimberley.


"Sialan kenapa aku mendesau." Kimberley berusaha menolak tapi tubuhnya berkata lain.


Sentuhan dan buaian bibir Jevaro mampu membuat desiran darah di seluruh tubuh Kimberley mengalir deras dan menghasilkan rasa candu tersendiri.


Tidak mau berlama lama lagi Jevaro terus mengendong Kimberley menuju ke kamar mereka.


Kamar pengantin yang penuh dengan bunga-bunga yang indah dan harum


Sesampainya di kamar mereka, Jevaropun kemudian menurunkan Kimberley perlahan.Dan mengunci kamarnya.


Kesempatan ini dipergunakan Kimberley untuk berlari dan bersembunyi di dalam kamar mandi.


"Heiii kelinci kecil jangan lari!"


"Kim .... come on .... open the door please!" rayu Jevaro di depan kamar mandi.


Di balik pintu kamar mandi. Kimberley berusaha menata napasnya dan degup jantungnya yang bergemuruh tak beraturan.


Kimberley berusaha menarik napas dalam-dalam dan membuangnya perlahan.


"Sial! perasaan apa ini, kenapa setiap Aro menyentuhku, tubuh ini terasa teraliri arus listrik dan lemas.Tidak ..... tidak! Aku harus berusaha se-biasa mungkin di dekatnya.Aro tidak boleh tahu apa yang kurasakan sesungguhnya. Semoga ini mulut bisa diajak kompromi gak seperti tadi." Merona pipi Kimberley saat mengingat kembali apa yang tadi terjadi suara lancang yang tanpa permisi keluar dari mulutnya dan membuat Jevaro tersenyum penuh arti.


"Arrrgghh bodoh bodoh bodoh! ihh dasar mulut gak ada akhlak." Kimberley memukul-mukul mulutnya yang dengan begitu lancangnya mengeluarkan bunyi yang disukai kaum lelaki .


"Kim .... ayolah sayang ... keluar! Aku janji deh gak akan memaksamu bila kamu belum siap. Aku janji sayang, yuk keluar yuk ... katanya mau jalan-jalan ke tepi pantai, kita ke pantai yuk." Ajak Jevaro.


"Atau kamu mau kita bermain ular-ularan atau Aku majikan kamu kucingnya, atau kamu mau main kuda kudaan?.Hayukk atuh sayang gak pake malu kita kan sudah resmi suami istri" bujuk Jevaro tak kenal lelah .


"Aku mau mandi dulu Aro, gerah nih" jawab Kimberley dari dalam kamar mandi.


"Okay ... aku juga pengen mandi, barengan yuk sayang , kita nonton sunset di tepi pantai setelah ini." Rayu Jevaro


"Oh No .... " Membayangkan Jevaro ada di hadapannya dalam keadaan polloos memberi perasaan aneh tersendiri. Tubuhnya terasa melemah tak berdaya.


"Tidak Aro! Aku mau mandi sendiri' ucap Kimberley bergetar. Sebelum Jevaro nekat masuk kedalam.


"Kim ... come on, let me in okay" rayu Jevaro tak kenal lelah.


"Tunggu ... sudah mau selesai kok" sahut Kimberley dari dalam.


Sambil menunggu Kimberley selesai mandi. Jevaro pun nampak gusar mondar mandir di depan kamar mandi.


Ceklik


Kemudian Keluarlah Kimberley berjalan perlahan memakai bathrobe berwarna putih.


Dengan rambut coklat ikalnya yang tergerai bebas diatas bahunya dan masih dalam keadaan basah, bergerak lembut tertiup angin membuat kecantikan Kimberley terpancar sempurna.


Jevaro pun tersenyum kagum dan bahagia, kemudian merentangkan kedua tangannya, "Come on baby "


Kimberley pun menghampiri Jevaro ragu.Tanpa menyia-nyiakan kesempatan lagi, Jevaro meraih pinggang Kimberley dan mendekatkan tubuhnya padanya.


Jevaro membelai rambut Kimberley, dan mempermainkan rambut ikalnya dengan tangannya.Rambut ikal yang bagi Jevaro begitu mempesona dan membuatnya jatuh cinta.


Jevaro tak henti hentinya memandang wajah istrinya dengan penuh kekaguman.


"Rasanya seperti mimpi wanita yang dulu hanya bisa aku pandangi dari jauh sekarang wanita itu, saat ini telah resmi menjadi istriku." ucap lirih Jevaro


Jevaropun memeluk istrinya dengan penuh kasih sayang.


"Ihh bau asem! mandi sana." Sambil menutup hidungnya dan berusaha menjauh dari Jevaro.


"Eitts mau kemana kelinci kecilku, tidak akan aku biarkan kamu pergi jauh dari aku." Sambil mencoba mencium dirinya sendiri.


"Iya ya asem," seru Jevaro yang disambut gelak tawa mereka berdua.


"Tapi ini adalah bau khas suamimu sayang, jadi kamu harus membiasakan diri" kelakar Jevaro.


"Yee itu namanya pemaksaan" Lalu mereka kembali tertawa.


Kemudian Jevaro kembali memeluk istrinya erat dan erat.


"Auch sakittt Aro " Merasa perutnya tertekan tubuh Jevaro.


Panik Jevaro dan melepas pelukannya.


Lalu Jevaro menyentuh dan membelai perut Kimberley.


"Maafkan papa ya nak, mamamu ini sih gak mau diajak mandi bersama..Papa kan pengen dimandiin mama." Sambil melirik nakal ke arah Kimberley.


"Ihh apaan sih ." Lalu Kimberley pun berlari melepaskan diri dari Jevaro.


"Heiii kelinci kecil berani beraninya ya kamu .... awas ya! Sampai tertangkap, habis kamu tanpa ampun," seru Jevaro dan mengejar istrinya yang berlari ke arah balkon.


Kimberley pun tak mempedulikan ancaman Jevaro dan terus menghindarinya.


"Jangan lari kelinci nakal! .... Aku tangkap kau!"


Kimberley pun terus berlari dan menghindar dari kejaran suaminya. Keluar masuk kamar balkon dan naik turun ranjang.


Kini Kimberley sedang berdiri di atas tempat tidurnya dan terus menggoda, menghindari Jevaro. sambil membawa bantal. Setiap kali Jevaro berusaha menangkapnya, maka mendaratlah sebuah bantal untuk menghalau Jevaro menangkap dirinya.


Perasaan menggebu ingin sekali menangkap dan memiliki Kimberley. Membuat Jevaro tak mengenal lelah tuk mengejar nya.


"Yeahhh dapat!" teriak Jevaro saat Kimberley berhasil ia tangkap,lalu merekapun bergulingan sesaat. "Arooo .... lepas .... curang ih " protes Kimberley, sambil terus melancarkan serangan bantal ke arah Jevaro.


Jevaro hanya berusaha memeluk dan menenangkan istrinya. kemudian setelah istrinya tenang, dibaringkannya perlahan di atas peraduan.


Hening sunyi beberapa saat. Jevaro hanya terdiam memandang wajah istrinya.


Hanya terdengar bunyi detak jantung mereka, yang berdegup kencang tidak beraturan.


"Aroo .... genit ihh" sahut Kimberley saat Jevaro membuai dan menghujani Kimberley dengan sentuhan lembut dari bibirnya yang penuh kasih sayang dan romantis.


"Arooo .... hentikan! Geli! Arrghhh" kembali suara indah itu meluncur dan terlepas dari mulut Kimberley tanpa permisi. Wajah Kimberley pun berubah merah merona menahan malu.


"Kimberley jujur padaku kamu bahagia" tanya Jevaro lirih pada Kimberley.


"Aku sangat bahagia, terima kasih Aro, sudah memilihku sebagai bagian dari hidupmu," ucap Kimberley lirih sambil membelai rambut Jevaro dan memberinya kecupan hangat di keningnya.


"Bahagiamu adalah bahagiaku sayang,aku akan selalu berusaha untuk terus membuatmu bahagia." lirih Jevaro.


"Terima kasih Aro" sahut Kimberley.


Dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang akhirnya mereka berdua terbang ke awang-awang menikmati kebahagiaan yang hakiki mereka .


"Kimberley Ryan i love you" ceracau Jevaro diikuti balasan lirih "I love you too Aro"


Kemudian mereka saling berpelukan dan tertidur pulas dengan balutan senyuman di ujung bibir mereka. Yang menandai bahwa mereka berdua telah sampai ke puncak nirwana.


...............❤️❤️❤️❤️...........


Akhirnya kebahagiaan yang sempurna telah mereka lalui


yuk jangan lupa bagi like fav dan komen ya....biar author semakin bersemangat .


Sambil menunggu up


Silakan kepoin novel teman aku


MudaAnna dengan judul Apa Salahku Tuan?


Ningtiyas Paramitha adalah gadis 18 tahun baru lulus SMK jurusan tata busana. Dia harus menerima takdir dinikahkan siri dengan paksa oleh ayahnya dengan lelaki dewasa berumur 30 tahun dan telah memiliki istri bernama Alfarizi Zulkarnain. Kontrak nikah selama lima bulan tetapi Neng selalu mengalami kekerasan baik lahir maupun batin. perlakuan suami sirinya yang selalu melampiaskan kekesalannya akibat kesalahan istri sahnya. Setelah empat bulan berlalu Al meninggalkan Neng begitu saja, tanpa disadari Al meninggalakan benih janin di kandungan Neng. Akhirnya Neng meninggalkan desanya yang selama ini menjadi kebanggaannya. Pergi ke Jakarta untuk merubah nasib dan menyongsong masa depan yang lebih baik bersama janin yang dalam kandungan. Sayangnya takdir pertemukan mereka kembali setelah delapan tahun berlalu. Dengan situasi yang berbeda, apakah mereka akan bersatu kembali setelah Al mengetahui memiliki keturunan. Apakah Neng menerima cinta Al?



Haooy Reading