
Sudah hampir lima jam Kiki menunggu Yasir, ada perasaan marah, cemburu, sedih, terabaikan dan berbagai rasa yang tidak nyaman.
Masa masa manis saat bersama Yasir membuat Kiki bertekad untuk memperjuangkannya, dia tidak ingin semua kebahagiaan dan kenyamanan yang ia peroleh sirna dan raib begitu saja dan posisinya digantikan wanita lain.
Tak terasa air matanya mengalir mengingat kebersamaan mereka sekarang semakin memudar, ditelepon pun tidak pernah diterima oleh Yasir dikirimin pesan pun tidak pernah dibalas hanya dibaca , sakit sekali hatinya memikirkan hal itu.
"Hei Ki syuting sebelah mana? kamu sudah kah?" tanya Yasir sambil menoleh kanan kiri mencari team yang lain .
Kiki yang memang sudah sejak pagi menunggu Yasir merasa seperti mendapatkan guyuran air dingin yang menyegarkan.
"Yasir benarkah itu suara Yasir ?" batin Kiki sambil melihat ke arah suara tadi, setelah mengetahui kalau ternyata benar Yasir yang ada dihadapannya, Kiki spontan lari dan memeluk Yasir.
"Hei apa apaan ini," seru Yasir yang terkejut tiba tiba kiki memeluknya, tapi belum sempat Yasir melanjutkan lagi pertanyaannya, bibir Yasir sudah dilum*t tanpa henti oleh Kiki, detik berikutnya Yasir sudah memimpin keadaan dan perang bibir lah mereka, dan sesekali disertai perang lidah, tidak sampai disitu saja karena perlakuan Kiki yang membuat gai**ah lelaki nya bangkit, tangan Yasir sudah bergerilya kemana mana bahkan satu tangan Yasir sudah ada di bagian sensi**f Kiki, sudah kepalang tanggung bagi Kiki terlalu lama dia menunggu saat intiiim bersama Yasir seperti ini, bukannya melarang, tapi Kiki yang hanya memakai keben yang saat ini sudah berada di bagian pinggangnya karena bagian da**nya kini sudah jadi milik Yasir untuk bermain, lidah Yasir sudah bermain dengan li**rrnya di lingkaran kecil gunung milik Kiki, dan berhasil mengeluarkan leng**han leng**han nikmat dari bibirnya, Kiki yang hanya mengenakan rok mini hitam, dengan gerakan cepat, langsung mengangkat salah satu kakinya melingkar di pinggang Yasir. Melihat respon Kiki, Yasir semakin liarrr dan membuat Kiki menjerit niiikmat saat jari Yasir memasuki daerah sens***fnya keluar masuk, dan Kikipun makin menempelkan tubuhnya ke tubuh Yasir, kenikmatan yang mereka rasakan ini harus berakhir dengan teriakan suara sang Sutradara, "Yasir .. Kiki ...ayo syuting."
Seketika itu Kiki merapikan baju nya kembali dan berusaha menstabilkan kembali nafasnya. Yasir secepat kilat mengikuti arah sang Sutradara dan meninggalkan Kiki yang sedang berusaha kembali ke darat setelah terbang di Awang Awang.
Sadar Yasir telah meninggalkannya, Kiki secepat kilat menyusul Yasir.Kikipun kecewa begitu sampai lokasi Yasir sudah mulai syuting.Yang bisa Kiki lakukan sekarang, kembali seperti awal tadi, menunggu Yasir selesai syuting.
.........~`.........
Jam menunjukkan pukul enam sore, di sebuah Mall di kota Surabaya terlihat dua sahabat yang saling tertawa dan bercanda tampak sedang makan di food court selesai berbelanja berbagai keperluan.
"Kim kita nonton yuk sudah lama nih kita tidak nonton bareng" ajak Rose.
"Hmm boleh juga, ada film apa saja ya? yuk kita lihat " sambil berjalan berdua menuju ke Studio 21.
Saat mereka berjalan menuju Studio 21 sambil tetap bercanda tertawa berdua dan menghabiskan minuman yang mereka beli tadi, tidak sengaja Kimberley menabrak tubuh seseorang dan langsung tubuhnya ditangkap saat akan terjatuh.
"Oh maaf ... maaf " Kimberley langsung meminta maaf karena tadi keasyikan bercanda, hingga tidak melihat ada seseorang di depannya dan menabraknya.
Rose hanya terdiam dan terkejut saat tahu yang ditabrak Kimberley adalah ..
"Aro" seru Kimberley saat berusaha bangkit dan melihat wajah orang yang ia tabrak tadi, Jevaro yang akhirnya sadar bahwa yang menabraknya tadi adalah Kimberley spontan membatu Kimberley berdiri dan merapikan barang belanjaannya yang berserakan akibat kejadian tadi.
Kimberley dengan perasaan malu dan berbagai perasaan lainnya yang berkecamuk di dadanya berusaha secepat mungkin berlalu dari hadapan Jevaro .
Kimberley berusaha sekuatnya untuk menutupi perasaannya, entah ada apa dan kenapa saat tadi wajahnya bertemu dengan wajah Jevaro dengan jarak yang sangat dekat sekali ada perasaan yang tidak biasa, jantungnya berdegup kencang tubuhnya tiba tiba terasa hangat ada aliran aliran halus merayap di seluruh tubuhnya.
"Hei Bu Rose, rupanya kalian selesai berbelanja ya?" tanya Jevaro berusaha untuk mengendalikan keadaan yang cukup membuat dirinya terkejut.
Salah dia juga, tadi dia berjalan sambil melihat hape, karena ingin menelepon mamanya untuk bertanya apakah mamanya ingin titip sesuatu.
Tidak disangkanya membuat ia bertabrakan dengan Kimberley, bukan sampai disitu saja menangkap tubuh Kimberley agar tidak terjatuh membuat mereka saling berpelukan dan saat wajah mereka bertemu dengan jarak yang cukup dekat membuat jantungnya berdegup degan sangat kencangnya.
Jevaro berusaha untuk tidak memperdulikan semua perasaaan aneh yang ia rasakan sebisa mungkin ia berlaku seperti biasa.
"Ini kalian sudah selesai belanja, atau mau pulang?" tanya Jevaro
yang langsung disambut anggukan kepala oleh Kimberley agar mereka bisa cepat terlepas dari Jevaro.
Tapi tidak bagi sahabatnya, Rose malah menjelaskan kalau mereka mau nonton film tapi tidak tahu nonton apa dan berencana untuk melihat dulu film apa yang saat ini sedang tayang, dan tanpa bertanya apa pun dan minta persetujuan pada Kimberley, Rose mengajak Jevaro untuk nonton bersama mereka.
"Yuk pak Jevaro kalau Bapak ada waktu luang nonton bareng bersama kami" ajak Rose yang langsung memperoleh senggolan dan tatapan tajam Kimberley tanda tidak setuju.
"Good idea tapi beneran nih saya boleh bergabung dengan kalian?" jawab Jevaro sambil melirik Kimberley.
Kimberley hanya bisa tersenyum kecut saat Jevaro melirik ke arahnya untuk minta persetujuan nya.
"Tentu bolehlah pak " jawab Rose sambil menyenggol Kimberley.
"Eee ehmm , iya iya boleh, yuk Aro gabung dengan kami" sahut Kimberley meyakinkan Jevaro dengan terpaksa.
Padahal ia ingin cepat cepat berlalu dari hadapan Jevaro, berdekatan dengan Jevaro selain takut bila Yasir melihatnya dan nanti akan menimbulkan kesalahpahaman, juga takut akan perasaan perasaan aneh yang muncul di hatinya.
Tapi bagaimana lagi Rose membuatnya tak punya alasan lagi untuk menghindarinya.
Akhirnya mereka bertiga berjalan bersama menuju Studio 21, di sana mereka memilih milih film yang akan mereka tonton karena kebanyakan yang sedang tayang adalah film horor, jadi mereka sepakat untuk menonton satu judul film horor.
Masih satu jam lagi, film yang ingin mereka tonton diputar. Sambil menunggu mereka berbincang bincang santai, Jevaro menawarkan mereka popcorn untuk pendamping nonton, dan disepakati mereka hanya membeli satu popcorn jumbo dan tiga minuman karena Rose dan Kimberley baru saja selesai makan jadi perut mereka masih penuh.
Jevaro yang hanya menggunakan T-'shirt lengan panjang putih dan celana hitam, sederhana simpel tapi tetap memukau, tampak serasi dengan Kimberley yang kebetulan juga memakai blus berwarna putih dan rok mini hitam.
Jevaro sepertinya sangat menikmati momen kebersamaan ini, segala bentuk keformalan yang biasa ia tunjukan saat bekerja hilang, sudah tidak ada lagi sikap jaim yang dimunculkannya, santai akrab dan bersahabat inilah sifat dan kepribadian asli dari seorang Nathanael Jevaro Reynaldi Pranoto.
Tanpa sepengetahuan Kimberley, disela sela obrolan sering sekali Jevaro melirik diam diam ke arah Kimberley, ada perasaan bahagia yang terselip bila melihat Kimberley tertawa gembira mendengar gurauan yang Jevaro lontarkan.
Rose pun mengetahui itu, ada sedikit perasaan cemburu terselip dihatinya, tapi entah mengapa justru dia lebih setuju bila sahabatnya itu jatuh di pelukan Jevaro daripada si bocah tengil Yasir Mir.
Seorang Kimberley Ryan bersanding dengan Nathanael Jevaro Reynaldi Pranoto sungguh perpaduan yang bisa mengguncang dunia perbisnisan di kota Surabaya, siapa yang tidak mengenal mereka Pembisnis muda pekerja keras ulet dan mumpuni di bidangnya masing masing, sungguh suatu hal yang sangat hebat dan luar biasa bila itu semua terjadi.
Rose rela bila Jevaro bersama Kimberley karena baginya sahabatnya ini berhak hidup bahagia setelah berbagai kesedihan dan keterpurukan yang ia alami. Ia tidak bisa membayangkan bila Kimberley bersama Yasir bisa dipastikan air mata lah yang akan selalu menemani Kimberley, "Oh tidak jangan sampai hal itu terjadi Kimberley berhak mendapatkan cinta yang sempurna bukan toxic love" batin Rose.
Dalam hati Rose mendoakan agar impiannya itu menjadi nyata. Sambil tersenyum bahagia Rose membayangkan suatu hari nanti sahabat yang ia sayangi ini bersanding bahagia bersama pria yang paling menawan yang pernah ia temui sepanjang hidupnya.
Baginya perasaannya terhadap Jevaro hanyalah sebatas mengagumi walau jujur setiap berdekatan dengannya jantungnya selalu berdebar debar, apalagi bila Jevaro tersenyum, Jantung bagaikan berhenti sejenak.
...Mohon perhatian, pintu teater dua telah dibuka ...,bagi anda yang telah memiliki tiket, dipersilahkan untuk memasuki ruangan teater dua...
Suara operator bioskop membuyarkan semua lamunan Rose, dan masuklah mereka bertiga ke dalam bioskop.
Entah bagaimana dan siapa yang mengatur Jevaro duduk berdampingan dengan Kimberley.dan diikuti Rose disebelahnya.
Untuk beberapa saat, duduk berdekatan di ruangan gelap cukup membuat jantung Jevaro dan Kimberley berdebar halus.
Jevaro berusaha untuk menenangkan diri dengan membagikan popcorn pada Kimberley dan Rose, karena Popcorn hanya satu akhirnya disepakati Kimberley lah yang memegangi popcorn untuk dimakan bersama.
Perasaan Kimberley semakin tidak nyaman, karena perang hati sedang bergejolak di hatinya di sisi lain ia merasa nyaman bersama Jevaro di satu sisi dia ingat kalau dirinya milik Yasir.
Teringat akan Yasir Kimberley memutuskan untuk mengirim pesan padanya untuk menanyakan sedang apa dia sekarang, tapi dengan kecewa pesannya tidak mendapatkan jawaban, kemudian Kimberley mencoba untuk menelponnya tapi sekali lagi tidak ada respon dari Yasir, kembali Kimberley merasa kecewa, dia menghubungi Yasir karena ingin menghargainya sebagai kekasihnya dan ingin jujur mengatakan kalau saat ini ia sedang nonton film bersama Rose dan Jevaro, ia tidak ingin ada kesalahpahaman diantara mereka , tapi ternyata Yasir tidak mempedulikannya bahkan tidak mengabarinya.
Walau Kimberley tahu Yasir lagi syuting, tapi kan syn syuting tidak semua ada dia, "Jangan-jangan Yasir sedang bersama Kiki," membayangkan Kiki bersama Yasir cukup membuat kepala Kimberley terasa sakit karena Kimberley paham Kiki wanita seperti apa.
Kimberley masih ingat betul sorot mata Kiki saat menatap Yasir. Kimberley hanya bisa menarik nafas berusaha menenangkan diri dari segala overthinking.
Jevaro diam diam mengamati Kimberley, Jevaro tahu kalau tadi Kimberley berusaha menghubungi Yasir dan detik berikutnya wajah Kimberley langsung berubah sedih.
Jevaro memutar otak untuk membuat Kimberley kembali ceria. Jevaro mulai mengajak ngobrol dan bercanda tipis tipis sampai akhirnya film dimulai,dan Kimberley sudah mulai tidak lagi memikirkan hal hal yang tidak perlu ia pikirkan untuk sementara ini, dan saat film dimulai semua jadi hening dan fokus pada film yang diputer, disaat lagi fokus menonton tiba tiba tangan Kimberley dan Jevaro bersentuhan saat ingin mengambil popcorn, ada sesuatu yang mengalir halus yang mereka rasakan dan spontan membuat pipi mereka merah meronah, bersyukur dalam keadaan gelap jadi semua itu tidak terlihat.
Sudah satu setengah jam, film akhirnya berakhir. Rose paling vokal mengomentari film yang baru saja ditonton. Sedangkan Kimberley hanya terdiam, masih berusaha menenangkan perasaannya yang entah kenapa muncul perasaan perasaan aneh.
Jevaro mengajak mereka makan malam bersama lebih dahulu sebelum pulang, tetapi Kimberley menolak dengan alasan masih ada yang harus ia kerjakan untuk bahan pekerjaan nya besok, dan akhirnya mereka berpisah dan pulang ke rumah masing masing.Tapi Rose masih ingin pergi bersama Jevaro lagi dan berusaha mencari akal untuk dapat nongkrong bareng lagi.
"Pak Jevaro, kalau bapak ada waktu bagaimana kalau besok kita ke cafe Cinamon? kita makan malam bersama di sana saja pak, kalau sekarang kami sudah lelah dan ingin langsung pulang maklum sudah dari sore kami disini pak" ajak Rose dan dibarengi tatapan tajam Kimberly.
"Panggil nama saja Rose kita kan tidak lagi di kantor, Hmm besok? " tanya Jevaro sambil melirik Kimberley.
"Maaf besok saya ada janji, saya tidak bisa ikut " Kimberley ingat kalau besok Yasir akan mengajak nya kencan karena besok Yasir libur syuting , tapi detik berikutnya dia kembali sedih memikirkan sampai sekarang Yasir belum menghubunginya, Kimberley spontan melihat hapenya untuk melihat mungkin ada notifikasi masuk , ternyata tidak ada.
Rose yang melihat itu langsung paham ini pasti karena Yasir.
"Kim, kalau acara kamu batal, kamu hubungi aku ya, ntar aku jemput kamu, kita ke cafe bersama okay" hibur Rose sambil memeluk Kimberley dan disambut anggukkan kepala oleh Kimberley pelan.
Melihat Kimberley dan Rose begitu akrab. Jevaro bertanya,
"Kalian sudah lama ya berteman? seru ya teman sekaligus patner kerja" .
"Kami bersahabat sejak kecil. Jadi ya semua yang berhubungan dengan Kimberley baik pekerjaan dan pribadinya, saya sangat tahu dan paham " sambil menyenggol Kimberley.
"Apaan sih kamu Rose , okay Aro kami pulang dulu ya " pamit Kimberley sambil mendorong tubuh Rose menjauh dari Jevaro.
"Okay sampai ketemu besok ya" sahut Jevaro dibarengi senyum manis Jevaro yang memperlihatkan lesung pipinya.
"Okay sampai ketemu di cafe Cinamon " jawab Rose sambil tetap memandang tajam terpukau dengan senyum manisnya Jevaro, yang sekaligus membuat hatinya berdebar dengan kencangnya.
Akhirnya mereka semua pulang ke rumah masing masing, malam ini Rose menginap di rumah Kimberly.
..................................................
Tunggu kisah berikutnya yaa..
Jangan lupa like komen
love you all