Find The Perfect Love

Find The Perfect Love
Selamat datang



Kringg....kringgg....kring


Jam weker berdering berulang kali tidak bosan-bosannya memberitahu sang empunya bahwa hari telah berganti.


Sinar matahari pagi mulai nekat memasuki celah-celah jendela kamar.


Sekali lagi dering jam weker kembali berusaha untuk membangunkan.


"Hooooaaaaammm" Yasir mengucek matanya dan meregangkan tubuhnya, tidak sengaja tangannya menyenggol jam weker yang masih terus berdering.


Dengan masih bermalas-malasan Yasir melihat angka yang tertera pada Jam wekernya.


Jarum jam sudah menunjukan pukul delapan pagi.


Bagai disengat listrik Yasir mematikan dan melempar jam wekernya di kasur.


Belum sempat ia bangun dan beranjak dari tempat tidurnya yang nyaman, bunyi ponselnya pun berdering berulang-ulang.


Yasir mencoba meraih ponselnya yang berada di meja samping tempat tidurnya.


Sekilas ia melihat nama Kimberley tertera di sana, tanpa berlama-lama ia langsung menerima telepon dari kekasihnya itu.


"Hallo Kim, morning dear' sapa Yasir.


"Hai sudah jam delapan, kamu sudah siap? jam sembilan kan pesawat Kak Aqib mendarat" sahut Kimberley mengingatkan.


"Iya sayang ini lagi siap-siap meluncur menjemput kamu" sahut Yasir sambil bangkit dari tempat tidurnya lalu menyambar handuk dan langsung masuk ke kamar mandi.


"Oke sayang tunggu sebentar ya, aku mau meluncur nih love you" lalu Yasir mematikan hubungan teleponnya.


Yasir kemudian melakukan ritual mandinya dengan secepat kilat. bayangan Kimberley menantinya terus membayangi pikirannya.


Setelah menyelesaikan ritual mandi paginya Yasir kemudian merapikan diri, T-'shirt lengan panjang abu abu dan dipadukan dengan celana jeans hitam menambah pesona ketampanan khas lelaki Khasmir terpancar dengan begitu cemerlang.


Setelah puas mengamati penampilan dirinya di depan kaca dan merapikan rambutnya serta rambut-rambut halus di sekitar wajahnya yang menambah ke-macho an dirinya, Yasir langsung menyambar kunci mobilnya dan bergegas meninggalkan apartemen nya.


Setiap wanita terutama gadis-gadis belia saat berpapasan dengannya, dibuatnya terpukau dengan ketampanan Yasir yang terpancar keluar begitu sempurna.


Yasir sudah terbiasa dengan respon gadis-gadis belia tersebut saat melihat dirinya, sama persis dengan yang perlakuan teman-teman cewek Yasir yang ada di lokasi syuting.


Yasir mempercepat langkahnya menuju area parkir apartemen dan membawa mobilnya melaju menuju kediaman Kimberley.


Dengan kecepatan yang cukup membuat jantung berdebar Yasir berharap tidak terlambat menjemput kakak tercinta.


Sesampainya Yasir di rumah Kimberley, Kimberley sudah siap di teras depan rumah ditemani ibu.


Kimberley terlihat cantik dengan blus putih kutungan dipadukan celana jeans berwarna hitam dan flat shoes abu. Rambut Curly coklat tergerai dengan indahnya.


Yasir turun dari mobilnya, menyapa dan mencium tangan ibu, lalu berpamitan .


"Ibu, Yasir berangkat dulu ya bersama Kimberley, menjemput kak Aqib di Bandara" pamit Yasir.


"Iya nak, hati-hati ya di jalan titip Kimberley" pesan ibu.


"Siap Bu, laksanakan" sahut Yasir disertai tertawa kecil ibu dan Kimberley.


Lantas dengan sigapnya Yasir menggendong Kimberley, membawanya ke mobil.


"No Yasir turunkan!, aku ingin belajar jalan pelan-pelan biar kakiku gak manja aku gak mau tergantung pada orang lain terus menerus" sahut Kimberley.


"Oke kalau itu alasannya," Yasir menurunkan Kimberley perlahan.


Yasir menggandeng Kimberley mesra dan menuntunnya dengan sabar hingga sampai ke mobil.


Setelah Kimberley masuk mobil, Yasir lalu membawa mobilnya melaju ke bandara.


"Kamu tahu Kim, hari ini kamu terlihat cantik banget " bisik Yasir sambil mengecup pipi Kimberley.


Kimberley tersipu merona pipinya di kecup Yasir.


"Dan kamu tahu sayang, kamu juga tampak luar biasa ganteng" sahut Kimberley sambil memeluk lengan Yasir dan menyandarkan kepalanya ke bahu Yasir.


Disambut gelak tawa Yasir.


"Wahh kalau itu memang dari sononya" sahut Yasir pede sambil tersenyum nakal .


Sesekali Yasir mencium kening Kimberley mesra.


Akhirnya sampai juga mereka di Bandara, karena waktunya sangatlah mepet, Kimberley meminta Yasir untuk mengijinkannya menunggu di mobil saja takutnya menghambat karena Kimberley belum mampu berjalan cepat.


Yasir menyetujui permintaannya, "Jangan kemana-mana ya, aku cepat kok begitu kak Aqib terlihat langsung aku ajak lomba lari kesini oke" sahut Yasir sambil mengelus kepala Kimberley, lalu berjalan meninggalkan Kimberley.


Ponsel Kimberley berdering, Kimberley mencari ponselnya di dalan tasnya.


"Hallo'


"Hai Kim bagaimana, kamu siap kan ntar sore aku jemput" Jevaro berusaha mengingatkannya.


"Oh hai Aro iya ntar sore ya, emang kita mau kemana?" tanya Kimberley.


"Aku jamin kamu pasti suka" jawab Jevaro sedikit misteri.


"Atau begini saja, biar aku berangkat dengan Rose, kamu langsung menunggu di tempatnya.?" tawar Kimberley


"No no no no Rose sudah bilang ia berangkat sendiri, kamu tunggu di rumah ya, aku jemput kamu" sergah Jevaro.


"Tapi Aro.., Rose tidak apa-apa?" tanya lirih Kimberley


"Rose? dia tidak keberatan kok justru dia yang mewanti wanti aku untuk jemput kamu karena masih berbahaya kalau kamu nyetir sendiri." ucap Jevaro.


"Oh ya Rose bilang begitu padamu?" tanya Kimberley meyakinkan.


"Iya" sahut Jevaro.


"Oke Aro sampai ketemu nanti ya" Kimberley menyudahi telepon Jevaro, ia melihat Yasir dan kak Aqib sudah berjalan menuju mobil.


"Hai Kim, apa kabar ?" tanya Aqib sambil mencium pipi kanan dan kiri Kimberley.


Belum sempat Kimberley menjawab.


"Kakimu bagaimana,?" tanya Aqib sambil melihat ke arah kaki Kimberley.


"Sudah baikan tinggal sering-sering buat latihan berjalan saja biar tidak kaku" jelas Yasir.


"Tidak bengkak kan?" tanya Aqib.


"Sudah tidak kak, waktu awal keseleo saja bengkak, sekarang sudah pulih" jelas Kimberley.


Kimberley berdiri dan hendak pindah ke bangku belakang.


"Mau kemana?" tanya Aqib.


Belum sempat Kimberley menjawab.


Akhirnya mobil meluncur meninggalkan Bandara Juanda.


"Kita makan dulu yuk baru kemudian temani aku mencari mobil " sahut Aqib .


Kimberley dan Yasir saling berpandangan.


Yasir mengerti Kimberley ada janji dengan Jevaro dan itupun sudah ia setujui walau sebenarnya berat, tapi karena Kimberley bilang Rose pun hadir di undangan Jevaro, Yasir sedikit lunak dan mengijinkannya.


"Maaf kak kita makan dulu di cafe langganan kakak, terus antar Kimberley pulang dulu baru Yasir antar kakak mencari mobil" jelas Yasir.


"Oh Kimberley tidak ikut ya, baiklah setelah selesai makan, kita antar Kimberley pulang dulu, banyak-banyak istirahat dulu Kim biar cepat pulih kakinya" ucap Aqib.


"Iya kak" sahut Kimberley.


Kimberley menoleh ke arah Yasir


"Thank you" gumam lirih Kimberley pada Yasir.


Setelah sampai di cafe langganan Aqib mereka memilih tempat duduk di sebelah kolam ikan dan gemericik air mancur, yang semakin menambah ke asrian suasana


Sejak masuk ke cafe Kimberley sudah sangat mengagumi desain dan tema cafe ini sungguh lah berbeda dengan yang lain, bahkan Cafe Cinamon langganan mereka yang juga terkenal hommy berbeda suasana, cafe ini begitu menonjolkan alam sesungguhnya.


'Hei. ngelamun apaan?" tanya Yasir.


"Tempatnya keren" sahut Kimberley.


Yasir menceritakan bahwa di sinilah awal mula Kakaknya bertemu dengan kekasihnya.


Reva bekerja sebagai pramusaji di cafe ini sebelum ia berangkat kuliah.


Di cafe inilah kisah cinta Aqib dan Reva berawal.


Di cafe ini jugalah Aqib sering menghabiskan waktunya bila selepas ia pulang kerja.


Hari-harinya sering ia habiskan disini bersama Reva.


Sampai akhirnya maut memisahkan mereka dengan tragis


Aqib sudah sangat dikenal di cafe ini, sejak memasuki Cafe ini banyak yang mengucapkan selamat datang kembali ke Indonesia.


Bahkan saat inipun terlihat Aqib sedang berbincang bincang dengan menager cafe yang sangat mengenal sekali Aqib dengan kisah cintanya.


Kimberley paham kenapa begitu lekat sekali perasaan Aqib pada Reva.


"Semoga kak Aqib cepat menemukan pengganti kak Reva ya" harap Kimberley.


"Iya Amin" sahut Yasir.


"Haii kalian sudah pada pesan makanan dan minuman?" tanya Aqib setelah berbincang bincang dengan manager cafe.


"Tuh " tunjuk Yasir pada makanan dan minuman di meja


"Iya nih tinggal kakak, mau pesan apa?" Kimberley mengangkat tangannya untuk memanggil pelayan.


"Oh gak usah Kim, aku masih kenyang" sahut Aqib.


Nah lho Kimberley dan Yasir saling berpandangan, " Hmm tadi ngajak makan tapi sampai disini dah kenyang ?" kritik Yasir pada kakaknya .


"Iya nih maaf perut aku masih kenyang tapi kalian pasti lapar, jadi aku ajak kesini, kamu juga cocok kan dengan menu disini?" tanya Aqib pada adiknya.


Yasir hanya tersenyum.


"Sepertinya kakak ngajak kesini cuman ingin bernostalgia" bisik Yasir pada Kimberley.


"Sebentar aku tinggal dulu" sahut Aqib


Setelah menunggu beberapa jam akhirnya Aqib selesai juga berbincang dengan manager dan karyawan disini.


"Bagaimana? kalian sudah selesai?' yuk kita antar Kimberley pulang dulu trus temani kakak cari mobil ya" Aqib berharap malam ini ia sudah mendapat mobil untuk mobilitasnya selama ia di Indonesia.


Aqib tidak mau merepotkan adiknya karena ia tahu adiknya pun punya kesibukan tersendiri, jadi tidak mungkin ia pinjam atau pakai mobil adiknya terus menerus.


"Oke kak kita selesai , yuk Kim aku antar pulang" ajak Yasir sambil menggandeng kekasihnya.


Mobil meluncur ke rumah Kimberley.


Setelah sampai di rumah, Yasir turun dan membuka pintu untuk Kimberley.


"Kak Aqib terima kasih ya makan siang nya, maaf Kimberley tidak bisa ikut kakak dan Yasir." pamit Kimberley


"Tidak apa-apa Kim, kita kan bisa pergi kapan saja, bukan hanya hari ini, cepat pulih ya" ucap Aqib


"Iya kak terima kasih"


"Salam buat ibu ya Kim, mungkin besok aku mampir bersama Yasir" ujar Aqib


"Baik kak " lalu Kimberley turun dari mobil


Dan tanpa bicara apapun Yasir langsung menggendong kekasihnya itu masuk ke dalam rumah.


"Hati-hati ya, kabari kalau sudah sampai di tempat atau pulang rumah."pesan Yasir pada Kimberley.


Kimberley mengangguk sambil tersenyum.


"Kamu juga hati-hati ya" pesan Kimberley


Kecupan hangat mendarat di keningnya disertai ciuman lembut di bibir.


"I love you"


" I love you too" sahut Kimberley


Yasir menatap Kimberley dengan lembut seolah olah tidak ingin meninggalkannya tapi Yasir sadar kakaknya saat ini membutuhkan bantuan darinya, kemudian Yasir berjalan menuju mobil dan meninggalkan Kimberley.


Yasir dan Aqib pun tidak lupa melambaikan tangan sebelum berlalu pergi.


...................,..................................


Ditunggu up selanjutnya yaa....


❤️❤️ love you all ❤️❤️


Sambil tunggu up


mampir yuk ke karya Morata my boss cool husband


Happy Reading 🌹