Find The Perfect Love

Find The Perfect Love
Gavin Bintang Pamungkas



Setelah tertegun beberapa saat. akhirnya, Aqib tersadar lalu bertanya."Bagaimana keadaan ibu Kimberley sus?"


"Ibu Kimberley----"


Semua perhatian tertuju pada suster, berharap yang terbaik untuk Kimberley dan bayinya.


"Ibu Kimberley sehat dan sudah melahirkan seorang bayi laki-laki ganteng dan sehat juga dengan berat tiga kilo setengah dan panjang lima puluh delapan centimeter." ucap sang suster.


Kemudian terdengar sorak kegirangan dan puji syukur atas lahirnya anak Kimberley.


"Semua normal kan sus?" tanya Aqib masih tidak menyangka bahwa dirinya sekarang sudah menjadi seorang paman.


"Halloo guys perkenalkan nama aku Gavin Bintang Pamungkas." sapa Jevaro yang tiba-tiba muncul di belakang suster sambil menggendong seorang bayi mungil dan lucu.




"woww ..... ganteng sekali cucu nenek nih!"sahut mama Jevaro.


"Iya nih ganteng sekali cucu Oma" ucap ibu Kimberley.


"Nah Gavin kenalkan kalau yang itu ... aunty Rose and uncle Aqib. Hallo semua kenalin nih Gavin jagoannya papa mama aku " ujar Jevaro sambil menggendong Gavin.


"Wahhh ganteng bener ponakan aunty nih.!" kagum Rose melihat ketampanan Gavin.


"Putih bersih kulitnya, hidungnya mancung ... mancung sekali mengingat kan pada hidung ... Yasir." gumam Rose mencoba untuk menahan diri agar ucapan itu tidak keluar dari mulutnya.


"Haii uncle kenalin aku Gavin" seru Jevaro bahagia.


"Wahh ... Jev boleh aku gendong baby Gavin nya ?" Perasaan Aqib tak menentu saat melihat baby Gavin. Samar tersirat aura Yasir disana ."Cara bayi ini tidur mirip sekali dengan papanya." Membuat hatinya sedikit berdebar dan tangannya bergetar saat ingin menggendong baby Gavin.


"Iya silakan kak" Jevaro memberikan Gavin ke dalam gendongan Aqib dengan penuh kehati-hatian dan kasih.



Entah kenapa perasaan Aqib semakin tidak karuan mendekap baby G dalam pelukannya. Menghadirkan sensasi tersendiri dalam dirinya, ada perasaan yang telah lama pergi terasa kembali lagi. Tak terasa menetes air mata mengalir dikedua pipinya.


"Maaf pak, bayi akan kami bersihkan dulu sebelum waktunya ia menyusu pada ibunya,' sahut suster .


"Oh iya silakan sus" sahut Aqib sambil memberikan baby Gavin pada suster dengan begitu hati hati.


Sepeninggal baby Gavin semua mata melihat pada suster hingga hilang dari pandangan.


"Wah nak selamat ya, kamu sekarang sudah menjadi seorang ayah. Jadilah ayah panutan bagi anakmu " ucap papa Jevaro.


Jevaro tersenyum pada papanya, lalu ia memeluknya " Pa .... terima kasih buat semua yang telah papa lakukan untuk Jevaro. Doakan Jev ya pa, semoga bisa dan mampu menjadi papa dan suami yang baik buat istri dan anak Jev." ucap Jevaro.


"Pasti sayang, doa papa mama selalu menyertai mu" timpal papa Jevaro.


"Ganteng ya Yah baby Gavin" suara ibu Kimberley.


"Iya donk kan siapa dulu kakeknya!" sahut ayah Kimberley.


"Siapa dulu pamannya!" sahut Aqib tak mau kalah.


Lalu mereka semua tertawa bersama.


"Jev... keadaan Kimberley bagaimana? semua sehat kan?" tanya Aqib khawatir.


"Sehat kak semua sehat, masih diurus suster untuk pemindahannya ke ruangan pasien." jelas Jevaro.


"Syukurlah kalau begitu " sahut Aqib.


"Yuk kita intip baby Gavin dari kaca di ruangan bayi!" ajak Rose.


"Oke yuk Rose, jadi kangen pengen gendong lagi" Aqib terus tersenyum bahagia.


..................................................



"Hmm bayi yang menggemaskan, harus kuakui baby Gavin mirip banget dengan Yasir."


"Hmm, jadi kangen .... hei bocah tengil! Lihat anak kamu sudah lahir, cakep kayak kamu! Tapi semoga kelakuannya seperti Jevaro lembut gak tengil kayak kamu!"


Tiba-tiba ada yang hangat mengalir di pipi Rose.


Menangis terisak Rose mengingat Yasir.


'Yasir .... andai kamu masih ada disini, aku yakin kalian berdua akan bahagia bersama baby Gavin. Kebahagiaan yang selama ini kamu rindukan bersama Kimberley."


"Kamu pasti sudah melihat dari sana kan?, begitu gantengnya dan lucu baby Gavin." ucap Rose dalam hati


"Aku yakin Kimberley akan sangat sangat bahagia karena mempunyai anak yang begitu lucu dan ganteng."


"Kamu tenang disana ya ... percayalah Jevaro lelaki yang tepat untuk menggantikan dirimu. Jangan khawatir Jevaro pasti mampu membahagiakan Kimberley dan baby Gavin." gumam Rose.


"Rose ..." Aqib menyentuh pindah Rose .


"Oh hai .... kak!" Rose buru-buru menyeka air mata nya.


"Kenapa menangis?" tanya Aqib.


Menatap Aqib, mengingatkan Rose pada Yasir.


Tanpa disadari Rose langsung memeluk Aqib


Aqib hanya terdiam dan menatap baby Gavin yang sedang tertidur pulas."Kamu benar-benar mirip papa kamu."


Setelah reda tangis nya, Rose pun mengusap air matanya sekali lagi.


"Maaf kak" ucap lirih Rose..


"Kamu teringat Yasir ya?" tanya Aqib singkat.


Rose pun mengangguk pelan.


"Kenapa sih bocah tengil itu sukses bikin kita merasa kehilangan dirinya. Dulu sewaktu ia masih semaunya sendiri, aku sangat membencinya karena telah membuat Kimberley berulang kali menangis."


"Sempat tidak habis pikir kenapa Kimberley masih mempertahankan hubungan toxic bersamanya."


"Tetapi di akhir cerita dia berubah menjadi pribadi yang luar biasa dan bisa membuatku merasa bangga telah mengenalnya sekaligus kehilangan akan ketengilan ketengilan yang biasa dia lakukan." Rose menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya.


"Satu kelakuan tengil Yasir yang tidak bisa aku lupakan, saat Yasir cemburu pada Jevaro. Ketika ia tahu Kimberley akan rapat dengan Jevaro, di depan ruang rapat Yasir merengek pada Kimberley untuk minta dicium. Dan saat kedua bibir mereka saling menyentuh mesra, tiba-tiba Jevaro membuka pintu dan melihat adegan mesra tersebut auto merah seperti kepiting rebus wajah Kimberley, sedangkan Yasir justru nyengir penuh kemenangan." Rose terkekeh membayangkan kejadian itu tadi .


"Benar-benar deh kelakuan bocah tengil itu." Rose mencoba kembali ke masa itu, masa dimana Yasir masih ada diantara mereka.


Aqib mengusap kepala Rose, "Kini kita hanya bisa mengenangnya, semoga saat ini dia melihat dari sana dan bahagia mengetahui betapa gantengnya baby Gavin yang telah terlahir sehat di dunia." sahut Aqib.


Rose mengangguk "Iya kak pasti, Yasir pasti bahagia"


"Heii Rose! Aqib ... yuk ke kamar pasien kalian tidak ingin menemui istriku? katanya kalian ingin tahu keadaannya.?!" ajak Jevaro yang tiba-tiba muncul menyusul Aqib dan Rose.


.................................................


Yang ingin tahu kondisi Kimberley setelah lahiran yuk cuz simak kisah berikutnya ya....


Oya jangan lupa like komen dan jadikan favorit ya 🙏😊💕


Sambil menunggu up yuk kepoin karya teman aku yang berjudul


Junior CEO and Bodyguard Mei


Pertemuan pertama, ia di cela tapi pertemuan kedua ... ia di cari. Maysaroh Safir, anak seorang pedagang lontong sayur keliling. Tanpa sengaja, gerobak ayahnya menyenggol mobil mewah seorang CEO muda. Saat bertemu lagi untuk kedua kalinya dengan pemuda itu, ia menyelamatkan nyawanya. Pemuda itu kemudian mencari dan menjadikannya bodyguard. Petualangan pun di mulai hingga tanpa di sadari tumbuh bunga-bunga cinta di antara mereka.