
Matahari telah bersinar dengan sangat teriknya, tetapi suasana hati orang orang yang mengenal Yasir terasa mendung kelabu, bahkan hujan badai.
Sejak semalam Kimberley tidak berhenti menangis, ibu dan Rose selalu berusaha memberinya penguatan.
Aqib dan keluarganya terlihat sibuk mempersiapkan segala sesuatunya, rencana hari ini Yasir akan diterbangkan ke Khasmir.
Kimberley ngotot ingin ikut mengantar Yasir tapi ayah,ibu dan Rose berusaha melarangnya karena kesehatannya tidak memungkinkan dirinya untuk melakukan perjalanan jauh. Sejak kemarin wajah Kimberley pucat dan lemas.
"Yasir ..i love you....kenapa kamu meninggalkanku? kamu janji kita akan menikah dan hidup bahagia" lirih suara Kimberley sambil memegang foto Yasir dan mendekapnya.
Siapapun yang melihatnya akan meneteskan air mata.
"Kimberley aku tidak menyangka semua akan berakhir seperti ini, kisah cintamu bersama Yasir yang penuh dengan lika liku dan akhirnya bahagia, ternyata hanya sekejap saja, dan kemudian berubah menjadi perpisahan selamanya." batin Rose.
Ayah Kimberley pun datang untuk melihat calon menantunya untuk terakhir kalinya. Ayah juga tidak menyangka ini semua akan terjadi, beberapa waktu lalu Yasir masih meminta ijin kepadanya untuk melamar Kimberley dan akan menikahi Kimberley secepatnya, tetapi takdir berkata lain.
Aqib nampak sibuk mengurus segala administrasi yang diperlukan untuk membawa Yasir pulang ke kampung halamannya.
Ayah Aqib dan Azlan sudah terlebih dahulu kembali ke Kashmir untuk mempersiapkan segala urusan pemakaman disana.
Pagi ini jam menunjukan pukul tujuh pagi. Jevaro sengaja datang pagi-pagi ke rumah Kimberley karena hari ini Yasir akan dibawa pulang ke Kashmir untuk dimakamkan. Ia berpikir lebih baik, berangkat bersama keluarga Kimberley saja ke Rumah Sakit
"Permisi om, Kimberley dimana ya?" tanya Jevaro.
"Hei nak Jevaro, Kimberley diatas bersama Rose kasihan dari semalam ia menangis terus." cerita ayah
"Kimberley sangat terpukul om, beberapa hari kemarin Yasir terlihat sangat sehat bahkan dokterpun bilang tiga hari lagi boleh pulang, tapi takdir berkata lain" ucap Jevaro sedih.
"Iya Rose sudah menceritakan pada ayah tadi pagi, semua tidak ada yang menduga akan berakhir seperti ini " timpal ayah Kimberley.
Tiba-tiba Rose tergopoh-gopoh mendatangi ayah "Ayah bisa antar ke Rumah Sakit? mobil Rose masih di bengkel"
"Ada apa Rose apa yang terjadi kenapa kamu panik?" tanya Jevaro cemas takut terjadi sesuatu pada Kimberley.
"Oh eh, bapak...ini lho pak Kak Aqib baru saja telepon, Kimberley diminta datang ke Rumah Sakit sekarang, untuk melihat Yasir terakhir kalinya, karena akan dimasukan peti dan segera dibawa ke Bandara." jelas Rose.
"Oh begitu, ayo aku antar, mana Kimberly?" tanya Jevaro.
"Ayah dan ibu ikut ya nak" Ayah dan ibu pun ingin melihat Yasir untuk yang terakhir kalinya.
"Boleh banget om, ayo kita tunggu di mobil saja, biar tante dan Rose yang mendampingi Kimberley." lalu Jevaro dan ayah melangkah keluar menuju mobilnya.
....................................................
Sepanjang perjalanan menuju ke Rumah Sakit suasana hening, hanya terdengar Isak tangis Kimberley dan nasehat serta hiburan ibu dan Rose kepada Kimberley.
Semua tidak ada yang menyangka Yasir akan secepat ini pergi meninggalkan semuanya.
Ibu dan ayah sengaja tidak memberitahu Kiki tentang Yasir, sejak kejadian ibu melihat Kiki tersenyum menyeringai saat Yasir bertengkar dengan Kimberley, ayah kandung Kiki membawanya ke psikiater untuk terapi dan sampai sekarang masih dalam tahap penyembuhan.
.,................................................
Setelah sampai di Rumah sakit mereka langsung menuju ke ruang penjemputan jenasah.
Disana sudah terlihat Aqib menunggu kedatangan mereka, karena sebentar lagi Yasir akan segera diterbangkan pulang ke kampung halamannya.
Melihat rombongan Kimberley datang Aqib langsung menyambut mereka,
Kimberley langsung berlari menuju peti Yasir.
Disana Kimberley kembali menangis lagi, Aqib kemudian menghampiri Kimberley.
"Kim ikhlaskan Yasir ya, dia sudah tidak sakit lagi disana, jangan bikin dia sedih, kalau kamu menangisi dia terus seperti ini, dia pasti sedih. Kamu tidak ingin dia sedih kan?" Aqib meraih pundak Kimberley dan membiarkan ia menangis di pundaknya.
"Kenapa kak kenapa Yasir harus pergi secepat ini? kemarin dia sudah sehat, kami sudah merencanakan pernikahan setelah ia keluar dari Rumah Sakit, tapi kenapa---' Kimberley tak mampu lagi meneruskan kata-katanya.
Aqib pun menyeka air matanya, ia pun sebenarnya belum bisa menerima kenyataan bahwa adiknya telah meninggalkan nya untuk selamanya.Tetapi kenyataan yang ada mengharuskan dirinya tetap kuat demi mengurus kelancaran pemulangan dan pemakaman jenasah adiknya ke Kashmir.
"Sekarang ijinkan kami membawa Yasir pulang ya,setelah semua urusan beres nanti aku akan kembali ke Indonesia lagi untuk membereskan beberapa urusan disini dan akan aku bawakan dokumentasi selama pemakaman Yasir disana." sahut Aqib
"Kak... aku ikut ya.. ," lirih Kimberley "Aku mau ngantar Yasir "
"Maaf Kim, fisik dan mental kamu tidak mengijinkan kamu untuk ikut , percayakan semua padaku, aku akan terus memberimu kabar." ucap Aqib.
Kemudian Aqib menuntun Kimberley menjauh dari peti karena akan ditutup.
Semua hening saat peti ditutup.Tiba-tiba...,
"Tidak!....Yasir! jangan tutup Yasir! jangan! " teriak Kimberley berlari mendekati peti dan melarang orang-orang menutup peti.
"Kim ...!" Aqib berusaha menahan tubuh Kimberley mendekati peti.
"Kak...jangan biarkan orang-orang itu menutupnya! Yasir nanti tidak bisa bernapas! jangan! " seru Kimberley berulangkali
Aqib memeluk erat Kimberley sambil menangis, ia berbisik di telinga Kimberley"Iklhaskan Kim, ikhlaskan ya...biarkan Yasir bahagia disana!"
Kimberley terus menangis. semua yang hadir disanapun meneteskan air mata.
Setelah proses penutupan peti selesai. Aqib memberi kode pada Rose untuk memeluk Kimberley menggantikan dirinya, karena ia akan mengurus keberangkatan Yasir.
"Kim yang kuat ya. kakak pergi dulu mengantar Yasir pulang, setelah semua urusan selesai, kakak akan kembali ke Indonesia lagi, kita tetap saling kontak ya." pamit Aqib
"Kak...ikut"
"Kamu doakan Yasir dari sini saja, jaga kesehatan mu, itu jauh lebih penting, perjalanan ke Kashmir sangatlah panjang, kakak janji akan selalu memberi kabar padamu ok" sambil membelai dan mencium ujung kepala Kimberley, kemudian Aqib pun berpamitan kepada semuanya. Tak terkecuali Jevaro.
Berat hati sebenarnya dirinya tetapi demi Kimberley dan Yasir akhirnya Aqib menghampiri Jevaro dan berpamitan.
"Bro titip Kimberley okay, kontak aku kalau ada apa-apa. Aku akan mengurus pemakaman Yasir dan segala sesuatunya." pamit Aqib.
"Jangan khawatir kak, Kimberley ada bersama orang-orang yang menyanyanginya,ada ayah ibunya, diriku dan Rose yang akan selalu meluangkan waktunya untuk mendampingi Kimberley. Kakak hati hati selama dalam perjalanan semoga semua berjalan degan lancar." ucap Jevaro.
"Terima kasih Jev, aku pergi dulu ya." sahut Aqib lalu bersalaman dan berpelukan.
Tiba saatnya peti jenasah diberangkatkan ke Bandara.
"Rose kita ikut ke Bandara ya?" pinta Kimberley.
"Hmm aku bilang Pak Jevaro dulu ya" sahut Rose.
Kemudian Rose pun menyampaikan keinginan Kimberly pada Jevaro untuk ikut mengantar sampai di Bandara.
Akhirnya mereka semua sepakat untuk mampir ke Bandara terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah.
Di Bandara mereka tidak lagi bisa melihat Yasir yang sudah di dalam peti tersebut. Tetapi mereka masih bisa bertemu Aqib sebentar, dan akhirnya Aqib pun berangkat untuk membawa adiknya pulang ke rumah.
"Selamat Jalan Yasir, i will miss you ....i love you so much" jerit batin Kimberley.
"Semua memori indah tentang kita, akan selalu ku simpan dalam hatiku selamanya." Kimberley menatap pesawat yang meninggalkan Bandara sambil berurai air mata.
...............,ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜..........
Selamat Jalan Yasir Mir
Terima kasih telah mengukir cerita bersama Kimberley selama ini, kenangan bersamamu baik manis dan pahit akan selalu terkenang selamanya.
i love you
Jangan lupa ikuti kisah selanjutnya ....
ditunggu up nya ya ...
Jangan lupa juga like komen dan hadiah hadiah yang sangat diperlukan Kimberley untuk melanjutkan kisahnya.