Find The Perfect Love

Find The Perfect Love
Kekacauan



Angin sepoi sepoi mulai berusaha menerobos masuk melalui kisi kisi kamar Kimberley.


Jam menunjukkan waktu 03.00 WIB tiba tiba kepala Kimberley terasa berat dan pandangannya gelap setelah menangis sepanjang malam, dan Kimberley pun terkulai tak sadarkan diri.


Kimberley marah pada dirinya sendiri kenapa ia begitu mencintai Yasir dan percaya kepadanya selama ini, yang akhirnya pada kenyataannya dia dihempaskan begitu saja.


Seharusnya sejak awal Yasir menghilang, ia sudah harus melupakannya bukan menangisinya dan menerima Yasir lagi saat kembali padanya.


"Seharusnya sejak kejadian di pantai itu aku tidak membiarkan Yasir dekat dengan Kiki, seharusnya dan seharusnya...," pemikiran dan penyesalan itu terus melintas di kepala Kimberley.


Penyesalan selalu saja datangnya terakhir, Kimberley menyesal mengetahui perselingkuhan Yasir baru hari ini dan separah itu.


Kimberley pikir tadinya Kiki lah yang terlalu memaksakan cintanya pada Yasir, terobsesi pada kekasihnya itu, ternyata..diam-diam


gayung bersambut bahkan sampai ke hubungan terlarang.


"Arrrrgghh .. kenapa ...kenapa kamu tega...apa salah aku ...baru kemarin rasanya kamu bilang kamu milikku dan aku milikmu ..dan kamu akan selalu bersamaku sampai kita menua nanti, tapi sekarang kenyataannya??" segala kegalauan, kesakitan hati yang Kimberley rasakan ia


tuangkan melalui air matanya yang tak henti-hentinya mengalir di pipinya.


.......,~........


Di lain tempat Yasir pun menyesal, kenapa dia menanggapi Kiki selama ini, awalnya Yasir hanya iseng saja tidak ada sedikitpun niat untuk serius berhubungan dengan Kiki.


Kiki lah yang terlalu terobsesi pada dirinya harusnya ia menghindarinya dan tegas menolaknya, bukan menanggapi kemauannya yang akhirnya membawa petaka dan membuat hubungannya dengan Kimberley berantakan dan hancur.


Yasir terus berusaha menghubungi Kimberley, tapi Kimberley sama sekali tidak mau menerima telepon darinya, bahkan berpuluh puluh pesan Yasir pada Kimberley yang ia kirim, tak satupun dibacanya apalagi dibalas.


Saat ini Yasir hanya bisa menyesal dan mengutuki dirinya sendiri, ia merasa semua orang telah meninggalkannya sendiri tidak ada satupun yang mempercayai dirinya .


Berulang kali Yasir mencoba untuk mengingat kejadian malam itu tapi tak satupun yang melintas dalam memorinya.


Yasir sendiri tidak tahu apa yang terjadi malam itu, tiba-tiba ia terbangun sudah dalam keadaan polos dan disampingnya Kiki sedang memeluk dan mencium dirinya, hanya itu ....


Yasir sendiri tidak ingat sedikitpun tentang hal yang dituduhkan Kiki padanya.


"Sungguh aku tidak merasa berbuat yang seperti Kiki tuduhkan, tidak ...tidak mungkin kalaupun aku melakukannya harusnya aku mengingat setidaknya sedikit kejadian malam itu, tapi ini tidak aku tidak ingat samasekali, bagaimana bisa dia menuduhku menodainya?? arggghhh Ki ...apa yang kau campur ke dalam minumanku? aku yakin ini hanya akal-akal kamu saja untuk dapat memilikiku. Kamu benar-benar jahat Ki.., andai aku bisa membuktikan aku tidak bersalah..." jerit hati Yasir


" Maafkan aku Kim. please percayalah aku tidak melakukan seperti yang Kiki tuduhkan padaku, kamu pasti membenciku saat ini, kecewa padaku, tapi sumpah aku tidak ingat apa-apa aku merasa tidak melakukan apapun aku tidak menodainya." jerit berontak hati Yasir, tak terasa air mata Yasir pun menetes mengalir perlahan di pipinya, sambil menatap nanar ke layar hape, tak ada satupun Notifikasi balasan dari Kimberley, dan akhirnya tertidurlah Yasir sambil tetap memegang hape.


..........~~~........



Di depan rumah Kimberley, terlihat Ayah dan ibu sedang berbicara serius,


"Pagi Bu ...Ayah....," sapa Rose.


"Hei .. Rose, pagii " serempak ayah dan ibu menjawab sapaan Rose.


"Masuk Rose ...," sambut ibu Kimberley.


Rose masuk ke halaman rumah Kimberley, dan mencium tangan Ibu dan Ayah. Kemudian menyerahkan beberapa tas plastik yang berisi bahan masakan, kue dan camilan.


"Kok repot-repot nak .. yuk masuk sarapan dulu ya, ibu tadi masak soto ayam special, kamu pasti suka " ajak ibu


" Wow ... suka banget Bu, Soto Ayam special ibu selalu bikin kangen " sahut Rose


"Kamu ini bisa saja Rose" ujar ibu sambil memeluk dan tersenyum ramah.


"Kimberley mana Bu, masih tidur ya dia .. biasa tuh kalau gak di pasang jam weker di sebelahnya yang bunyinya keras suka lupa waktu bangun" ungkap Rose sambil tersenyum.


Alis Rose bertemu melihat reaksi ibu dan ayah yang sedikit tegang. "Ada apa ini, kenapa ibu dan ayah begitu tegang, hmm ..., atau ini ada hubungannya dengan rapat keluarga kemarin, apa yang terjadi?" batin Rose.


Akhirnya Rose memberanikan diri untuk bertanya, " Ada apa bu. apa yang terjadi?" tanya Rose hati-hati.


"Heii kak Rose, selamat pagi...,


pagi yang sangat cerah ya ... oh iya impian kak Rose tentang aku bersanding dengan kak Yasir sebentar lagi terwujud kak..., terima kasih ya atas dukungan dan doa kakak" suara lantang Kiki membuat ayah ibu dan Rose saling memandang.


Ayah dan ibu memandang Rose terkejut, Rose mendukung hubungan Tini dan Yasir?bukankah Rose sahabat Kimberley?.


"Ibu ... ayah, jangan salah paham saya mengatakan itu kemarin pada Tini agar Tini mau bercerita tentang hubungannya dengan Yasir" jelas Rose


"Termasuk tentang hubungan perzinahan mereka?" tanya sinis ayah


"Kiki terdiam mendengar pertanyaan ayah, apakah rapat kemarin Kiki juga menyinggung tentang kejadian malam itu? itu semua kan hanya rekayasa Kiki tapi bagaimana aku membuktikannya, aku sendiri tidak punya bukti apa-apa hanya Kiki lah pemegang kunci dari kejadian malam itu. Bagaimana sekarang dengan Yasir? Kimberley? mereka semua korban obsesi Kiki" batin Rose tiba tiba kepalanya terasa sakit.


" Rose, kamu tidak apa-apa nak?" tanya ibu sambil memeluk Rose yang hampir saja terjatuh.


Kemudian Ayah dan ibu menuntun Rose ke dalam. ibu membuatkan Rose secangkir teh hangat.


" Diminum dulu Rose" sambil ibu memberikan cangkir teh pada Rose.


"Terima kasih Bu, Kimberley dimana Bu" tanya Rose setelah bisa menguasai diri.


" Ada di kamarnya, sejak kemarin malam Kimberley mengunci pintu di kamar." jawab Ayah cemas.


"Sekarang bagaimana hubungan mereka Ayah?"tanya Rose.


"Ayah sudah menyuruh Yasir untuk bertanggung jawab atas perbuatannya.Yasir harus menikahi Tini, Itu keputusan Ayah, Yasir sudah ayah suruh menghubungi orang tuanya, cepat atau lambat mereka harus menikah." jelas ayah.


Rose terduduk lemas, Rose tidak menyangka semua akan sekacau ini, "Yasir harus bertanggung jawab akan apa yang tidak ia lakukan, hmm Kimberley pasti hancur mendengar semua ini, apa yang harus aku lakukan? aku tidak punya bukti apapun kalau ini semua rekayasa Kiki, kalau aku bongkar kebohongan Kiki tanpa bukti terlihat konyol pasti semua orang tidak akan percaya apalagi Kiki pasti memutar balikkan semuanya dan beranggapan apa yang aku utarakan hanya karena ingin membela Kimberley karena aku sahabat Kimberley, ahhh pusinggg!" perang batin Rose terus bergolak.


"Saya coba membujuk Kimberley membuka pintu dulu ya" ijin Rose pada ayah dan ibu.


" Iya nak tolong ya....kasihan sejak kemarin belum makan " pinta ibu yang disambut anggukan oleh Rose.


Rose langsung menuju ke kamar Kimberley. Rose berusaha membuka pintu kamar Rose tapi terkunci, Rose mengetuk pintu kamar Kimberley dengan sekuat tenaga pun tidak ada jawaban


"Kim...Kim, ini aku Rose buka pintunya Kim, ayolah Kim please ingat kita selalu melalui apapun selama ini berdua. Percayalah semua akan baik-baik saja, Kim...buka ya ijinkan aku menemani kamu, kamu tidak sendiri Kim, masih ada aku!" seru Rose.


Pintu tetap terkunci tidak ada sahutan dari dalam kamar, hening.Sejenak Rose menatap ayah dan ibu yang juga cemas.


Kemudian tiba tiba Rose berlari ke kamar tamu, Rose membuka jendela kamar tamu dan menuju balkon dari situ nampak jendela kaca kamar Kimberley sehingga Rose dapat melihat apa yang tejadi di kamar Kimberley, Kimberley terlihat terkulai lemas di lantai.Secepat kilat Rose langsung kembali menuju kamar Kimberley,


"Ayah .. kita harus dobrak pintu, Kimberley tak sadarkan diri Yah," ungkap Rose panik.


Tanpa pikir panjang lagi Ayah dan Rose berusaha mendobrak pintu kamar Kimberley. Tapi pintu kamar Kimberley tak bergeming sedikitpun.


Mereka terus mencoba tapi tetap saja sia sia. Akhirnya Rose teringat Jevaro, Rose menghubungi Jevaro dan mengabari tentang keadaan Kimberley. Ayah terus mencoba mendobrak tapi pintu kamar Kimberley terlalu kuat .


Tiba-tiba ibu datang bersama Yasir yang terlihat berlari panik menuju kamar Kimberley.


Melihat ayah berusaha mendobrak pintu kamar sendiri Yasir langsung ikut membatu mendobrak pintu, dan pintu mulai bergerak sedikit, mereka terus mengerahkan tenaga untuk mendobrak pintu.


"Ada apa ini berisik sekali, hei kak Yasir.. kapan datang kok Kiki gak diberitahu kalau calon suami Kiki datang," seru Kiki sewot melihat Yasir ikut berusaha mendobrak pintu Kamar Kimberley.


Kiki langsung memeluk Yasir.


"Ki apaan sih kamu, lepas... kamu tahu tidak kakakmu di dalam pingsan dan kami semua berusaha mengeluarkannya dari kamar.Apa kamu tidak punya sedikit pun empati pada kakak mu?" bentak Yasir kesal dan risih dengan sikap Kiki


"Tapi kamu milik aku " sahut Kiki gak mau kalah sambil menatap tajam ke arah Yasir.


"Sebentar lagi kita akan menikah ingat itu" jelas Kiki


Yasir terlihat berusaha menahan emosinya, andai tidak ingat Kiki itu perempuan rasanya ingin sekali ia memberi pelajaran padanya.


" Cukup Tin, kalau kamu memang tidak sayang kakak kamu, paling tidak jangan menghalangi kami untuk menyelamatkan kakakmu, masuk ke kamar dan jangan bertingkah aneh lagi!" perintah ayah.


"Tapi Yasir calon suami aku, aku tidak ijinkan dia menolong wanita lain" jerit Kiki.


Ayah yang mulai tidak sabar menghadapi sikap Tini dan wajahnya mulai merah karena amarah yang dicoba ia tahan dari tadi tiba tiba..terhuyung jatuh.


" Ayahhh " jerit ibu dan Rose


Melihat ayah jatuh setelah membentaknya, Kiki langsung melangkah pergi menjauh menuju ke kamarnya.


Ayah memegang dadanya yang tiba tiba terasa sakit. Rose dan Yasir langsung membopong ayah ke dalam kamar. "Tolong selamatkan Kimberley...ayah tidak apa-apa" lirih suara ayah memohon.


Tidak lama Jevaro datang dan berpapasan dengan Kiki,


"Kamu adiknya Kimberley kan Rose dan ibu dimana?" tanya Jevaro.


Kiki melihat Jevaro dari atas sampai bawah dengan tatapan sinis "Ganteng juga tapi Yasir lebih hot " batin Kiki sambil mencibir dan berlalu meninggalkan Jevaro.


Jevaro terdiam sejenak, heran dan menggeleng gelengkan kepalanya " Cewek yang aneh" batin Jevaro sambil terus masuk menuju kamar Kimberley.


"Rose..." panggil Jevaro


Mendengar suara Jevaro Rose langsung mengajak Yasir untuk mencoba mendobrak pintu sekali lagi bersama sama.


" Ibu jaga ayah yah, kami akan mencoba mengeluarkan Kimberley" pesan Rose pada ibu yang disertai anggukan kepala ibu.


BERSAMBUNG


...................~~..................


Hai buat pembaca setia Find the Perfect Love


Terima kasih banyak ya, sudah jadi pembaca setia Find the Perfect Love dan terima kasih juga buat support dan kritik sarannya selama ini 😊 🙏


Mohon maaf bila masih banyak kekurangan disana sini karena ini karya perdana aku.


Tetapi aku akan berusaha untuk terus belajar lebih baik agar bisa membuat kalian semua senang dan betah baca novel aku 😉


Ikuti terus kelanjutannya ya .. Semangat membaca



*❤️**Eveliniq❤️*