
Setelah hampir satu setengah jam akhirnya Jevaro dan Kimberley sampai juga ke tempat makan favorit Jevaro.
"Kim yuk turun, kita makan, sudah sampai nih," ajak Jevaro.
Kimberley yang baru tersadar dari lamunannya, takjub memandang alam sekitar,
"Aro..Kita makan di sini ?" tanya Kimberley meyakinkan diri .
"Iya .. yuk dah lapar nih, perut aku dari tadi sudah bernyanyi" ajak Jevaro sambil melirik ke arah Kimberley dan tertawa kecil disambut senyum tipis Kimberley, kemudian Jevaro membukakan pintu mobil bagi Kimberley. "Silakan turun tuan putri" goda Jevaro sambil membungkukan badannya.
"Wowww kerenn Aroo... hebat kamu bisa menemukan tempat seperti ini" seru kagum Kimberley melihat sekeliling .
"Aku sudah lama tidak ke tempat seperti ini" seru Kimberley.
"Kamu suka? kapan kapan kita bikin acara disini yuk, Rose juga kita ajak, bagaimana?" tawar Jevaro.
"Ya .. ya .. aku sukaa .... terima kasih.." hampir saja Kimberley memeluk Jevaro.
"Maaf .." ujar lirih Kimberley karena malu, pipinya merona merah membuat kecantikan Kimberley semakin terpancar.
"Hmm kok berhenti, beneran dipeluk juga tidak apa-apa kok, ha ha ha" goda Jevaro sambil menatap dan tersenyum manis pada Kimberley
Semakin merah lah pipi Kimberley di goda Jevaro.
Tidak berapa lama mereka memasuki Cafe apung dan memilih makan di udara terbuka,ditemani langsung pemandangan alam yang indah, dan romantis, akhirnya mereka makan dengan lahapnya.
Suasana pegunungan, udara sejuk dan air di sekeliling tempat makan mereka, membuat perut mereka berontak ingin diisi dan diisi.
Untuk sementara Kimberley melupakan apa yang tadi pagi terjadi, Jevaro pun tidak menyinggung sedikit pun atau bertanya tentang apa yang terjadi. Sikap Jevaro itulah yang membuat Kimberley merasa nyaman, dan makan dengan lahap sambil menikmati suasana yang indah dan bikin sejuk hati.
Hari ini Jevaro berhasil mengubah mood Kimberley yang tadinya kacau sekarang sudah bisa tersenyum dan tertawa kembali, walau mungkin hanya sesaat.
Melihat Kimberley sudah bisa tersenyum kembali, hati Jevaro terasa lega "Kamu cantik Kim, tetap lah selalu tersenyum seperti ini" ungkap Jevaro dalam hati.
Tidak terasa matahari perlahan kembali ke peraduan, Jevaro dan Kimberley masih menikmati suasana indah dan sejuk, sesekali terdengar gelak tawa mereka .
Untuk sesaat Kimberley tidak ingin mengingat apa yang telah terjadi tadi pagi, terlalu menyakitkan baginya. Kimberley masih ingin mendinginkan isi kepalanya.Sampai akhirnya Kimberley mendapat pesan dari ayahnya bahwa ayahnya akan terbang ke Surabaya nanti malam.
"Hmm ayah ke Surabaya ?? ada apa ya? apa ayah sedang ada bisnis di Surabaya? " pikir Kimberley.
"Hei Kim ...,ada apa?" tanya Jevaro perlahan melihat Kimberley tiba tiba terdiam membisu.
"Ayah aku...malam ini terbang ke Surabaya." jawab Kimberley singkat.
Jevaro terdiam sesaat, "Apa ada hubungannya dengan kejadian hari ini, sebenarnya apa terjadi sehingga ayah Kimberley sampai datang ke Surabaya?hmm nanti saja aku tanya Rose, yang terpenting Kimberley sudah bisa tersenyum kembali ." batin Jevaro.
"Aro kita pulang yuk sudah sore nih, kasihan Rose pasti kebingungan, ada ibu juga di rumah, nanti aku kenalkan kamu ke ibu aku" sambil menghabiskan seruputan jus leci terakhir, Kimberley mengajak Jevaro pulang.
"Tadi Rose sudah mengenalkan ibu dan adik kamu ke aku," jelas Jevaro, sesaat ke dua alis Kimberley menyatu "Oh.., okay yuk kita pulang" balas Kimberley dingin dan meninggalkan Jevaro melangkah keluar Cafe dengan cueknya.
Jevaro terdiam menatap perubahan sikap Kimberley, yang tadinya ramah, periang tiba tiba berubah jutek dan cuek "Ahhh nanti aku akan bertanya pada Rose apa yang terjadi" gumam Jevaro.
"Arooo ... sini deh, bagus banget" seru Kimberley dari kejauhan, mendengar seruan takjub Kimberley, Jevaro berlari kecil ke arah Kimberley.....
Sunset di sore hari terlihat begitu indah, membuat mood hati Kimberley kembali baik, akhirnya mereka sepakat untuk menikmati sunset terlebih dahulu sebelum kembali ke Surabaya.
.............~~.........
Di rumah Kimberley, Yasir terlihat gusar sebentar sebentar dia melihat jam tangan, hari sudah sore tapi sampai saat ini Kimberley belum kembali.Ingin sekali ia menelpon Kimberley tapi dilarang oleh Rose.
"Sialan ..., kamu bawa kemana kekasihku, awas saja sampai kamu berani menyentuhnya" umpat Yasir pada Jevaro dalam hati, tanpa disadari Kiki sudah berada di belakang Yasir dan melihat Yasir sedang sendiri Kiki langsung memeluk Yasir .
" Hei ...apa-apa an ini, lepas! " bentak Yasir. "Gak mauu ... aku mau nya kamu" seru Kiki manja.
"Gila kamu, Ki diantara kita tidak ada apa apa. please Ki lepas! aku gak mau Kimberley salah paham tentang kita ! please Ki aku gak mau kehilangan Kimberley!" jelas Yasir sedikit membentak.
"Aku tidak akan melepaskanmu never and ever! dengar Yasir Mir kamu milik aku! dan akan kulakukan apapun untuk memilikimu, dan kupastikan hanya aku yang bisa memilikimu" jerit Kiki tidak mau kalah, dan terus memeluk Yasir erat.
"Gila kamu .. sejak kapan aku milik kamu, diantara kita tidak pernah ada apa apa!" jelas Yasir
"Sejak malam itu!" sahut Kiki
"Haaa ... malam apa ...kamu jangan asal bicara Ki, please turunkan nada suara kamu" pinta Yasir kuatir.
Tidak begitu jauh dari tempat Yasir dan Kiki berdebat, Rose keluar dari kamar tamu, selesai membawakan ibu teh hangat , dan tidak sengaja Rose mendengar semua pembicaraan mereka, "Hmm, ada apa ini?" batin Rose.
"Jangan pernah kamu melupakannya Yasir, malam itu dengan begitu liar dan nafsuunya kamu telah merenggut keper***nan ku, ya kamu! dan karena aku mencintaimu aku merelakannya" jelas Kiki
"Brakk" bunyi nampan yang dipegang Rose terjatuh. Dengan terkejut Yasir menoleh ke sumber suara, setelah menyadari ternyata sudah berdiri Rose mematung di belakangnya.
Yasir langsung menghampiri Rose,
"Rose ..please jangan percaya.. itu tidak benar Rose...kamu tahu kan Rose aku sangat mencintai Kimberley aku tidak mungkin melakukan itu." Yasir terus memohon Rose untuk tidak mempercayai apa yang tadi Rose dengar.
"Kiki apa malam itu malam Sabtu? dan kejadiannya di hotel Tulip?" tanya Rose datar, Rose merasa semua teka teki yang sedang ia cari kebenarannya, jawabannya sudah ada di hadapannya saat ini.
"Hei.. hei Rose kamu ngomong apa !" Yasir mulai kuatir
"Bagaimana Rose tahu tentang malam itu? hotel Tulip juga ?" batin Yasir panik .
"Jawab Kiki!" bentak Rose.
" Iya" jawab Kiki singkat.
"Hmm ternyata pengelihatanku malam itu benar, itu memang Yasir dan Kiki ternyata....kena kau Yasir, aku tidak rela sahabat aku kamu permainkan, akan ku buat kamu mengakuinya sendiri di hadapan Kimberley, agar Kimberley sadar dan tahu lelaki seperti apa yang ia cintai dan pertahankan selama ini." gumam Rose dalam hati, benar-benar Rose di bikin geram oleh kelakuan Yasir akhir-akhir ini.
Lemas sudah Yasir, " Itu semua tidak benar Rose, aku dijebak olehnya, aku tidak melakukan apapun padanya, percayalah Rose, Kiki mencampur sesuatu dalam minuman aku, hingga aku tidak sadar " lirih Yasir berusaha menjelaskan apa yang terjadi.
"Tidak perlu kamu membela diri di hadapanku Yasir , kalau kamu memang jantan dan berani akuilah atau bela diri kamu di hadapan Kimberley, bukan di hadapan ku" sindir Rose sambil berlalu meninggalkan Yasir yang terduduk lemas.
"Kiii....apa salah aku ke kamu, hingga kamu tega berbuat ini padaku? " tanya Yasir.
"Aku mencintaimu Yasir .. aku tidak bisa hidup tanpamu, aku akan membuatmu bahagia, aku janji " seru Kiki.
"Arrrggghhh" jerit Yasir gusar
"Pergi Ki.... pergi jauhh dariku please...jangan pancing aku untuk melakukan kekerasan padamu" perintah Yasir sambil menahan emosinya.
Kiki paham saat ini Yasir benar benar marah padanya, untuk meredam keadaan semakin parah Kiki akhirnya meninggalkan Yasir sendiri,
"Okay aku pergi, tapi aku akan kembali lagi, saat kamu sudah tenang," ujar Kiki
Bagaimana pun juga Yasir masih sadar Kiki hanyalah bocah kemarin sore, " Bodohnya aku bisa bisanya sampai aku terjebak dalam perangkapnya, yaa aku memang pernah hanya memanfaatkan nya saja, bila Kiki hor**ey padaku, tapi sungguh tidak ada sedikitpun terlintas untuk lebih dari itu, dalam hatiku hanya ada satu yang kucinta yaitu Kimberley, tapi sekarang bagaimana aku akan menjelaskan pada Kimberley, Kimberley pasti akan membenciku dan Jevaro... tidak.. tidak Jevaro tidak boleh mengambil keutungan dari masalahku ini, tidak .. tidak akan kubiarkan Jevaro memiliki Kimberley ku, Tidakkkk " jerit batin Yasir gusar, panik dan kuatir.Yasir terduduk lesu sambil menarik-narik rambutnya hingga berantakan.
"Nak Yasir.. ?" panggil ibu Kimberley. Yasir mengangkat wajahnya perlahan, nampak kesedihan, kekecewaan, kekuatiran, tersirat di wajah Yasir.
Ibu merasa tidak tega melihatnya, "Kimberley belum kembali nak?" tanya ibu berusaha mengerti perasaan Yasir. "Dari tadi siang Kimberley pergi bersama Jevaro meninggalkan dirinya, karena Kimberley masih marah padanya, hmm .. kasihan, Yasir pasti sedih, kekasihnya pergi bersama cowok lain walau itu sahabatnya tapi Yasir pasti gusar memikirkan mereka." pikir ibu.
"Sabar ya nak Yasir, kalau memang kalian saling mencintai, dan cinta kalian tulus dan benar pasti kalian akan bersama selamanya, apapun halangan nya." nasehat ibu pada Yasir, yang semakin membuat Yasir meneteskan air mata.
Ibu memeluk Yasir dan membelainya untuk memberi kekuatan padanya.
Tak lama terdengar bunyi notifikasi WA dari hape ibu,
" Sebentar ya nak " ibu mengambil hapenya dan membaca pesan masuk tersebut yang ternyata pesan dari ayah Kimberley yang mengabarkan sudah berada di bandara siap terbang ke Surabaya.
"Nak Yasir ... ibu bisa minta tolong?" pinta ibu
Sambil menghapus air matanya Yasir mengangguk cepat.
"Tolong antar ibu ke bandara ya nak, mau jemput ayah Kimberley." pinta ibu
"Ayah Kimberley?? ayah datang ke Surabaya Bu?" tanya Yasir.
"Iya, ayah mau menyelesaikan masalah kalian ini, kalau bisa hubungan persaudaraan antara Kimberley dan Kiki jangan sampai terputus lagi walau memang mereka bukan saudara kandung, tapi kami berharap mereka rukun selayaknya adik dan kakak, bukanya malah membenci satu sama lain." jelas ibu.
Tiba tiba Rose datang "Ibu... kok ibu keluar kamar, istirahat dulu saja Bu, nanti makan malamnya Rose antar ke kamar" Rose khawatir dengan kondisi ibu yang tadi siang mengeluh kepalanya sakit.
"Tidak apa Rose, ibu sudah enak an kok, sebentar lagi ibu mau ke bandara menjemput bapak bersama nak Yasir" jelas ibu.
Rose menatap sinis ke arah Yasir yang masih tertunduk sedih, "Bocah tengil ini ..masih punya nyali rupanya, berani berhadapan dengan ayah Kimberley" batin Rose
Walaupun Kimberley dan ayahnya jarang bertemu dan berkomunikasi, tapi ayah Kimberley selalu mengikuti kabar anak gadisnya itu, dan selalu mendukung bisnis yang dikerjakan anaknya, walau Kimberley tidak pernah mengetahuinya.
Ayah Kimberley sangat mencintai Kimberley, di mata Ayahnya Kimberley adalah gadis kecil periang yang selalu tertawa gembira bila dibelikan es krim strawberry..dan sekarang sudah tumbuh menjadi wanita cantik yang mandiri.
"Yuk nak Yasir, kita berangkat sekarang, Rose .., ibu titip Kiki ya" pesan ibu .
Yasir menatap Rose lesu, seolah memohon bantuan untuk tidak menghakimi nya secara sepihak, tapi Rose membalas nya dengan tatapan tajam penuh amarah.
"Rose .. kamu tidak apa-apa,kan?" tanya ibu kuatir tiba-tiba Rose diam membisu .
"Oh tidak apa-apa Bu , Baik bu .. saya akan jaga Kiki, hati - hati bu" sahut Rose sambil memeluk ibu dan di balas anggukan serta senyum oleh ibu Kimberley.
Kemudian berangkatlah ibu dan Yasir menjemput ayah di Bandara.
"Hmm ini kesempatan bagiku untuk mencari kebenarannya pada Kiki" batin Rose.