Find The Perfect Love

Find The Perfect Love
Berharap yang terbaik.



Jevaro menatap bulan yang menyinari malam, pikirannya melayang jauh.


Kilatan pesta pengungkapan perasaannya pada Kimberley kembali terlintas dalam ingatannya.


Saat itu dirinya sangat yakin untuk mengungkapkan apa yang dirasakannya selama mengenal dan melalui hari bersama Kimberley.


Jevaro pun saat ini bingung darimana asal keberanian dirinya hingga begitu percaya diri melamar Kimberley saat itu.


Jelas-jelas ia tahu sejak awal Kimberley milik Yasir.


Kenapa ia masih nekat juga melamar kekasih orang, bukan salah Kimberley juga bila sampai saat ini Kimberley belum juga memberinya jawaban, apalagi dengan keadaan Yasir seperti saat ini. Sepertinya suatu hal yang sangat mustahil baginya bila mendapatkan kabar bahagia dari Kimberley.


"Bulan..., salahkah diriku bila mencintainya? apakah mungkin cinta ini berbalas?" jerit batin Jevaro.


Kenangan bersama Kimberley kembali terlintas, masih teringat dengan jelas betapa bahagianya Kimberley saat dirinya mengajaknya ke pantai saat ia sedang bersedih.


Wajahnya yang tadi murung dan selalu meneteskan air mata, berubah cerah dan berseri.


Senyuman manis selalu tersungging di bibirnya. Kimberley dengan cerianya bermain berkejaran dengan ombak yang menerjang pantai.


Masih ingat sekali di ingatan Jevaro Kimberley begitu senangnya bermain air, sesekali sifat iseng Kimberley muncul, biar adil katanya ia memercikan air ke arah Jevaro. "Ayoo Aro kita bermain air, tuh liat gelombang pantai datang! ayo Aro sini!" ajak Kimberley pada Jevaro saat melihat ombak air laut datang menuju pantai.


Jevaro begitu terpesona dengan keanggunan dan kelembutan Kimberley serta kecerdasannya.


Melihat Kimberley dari kejauhan dengan segala tingkah polanya bermain air merupakan kebahagiaan tersendiri bagi dirinya.


Rambut ikalnya yang tertiup angin, kulit nya yang terlihat bersinar tertimpa sinar matahari membuat penampilan Kimberley begitu sempurna di mata Jevaro.


Selain senang bermain air, Kimberley juga senang melihat sunset. Kenangan yang tak terlupakan juga bagi Jevaro saat berdua bersama Kimberley menikmati sunset .


Terlalu banyak momen-momen indah bersama Kimberley.


Seandainya waktu dapat berputar, ingin sekali dirinya menjadi orang pertama yang mendapatkan cinta Kimberley, ia berjanji akan selalu berusaha membahagiakan Kimberley tak akan ia ijinkan setetes air mata jatuh dari mata indahnya.


"Kim, andai kamu tahu betapa besar rasa cintaku padamu, aku rela menunggu mu sampai hatimu sendiri yang kelak mungkin akan memilih ku untuk menjadi pendamping hidupmu" batin Jevaro.


"Yasir maaf, aku sendiri tidak tahu kapan cinta ini mulai datang, aku tahu dari awal dirimu lah pemilik Kimberley. Tetapi kebersamaan, kedekatan kami juga bermula karena dirimu, yang selalu saja mengecewakan dan membuat Kimberley terluka." batin Jevaro.


"Semua berawal dari kebersamaan yang kami sendiri tidak pernah rencanakan."


Malam semakin larut, udara dingin makin menusuk kulit.


"Ehem..., bapak masih disini ternyata? Rose pikir bapak sudah pulang?" ucap Rose pada Jevaro.


Rose hendak mencari makanan, tidak sengaja matanya tertarik pada sosok yang tidak asing lagi baginya.


Jevaro ... Rose melihat Jevaro sedang melamun sendiri menatap langit yang penuh bintang gemerlapan.


"Hei Rose...sendiri?" Jevaro menoleh ke kanan dan ke kiri.


Rose pun ikut menoleh ke kanan dan ke kiri.


"Cari apaan? ehmm maksud aku bapak cari siapa? Kimberley?" senyum Rose penuh arti.


Jevaro yang merasa tertebak jadi merah wajahnya, tapi berusaha menyangkal, "Enggak, aku tahu dalam keadaan seperti ini dia gak mungkin ngikut kamu, Kimberley pasti gak bisa jauh dari Yasir pasti dia sekarang lagi bersama kak Aqib." senyum getir Jevaro


"Iya sih bapak benar, maka dari itu saya lagi cari makanan, kasihan mereka berdua ga ada yang mau diajak keluar makan, katanya takut nanti kalau Yasir membutuhkan, mereka tidak ada di tempat, yahh jadinya saya saja yang keluar cari makan untuk mereka." jelas Rose.


"Yuk aku temani" ajak Jevaro bersiap melangkah menemani Rose.


Rose bagaikan disambar petir kakinya seakan tertancap di tanah, tak bergerak. Berusaha untuk mempercayai apa yang baru saja ia dengar .


"Jevaro mau menemaniku? aku tidak salah dengar kan?" batin Rose.


"Rose ayoo!" ajak Jevaro yang sudah beranjak dari tempatnya tadi.


"oh ...iya pak tunggu " sahut Rose tersadar dari lamunannya.


..................🌹🌹🌹🌹................


Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam hari semakin larut, Aqib melihat sekeliling, "Itu bukannya Kimberley?" Aqib menghampiri Kimberley.


Melihat Kimberley tertidur pulas di kursi batinnya trenyuh, "Kamu pasti lelah" batin Aqib.


Lalu Aqib melepas jaketnya dan menutup tubuh Kimberley dengan jaketnya, ia tidak mau para nyamuk nakal berpesta pora di atas tubuh Kimberley.


Untuk sesaat ia memandang Kimberley dari jarak yang sangat dekat, ingin sekali ia menciumnya dan mengatakan kalau ia mencintainya, tapi Aqib teringat janjinya pada adiknya untuk mengunci rapat-rapat perasaannya dan membiarkan adiknya berbahagia bersama dengan orang yang dicintainya.


Aqib mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskannya. Ia mencium kening Kimberley lalu pergi meninggalkannya.


Aqib berjalan menuju ke ruangan dokter yang menangani adiknya, ia hendak berkonsultasi tentang keadaan Yasir.


Di dalam ruangan tampak Yasir mulai tersadar dari pengaruh obat tenangnya.


Ia mulai membuka matanya, melihat sekeliling dan berusaha untuk mengingat apa yang telah terjadi.


Begitu banyak bayangan kejadian- kejadian yang dulu pernah terjadi selama hidupnya silih berganti terlintas dari pikirannya, masa kecil nya yang bahagia bersama keluarganya di Kashmir. Ayah, ibu, kakak dan adik. Mereka lah yang dulu selalu mengisi kebahagiaan hidupnya.


Yasir teringat tentang masa kecilnya betapa ia merasa sangat berbahagia mempunyai keluarga yang sangat menyayangi dirinya terutama kakaknya. Aqib ...., ya kak Aqib adalah salah satu kakaknya yang paling dekat dengan dirinya.Kemanapun mereka selalu bersama, bermain ke sekolah mereka selalu bersama.


Kak Aqib sudah seperti bayangannya sendiri bagi Yasir, dimana ada dirinya kak Aqib selalu ada di dekatnya. Bila ada anak yang jahil padanya atau yang menganggu dirinya kak Aqib lah yang selalu membela dirinya.


Terlalu banyak momen kebersamaan diantara mereka.Hingga saat kakaknya terpuruk ketika kehilangan cintanya, yang merupakan satu hal yang sangat menyakitkan buat keluarga mereka. Tidak ada lagi kak Aqib yang selalu sigap membatu, peduli dan siaga, tak ada lagi kak Aqib yang selalu memberinya masukan, ide dan pemikiran dalam menyelesaikan suatu masalah. Kak Aqib berubah menjadi patung hidup setiap hari hanya terdiam memandang luar jendela tanpa ekspresi, pikirannya jelas tidak bersama raganya.


Berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun Yasir berusaha mengembalikan semangat hidup kakaknya, Dulu bila ia yang mempunyai masalah kak Aqib lah Super Hero Yasir kini ketika sebaliknya terjadi giliran dirinyalah yang menjadi penolong kak Aqib.


Dan dengan penuh ketelatenan dan kasih sayang Yasir berhasil membuat kakaknya kembali sadar dan bangkit dari keterpurukannya.


Walaupun untuk hal yang satu itu yaitu percintaan, Aqib tidak bisa begitu saja mengganti Reva dengan sosok yang baru.


Sudah berpuluh puluh wanita cantik dan smart sesuai tipe Aqib sudah diperkenalkan tapi tak satupun yang berhasil menggoyahkan hati Aqib.


Hanya Reva lah wanita satu satunya yang berhasil membuat hati kak aqib luluh, hanya Reva lah penghuni satu-satunya hati kak Aqib.


Tapi kini, entah bagaimana bisa terjadi kak Aqib berhasil menyingkirkan bayangan kak Reva dan perlahan mengusir dari hatinya, dan menggantinya dengan Kimberley.


Yah...., Kimberly Ryan wanita yang sangat Yasir cintai tapi sekaligus yang paling sering ia lukai dan kecewakan tetapi tetap dengan tulus ikhlas setia mencintai dirinya.


Ternyata Yasir kini harus menerima kenyataan pahit akan kejujuran kakaknya yang mengatakan bahwa dirinya jatuh hati pada Kimberley, ya kakaknya sendiri ternyata juga mencintai kekasihnya.


Pada awalnya Yasir tidak bisa menerima kenyataan, kenapa harus Kimberley? kenapa bukan yang lain? ia ingin sekali kakaknya juga merasakan kebahagiaan yang sama dengannya, merasakan bahagianya dicintai dan mencintai tapi kenapa harus dengan Kimberley kekasihnya?.


"Aaahhh ..... sakittt" jerit Yasir


Tiba-tiba ia merasakan sakit yang luar biasa pada kepalanya .


"Sakittt...ahhh" jerit Yasir.


Kebetulan saat itu kak Aqib bersama dokter telah berada di dekat ruangan Yasir, setelah mereka berbincang-bincang tentang keadaan Yasir, dan kebetulan Dokter Wahyu akan mengadakan kunjungan pasien.


Mendengar jeritan kesakitan dari dalam ruangan Yasir, Kimberley langsung terbangun, sedikit terkejut dengan jaket yang menutupi tubuhnya, kembali terdengar suara jeritan kesakitan, baik Aqib, Kimberley dan Dokter Wahyu saling berpandangan dan kemudian bersama-sama tergopoh-gopoh memasuki ruangan untuk melihat keadaan Yasir.


"Kak ...... Yasir kenapa kak?!"tanya panik Kimberley sambil menggoncangkan tubuh Aqib.


"Sayang ... kamu kenapa? dokter tolong Yasir !" tangis panik Kimberley tak tahan melihat kekasihnya menjerit kesakitan sambil memegang kepalanya.


"Sabar Kim, kita doa kan yang terbaik buat Yasir oke, biarkan dokter memeriksanya terlebih dahulu" jelas Aqib yang juga khawatir melihat kondisi adik tercintanya tapi berusaha tetap tegar di hadapan Kimberley.


Ia tidak mau Kimberley semakin down kalau melihat dirinya yang sebenarnya juga tidak tega melihat keadaan Yasir saat ini, sejak dokter menjelaskan keadaan Yasir tadi ia sudah sangat terpukul dan khawatir tetapi ia harus tetap kuat buat Yasir maupun Kimberley dua orang yang sangat penting dalam hidupnya.


"Maaf silakan tunggu di luar dulu biarkan kami memeriksa lebih lanjut " seru suster pada Aqib dan Kimberley.


"Tidak sus aku mau disini aku mau temani Yasir ... sayang aku disini, kamu yang kuat ya.!." jerit pilu Kimberley.


Aqib benar- benar hancur melihatnya tapi ia berusaha untuk kuat "Ayo Kim kita keluar kasihan Yasir , biarkan dia ditangani dan diperiksa dokter dulu ya, nanti kita temani Yasir lagi " bujuk Aqib sambil memeluk Kimberley menahannya agar tidak berlari ke arah Yasir .


"Maaf ya tunggu di luar dulu " lalu suster menutup pintu ruangan.


"Yasir ... aku cinta kamu! kita akan segera menikah! kamu yang kuat ya kamu pasti bisa! kamu masih ingat kan janji kamu, kita akan bahagia selamanya.!" jerit Kimberley pilu


Aqib benar-benar tak kuat lagi mendengarnya air matanya pun ikut menetes, ia hanya bisa memeluk dan mengusap rambut Kimberley untuk menenangkannya, padahal dirinya sendiripun merasakan hancur sehancur hancurnya dua orang yang paling ia sayangi saat ini sama-sama sedang menderita.


Melihat Kimberley menangis dalam pelukan Aqib, Rose yang dari kejauhan datang bersama Jevaro langsung berlari mendekati Kimberley dan Aqib, diikuti oleh Jevaro


"Ada apa? apa yang terjadi?" tanya Rose.


Kimberley langsung memeluk Rose.


"Rose....,Yasir Rose .... kasihan dia " TunjuK Kimberley ke arah ruangan Yasir hanya itu yang terlontar dari mulut Kimberley lalu menangis kembali


Aqib terduduk lemas dan meneteskan air mata diam tak bergeming, ia berusaha menenangkan gejolak perasaannya.


Jevaro sangat paham apa yang terjadi "Pasti Yasir kambuh lagi dan sekarang dokter sedang memeriksanya " batin Jevaro.


"Yang kuat bro kamu pasti bisa , Kimberley menunggumu, Tuhan pulihkan lah Yasir dari segala deritanya saat ini " Jevaro melihat Kimberley begitu terpukul, hatinya pun ikut sedih.


Yang ia inginkan saat ini cuman satu Kimberley kembali tersenyum, dan itu hanya akan terjadi bila Yasir pulih dan berhasil melalui masa- masa kritis ini.


.................🥺🥺🥺......................