
Akhirnya selesai sudah pesta impian Rose.
Rose sangat puas, hasil kerja keras beberapa hari terakhir ini berhasil dengan sempurna.
"Hmm selesai sudah" Rose tersenyum puas
Sekarang yang tertinggal hanyalah sisa sisa pesta.
"Oh ya ngumpet ah di kamar, Kimberley kan belum tahu kamarnya seperti apa sekarang, hmm" Rose cekikikan membayangkan bagaimana reaksi Kimberley begitu masuk ke kamarnya.
Setelah Yasir pamit pulang, Kimberley kembali masuk ke dalam rumah, sepi... keramaian pesta tadi sudah sirna hanya sisa sisa pesta saja yang masih tertinggal.
Kimberley mencari Rose di ruang tengah, ruang makan, dapur hingga kebun belakang tidak nampak sedikitpun sosoknya.
"Rose...Rose...kamu dimana?" panggil Kimberley
Tetapi yang dicarinya sama sekali tidak terlihat.
"Maaf Ibu mencari ibu Rose?" tanya asisten rumah tangganya Kimberley.
"Iya, kamu lihat?" tanya Kimberley
"Ada di kamar atas bu"
"Oh baiklah terima kasih ya" ucap Kimberley kemudian melanjutkan langkahnya menuju kamar atas.
"Jangan-jangan sudah tertidur dia, dasar putri tidur" gerutu Kimberley.
klik
Kimberley membuka kamar dan betapa terkejutnya Kimberley melihat kamarnya sudah berubah.
Balon dimana mana dan serba pink...
"Roseeee ....kamu dimana? aku tahu ini pasti ulah kamu" panggil Kimberley.
Kimberley tidak menyangka kamarnya pun jadi sasaran dekorasi pesta oleh Rose
"Bagaimana ibu Kimberley kamu suka?" tiba-tiba Rose sudah ada di belakangnya.
"Rose kamu memang ratu pesta" Kimberley memeluk Rose
"Makasih ya buat semua kejutan yang kamu berikan hari ini, aku benar-benar terkejut kamu berhasil sis, thank you so much"" ucap Kimberley masih memeluk Rose.
"Kejutan yang paling kamu suka yang mana? yang paling benar-benar tidak kamu sangka dan paling berkesan?" selidik Rose yang mencoba melihat reaksi Kimberley.
"Hmm yang paling tidak aku sangka?" Kimberley berusaha mengingat kejutan apa saja yang telah diberikan Rose kepadanya.
Rose tidak sabaran menunggu jawaban Kimberley
"Iya yang paling berkesan" tanya Rose sekali lagi.
"Hmm semua dari sejak turun Bandara, waktu masuk rumah dan bertemu dekorasi gapura balon di ruang tengah, kebun belakang dan kolam renang, sampai kamar ini aku suka " sahut Kimberley antusias.
"Hmm cuman itu?" Rose memasang wajah kecewa.
"Kan memang itu kejutan dari kamu" Kimberley menatap Rose meminta penjelasan.
"Hmm berarti kejutan utamanya tidak mengejutkan ya kurang special" Rose melangkah ke balkon depan kamar.
Kimberley mencoba berpikir lagi kejutan utama,"Astaga Roseee! maksud kamu Jevaro??"
Rose hanya melirik acuh
"Kalau yang kamu maksud kehadiran Jevaro--" belum selesai Kimberley bicara bunyi ponsel nya berdering.
Kimberley mencari ponselnya dan melihat tulisan di layar wajahnya seketika berubah.
Rose yang melihat perubahan wajah Kimberley jadi penasaran, kalau dari Yasir tidak mungkin seperti itu reaksinya.
"Dari siapa Kim?"
"Nih panjang umur" Kimberley menunjukkan tulisan di layar ponselnya.
"Wow.... cepat terima!" perintah Rose
"Hallo"
"Haii selamat malam, maaf kamu sudah tidur ya?" tanya suara di seberang.
"Belum tapi sebentar lagi juga tidur, kamu sendiri kok belum tidur? kamu pasti lelah, baru datang tadi siang, langsung di culik oleh Rose" ucap Kimberley sambil tersenyum membayangkan Rose menculik Jevaro tadi siang.
"Hahaha iya tadi siang aku di culik kirain diculiknya bareng kamu ternyata kamu belum datang" jawab Jevaro.
Kimberley tertawa
"Besok kamu langsung masuk kantor?" tanya Jevaro
"Sepertinya iya sudah terlalu lama juga aku ninggalin kantor, takutnya ada yang tidak beres maklum sekertaris aku kurang pinter urus kerjaan, lebih jago jadi EO sebuah pesta" tiba-tiba sebuah boneka melayang tepat mengenai punggung Kimberley.
"Aduh "
"Kenapa Kim?" Jevaro langsung panik dan kuatir mendengar Kimberley mengaduh kesakitan.
"Kamu jatuh?atau--"
"Tidak Aro aku tidak apa-apa" jawab Kimberley.
"Ini ibu sekertaris marah, tidak terima dikatakan tidak bisa mengurus kerjaan langsung deh ada boneka melayang" yang kemudian disambut gelak tawa Kimberley dan Jevaro.
"Oya Kim kalau besok kamu masuk kerja kita maksi bareng yuk? aku jemput kamu" ajak Jevaro.
"Boleh eh tapi aku tanya Yasir dulu ya, dia besok mau maksi bareng atau ada jadwal syuting." sahut Kimberley.
"Oh baiklah aku tunggu kabar gembiranya ya, bye Kim good night" kemudian Jevaro memutuskan sambungan teleponnya.
Kimberley terdiam sejenak, kemudian kembali menaruh ponselnya di atas meja.
"Ada apa Kim?" tanya Rose penasaran.
"Hmm kamu datang kan,?" tanya Rose.
"Aku bilang nanti aku kabari lagi, takutnya Yasir tidak ada jadwal syuting pasti dia ngajak maksi bareng, iya kalau mereka akur bisa kita ajak maksi sekalian" jawab Kimberley
"Ntar kalau Yasir ada syuting, kamu juga ikut ya maksi bareng Aro ntar aku kabari ke dia" sahut Kimberley.
"Jangan Kim" sahut Rose cepat
"Kenapa?" Kimberley menoleh ke arah Rose.
"Ehm aku sudah ada janji dengan PT Sinar Abadi untuk pengajuan proposal" Rose mencoba untuk mencari alasan.
"Bagaimana mungkin aku ikut maksi bersama Jevaro dan Kimberley, undangan maksi itu kan ditujukan khusus buat Kimberley." batin Rose.
"Sepertinya Jevaro mulai bergerak mendekati Kimberley, hmm kalau Yasir tahu rencana Jevaro, perang dunia ketiga akan benar-benar terjadi."pikir Rose
"Hei Rose lagi mikirin apa sih?serius amat wajahnya" Kimberley melambaikan tangannya di depan wajah Rose.
Tiba-tiba terdengar dering ponselnya berdering lagi.
Kimberley berjalan ke meja mengambil ponselnya setelah mengetahui siapa yang menghubunginya ia berjalan ke arah balkon depan.
"Selamat malam cantik" sapa Yasir
"Hai sayang selamat malam,"
"Sudah hampir jam satu pagi lho kok belum tidur sayang, pasti lagi ngobrol seru ya sama Rose." tebak Yasir.
"Iya nih, kamu tahu gak kamar aku juga dihias jadi serba pink" jelas Kimberley.
"Oh ya?"
"Aku kirim fotonya ya" tawar Kimberley.
"Oke sama kamunya ya, kangen nih" sahut Yasir
"Ih kamu gombal ah"
"Serius sayang sudah terbiasa selalu bersama kamu setiap waktu beberapa minggu ini, jauh dari kamu sedetik saja rasanya ada yang kosong, aku jadi berpikir bagaimana kalau kita tunangan dalam waktu dekat ini tahun depan setelah peresmian rumah produksi aku, kita menikah" jelas Yasir.
Kimberley tidak menyangka Yasir akan mengajaknya menikah.
"Kim kamu masih disitu?"
"Iya sayang aku masih disini" jawab Kimberley
"Ya sudah kamu tidur sekarang, mimpi indah ya, besok saat kita bertemu kita akan ngomongin ini lebih serius lagi sekarang kamu bobok dulu istirahat ya sayang i love you" pinta Yasir pada Kimberley
"Iya kamu juga oh iya besok kamu ada jadwal syuting?"
"Iya maaf ya kita baru bisa bertemu saat makan malam, aku kerumah besok setelah syuting selesai." jelas Yasir
"Oh baiklah jaga diri ya sayang i love you too" sahut Kimberley
Kemudian terputuslah hubungan telepon antara Yasir dan Kimberley.
Setelah menutup pintu kaca penghubung antara balkon dan kamar, Kimberley menyusul Rose tidur.
"Hmm malam yang sangat indah sekaligus melelahkan" Kimberley tersenyum bahagia.
"Rose.." panggil Kimberley
Tidak ada jawaban, "Kamu sudah tidur ya, oke selamat malam Rose terima kasih buat hari ini' kemudian Kimberley pun tertidur.
Sebenarnya Rose belum tidur hanya saja ia lagi mencoba mempelajari perasaannya entah sejak kapan ada perasaan sakit samar tiap kali ngobrol bersama Jevaro dan Kimberley, ia sering memergoki Jevaro selalu diam diam memandang Kimberley dengan tatapan penuh cinta.
"Apa ini tandanya aku cemburu pada Kimberley" batin Rose
"Tapi aku adalah orang pertama yang akan berbahagia bila Kimberley jadian dengan Jevaro." pikir Rose.
Rose lebih rela Kimberley yang bersama Jevaro daripada gadis lain
Tapi mungkinkah?
Ada Yasir yang pasti tidak akan pernah membiarkan Jevaro mendekati Kimberley.
"Ahh biarkan takdir saja yang mengatur semuanya" batin Rose dan kemudian dia pun tertidur.
...............~~~~~.............
Di tempat lain Jevaro pun belum bisa tidur bayangan Kimberley memenuhi isi kepalanya.
"Sampai kapan perasaan ini bisa aku sembunyikan" batin Jevaro
"Kapan ia munculpun aku tidak tahu, tiba-tiba rasanya kangen banget dan ada yang hilang bila jauh dari Kimberley." jerit hati Jevaro.
"Apakah ini cinta? tapi ia sudah ada yang punya" sedih hati Jevaro tiap kali mengingatnya.
"Ah biarlah takdir kami yang mengaturnya bila memang Kimberley jodoh aku kelak kami pasti bersatu" gumam Jevaro.
"Tuhan bila boleh meminta, aku ingin Kimberley yang jadi jodohku entah bagaimana caranya aku percaya cinta akan menemukan jalannya." doa Jevaro.
Kemudian tertidurlah Jevaro sambil tersenyum.
.............. BERSAMBUNG..............
Sambil menunggu perjalanan cinta Kimberley up
kepoin karya teman aku yuk
Berbagi Cinta Belenggu Cinta yang Sama
Bagus lho mampir yuk
Happy Reading