
Pagi telah datang, sang Surya kembali menyinari bumi.
Di sebuah apartemen terlihat Aqib sibuk beberes dan sudah terlihat rapi.
Pagi ini Ayah dan kakaknya akan datang dari Kashmir pada pukul sembilan. Aqib nampak telah siap untuk menjemput keluarganya.
Aqib merasa lega disaat adiknya sudah dalam kondisi yang stabil selama seminggu ini, karena Yasir menunjukan pemulihan yang sangat pesat , dan hari ini ayah dan kakaknya datang ke Indonesia untuk melihat keadaan Yasir.
Aqib gembira karena ayahnya tidak perlu khawatir dengan keadaan Yasir lagi,semua sudah dalam keadaan baik dan normal.
Dengan memakai T-shirt putih dan celana jeans biru Aqib meraih kunci mobilnya dan bersiap meluncur ke Bandara.
"Terima kasih Tuhan akhirnya Yasir sudah sadar, dan nanti ayah bisa lega hatinya melihat anak nya sudah berhasil melewati masa kritisnya." batin Aqib.
Aqib membawa mobilnya menuju bandara, Tiba-tiba Kimberley mengirimkan pesan padanya bertanya kapan ia akan menjemput ayah.
Aqib meraih hape nya dan menelepon Kimberley" Hai Kim kamu dimana?" tanya Aqib.
"Masih di rumah kak mau ke rumah sakit" jawab Kimberley.
"Kamu mau ikut jemput ayah dan kak Azlan?" Aqib berharap Kimberley bersedia ikut dengannya.
"Jam berapa kak jadwal pesawat mereka mendarat?" sambil beberes tempat tidur Kimberley bertanya untuk memastikan jam penjemputan.
"Ini aku sudah dalam perjalanan ke Bandara, aku jemput kamu ya ?" tawar Aqib sambil bersiap siap mencari putar balik.
"Hmm baiklah kak" jawab Kimberley lalu bersiap siap berangkat.
"Oke tunggu ya," Aqib memutar balik mobilnya dan menutup sambungan telepon.
Sebenarnya dari kemarin ia ingin menawarkan Kimberley untuk ikut menemani dirinya ke Bandara, tetapi seharian kemarin Kimberley selalu bersama Yasir , membuatnya tidak punya kesempatan untuk menyapa Kimberley, ia tidak mau Yasir berpikiran macam-macam bila ia berbicara dengan Kimberley ,dan membuat Yasir kambuh lagi.
Tinn.....tinn....
Mendengar klakson mobil Kimberley secepat mungkin berlari menuruni tangga dan langsung menghampiri mobil Aqib.
"Maaf kak, lama ya?" sambil memasang sabuk pengaman dirinya.
"Baru juga sampai kok, kita berangkat ya" sambil menjalankan mobilnya Aqib meluncur ke Bandara.
Tidak jauh dari situ Jevaro melihat Kimberley dijemput Aqib. Padahal Jevaro sudah berusaha secepat mungkin menyelesaikan tugas nya dengan harapan bisa menjemput Kimberley untuk bersama sama ke rumah Sakit.
Melihat Aqib sudah terlebih dahulu menjemput Kimberley akhirnya ia memutar setir mobilnya dan memutuskan untuk sarapan di Cafe Cinamon.
Sesampainya ia di Cafe Cinamon Jevaro sengaja memilih tempat duduk seperti dulu saat pertama kali dia menemukan Kimberley tak berdaya.
Jevaro hanya bisa menghela nafas mengingat saat pertemuan tak disengaja itu. awal mula yang membuat dirinya dekat dengan Kimberley.
Entah kapan terjadinya perasaan sayang dan peduli itu muncul pada dirinya, ia pun tidak tahu kapan pastinya dirinya merasa tidak dapat jauh dari Kimberley.
Perasaan ingin menjaga, melindungi,dan membuatnya bahagia selalu muncul setiap berdekatan dengan Kimberley.
"Tuhan jika aku boleh memilih, ijinkan aku mencintainya, ijinkan dia yang kelak akan mendampingi hidupku dan jadi ibu dari anak-anakku." dia harapan Jevaro.
Setelah selesai sarapan, Jevaro memutuskan untuk lanjut ke Rumah Sakit.
Tidak lupa ia memesan jus alpokat dan lemon wafel kesukaan Kimberley, untuk diberikan pada Kimberley saat nanti di Rumah Sakit'.
.................🌹🌹🌹..................
"Dokter tolong.....!!!!" seru Rose panik.
"Suster tolong ! dokter....!!" Rose nampak panik memencet mencet tombol darurat .
Rose merasa tidak ada yang merespon lantas berlari menuju ke ruangan suster jaga.
Rose sangat sangat panik setelah tadi selesai ia sarapan dan kembali ke ruangan Yasir, niatnya ingin bertanya padanya ingin sarapan apa mungkin ingin sesuatu karena bosan dengan makanan dari Rumah Sakit, Rose terkejut melihat Yasir kembali kejang kejang dan detak jantungnya tidak beraturan .
Akhirnya suster jaga langsung menghubungi dokter dan berlari menuju ruangan Yasir, setelah mendapat laporan dari Rose.
Rose menunggu di depan kamar dengan perasaan tak menentu lalu ia teringat Kimberley, lalu Rose mencoba menghubungi Kimberley.
Jevaro yang melihat Rose yang terlihat panik dan berjalan mondar mandir di depan kamar Yasir, membuat nya bertanya tanya ada apa lagi ini?.
Jevaro mempercepat jalannya dan langsung menghampiri Rose.
"Rose ada apa?" tanya Jevaro sambil memperhatikan Rose serius.
"Kimmy...mana Kimmy... mana Kimberley? Bapak gak jemput Kimberley?, kata Bapak kemarin akan jemput Kimberley dan kesini bareng dia, mana Kimberley Pak Jevaro?" Rose menggoncang goncangkan kedua pundak Jevaro berulang kali sambil melihat sekeliling ruangan tapi tidak ditemuinya sosok yang dicari.
'Kimberley bersamaku Rose, ada apa?" Aqib dan rombongan tiba tiba muncul dihadapannya.
"Rose ada apa? " tanya Kimberley merasa ada yang tidak beres melihat raut wajah Rose yang terlihat panik.
Kimberley lalu melihat ke arah ruangan Yasir, lalu berlari hendak masuk, tetapi langsung dicegah oleh Rose.
"Lepaskan Rose! aku mau menemui Yasir!" teriak Kimberley.
"Kim tunggu disini, jangan masuk dahulu!" perintah Rose
"Pak Jevaro !... kak Aqib tolong!!" Rose kewalahan menahan tubuh Kimberley yang memaksa untuk masuk.
Jevaro dan Aqib yang juga bingung dengan apa yang terjadi sesungguhnya akhirnya mencoba membantu Rose menahan tubuh Kimberley agar tidak masuk ke ruangan Yasir.
"Lepaskan! aku mau menemui Yasirku! Yasir!!...Yasir...! aku datang, maaf aku terlambat aku menjemput Ayah dan kakakmu bersama kak Aqib! sekarang mereka ada disini!" teriak Kimberley histeris.
"Kim dengarkan aku! Yasir sedang diperiksa oleh dokter! biarkan mereka memeriksa Yasir terlebih dahulu, kamu sayang dia kan?! please mengertilah" jelas Rose setengah berteriak untuk menyadarkan Kimberley.
Perlahan Kimberley melemah dan terduduk menangis sesenggukan.
Rose mengisyaratkan pada Aqib dan Jevaro untuk membiarkan Kimberley menangis.
Ayah Yasir menghampiri Aqib, dan menanyakan padanya apa yang terjadi,dan ada apa dengan kimberley.
"Rose katakan apa yang terjadi " Aqib juga merasa bingung ada apa dengan adiknya seminggu ini Yasir sudah menunjukan kesembuhan hampir total dan dokterpun sudah bilang padanya bila keadaan stabil terus dua tiga hari lagi Yasir sudah dapat pulang.
"Aku tidak tahu bagaimana terjadinya setelah aku sarapan dan masuk ke kamar untuk menawarkan makanan pada Yasir, ia sudah kejang kejang lagi seperti waktu itu dan detak jantungnya pun tidak beraturan, aku bener bener panik dan langsung aku panggil dokter, tapi aku tidak tahu sudah berapa lama ia mengalami serangan kejang tersebut semua barang di dekat dia berantakan." jelas Rose
Mendengar penjelasan Rose, Kimberley semakin histeris"Kenapa Yasir... kenapa lagi? aku hanya pulang sebentar" tangis Kimberley penuh penyesalan .
Dalam pikiran Kimberley andai kemarin ia tidak pulang dan tetap menemani dan menjaga Yasir mungkin hal ini tidak akan terjadi.
Rose berusaha menenangkan Kimberley. "Kim apapun yang terjadi pada Yasir saat ini, kita serahkan semuanya pada Tuhan dan tim dokter oke"
"Keluarga Yasir..." dokter Wahyu memanggil perwakilan keluarga pasien.
Kimberley dan Aqib langsung mendekat ke dokter.
Kimberley cepat-cepat menghapus air matanya. dan bertanya"Apa yang terjadi dok?"
Aqib yang berusaha menenangkan Ayahnya yang juga terlihat cemas setelah diberitahu apa yang terjadi, dengan cepat menghampiri Dokter Wahyu juga untuk mendengarkan penjelasan dari sang dokter apa sebenarnya yang terjadi.
"Semua sudah terkendali, pasien saat ini sedang beristirahat dan dalam pengaruh obat penenang dan nyeri." jelas Dokter.
"Hmm saudara Aqib bisa keruangan saya sekarang?" dengan sangat hati-hati dokter mengajak Aqib untuk menemuinya di ruangannya.
Aqib terdiam sesaat ia merasa ada yang tidak beres dengan undangan tersebut.
Kimberley menoleh ke arah kak Aqib, melihat Kimberley pun menatapnya dengan penuh harapan "Kim masuklah temui Yasir, temani dia, biarkan dia melihatmu sebagai orang pertama yang dilihatnya saat ia terbangun nanti. Yasir pasti sangat bahagia."
"Titip ayah dan kakak juga ya aku mau menemui dokter dulu" jelas Aqib.
Kimberley kembali menyeka air matanya "Kakak janji ya cerita ke aku apa yang disampaikan dokter pada kakak?!" harap Kimberley.
Aqib tersenyum "Iya pastinya, kamu adalah orang pertama yang akan aku beritahu" janji Aqib.
Lalu kecuali Aqib mereka semua menemui Yasir.
Ayah Yasir sangat terkejut melihat anak laki bungsunya terkapar tak berdaya.
Kak Azlan berusaha menenangkan sang ayah, Kimberley menggenggam erat tangan Yasir seolah-olah tidak ingin Yasir terlepas dari genggamannya.
"Biarkan pasien beristirahat dulu" pesan suster perawat.
"Segera beritahu kami secepatnya bila pasien kembali kejang" kemudian berlalulah perawat menuju ruangannya.
Siang ini sinar matahari terasa sangat teriknya, Jevaro terlihat sedang berbincang bincang dengan Rose di luar ruangan. Mereka berdua berharap yang terbaik untuk Yasir .
................🌹🌹🌹🌹..............
Maaf ya agak lama up RL akhir akhir ini butuh perhatian intens jadi agak terlambat up
Terima kasih atas kesabarannya menanti kelanjutan kisah Kimberley dan Yasir .
Jangan lupa like komen dan dukungan lainnya ya ...
Happy Reading