
Perjalanan menuju ke Kashmir sangatlah menyenangkan, karena kita akan disuguhi pemandangan yang sangat indah sepanjang perjalanan.
Begitu banyak bukit, lembah hijau yang sangat indah akan memanjakan mata kita.
Walaupun perjalanan dari New Delhi ke Jammu Kashmir sangat lah panjang, bila ditempuh dengan menggunakan kereta api kurang lebih membutuhkan waktu 16 jam lebih.
Dengan waktu tempuh yang sangatlah panjang tapi dengan hamparan pemandangan yang indah tidak akan membuat kita merasa jenuh justru kita akan dibuat terpesona.
"Hai Kim apa yang kamu pikirkan dari tadi kuperhatikan kamu hanya termenung menatap kaca jendela" Yasir mendekati Kimberley sambil memberinya sekantong makanan ringan.
"Aku hanya berpikir pemandangan yang kulihat sepanjang perjalanan ini benar benar indah bagaimana dengan Kashmir yang kata orang disebut surganya bumi" lalu Kimberley mengambil makanan ringan yang tadi disodorkan padanya oleh Yasir.
Yasir lalu mencium kening Kimberley dan mengacak ngacak rambut Kimberley sebentar lalu Yasir naik ke ranjang atas dan merebahkan diri.
"Kamu lihat saja dan buktikan sendiri" sambil tersenyum Yasir pun beristirahat.
"Istirahat lah Kim masih panjang perjalanan kita, pemandangan indah tidak akan habis kok semakin mendekati Kashmir kamu akan semakin takjub percayalah" jelas Yasir.
Pintu kabin terbuka dan masuk lah Aqib dengan membawa beberapa botol minuman dan bungkusan makanan.
"Haii makan dulu yuk kita sudah terlambat makan siang nih." ajak Aqib.
"Lama banget kak ini dah mau tidur" protes Yasir kemudian turun dari ranjang atas dan mengambil bungkusan yang diletakan Aqib di meja.
"Nih Kim makan dulu," sambil menyerahkan satu bungkus makanan pada Kimberley.
"Hei Kim kamu suka pedas kan, tadi lauknya pedas semua gak apa apa kan" tanya Aqib kuatir.
"Lha kakak ketinggalan info, ini nih ratunya pedas justru makanan kalau tidak pedas lewattt mana bisa masuk perut dia masuk mulut aja gak bisa" sambil melirik Kimberley menggoda.
Kimberley hanya tersenyum tersipu.
"Oh ya Kim?... syukurlah kalau begitu, tadinya aku kuatir kamu justru gak bisa makan pedas" timpal Aqib.
" Hmm enak kak!" seru Kimberley setelah mencoba sesuap ternyata cocok dan Kimberley pun makan dengan lahapnya.
Kimberley sadar perutnya ternyata sudah minta diisi dari tadi.
Setelah selesai makan dan minum Kimberley kembali dengan kesibukannya memandangi pemandangan yang terbentang di kaca jendela kereta, melihat kekasihnya masih asyik mengagumi ciptaan dan karya indah Tuhan, Yasir pun ikut menemani Kimberly sambil mendengarkan musik.
"Aku temani ya sayang, aku juga belum ngantuk" Yasir pun ikut tenggelam dengan keasyikan memandang keindahan alam yang tersuguhkan di depan matanya.
Melihat adiknya dan Kimberley masih asyik memandangi jendela,"Hei kalian tidak beristirahat? Kim istirahat lah perjalanan masih panjang setelah kita turun kereta kita masih lanjut naik bis untuk sampai ke desa kami dan sesampainya di Baramulla, ayah sudah menanti menjemput kita dengan mobil jadi saran aku tidurlah, daripada kamu nanti tepar sesampainya di Kashmir jadi gak bisa menikmati liburan." saran Aqib.
"Iya nih dari tadi disuruh istirahat susahnya minta ampun, ntar kalau kamu cape dan tepar rugi lho sayang, ntar kalau dan sampai aku ajak kamu ke Gulmarg disana kami biasa bermain ice skate, jet ski , kereta gantung dan masih banyak lagi percaya deh kamu akan jatuh cinta" jelas Yasir.
"Iya Kim istirahat lah, banyak tempat akan kamu kunjungi di Kashmir ntar aku antar kalian ke danau yang sangat terkenal di Srinagar, Danau Dal aku yakin kamu akan suka." tawar Aqib sambil merebahkan diri untuk beristirahat.
" Okay guys Aku istirahat dulu ya, badan aku sudah terasa lelah" sambil merebahkan diri lalu Aqib pun tertidur.
Kimberley, Yasir dan Aqib memang sengaja memilih jadi satu kabin, biasanya ada pilihan satu kabin berisi dua tempat tidur atau empat tempat tidur tergantung tiket yang dibeli, Aqib memutuskan lebih baik untuk keamanan, mereka jadi satu kabin saja, jadi tidak takut dan was was kalau mereka tidur barang barang bawaan mereka raib .
"Kamu kalau mau istirahat tidurlah aku gak apa apa kok" Kimberley tahu Yasir sudah sangat lelah
"No without you" Yasir menyandarkan kepalanya di samping kaca.
Melihat Yasir, Kimberley merasa kasihan dia tahu Yasir sebenarnya sudah sangat lelah sekali tetapi demi dirinya ia ikut menemani.
"Sayang yuk istirahat kamu sudah sangat lelah sekali" ajak Kimberley.
"Kamu juga istirahat ya" sambil mengusap kepala Kimberley.
Kimberley hanya mengangguk dan merebahkan badannya, diikuti Yasir yang naik ke ranjang atas Aqib.
"I love you Kim" sambil menempelkan jarinya ke bibir Yasir dan meniupnya ke arah Kimberley.
"I love you too Yasir" sambil menangkap ciuman yang ditiup Yasir untuknya dan meletakan di dadanya.
Kemudian tertidurlah mereka.
..........~~~~~.............
Beberapa jam kemudian,
"Terima kasih kak Aqib" Yasir turun dari ranjangnya, melihat kak Aqib tadi menutupi tubuh Kimberley dengan mantel hangat miliknya, kemudian Yasir mengambil mantelnya sendiri dan memakainya.
Mereka sudah mulai memasuki daerah Kashmir, dingin mulai terasa menusuk sendi sendi tulang mereka.
"Kim..Kim, bangun sayang pakai mantel kamu kita sudah hampir sampai nih" Yasir membangunkan Kimberley.
Kimberley menggosok gosok matanya,"Ini ...punya siapa?" Kimberley menunjuk mantel yang menyelimuti tubuhnya.
"Punya aku Kim,tadi kamu menggigil kedinginan" Kak Aqib berjalan ke arah Kimberley dan mengambil mantel hangat nya.
"Terima kasih kak" Kimberley memakai mantel hangatnya sendiri.
'Nih Kim diminum" Yasir menyodorkan secangkir teh hangat pada Kimberley.
"Minumlah dulu, biar hangat, sebentar lagi kita lanjut naik bis ke Baramulla" Aqib meniup teh nya lalu menyeruputnya perlahan .
Yasir memeluk Kimberley, ia tahu kekasihnya sedang kedinginan.
"Kim nanti kalau kamu sudah sampai di rumah kamu pakai baju daerah kami ya biar hangat" sambil memeluk Kimberley erat Yasir memberi saran agar kekasihnya tetap merasa hangat.
Tidak terasa kereta mulai melambatkan jalannya tanda mereka sudah sampai di Jammu Kashmir.
Mereka sengaja menunggu penumpang lainnya keluar terlebih dahulu.
Setelah dirasa mulai sepi baik Aqib,Yasir dan Kimberley mulai turun dari kereta.
Turun dari kereta Kimberley tertegun sesaat.
Diluar seluruh daratan berubah memutih tertutupi oleh salju.
"Haii Kim ayoo" Yasir memeluk dan menuntun Kimberley ke tempat yang lebih tertutup agar tubuh terasa lebih hangat.
"Duduk dulu yuk, kak Aqib masih mencari taxi untuk kita ke bus station" ajak Yasir.
"Wow bisa berubah gitu ya dalam satu negara?" gumam Kimberley.
Kimberley masih ingat tadi di kereta dia masih melihat hamparan hijau berbagai pemandangan indah, sungai bukit dan lembah sekarang semua berubah tertutup salju.
" Iya untuk bagian India Utara kami memang memilik musim salju seperti Eropa karena terletak di jajaran pegunungan Himalaya, untuk wilayah India Selatan hanya memiliki musim panas, dingin, dan hujan karena dekat dengan Srilanka." jelas Yasir.
Kimberley hanya manggut manggut mendengar penjelasan kekasihnya.
Dari kejauhan terlihat kak Aqib sedang melambaikan tangannya agar mereka mengikutinya.
"Yuk Kim, tuh kak Aqib" sambil menunjuk ke arah Aqib.
Yasir menggandeng tangan Kimberley untuk segera menghampiri Aqib.
Akhirnya mereka bertiga naik taxi menuju ke terminal bis.
Setelah hampir setengah jam meninggalkan stasiun kereta api akhirnya mereka berganti transportasi lagi, saat ini mereka sudah berada di dalam bis menuju Baramulla kampung halaman Aqib dan Yasir Mir.
...............~~........
Sampai disini dulu ya ....
Author kedinginan nih seharian di dunia nyata hujan ditambah lagi kisah Kimberley juga lagi kedinginan di negeri seberang karena musim salju brrrr..makin terasa dingin deh.
Author mau menghangatkan badan dulu ..
Ditunggu kisah liburan Kimberley berikutnya ya.....
Jangan lupa like komen favorite dan kritik sarannya ya
Salam hangat selalu
❤️❤️ eveliniq ❤️❤️
Sambil menunggu up kalian bisa mampir ke karya Nadziroh Berbagi Cinta Kisah Pilu istri Pertama