
Setelah Rose selesai dengan urusan dapur, Rose memutuskan untuk bersantai sejenak, berendam diri menghilangkan kepenatan, apa yang terjadi hari ini benar-benar menguras tenaga dan pikirannya, sambil berendam Rose berpikir bagaimana caranya untuk memberitahu Kimberley tentang hubungan Yasir dan Kiki.
"Hal pertama yang harus kulakukan adalah bertanya pada Kiki tentang kejadian malam itu, jangan sampai Kimberley merasa aku cuman mencari-cari kesalahan bocah tengil itu." batin Rose sambil menyelesaikan acara berendamnya .
Di depan terlihat Kiki termenung sendiri, tadi sewaktu bertemu Yasir dan ibu, Yasir sama sekali tidak memandangnya apalagi menyapanya, hanya ibu yang berpamitan padanya untuk menjemput ayah Kimberley di Bandara.
"Kenapa sikapmu begitu dingin padaku, berbeda sekali dengan sikapmu pada Kimberley? kenapa Yasir ...aku mencintaimu lebih dari aku mencintai diriku sendiri." jerit batin Kiki.
"Ki ... sini yuk kakak punya salad nih mau?" tawar Rose yang ternyata sudah berada di belakang Kiki.
Dari tadi Rose memperhatikan Kiki, yang tampak sedang bersedih, Rose memutar otak bagaimana mencari informasi tentang hubungannya dengan Yasir, bagaimana untuk memulai nya dan membuat Kiki nyaman untuk bercerita padanya, Rose ingat masih ada Salad yang tadi siang ia bikin di kulkas "Hmm ini bisa untuk bahan pembuka pembicaraan dengan Kiki" batin Rose .
"Ki ... yuk kita makan bareng, kamu suka salad kan, bagus buat kulit lho bisa menunjang penampilan kamu sebagai artis, dan bisa makin disayang Yasir " rayu Rose sambil tersenyum penuh arti.
Kiki menoleh ke arah Rose dan untuk sesaat memandang heran pada Rose.
"Kalau aku lihat, kamu lebih cocok bersanding dengan Yasir, daripada kakak kamu," rayu Rose sambil terus memakan salad buah yang ada di tangannya.
"Hmm segarnya, makan buah tuh, selain bikin kulit kita bersih dan halus bikin wajah kita awet muda juga lho" Rose terus melancarkan rayuan pada Kiki.
"Kenapa kakak lebih suka aku bersanding dengan Yasiir? bukannya Kak Kimberley sahabat kakak? " tanya Kiki heran, baru kali ini ada orang yang mendukung hubungannya dengan Yasir. Kiki pikir tidak akan ada yang mendukungnya.
"Sini yuk kita makan di dalam di luar dingin Ki, kamu gak kedinginan, ntar masuk angin lho !?" ajak Rose sambil menatap pakaian Kiki yang serba minim.
Akhirnya Kiki menurut pada Rose dan mengikutinya ke dalam.
"Nih , yuk makan bareng gak usah sungkan" tawar Rose, dan akhirnya mereka makan salad berdua, sedetik kemudian mereka berdua sudah saling bercanda, Rose menggoda Kiki tentang masa kecil Kiki yang dulu rambutnya selalu dikepang.
Bagaimana awal Kiki menjadi artis pun tidak luput dari selidik Rose, pada akhirnya Rose bertanya tentang hubungannya dengan Yasir, Kiki mengakui dia lah yang sering menggoda Yasir, entah bagaimana sejak kenal Yasir hatinya selalu bergetar, dan Kiki pun bertekad untuk dapat menaklukkan Yasir, di setiap kesempatan mereka syuting bersama, Kiki pantang menyerah untuk terus mendekati Yasir.
Sampai suatu hari Yasir sempat melarikan diri dari lokasi syuting, dan ia pun mencari dan berusaha untuk mengikuti jejak Yasir, yang ternyata sedang bertengkar dengan Kimberley di pantai, disitulah awal Kiki bertemu dan tahu kalau ternyata Yasir sudah mempunyai kekasih.
Kiki pun akhirnya sadar sikap dingin dan cuek Yasir selama ini karena Yasir telah memiliki kekasih, tak habis akal, Kiki pun terus menggoda Yasir, Kiki tahu Yasir tidak akan pernah bisa menolaknya, karena Kiki tahu dan mengenal sekali kalau gairah dan nafsuuu Yasir sangatlah tinggi.
Hingga malam itu .. teman-tenan dan team lapangan mengadakan acara syukuran kecil-kecil an, tetapi Yasir ijin pamit untuk tidak mengikutinya, karena ada acara pribadi, pamit Yasir ke pak Sutradara, dan Kiki pun langsung menduga kalau Yasir akan pergi dengan Kimberley.
Sifat iri dan cemburunya yang besar ini lah yang akhirnya menguasainya, dan timbullah niat jelek dalam dirinya untuk membuat Yasir mabuk, akhirnya terjadilah seperti yang Rose lihat malam itu, selesai pesta kecil-kecilan Yasir masih setengah sadar, karena teman-teman yang lain sudah pada pamit pulang akhirnya ia membawa Yasir ke hotel Tulip, dan terjadilah malam petaka itu.
Kiki tahu saat itu dalam pikiran dan hati Yasir bukan lah dirinya karena Yasir selalu memanggil nama Kimberley sehingga Kiki semakin terbakar api cemburu dan membiarkan semua hal buruk itu terjadi, dengan tujuan agar bisa membuat Yasir tidak lagi lari ke pelukan Kimberley, dengan kejadian malam itu Kiki bisa mempergunakannya sebagai senjata untuk mengikat Yasir tetap di pelukannya, terdengar licik memang, tapi api cemburu yang besar dan rasa ingin menguasai dan memiliki akan diri Yasir lah, yang telah membuat Kiki lupa akan perbuatan baik dan buruk.
Rose sekarang mulai bimbang ternyata tidak sepenuhnya salah Yasir, walau memang Yasir juga bersalah karena tidak langsung menolak tapi terkadang seolah-olah memberi harapan pada Kiki, tapi dimana mana namanya kucing di beri ikan asin ya pasti dimakan lah, hal itulah yang membuat Kiki terus berharap dan bermimpi untuk dapat tempat di hati Yasir.
Bel rumah tiba-tiba berbunyi, dan membuyarkan lamunan serta menghentikan obrolan Kiki dan Rose, "Hmm, siapa ya? apakah Ayah Kimmy,?" batin Rose
"Sebentar ya Ki " ujar Rose sambil berjalan menuju pintu depan yang disertai anggukan kepala Kiki.
Kiki merasa lega sudah mengeluarkan segala kegundahan hatinya, Selama ini dia tidak mempunyai teman untuk berbagi cerita.
Klik .. bunyi pintu dibuka, " Hai.., malam Rose " sapa Jevaro.
"Rose nih oleh-oleh buat kamu dan ini buat semua, Ayah tadi kirim pesan katanya akan datang malam ini, jadi sekalian tadi aku pesankan makanan untuk makan malam bersama " timpal Kimberley.
Sewaktu Kimberley masuk ke rumah ia melihat Kiki yang sedang duduk sambil makan salad dengan santainya. Kimberley hanya melewatinya tanpa bertegur sapa.
"Mari pak, masuk dulu " ajak Rose.
"Terima kasih Rose, saya langsung balik saja, sudah malam, " sahut Jevaro.
"Lho gak makan bersama dulu pak? Kim... pak Jevaro pulang nih" seru Rose.
"Aroo, kita makan bersama dulu yuk" ajak Kimberley menahan Jevaro.
"Ibu kemana Rose?" tanya Kimberley sambil melihat sekeliling, hanya cewek genit itu yang terlihat sejak ia datang tadi.
"Ibu dan Yasir sedang menjemput Ayah " jawab Rose singkat sambil melirik melihat reaksi Kimberley mendengar nama Yasir, yang langsung diam membisu.
"Aro makan disini dulu yuk ntar aku kenalin ayah aku" pinta Kimberley.
Belum sempat Jevaro menjawab terdengar celetukan tak bersahabat.
"Dasar gatal, katanya kekasih Yasir kok justru orang lain yang dikenalkan ke ayahnya...kalau sudah bosan gak cinta lagi bilang .. jangan jadi penghalang" sindir Kiki.
Kimberley yang mendengar celetukan Kiki langsung panas mendengarnya. Rose yang melihat gelagat tidak baik yang bisa memicu perang dingin antar saudara langsung menjawab,
"Ki ...., Pak Jevaro ini patner bisnis kami, jadi tolong jangan punya pemikiran macam-macam." jelas Rose.
"Sudah lah Rose biarkan saja, biasa yang berteriak maling paling keras dia sendiri maling, siapa yang bilang gatal ya berarti dia sendiri yang---" belum selesai Kimberley melanjutkan omongannya, Kiki sudah bergerak maju untuk menyerang Kimberley.
Tiba-tiba tubuh Kimberly terasa terdorong ke samping dan dipeluk seseorang....,
"Plak" bunyi tamparan disertai suara hardikan "Tinii ..!" terdengar suara berat laki laki.
Kimberley yang mulai menyadari siapa yang pasang badan untuknya tadi, terdiam membisu. Semua yang ada di situ menoleh ke arah sumber suara dan ternyata ayah Kimberley, yang mencegah Tini berbuat lebih brutal lagi, Ayah dengan wajah merah menahan amarah langsung menghampiri Tini,dan memegang tangan Tini , sedangkan ibu langsung mendatangi Yasir yang ternyata Yasir lah yang pasang badan untuk Kimberley tadi.
"Kamu tidak apa-apa nak? maafkan anak ibu ya?'' ujar ibu sambil memegang pipi Yasir yang terkena tamparan Kiki.
Yasir hanya tersenyum, "Kamu tidak apa-apa kan Kim?" tanya Yasir lembut dan kuatir.
Yasir lebih mengkuatirkan keadaan Kimberley daripada dirinya sendiri.
"Kak Yasir maaf, Kiki tidak bermaksud menampar" sesal Kiki saat sadar tamparannya sudah salah sasaran, niat menampar Kimberley, tapi ternyata tiba tiba Yasir sudah berada di depan Kimberley.
Karena Kimberley tidak tahu harus berbuat apa, hati ingin berterima kasih pada Yasir tapi di sisi lain ego nya tidak memperbolehkan dirinya untuk lemah, dan Kimberley pun masih marah pada Yasir karena beberapa kali Kimberley melihat Yasir membiarkan Kiki bermanja manja padanya, ingin rasanya Kimberley berlari dan mengunci diri di kamar.Tetapi ...,
"Tini ,Kimberley dan kamu Yasir duduk!" perintah ayah Kimberley
Yasir pun duduk di depan ayah Kimberley, dan dengan berat hati Kimberley mengikuti Yasir untuk duduk di hadapan Ayah nya.
"Ibu ... Rose dan Pak Jevaro pamit pulang dulu ya" pamit Rose.
Rose merasa keberadaan mereka saat ini untuk sementara sudah tidak dibutuhkan, terutama pada sidang keluarga ini, jadi lebih baik mereka pergi dahulu, biarlah Kiki, Kimberley dan Yasir yang menyelesaikan masalah mereka bersama ayah.
"Ayah .. kami pamit dulu ya" pamit Rose
"Terima kasih ya Rose, besok pagi kamu ke sini lagi ya, kita jalan-jalan bersama." ajak Ayah Kimberley tersenyum.
"Baik ayah " sahut Rose
"Permisi Om, Tante saya pamit juga" pamit Jevaro yang disertai anggukan dan senyuman ayah Kimberley.
"Iya nak terima kasih ya sudah menemani Kimberley seharian ini" kata Ibu.
"Sama-sama Tante " timpal Jevaro sambil tersenyum.
Kemudian menghilanglah mereka ditelan kegelapan malam.