Find The Perfect Love

Find The Perfect Love
Dia telah kembali



Mentari pagi telah bersinar, tapi entah mengapa udara di pagi ini sangatlah terasa dingin hingga menusuk tulang.


Melihat Jevaro termenung di depan Jendela, Kimberley menghampirinya, "Terkadang mentari terlihat begitu teriknya menyinari bumi, tetapi udara masih terasa dingin hingga menembus kulit."


Jevaro pun menoleh ke arah sumber suara , betapa terkejutnya ia mendapati Kimberley kini berada tepat dihadapannya.


Masih terbayang di benaknya baru saja ia melamar wanita di hadapannya ini dengan begitu percaya dirinya bahwa dirinyalah yang akan dipilihnya.


Hanya dengan modal kebersamaan diantara mereka, dan cinta yang hanya dirinya saja yang merasakan.


"Aro, udara pagi ini sangat dingin menjauhlah dari jendela, aku gak ingin kamu jatuh sakit. Terima kasih kamu telah setia selalu datang menjenguk Yasir, aku tahu kesibukanmu memimpin beberapa perusahaan, tapi kulihat hampir tiap hari kamu selalu ada disini. Kamu memang orang yang baik Aro, kamu selalu ada disaat aku-----" Jevaro memotong pembicaraan Kimberley.


"Sssttt aku sudah bilang dari awal, semua ini sudah ada yang ngatur. Kita memang selalu ditakdirkan bersama tapi entah untuk waktu berapa lama" ucap lirih Jevaro sambil memegang kedua pundak Kimberley.


Kimberley tak sanggup menahan perasaan sedih, sungguh Jevaro lah sesungguhnya superhero dirinya entah bagaimana dia selalu ada disaat ia membutuhkan kekuatan untuk menopang, di kala ia sedih dan terjatuh .


Kimberley kemudian memeluk dan menangis dalam dekapan Jevaro."Aro ...terima kasih, maaf aku belum bisa membalas semua kebaikanmu padaku ."


"Soal cincin itu---''" belum selesai Kimberley melanjutkan perkataannya Jevaro keburu menutup bibirnya dengan jari telunjuknya.


"Bukan waktu yang tepat untuk membahas itu. oke" Jevaro berusaha tersenyum.


"Kim kamu belum sarapan kan?, kita ke kantin yuk " ajak Jevaro.


"Tapi Yasir.." Kimberley menunjuk ke arah kamar Yasir.


"Percayalah Yasir tidak apa-apa, dia kuat ada kak Aqib juga yang jaga" ucap Jevaro.


"Ayolah Kim, kamu juga perlu istirahat. Aku yang pamitkan ke kak Aqib ya, titip pesan sekalian kalau ada info penting segera kabari kamu atau aku bagaimana, oke?!" Jevaro berusaha meyakinkan Kimberley sambil memegang kedua pundaknya.


Kimberley pun menganggukkan kepala, "Baiklah"


Jevaro tersenyum bahagia akhirnya ia bisa membuat Kimberley mau sarapan bersama di kantin.


Kemudian Jevaro setengah berlari mendekati Aqib, dan memberitahukannya bahwa Kimberley akan sarapan bersama dirinya.


Aqib sedikit terkejut dengan apa yang diucapkan Jevaro, ia menoleh ke arah Kimberley, hati mengatakan tidak rela dan ingin menahannya tapi mengingat adiknya, perasaan itu segera ia kubur dalam-dalam.


"Kak Aqib ..saya pergi dulu ya mau titip apa kak?" tanya Jevaro.


Aqib menggelengkan kepalanya perlahan.


"Pergilah Jev antar Kimberley sarapan" ucap Aqib tanpa menatap Jevaro, karena apa yang diucapkannya bertentangan dengan hatinya. Tangannya mengepal menahan emosi yang bergejolak.


Hati Aqib menjerit ingin sekali rasanya ia berteriak dan membiarkan seluruh dunia tahu bahwa ia mencintai Kimberley.


Tapi ia sadar dunia pasti memandangnya hina, karena seluruh dunia sudah terlanjur tahu bahwa Kimberley adalah cintanya Yasir.


Jevaro pun pergi meninggalkan Aqib yang masih tertinggal di dunia mimpi dan harapannya sendiri.


"Yuk Kim" Jevaro menghampiri Kimberley dan berjalan beriringan menuju kantin sambil mengobrol ringan.


Sesampainya mereka di kantin Jevaro memesan nasi goreng Jawa dan Kimberley mie ayam dan dua teh hangat untuk mereka.


"Hei Kim, kamu tahu tidak kenapa akhir akhir ini sering banget mendung?" tanya Jevaro di sela sela menunggu makanan yang di pesannya.


"Hemm apa ya? tapi kan memang sekarang musim hujan, jadi wajar lah Aro, kalau sekarang sering mendung." jawab Kimberley sambil melihat ke arah langit.


"Iya memang tapi semua hal di dunia ini kan ada sebab akibatnya." ujar Jevaro gigih


"Hmm kenapa ya?" Kimberley berpikir serius.


"Mau tahu jawabannya?" Jevaro tersenyum menggoda.


"Apa?" Kimberley mengerutkan dahinya.


"Karena kamu!" Jevaro menatap Kimberley serius.


"Aku??" Kimberley bingung sambil menunjuk dirinya sendiri.


Jevaro mengangguk sambil tersenyum penuh arti.


Kimberley menatap Jevaro intens.


"Iya karena kamunya lagi sedih, jadi tuh langit ikutan mendung terus, coba kamunya senyum pasti mentaripun ikut tersenyum" jawab Jevaro tersenyum manis .


Kimberley melempar serbet ke arah Jevaro " Dasar Aro, bisa aja !"


"Eitss " Jevaro berusaha mengelak dan menangkap serbet yang dilempar Kimberley.


Kemudian mereka saling bercanda gurau tertawa lepas.


"Hei Kim, tuh ada sisa saos di sudut bibir kamu." tunjuk Jevaro


Dengan spontan Kimberley berusaha menghapusnya.


"Permisi ya, sini aku bantu" Jevaro mengambil tisu dan menghapus sisa saos di sudut bibir Kimberley.


Kimberley mendekatkan wajahnya pada Jevaro.


Jantung Jevaro berdebar dengan sangat kencang, entah kenapa tiap berdekatan dengan Kimberley seluruh tubuhnya terasa dialiri listrik .


"Dasar anak TK makannya masih belepotan" celetuk Jevaro lalu tertawa lebar.


Kimberley tersipu malu, "Ih Aro ah" .



Kemudian merekapun tertawa bersama.


Di sudut depan di luar kantin yang berdinding kaca ada sepasang mata yang mengamati segala aktivitas Jevaro dan Kimberley dengan tatapan penuh kecemburuan sekaligus kesedihan.


Melihat Kimberley bisa tersenyum kembali setelah beberapa hari senyum itu hilang dari wajah cantiknya, ia pun tersenyum lega tetapi miris karena senyum itu muncul bukan karena dirinya tapi Jevaro yang berhasil membuatnya tersenyum kembali .


"Terimakasih Jev, kamu bisa membuatnya tersenyum kembali dan membuat ia melupakan kesedihannya sesaat. Kasihan sudah berhari-hari hanya air mata dan kesedihan yang selalu menghiasai wajahnya " lalu ia pun pergi meninggalkan Jevaro dan Kimberley yang masih bercanda gurau bersama.


.............🌹🌹🌹🌹..............


Rose terlihat mondar mandir maju mundur mencari sesuatu.


Rose bingung kemana perginya semua orang. Di setiap sudut lorong kamar di dekat ruangan Yasir tidak ditemui seorang pun dari orang-orang yang dicarinya.


"Kemana semua nih Kak Aqib. Kimberley dan Jevaro .Mungkinkah Jevaro pulang untuk mengurus pekerjaannya terlebih dahulu? lantas kemana Kak Aqib dan Kimberley??" tanya batin Rose.


Rose mencoba mengintip ke ruangan Yasir.


"Haii Rose.." sapa Yasir.


"Haii.." Rose terkejut melihat Yasir hari ini begitu fresh dan senyumnya begitu mempesona.


"Kimberley mana Rose, aku kangen" tanya Yasir sambil tersenyum lembut.


"Semalam aku tahu dia tidur disisi kamu, tapi pagi ini aku belum lihat dia lagi, mungkin sedang sarapan atau pulang mandi." jawab Rose sekenanya.


"Iya dia pasti lapar, kan biasa gak kuat nahan lapar" Yasir tersenyum lebar mengingat kebiasaan kekasihnya itu


Rose pun tertawa sambil membayangkan pengalaman bersama sahabatnya itu bila lapar, pasti perut Kimberley bernyanyi merdu .


"Kamu bayangin apa Rose,?" tanya Yasir penasaran dengan tertawa lepas Rose


"lagi teringat Kimberley kalau lapar seluruh dunia pastinya tahu karena perutnya pun turut bernyanyi untuknya" kelakar Rose.


"Iya betul itu, bila lapar perut Kimberley pasti bernyanyi merdu" sahut Yasir yang kemudian tertawa lebar .


Teringat berapa banyak sudah ia mendengar nyanyian merdu dari perut Kimberley. Bahkan ketika mereka liburan kemarin saat baru saja mendarat di New Delhi, perutnya bernyanyi juga, semua kenangan itu begitu melekat di kepalanya.


"Yasir aku senang kamu sudah bisa tersenyum kembali, semoga kamu cepat pulih ya!" harap Rose


"Maafkan aku, dulu aku sempat tidak suka denganmu, karena kamu seringkali menyakiti dan membuat Kimberley menangis. Aku tidak suka bila sahabatku dipermainkan." ucap Rose.


Yasir mengangguk sambil tersenyum.


"Aku tahu Rose, aku memang jahat kemarin, tapi percayalah aku benar-benar mencintai Kimberley." Yasir berusaha meyakinkan Rose.


"Aku sadar aku dulu sering membuat Kimberley kecewa dan terluka hatinya.Tetapi aku berjanji tidak akan melukai hatinya lagi, mungkin kejadian ini adalah hukuman untukku, aku merasa dengan kecelakaan yang aku alami ini aku terlahir baru, aku siap untuk membahagiakan Kimberley bila Tuhan mengijinkannya. Walau ada beberapa hal yang harus aku selesaikan terlebih dahulu." jelas Yasir.


Rose mengerutkan kedua alisnya.


Yasir tersenyum penuh arti melihat reaksi Rose.


"Hmm kenapa tuh alis? kepo ya?" kembali Yasir tertawa.


Rose pun manyun sesaat.


Yasir kembali tertawa penuh kemenangan.


"Rose bisa minta tolong, bawa Kimberley kemari, aku kangen banget " pinta Yasir.


"Baik, aku cari dulu ya... aku yakin dia masih ada kok di Rumah Sakit ini, Kimberley kan tidak bisa jauh dari dirimu" sahut Rose sambil tersenyum pada Yasir.


"Terima kasih Rose" jawab Yasir.


Rose pun meninggalkan Yasir sendiri di ruangannya, dan kemudian mencari Kimberley.


"Tuhan terima kasih Kau telah pulihkan Yasir, semoga ia segera berkumpul bersama kami kembali dan berbahagia bersama Kimberley ." senyum bahagia Rose tersungging di bibirnya.


..............🌹🌹🌹🌹..................


Maaf ya agak lama up


masih banyak urusan RL yang tidak bisa ditinggalkan jadi agak terlambat up


Jangan lupa ya like komen dan favorite klo masih punya vote bagi ya buat Kimberley dan Yasir


Terima kasih banyak yang masih setia menunggu kelanjutan kisah Kimberley mencari cintanya.


🌹Happy Reading 🌹


Sambil menunggu up mampir ke Cinta Online yukk minta dukungan ya