Find The Perfect Love

Find The Perfect Love
Kejutan tak diundang



Rose terlihat mondar mandir di depan pintu, ibu duduk di sofa sambil meremasss tangannya tanda khawatir. Ayah terlihat tegang menatap pintu pagar.


"Bagaimana ini?, kita bawa saja langsung ke Rumah Sakit. kita hubungi Jevaro untuk langsung menyusul ke Rumah Sakit. Takutnya ada apa-apa dengan kandungan Kimberley." saran ayah masih dengan wajah tegang.


"Itu Jevaro! " tunjuk Rose ke arah mobil Jevaro yang berhenti di depan rumah.


Rose langsung berlari ke kamar Kimberley untuk memberitahu Ibu.


"Buu.., Jevaro sudah datang! Yuk Kim kita ke dokter." ajak Rose sambil membatu Kimberley bangun dari tempat tidurnya.


"Kim! " Jevaro berlari secepat kilat menaiki anak tangga setelah diberitahu ayah apa yang terjadi.


Braaakkk


Bunyi pintu dibuka kasar, lalu muncullah Jevaro dengan wajah panik dan cemas nya.


Melihat Kimberley berusaha bangun dari tempat tidur nya dibantu oleh Rose dan ibu.


Jevaro lantas memeluk Kimberley, lalu mencium kening dan bibir Kimberley.


Kimberley hanya menangis ketakutan. Pendarahan yang dialaminya membuat ia ketakutan luar biasa .


Kimberley tidak mau kehilangan anak dari buah cinta dirinya dan Yasir. Kimberley sangat sangat ketakutan ia tidak mau lagi merasakan kehilangan untuk kedua kalinya.


Cukup ia kehilangan Yasir, tidak ingin lagi ia merasakan kehilangan.Air matanya terus menetes membasahi pipi.


"Kita ke dokter sekarang. Sabar ya semua akan baik-baik saja percayalah!" Jevaro langsung menggendong Kimberley dan membawanya ke dalam mobil.


Rose meraih tas Kimberley seadanya."Yuk Bu kita berangkat!"


"Sabar ya sayang , sebentar lagi kita sampai" hibur Jevaro melihat Kimberley meneteskan air mata tanpa henti.


Jevaro menyentuh perut Kimberley lembut, dan mengusapnya lembut."Sabar ya nak. kamu pasti kuat, kamu adalah anak hebat." sugesti Jevaro pada bayi dalam kandungan Kimberley.


Sesampainya mereka di Rumah Sakit Kimberley langsung dibawa pakai ranjang dorong.


Jevaro, Rose, ibu dan ayah mengikutinya dari belakang.


Kimberley dibawa masuk ke ruangan periksa.


Mereka menunggu di luar , Dengan perasaan cemas Jevaro mondar mandir di depan ruang periksa .


"Rose, kenapa kok bisa tiba-tiba pendarahan? " desak Jevaro ingin tahu kenapa bisa terjadi pendarahan pada Kimberley.


"Suami ibu Kimberley?" panggil suster perawat.


"Iya sus, saya. Bagaimana sus kandungan istri saya? semua baik-baik saja kan? " cerca pertanyaan ditujukan ke suster perawat.


"Silakan masuk pak, dokter sudah menunggu" jawab suster sambil tersenyum.


"Sore dok, bagaimana keadaan istri saya dan kandungannya? semua baik-baik saja kan ?" Jevaro menghampiri Kimberley dan memegang tangan serta mengusap perut Kimberley.


"Aku tidak apa-apa kok Aro, hanya kecapean kata dokter" lirih Kimberley memberi penjelasan.


"Kan aku dah bilang kamu jangan kecapean, minta tolong Rose kalau kamu butuh mengurus sesuatu," omel Jevaro.


Dokter yang melihatnya hanya tersenyum dan sibuk menuliskan beberapa resep.


"Ini pak resepnya, beberapa vitamin dan penguat kandungan ibu" ucap dokter "Ibu dan kandungannya dalam keadaan baik-baik saja hanya saja selama tiga bulan awal ini harus banyak istirahat jangan terlalu capek."


"Syukurlah, jadi hanya karena kecapaian ya dok?" tanya Jevaro.


"Iya semuanya normal. Banyak-banyak istirahat dulu setelah masa rawan di tiga bulan awal, baru lah setelah itu boleh beraktivitas seperti biasa,tetapi dilihat dan disesuaikan lagi dengan keadaan kandungannya.' sambil menjabat tangan Jevaro dan Kimberley.


"Terima kasih banyak ya dok" ucap Jevaro dan Kimberley bersamaan.


"Sama-sama. Sehat selalu ya Bu, dua minggu lagi silakan kontrol kembali." pesan dokter.


"Baik dok,terima kasih"


..................................................


(Di rumah Kimberley)


Terlihat wanita muda sexii mondar mandir di depan pintu rumah Kimberley.


"Sialan! kemana semua? jam kerja harusnya sudah selesai, harusnya cewek sialan itu sudah pulang." gerutunya.


Ia mencoba menghubungi seseorang, tetapi wajahnya berubah menjadi semakin gusar.


"Damn! kenapa Yasir tidak mengangkat telepon nya?! sudah hampir seminggu aku berusaha menghubungi nya tapi tidak pernah diangkat nya sekalipun"


Brakkk


Pyaaar


Kursi ditendang oleh nya, meja kaca dijungkirkan hingga pecah menjadi serpihan.


"Semua jahat kenapa tidak ada yang peduli dengan ku! aaargghhh" jerit putus asa.


Tidak lama kemudian terlihat mobil berwarna coklat mendekat.


"Tini ....ayo pulang! jangan bikin keributan disini! pulang!" perintah seorang laki-laki paruh baya.


Pria paruh baya itu hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat kerusakan yang disebabkan oleh anaknya.


"Apa sih pak! aku cuma ingin beri pelajaran orang-orang disini, mereka telah sembunyikan Yasir dari ku!." Tuti kembali ngotot.


"Bang..," panggil ibu Kimberley melihat suaminya sedang adu pendapat dengan Tuti.


"Ada apa ini?? kenapa jadi begini??" melihat semua berantakan dan pecahan kaca meja dimana mana.


"Heii kamu! dimana sahabat mu?! dimana?! katakan! dimana?! dimana dia ?! Dimana sahabatmu itu menyembunyikan Yasir ku! ingat ya Yasir itu milikku " Tuti alias Kiki terus menerus bertanya pada Rose tentang keberadaan Yasir dan Kimberley.


"Ayoo! pulang Tini!" sambil menarik tangan Tini.


"Bang Budi??!! ada apa ini kenapa ribut-ribut disini.?"


"Ibuu mana anak kesayangan ibu? manaaa?!" bentak Kiki histeris, saat melihat ibu datang menghampiri dirinya.


Belum sempat mendengar jawaban ibu,, ia melihat Kimberley sedang dituntun oleh Jevaro saat turun dari mobil.


Melihat kemesraan itu. Kiki semakin panas terbakar api amarah "Dasar wanita murahan! kalau memang suka sama dia kenapa tidak kamu lepaskan Yasirku!" teriak Kiki.


Kiki langsung menyerbu Kimberley hendak mencelakaimya.Tetapi dengan sigapnya Jevaro langsung pasang badan untuk Kimberley.


"Cukup Kiki! sadarlah!" bentak Jevaro yang menahan tangan Kiki yang hampir saja mendarat di pipi Kimberley.


"Tini! sudah! ayo kita pulang! " perintah ayah Tini.


"Katakan padaku dimana kalian simpan Yasirku dimana!? aku tidak akan pergi yah sebelum aku mendapatkan info tentang keberadaan Yasirku." sahut Kiki.


"Jangan-jangan...., Yasir ku sedang patah hati gara-gara kamu selingkuh dengannya!" tunjuk Kiki ke arah Jevaro.


"Kalian memang pasangan kotor!, terutama kamu Kimberley, kenapa tidak kamu lepaskan saja Yasirku bila kamu memilih bersama dia?!" desak Kiki.


Ibu yang melihat ke-histerisan Kiki hanya bisa menutupi mulutnya dengan kedua tangannya. Ibu benar-benar ngeri dengan perilaku Kiki.


"Kiki...,kamu datang untuk bertanya tentang Yasir bukan?" tanya ayah Kimberley berusaha mengendalikan keadaan.


Disaat Ayah Kimberley berusaha menguasai keadaan, ayah Kiki meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang .


"Dimana Yasir? dimana yah? ayah tahu?" tanya Kiki mulai melunak.


"Ki ....Yasir sudah meninggal tiga bulan yang lalu." jelas ayah.


Kiki terdiam dan menatap ayah tajam. Lalu padangannya berubah mengerikan, ia tersenyum menyeringai "Ehmm..,kalian pikir aku percaya dengan cerita kalian.hmm?!"


Ha ha ha ha


"Ayah sangat lucu sekali, Yasirku tidak akan mati semudah itu.Dia tidak akan meninggalkan aku."


"Kalian semua jahat! kalian sengaja membohongi ku kan?!" jerit Kiki.


Ia menatap ayahnya, ayah Kimberley, ibu, Rose , Jevaro lalu terakhir Kimberley.


"Kami tidak membohongimu Ki, Yasir Mir memang telah meninggalkan kita semua" kembali Kimberley menangis dalam pelukan Jevaro.


Jevaro dengan sabar dan penuh kasih membelai rambut Kimberley, dan sesekali mengecup keningnya.


"Kamu masih tidak percaya?" tanya Rose, sambil menunjukkan beberapa foto di ponselnya, foto-foto saat Yasir di Rumah Sakit dan pemakaman Yasir yang Rose dapatkan dari Aqib kakak Yasir


Untuk sesaat Kiki terdiam. Suasana menjadi hening ...,, hanya terdengar isak tangis Kimberley.


"Aaaaaarggggghhhh"


"Tidakkkkkkkk"


"Yasiiiirrrr"


Kiki berteriak histeris.


Tiba-tiba ada beberapa orang yang datang membawa Kiki pergi dari rumah Kimberley.


'Hehehe ...aahhh Yasirr aku cinta kamu mmmmmuuuah" Kiki memonyongkan bibirnya ke petugas yang membawanya.


'Hahaha Kita bentar lagi akan nikah sayang.. hahaha .....Yasir ku, sayangku, cintaku, kamu gantenggg banget" ceracau Kiki.


Ibu dan ayah dan semua yang melihatnya merasa trenyuh.


"Maaf ya semuanya, kalau hari kalian jadi terganggu dengan kehadiran Tini. Dan membuat kekacauan disini.Tadi pagi dia tiba-tiba menghilang dari tempat rehabilitasinya .Setelah kami mencarinya dimana-mana, ternyata perasaan saya benar dia lari kemari. Semoga setelah ini anak saya segera sembuh dari segala depresinya " jelas ayah Tini.


"Iya ayah kami semua mendoakan yang terbaik buat Kiki" sahut Rose.


"Baiklah saya pamit mau menemani Kiki " sahut Ayah Kiki.


"Saya ikut abang" ucap ibu.


"Kim, ibu ikut ayah Budi ke tempat rehabilitasi , besok ibu baru pulang, kamu tidak apa-apa kan? ada Rose dan ayah mu yang menemani." pamit ibu


"Iya Bu tidak apa-apa" jawab Kimberley sambil menyeka air matanya.


Akhirnya ibu dan ayah Budi pun pergi meninggalkan mereka.


Kimberley menatap mobil yang membawa pergi adik tirinya itu hingga hilang dari pandangan matanya


Walaupun Kimberley berusaha untuk tegar dan menyembunyikan perasaannya tetapi sebenarnya Kimberley sangat terkejut dengan apa yang baru saja dia alami.


Dan sedikit membuka kenangan pahit yang pernah terjadi saat itu.


Tidak terasa air matanya kembali menetes membasahi pipinya.


"Yasir...., " lirih tak terasa Kimberley menyebut nama Yasir.


...................................................


Author ingat kan lagi ya...


untuk like , komen dan hadiah hadiahnya yaa..biar Kimberley terhibur hatinya dan tidak bersedih lagi.


tunggu kelanjutannya ya...