
"wow sepertinya enak nih.., baunya wangi" ucap Yasir
Ibu tersenyum
"Coba deh dicicipi ayo silakan dimakan" seru ibu
Kimberley dan Rose hanya terdiam saja tanpa bereaksi apapun.
"Enak Bu seperti di resto seafood" sahut Jevaro
"Pasti enak, ini semua yang masak Tini" sahut ibu tersenyum bangga.
Baik Jevaro dan Yasir hampir tersedak, dan kompak mereka mengambil gelas dan minum.
Kimberley dan Rose hanya menatap Jevaro dan Yasir bergantian.
Suasana seketika hening
Tiba-tiba Kiki menghampiri Yasir.
"Kak ini kerangnya enak deh, Kakak coba ya" ucap Kiki sambil memberikan dua sendok kerang ke piring Yasir dan menempelkan tubuhnya ke tubuh Yasir.
"Oh thanks aku ambil sendiri saja" sahut Yasir berusaha menghindar.
"Wow sepertinya Kiki mulai melancarkan serangannya dia tidak sepenuhnya berubah." batin Jevaro.
"Tidak apa apa nak Yasir, biar Tini yang keliling membagikan kerangnya" ucap Ibu.
Kimberley dan Rose saling berpandangan.
Setelah semua selesai makan, mereka masih berbincang bincang di ruang tamu Kimberley terlihat bercanda gurau dengan Yasir dan Rose, Jevaro terkadang menimpali.
Tiba-tiba ibu datang menghampiri mereka,"Nak tolong siapa ya yang paling tinggi ibu minta tolong"
"Yasir tuh paling tinggi" tunjuk Rose
"Bentar ya sayang" sambil berdiri menghampiri ibu.
"Apa yang bisa saya bantu Bu?" tanya Yasir.
"Ini lho nak Yasir bisa bantu Tini menaruh gelas di rak atas, dia gak nyampe" ucap Ibu.
Yasir terdiam melihat di depan lemari sudah berdiri Kiki beserta gelas-gelas yang akan ditaruh di rak atas.
"Bisa nak Yasir?" tanya ibu.
"Oh iya Bu bisa kok" sahut Yasir.
Kemudian Yasir berjalan menuju ke arah almari.
"Sini mana gelasnya" ucap Yasir pada Kiki.
Kiki memberikan gelasnya pada Yasir dan Yasir yang menaruhnya di rak atas.
"Terima kasih ya nak, ibu mau ke belakang dulu" ujar ibu.
Yasir hanya mengangguk.
Dalam keadaan hening mereka bekerja sama, hingga akhirnya Kiki terpeleset dan terjatuh sambil membawa beberapa gelas dan dengan spontan Yasir memeluk Kiki agar gelas tidak terjatuh.
"Yasir!' seru Kimberley yang kebetulan ke dapur mau mengambil minum dan camilan.
Untuk sesaat Yasir mematung dan baru tersadar saat Kimberley berlari keluar.
Yasir lalu melepaskan Kiki dan mengejar Kimberley.
Kiki tersenyum samar.
"Kim tunggu kamu salah paham" teriak Yasir.
Rose dan Jevaro yang berada di ruang tamu menoleh ke arah Yasir dan Kimberley yang sedang belarian.
"Kim tunggu" Yasir meraih lengan Kimberley
"Lepaskan" teriak Kimberley sambil menarik tangannya.
"Kim dengar" Yasir dengan begitu sigapnya menarik lengan Kimberley lalu memeluknya.
"Kim dengar kamu jangan salah paham, percayalah Kim aku mencintaimu, itu tadi tidak sengaja aku tidak bermaksud apa-apa" jelas Yasir.
Kimberley sudah siap dengan kata-kata pedasnya karena terbawa emosi.
Tiba-tiba sekilas Kimberley melihat Kiki sedang tersenyum licik.
Kimberley langsung tersadar Jangan-jangan ini akal-akalan Kiki, sengaja membuat aku cemburu dan marah.
"Oke lah kalau begitu kamu ngajak bermain, aku ikut" gumam Kimberley.
"Iya sayang aku ngerti kok sekarang" lirih Kimberley
Kemudian di luar kebiasaan Kimberley, ia memeluk, mendekatkan bibirnya dan mencium Yasir.
Awalnya hanya sebuah kecupan selanjutnya berubah menjadi ciuman panas dan berlangsung cukup lama dan cukup membuat hati Kiki dan Jevaro meradang melihatnya.
Pyaarrr
Sekali lagi bunyi piring pecah terdengar.
Kimberley tersenyum penuh kemenangan dan berlalu meninggalkan Yasir, sebelumnya ia berbisik "Terima kasih sudah ikut bermain, dan kita menang"
Jevaro yang juga melihatnya, lalu melangkah pergi meninggalkan rumah Kimberley, dengan hati patah dan remuk redam.
Dia tidak pernah membayangkan sebelumnya akan melihat pemandangan seperti tadi Kimberley mencium Yasir dengan penuh perasaan.
Tidak terasa air mata Jevaro menetes, tanpa terkendali ia membawa mobilnya melaju dengan sangat cepat mengikuti irama emosi yang ia rasakan.
Tiba-tiba dari arah berlawanan ada truk melintas memotong jalan.
Alhasil Jevaro panik dan banting setir kemudian....
Brakk
Mobil Jevaro menabrak pohon di tepi jalan.
"Ahhh" jerit Jevaro saat warga berusaha mengeluarkannya dari mobilnya.
Kaki Jevaro terluka parah, salah satu warga menelepon Rumah Sakit menginformasikan adanya kecelakaan dan meminta untuk dikirim ambulance secepatnya.
Sedangkan truk yang mendadak memotong jalan tadi sudah kabur.
Akhirnya datang Polisi untuk mengamankan korban dan tempat terjadinya kecelakaan tersebut.
...............~~~~..............
Yasir menyusul Kimberley ke kamar, mereka terlibat percakapan yang cukup serius
Sedangkan Rose mencari Jevaro ,
di taman belakang dan depan tidak ditemukan sosok Jevaro, Rose baru sadar Jevaro sudah meninggalkan rumah Kimberley ketika mengetahui mobil Jevaro pun tidak ada.
"Rose ayo kita ke Cafe Cinamon" ajak Kimberley
Alis Rose menyatu, ia berpikir ada apa ini baru aja makan malam kok ke Cafe?
"Sudah hayuk ikuti kita, jangan banyak tanya" ucap Yasir lirih dan terus masuk kedalam mobilnya.
Melajulah mobil Yasir meninggalkan rumah Kimberley.
"Kim ada apa ini kok kalian terlihat tegang" tanya Rose penasaran.
"Oh ya Jevaro kabur, sepertinya gara-gara---" Rose sengaja tidak meneruskan kalimatnya.
"Gara-gara apa Rose?" tanya Kimberley serius.
"Ah enggak bukan apa apa lupakan" sahut Rose sambil melihat ke arah jendela mobil.
Yasir tersenyum penuh kemenangan ia paham apa yang menyebabkan Jevaro kabur.
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di Cafe Cinamon.
Setelah memilih tempat duduk yang nyaman mereka akhirnya memutuskan untuk memesan makanan yang mereka inginkan.
Karena perut mereka masih kenyang, akhirnya mereka hanya memesan minuman.
"Dua jus Strawberry, dan satu jus buah naga sementara itu dulu ya" pesan Yasir pada pelayan.
"Ada apa sih Kim kok kalian tegang amat" tanya Rose antusias.
"Kamu tahu, aku tadi hampir saja termakan jebakan Kiki" jelas Kimberley.
"Jebakan bagaimana?" Rose semakin penasaran.
"Iya ternyata Kiki masih tetap Kiki yang kita kenal selama ini hanya saja ia berusaha mengelabuhi kita dengan sikap kalemnya sekarang" ujar Yasir.
"Oh ya? kalian sudah ada buktinya kah?" tanya Rose.
"Aku barusan korbannya" jawab Kimberley.
Kemudian Kimberley menceritakan bagaimana ia hampir saja masuk ke dalam perangkap Kiki, yang nantinya berimbas pada hubungan nya dengan Yasir.
Kiki hampir berhasil membuat ia tersulut emosi dan marah bahkan membenci Yasir yang karena ego Kiki mengiring Yasir melakukan hal yang membuatnya cemburu.
"Oh ya bagaimana bisa? tanya Rose semakin penasaran.
Akhirnya Kimberley menceritakan bagaimana disaat yang tepat ia melihat Kiki tersenyum licik ketika mengetahui dirinya bertengkar dengan Yasir, di titik itulah ia sadar bahwa dirinya dan Yasir seperti bonekanya yang berhasil ia mainkan sesuai dengan cerita yang ia mau, karena itulah ia merubah cerita yang Kiki tulis.
Kimberley merubah kendali dan merubah cerita yang telah ditetapkan Kiki.
"Jadi adegan panas kamu itu tadi bagian dari rencana kamu membalikkan cerita yang Kiki buat?" tanya Rose memastikan.
"Iya" jawab Kimberley singkat
"Tadi aku sudah ngobrol banyak dengan Yasir, bagaimana caranya agar kita tahu selicik apa si Kiki dan kita buktikan ke ibu kalau Kiki tidak pernah berubah, yah kita ikuti saja permainan Kiki kita lihat saja sejauh mana ia mencoba mengambil Yasirku" tegas Kimberley
"Hmm jadi ini yang disembunyikan Kiki dibalik topeng sikap manisnya" Rose mangut-mangut tanda mengerti.
"Kasihan Jevaro menjadi korban karena Kimberley yang ingin mengambil alih kendali, ia tidak tahu kalau yang dilihatnya itu hanya rekayasa." batin Rose."
"Hmm kemana Jevaro dia pasti sangat terpukul, mungkin bila yang dilihatnya tadi Yasir yg melakukannya tidak seremuk Kimberley yang melakukannya" pikir Rose.
Bayangan Kimberley yang mencium mesra Yasir di hadapan semuanya kembali terbayang dipikiran Rose.
"Hmm Jevaro, ..aku coba telpon dia dan bertanya ada dimana saat ini" tiba-tiba ada perasaan tidak enak melintas di pikiran Rose tentang Jevaro.
"Kenapa Rose?" tanya Kimberley melihat wajah cemas Rose.
"Sebentar ya aku coba hubungi Jevaro dulu tadi dia pergi tanpa pamit" Rose berusaha menghubungi ponsel Jevaro
Sesaat kemudian setelah hubungan telepon tersambung,
Brak ...
"Rose.. ada apa?" tanya Kimberley kuatir.
"Rose? kamu baik-baik saja kan" tanya Yasir sambil mengambil ponsel Rose yang terjatuh.
"Jevaro kecelakaan'' jawab Rose.
"Apa?? sekarang dimana dia, Jevaro tidak apa-apa kan?" panik Kimberley mendengarnya.
"Kata mamanya, Jevaro ada di Rumah Sakit Harapan kakinya terluka parah, ada tulang yang patah" jelas Rose.
Kimberley terdiam sesaat seluruh tubuhnya terasa lemas.
"Kim kamu tidak apa-apa?" tanya Yasir.
Sebenarnya seluruh tubuhnya terasa sangat lemas, tapi keinginan untuk menemui Jevaro lah yang membuat Kimberley berusaha untuk tetap kuat.
"Yuk Rose kita temui Jevaro, sayang kamu ikut juga ya " Kimberley langsung berdiri dan diikuti Yasir lalu Rose.
Yasir, Kimberley dan Rose langsung meluncur ke Rumah Sakit Harapan.
................ BERSAMBUNG...........