
Jam hampir menunjukan pukul sebelas malam, Kimberley selesai mandi dan beres beres.
"Hmm Rose ... oh ya aku harus tanya Rose persiapan berkas untuk rapat besok," gumam Kimberley sambil meraih telepon genggam nya.
"Haii Rose belum tidur kan?" tanya Kimberley.
"Hai Kim, bagaimana kabar mu seharian aku coba menghubungi mu tapi tidak bisa" sahut Rose di seberang.
"Oh maaf ini hape aku baru saja on, aku baru saja datang" jelas Kimberley
"Haa dari sore tadi? memangnya kamu kemana Kim? kenapa Pak Jevaro mengembalikan mobil kamu sendiri, kan awalnya dia bersama kamu." tanya Rose beruntun ungkapkan semua pertanyaan yang sudah terkumpul di kepalanya.
"Wow wow santai Rose haha" sahut Kimberley.
"Serius nih kamu kemana?" tanya Rose penasaran.
"Aku bersama Yasir, jadi mobil di bawa Jevaro " jelas Kimberley singkat.
"Bentar bentar sejak kapan kamu jadi akrab dengan Jevaro ?" tanya Rose penasaran.
"Besok deh aku cerita detailnya, aku mau tanya berkas untuk rapat besok dah siap kan Rose"
"Siap tuan putri, okay besok kamu hutang cerita ya di kantor" sahut Rose
"Sepertinya tidak bisa Rose, karena Yasir ikut, dan selesai rapat dia akan mengajak ku pergi" jawab Kimberley
"Yasir ikut ke kantor besok?" tanya Rose dengan nada tidak bersahabat.
"Iya ok Rose sudah dulu ya , Yasir telepon nih" belum sempat Rose menjawab, Kimberley menutup teleponnya.
Kimberley kemudian berganti menerima telepon dari Yasir.
"Hai Sayang," sahut Kimberley menerima telepon dari Yasir
"Kok nada sibuk, telepon siapa tadi?" tanya Yasir curiga.
"Barusan telepon Rose tanya persiapan rapat besok" sahut Kimberley singkat.
"Hmm kirain telepon cowok baru kamu" terdengar nada cemburu di seberang.
"Mulai lagi kan sudah berulang kali aku bilang aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Jevaro hanya teman baik saja" jelas Kimberley.
"Awalnya" sahut Yasir masih merajuk
"Ayolah sayang" Kimberley mulai tidak suka dipojokkan terus.
"Kamu kangen aku tidak? i Miss you so much " bisik Yasir.
"Please don't drop the phone ok" pinta Yasir
"Ok" jawab Kimberley
"Aku ingin tidur dengan tetap mendengar nafasmu, jadi hati aku tenang mengetahui kamu dalam keadaan baik baik saja" kemudian mereka tidur bersama sambil mendengarkan nafas masing masing.
Mendengarkan nafas Yasir, serasa Yasir berada dekat dengan ku, gumam Kimberley.
"Sayang I love you " gumam Yasir lirih.
"Iya i love you too" sahut Kimberley dan akhirnya mereka berdua tertidur dengan sambungan telepon yang tetap terhubung.
........~........
Sinar mentari sudah mulai menampakan diri memasuki celah celah jendela Kimberley.
"Hmm hoooaahhm" Kimmy sadar semalam hape nya masih terhubung dengan Yasir, setelah ia cek ternyata sudah terputus .
"Baiklah aku mandi dulu kemudian bersiap-siap karena Yasir akan datang menjemput,hmm pasti dia belum sarapan aku bikinkan omelette deh buat Yasir,setelah itu aku mandi," gumam Kimberley tersenyum.
Setelah beberapa menit bermain di dapur untuk mempersiapkan sesuatu yang istimewa untuk kekasih tersayang, Kimberley kemudian lanjut mandi dan siap siap untuk berangkat kerja.
Setelah selesai mandi, Kimberley mempersiapkan diri untuk memeriksa lagi file file yang nanti dibutuhkan saat meeting.
Sesaat sewaktu mempersiapkan bahan untuk meeting, mata Kimberley tertuju pada sehelai kain biru yang sudah terlipat rapi dan wangi. Hmm sapu tangan Jevaro akan kukembalikan nanti.
Sekilas memori Kimberley kembali disaat Jevaro menghampiri nya dan memberikan sapu tangan nya untuk menghapus air matanya, hmm pasti kacau sekali penampilan ku saat itu,pikir Kimberley .
I am so lonely broken angel
I am so loney listen to my heart
Nada dering ponselnya membuat lamunan Kimberley terhenti. Setelah sadar siapa yang menghubungi buru buru Kimberley menerima telepon nya.
"Hallo Kim aku sudah di depan" terdengar suara Yasir.
"Masuk dulu sayang kamu pasti belum sarapan, sudah aku buatkan sarapan special buat kamu " jawab Kimberley
"Siap terima kasih ya, kamu memang sangat mengerti diriku, aku datang sayang" sahut Yasir lalu mematikan telepon nya.
......~~.......
"Hmm yummy, enak nih pastinya" seru Yasir saat disodorkan sepiring omelet.
Kimberley sangat mengenal Yasir, dia tahu kebiasaan Yasir di pagi hari yang tidak terbiasa makan nasi, biasa di pagi hari Yasir hanya makan roti dan salt tea.
Tradisi di negaranya hanya sekali makan nasi, salt tea di pagi dan sore hari.
Salt tea semacam kopi yang diberi garam.
"Hmm sini sayang, aku beri hadiah nih buat masakanmu ini benar benar yummy tidak kalah dengan omelette di resto." sanjung Yasir.
"Mulai deh lebay, biasa aja lah" sambil mendekati Yasir.
Tanpa menyia-nyiakan waktu, Yasir langsung menarik pinggang Kimberley agar lebih mendekat dan mulai mendaratkan ciumannya di berbagai tempat.
"Hmm, Yasir sudah donk berantakan lagi nih " seru Kimberley manja.
"Biarin aja kamu kan milik aku, cuman buat aku cantik mu bukan untuk orang lain " jawab Yasir penuh makna sambil terus menciumi Kimberley.
Kimberley sangat mengerti makna dari ucapan Yasir tadi.
"Apa mungkin Yasir tahu kalau hari ini aku rapat dengan perusahaan Jevaro? jadi dia gigih untuk mengantar dan menunggui aku di kantor ya?" pikir Kimberly.
" Yuk, sudah hampir setengah delapan " suara Yasir membuat Kimberley sadar.
Belum selesai Kimberley merapikan bajunya Yasir kembali menariknya dan Melu**t bibir Kimberley dan menciumi lehernya dengan sangat ganas.
"Kamu milik aku, aku milik kamu ingat itu" bisik lirih Yasir
Kimberley hanya bisa pasrah menikmati dan mengikuti permainan Yasir. Tubuh Kimberley terasa lemas dan darah terasa mendesir di seluruh tubuhnya.
Tiba tiba telefon Yasir berdering , "Sebentar ya sayang dari sutradara." jelas Yasir sambil melangkah menjauh.
Kimberley merapikan kembali kemejanya dan menenangkan perasaannya yang tadi bagaikan naik roller coaster, dan sekarang siap untuk berangkat ke kantor.
"Yuk, dah siap kan " ajak Yasir yang kemudian mengeryitkan keningnya, lalu menghampiri Kimberley yang lagi memperbaiki riasannya.
"Hmm, hapus " perintah Yasir
"Apaa?!" sahut Kimberley bingung.
"Aku tidak suka kamu rapat dengan bibir merah seperti itu , hapus!" perintah Yasir sekali lagi.
"Tapi ini tidak merah banget sayang" rayu Kimberley kebingungan.
"Aku tidak suka kamu tampil cantik dan s**i untuk orang lain " protes Yasir.
"Hmm kenapa sih masalah lipstik saja dipermasalahkan," pikir Kimberley.
Dengan hati kesal akhirnya kimberley mengganti warna bibirnya dengan warna coklat.
Setelah melihat kekasihnya sudah mengganti warna lipstiknya, Yasir melangkah menuju mobilnya, dengan diikuti Kimberley di belakang nya.
Selama di perjalanan mereka hanya saling diam, dengan pikiran mereka masing masing.
"Kim selesai meeting kamu ikut aku ya" suara Yasir mencoba mencairkan suasana.
" Kemana? " sahut Kimberley acuh, masih ada perasaan kesal karena harus ganti warna lipstik.
"Temani aku syuting" jelas Yasir sambil membelokkan mobilnya ke area parkir, dan mencari cari tempat yang kosong untuk parkir
Kimberley hanya mengangguk pelan ia tahu dia tidak punya pilihan lain sekarang karena kalau menolak bisa di tebak Yasir pasti akan berprasangka buruk padanya.
Dan saat mencari tempat parkir tiba tiba mata Yasir dan Kimberley tertuju ke sosok seseorang yang memakai jas biru, rambut rapi dan berhidung mancung, tapi bila dibandingkan hidung Yasir jauh lebih mancung.
Tanpa banyak kata tiba tiba Yasir dengan sengaja memotong jalan laki laki itu dan berhenti tepat di depannya.
Yasir membuka jendela mobil di sisi Kimberley dan ...,
"Hallo selamat pagi " sapa Yasir pada Jevaro dengan senyumnya yang super manis.
Kimberley tidak menyangka Yasir akan berhenti dan menyapa Jevaro.
Sesaat Jevaro dan Kimberley saling memandang tiba tiba tangan Yasir merangkulnya, "Sampai ketemu diatas ya bye" ujar Yasir sambil melaju kembali mencari tempat parkir.
Jantung Kimberley rasanya seperti berhenti sebentar. Dia benar benar tidak menyangka mereka akan bertemu Jevaro di tempat parkir.
"Hmm patner kerja kamu rajin ya?, jam segini sudah datang." sindir Yasir sambil memutar setir mencari-cari tempat parkir
Kimberley tahu Yasir sedang tidak enak hati, jadi Kimberley berusaha memenangkan hati Yasir.
"Jevaro sudah biasa selalu datang lebih awal memang sudah kebiasaan dia" sahut Kimberley berusaha meyakinkan Yasir bahwa tidak ada yang aneh dan salah dengan datangnya Jevaro lebih awal.
"Okay .. yuk " ajak Yasir setelah memarkir mobilnya tetap dengan nada ketus masih nampak kekesalannya karena Jevaro dan Kimberley harus rapat bersama .
Kemudian mereka menuju lantai sepuluh.
Jevaro sudah datang terlebih dahulu dan sudah dipersilahkan menunggu di ruang rapat oleh Rose.
"Hmm ada yang aneh, kenapa wajah Bapak Jevaro tidak seperti biasanya? lelaki yang penuh percaya diri.
Kali ini seperti tidak fokus, dan seperti banyak yang dipikirkan," gumam Rose.
"Pagi Rose " sapa Kimberley
"Oh hai Kim" sahut Rose sambil melihat siapa yang di belakang Kimberley.
"Hmm si biang onar datang, ngapain sih pakai diajak ke kantor segala,?!" pikir Rose.
"Semua sudah siap Rose? " tanya Kimberley.
"Siap Kim" sahut Rose
"Okay kita mulai rapatnya ya" sambil melangkah ke ruang rapat.
Tiba tiba Yasir memeluk Kimberley dari belakang.
"Hei sayang ada apa? jangan disini!" tolak Kimberley lirih.
"Cium aku, kamu cinta aku kan?" Yasir mencoba menahan Kimberley untuk bertemu Jevaro.
"Sayang jangan disini, aku lagi kerja!" Kimberley berusaha memberi alasan .
"Sebentar saja, satu ciuman ok" rengek Yasir.
"Ih apaan sih bocah tengil itu, tidak tahu tempat dan waktu kah, duh kenapa justru dengan laki laki seperti ini Kimberley jatuh cinta," batin Rose sambil pura pura tidak melihat dan mendengar apa apa.
"Please .." rayu Yasir kembali
"Ok hanya sekali ya, aku lagi ada rapat sayang" jelas Kimberley.
" Yup sekali " jawab Yasir sambil mengangguk cepat
"Cup" kecup Kimberley mendarat tepat di kening Yasir.
Dan tiba tiba ciuman lembut mendarat di bibir Kimberley.
"Oh maaf" tidak sengaja saat membuka pintu Jevaro melihat Yasir sedang mencium Kimberley.
"Saya mau ke toilet sebentar" sahut Jevaro kemudian menunduk seolah olah tidak melihat adegan tadi.
Wajah Kimberley spontan berwarna merah dan tertunduk malu.
Yasir hanya tersenyum sinis tanda kemenangan, karena ia telah berhasil menunjukan pada Jevaro bahwa dialah pemilik Kimberley.
...................................................