Find The Perfect Love

Find The Perfect Love
Berakhir damai



Selama di perjalanan menuju Cafe Cinamon, di dalam mobil, baik Rose ataupun Jevaro hanya diam membisu hanya musik klasik yang menemani perjalanan mereka.


Rose tenggelam dalam berbagai rencana untuk membongkar kebohongan Yasir dan ingin menyadarkan Kimberley laki laki seperti apa sebenarnya seorang Yasir Mir.


Disisi lain Jevaro merasa kali ini otaknya tidak bisa berpikir, tiap kali mencoba untuk berpikir sedikit, membuat kepala nya terasa sakit, dan itu membuat Jevaro diam seribu bahasa tidak tahu lagi apa yang harus ia katakan bahkan lakukan, saat ini Jevaro hanya merasa bahagia bila dekat dengan Kimberley tapi kenyataan yang ada ia hanya bisa memandangi nya dari jauh, bagi Jevaro melihat Kimberley tersenyum itu sudah membuat hatinya tenang.


Tiba tiba terdengar bunyi telepon Rose berdering, seketika itu membuat pikiran Rose terhenti, "Ibu Luna? hmm ada apa ini kenapa ibu nya Kimberley menelpon nya" pikir Rose. Saat mengetahui bahwa yang meneleponnya adalah ibunya Kimberley.


Sebelum sempat Rose menjawab telepon, Ibu Luna berganti mengirim pesan pada Rose, yang isinya besok ibu Luna akan ke Surabaya dan ingin menemui Kimberley dan anaknya Tini yang juga sedang bekerja di Surabaya .


"Tini di Surabaya? " batin Rose.


"Semoga Kimberley besok mau menemui ibunya, sudah lama sekali mereka tidak bertemu , tidak terasa Tini sudah bekerja, bagus lah dulu terakhir bertemuTini masih SMP tapi Kimberley terakhir bertemu Tini waktu Tini masih TK," gumam Rose.


"Rose, kita sudah sampai " suara Jevaro menyadarkannya kembali dimana ia sekarang berada.


"Oooh .. ok... yuk, Kimmy pasti sudah di dalam " jawab Rose.


Kemudian mereka berjalan berdampingan masuk ke dalam Cafe.


Bagi Rose berjalan berdampingan bersama Jevaro membuat jantung Rose kembali berdetak cepat sekaligus hatinya berbunga-bunga.


Memasuki Cafe Cinamon bersama seorang Nathanael Jevaro Pranoto membuat Rose semakin tidak pede, dan memiliki tekanan tersendiri, karena setiap mata pasti memandang ke arah mereka berdua.


Hampir semua wanita muda yang berada di cafe terpesona melihat ketampanan Jevaro, membuat Rose merasa salah tingkah menjadi sorotan setiap mata saat mereka melewatinya.


"Rosee ..." panggil Kimberley dari kejauhan.


Rose yang mendengar namanya dipanggil langsung mencari sumber suara yang didengarnya tadi, ternyata Kimberley dan Yasir duduk di dekat air mancur.


Kimberley terlihat melambaikan tangan dan disambut lambaian tangan juga oleh Rose dan langsung menghampiri Kimberley, dan Jevaro mengikuti di belakangnya.


Yasir yang mengetahui kedatangan Rose dan Jevaro langsung memeluk Kimberley dan mencium pipi Kimberley. Rose hanya geleng-geleng kepala saja melihat kelakuan Yasir, sedangkan Jevaro hanya bisa menahan nafas dan menahan sesuatu yang terasa sakit di dadanya.


"Rose ...Aro kalian mau pesan apa? " tanya Kimberley sambil memanggil pelayan Cafe, dan menyodorkan daftar menu pada Rose dan Jevaro.


Sebelum pelayan menghampiri, Rose dan Jevaro memilih milih menu yang tersedia terlebih dahulu.


"Jus Strawberry dan roti bakar keju coklat itu dulu deh," sahut Rose sambil memandang Jevaro tajam, yang menyiratkan pertanyaan keingintahuannya akan apa yang akan dipesan oleh Jevaro.


"Ehmm aku jus alpokat dan wafel lemon " pesan Jevaro pada pelayan.


Kimberley tanpa sadar menatap ke arah Jevaro, Kimberley tidak percaya dengan apa yang dia dengar tadi , kok bisa sama dengan yang dia pikirkan, tetapi karena Kimberley tidak mau membuat Yasir makin berulah bila tahu Kimberley juga pesan menu yang sama dengan Jevaro, maka Kimberley langsung mengubahnya.


"Choco melt 2 dan wafel saos lemon 1 serta 1 red Velvet cheese cake." pesan Kimberley pada pelayan Cafe .


Mendengar apa yang dipesan Kimberley Rose mengerti akan situasi yang ada, Rose tahu benar sebenarnya Rose ingin memesan Jus Alpokat dan wafel saos lemon kesukaannya seperti yang biasa ia pesan kalau Kimberley bersama Rose, tetapi karena terlanjur Jevaro memesan menu tersebut untuk menghindari perang dunia ke 3 Kimberley mengalah untuk pesan menu yang lain.


"Hai J nih rokok " tawar Yasir pada Jevaro sekembalinya dia membeli rokok di kasir.


"Terima kasih " sahut Jevaro,


yang diikuti senyum sinis Yasir.


"Oh iya Kim, tadi ibu mu memberitahuku kalau besok ia akan datang " Rose sengaja memberitahu Kimberley saat bersama orang orang yang ia segani, bila disampaikan secara empat mata sudah pasti reaksi Kimberley langsung pergi meninggalkan nya karena Kimberley terlanjur sakit hati pada ibunya .


Merasa mendapat kedudukan istimewa di hati Kimberley, karena di hadapan Jevaro Kimberley meminta dirinya untuk menemaninya bertemu ibunya bahkan akan mengenalkannya. Yasir langsung berubah menjadi lebih ramah pada Jevaro.


Dalam pikiran Yasir, tuh kan tanpa perlu banyak tenaga yang keluar, ternyata Kimberley sendiri yang menegaskan bahwa Kimberley lebih memilih dirinya daripada Jevaro .


"Yes, uhuiii " sorak hati Yasir mendengarnya.


"Dengan senang hati sayang aku akan selalu mendampingi mu karena memang kita saling memiliki" batin Yasir


Rose spontan tersenyum sinis melihatnya karena dia paham alasan Kimberley mengajak Yasir menemui ibunya bukan hanya karena ingin mengenalkan Yasir pada ibunya tapi karena Kimberley sesungguhnya malas bertemu ibunya.


Tidak terasa hari semakin malam, pengunjung Cafe sudah mulai berkurang, tidak diduga acara nongkrong malam ini berlangsung dengan bahagia dan tanpa pertengkaran, jam kini sudah menunjukkan pukul 23.00 WIB, akhirnya mereka berpisah pulang ke rumah masing-masing.


Rose tahu diri tidak ingin merepotkan Jevaro, sehingga ia lebih baik memesan taxi online untuk mengantarnya pulang, karena Rose sangat tahu sekali bahwa di pikiran dan hati Jevaro ada Kimberley.


Sejak awal tadi Rose sering memergoki Jevaro diam diam memandang Kimberley dengan tatapan yang penuh arti dan bila Yasir memancing kecemburuannya. Jevaro hanya diam mengalihkan pandangannya ke tempat lain dan terkadang pura pura sibuk makan, tapi jelas sekali ada sorot kecemburuan di mata Jevaro.


Semua sikap Jevaro itu membuat Rose semakin yakin kalau Jevaro menaruh hati pada Kimberley.


Disaat yang bersamaan Kimberley merasa Jevaro hari ini menjadi pendiam, berbeda sekali sewaktu mereka bertiga kemarin Jevaro selalu bercerita dan melemparkan gurauan gurauan lucu tapi hari ini dia hanya menjawab pertanyaan dan sesekali tersenyum tipis yang terkesan dipaksakan ya dipaksakan senyuman yang ia lihat hari ini berbeda dengan senyuman senyuman sebelumnya yang sering ia lihat.


Dengan perasaan kuatir menghadapi reaksi Yasir tapi bagi Kimberley ini harus dilakukannya sebagai tanda terima kasih karena Jevaro mau bergabung dan nongkrong bersama mereka di sela sela kesibukannya, Kimberley meminta ijin pada Yasir untuk menghampiri Jevaro menyampaikan rasa terima kasihnya tersebut.


Dan diluar dugaan Kimberley, Yasir mempersilahkannya, bagi Yasir kini tidak ada yang perlu dikuatirkan lagi toh jelas jelas Kimberley lebih memilih nya untuk menemui ibunya, bukan Jevaro yang dipilih tapi dia dan itu adalah hal teristimewa bagi Yasir, merasa ia special di hati Kimberley.


Akhirnya sebelum Jevaro masuk ke dalam mobilnya, Kimberley menghampiri Jevaro.


"Arooo tunggu.." panggil Kimberley dengan suara bergetar, entahlah kenapa perasaannya jadi berantakan seperti ini hatinya jantungnya seperti berlomba berdetak dan berdebar bila berdekatan dekat Jevaro.


Mendengar suara Kimberley memanggil namanya serasa tidak percaya dengan apa yang didengarnya tetapi tubuhnya sudah spontan membalikkan badan ke arah suara.


"Aro terima kasih ya ..." ujar Kimberley tulus.


"Oh... untuk apa? kita berteman bukan?, no thanks between us" sambil tersenyum manis, dengan sorot mata tajam tapi lembut membuat hati Kimberley kembali tidak beraturan.


"Okay Kim, take care ya...tuh satpam kamu sudah melotot, see you " kelakar Jevaro diikuti tertawa kecil mereka berdua


"Ok Aro hati hati ya, see you" sahut Kimberley.


Mereka saling mengangguk dan tersenyum dan masuklah Jevaro ke mobil, sebelumnya berpamitan pada semuanya terlebih dahulu lalu menghilanglah Jevaro dari hadapan mereka.


"Okay guys ...taxi online aku dah datang nih yuk ya aku duluan" ujar Rose sambil mencium pipi kanan dan kiri Kimberley.


"Sampai bertemu besok ya Kim aku juga ingin bertemu Tante Luna " teriak Rose, yang diikuti acungan jempol dari Kimberley.


Kemudian Kimberley dan Yasir pun meninggalkan Cafe Cinamon dengan senyum bahagia .


Beberapa menit kemudian, sampai di depan rumah Kimberley, "Sampai bertemu besok ya sayang, ga sabar nih ingin bertemu calon mertua"


sambil tertawa kecil dan mengerlingkan matanya pada Kimberley serta mencium bibirnya lembut.


"Selamat malam sayang tidur yang nyenyak ya besok kita bertemu lagi" ujar Yasir dan kemudian hilanglah Yasir di kegelapan malam.