Find The Perfect Love

Find The Perfect Love
Liburan




Setelah terbang selama kurang lebih 10 jam dari Bandara Juanda ke New Delhi akhirnya mereka bisa menginjak daratan kembali


Kimberley, Yasir dan Aqib akhirnya sampai juga di negara India, baru saja mereka menginjakan kaki di Bandara New Delhi



"Wow terima kasih sayang akhirnya kita bisa mewujudkan impian kita" Kimberley masih tidak percaya kalau mereka sudah berada di India.


"You happy?" tanya Yasir sambil tersenyum lembut ada perasaan bahagia melihat senyum bahagia kekasihnya selalu tersungging di bibirnya.


"Yes i am really happy Yasir" Kimberley mencium pipi Yasir sebagai ungkapan rasa bahagianya.


Yasir pun tersenyum bahagia, tangannya mengacak acak rambut Kimberley lalu mencium kening Kimberley.


"Aku cari taxi dan hotel dulu ya buat kita." Aqib menepuk punggung Yasir.


Disambut anggukan oleh Yasir.


"Kita duduk dulu yuk sambil tunggu kak Aqib" lalu Yasir menggandeng tangan Kimberley mencari tempat duduk.


Kimberley pun mengikuti arahan kekasihnya menunggu kak Aqib.


Tiba-tiba terdengar suara yang berasal dari perut Kimberley.


Yasir dan Kimberley pun saling pandang sesaat kemudian mereka kompak tertawa.


"Perut kamu sudah berteriak minta diisi tuh makanan mana makanan" goda Yasir


Kimberly hanya tertipu malu tapi tidak bisa mengelak dan untuk kedua kalinya perut Kimberley terdengar bernyanyi kembali.


Yasir langsung berdiri dari tempat duduknya,"Bentar sayang"


"Sayang mau kemana?" Kimberley berusaha menahan Yasir yang sudah berlari.


"Tunggu disitu jangan kemana-mana" teriak Yasir.


Sambil menunggu Yasir Kimberley menghubungi ibu untuk memberitahukan kalau dirinya sudah mendarat di New Delhi India.


Ternyata di rumah ada Rose.


"Hai Kim jangan lupa ya foto fotonya share ok" seru Rose


"Hei Rose kamu disitu?" tanya Kimberley terkejut tiba-tiba suara Rose muncul disaat Kimberley berbicara dengan ibunya di telepon.


"Aku nginap di rumahmu Kim, menemani ibu dan ayah" sambung Rose kembali.


"Oh okay baguslah kalau gitu, hubungi aku ya kalau ada apa-apa Rose" pesan Kimberley


"Siap ibu Kimberley, laksanakan!" jawab Rose kemudian mereka tertawa.


"Okay okay nih Yasir sudah kembali nanti aku hubungi lagi ya" pamit Kimberley dan putuslah hubungan telepon mereka.


"Nih, sementara diisi ini dulu ya" Yasir menyodorkan Roti pada Kimberley


"Terima kasih sayang" Kimberley lalu memakan roti pemberian Yasir tapi sebelumnya dia memotong jadi dua bagian dan memberikannya padai Yasir .


"Untuk kamu saja aku belum lapar sayang, perut kamu tuh kasihan" Yasir memberikan roti tadi untuk Kimberley.


"No! ..kalau kamu gak mau makan aku juga gak" Kimberley pura-pura ngambek pada Yasir.


"Okay sini..., kamu makan ya aku dikit aja" Yasir akhirnya mengalah demi kekasihnya agar mau mengisi perutnya dengan roti untuk sementara waktu.


Kimberley tahu Yasir pasti tidak akan membiarkan dia tidak memakan rotinya.


Tidak terasa ada senyum tipis di bibir Kimberley.


"Terima kasih sayang rotinya" sambil bersandar di bahu Yasir.


Tidak berapa lama Aqib menelepon agar Yasir dan Kimberley keluar karena sudah ditunggu taxi di depan


Kemudian Yasir dan Kimberley pun mencari kak Aqib yang sudah menunggu bersama Taxi.



Kemudian mereka menuju salah satu hotel di New Delhi.


Mereka sengaja bermalam semalam di New Delhi tidak langsung menuju Kashmir karena Kimberley ingin melihat Taj Mahal terlebih dahulu.


Akhirnya sampailah mereka di hotel yang telah di pesan Aqib.



Mereka check in untuk dua kamar, satu two bed dan satu lagi single.


Akhirnya setelah 10 jam perjalanan mereka bisa beristirahat juga, sudah terbayang empuknya kasur, dan guyuran air hangat membasahi tubuh untuk membersihkan diri dan menghilangkan kepenatan.


Perjalanan ini begitu melelahkan tapi sekaligus menyenangkan.


"Kim ini kunci kamar kamu" Aqib memberikan sebuah kunci kamar hotel pada Kimberley.


Kimberley menerima kunci kamar hotel dari Aqib sambil mengangguk."Terima kasih kak"


Tibalah mereka di depan kamar,


"Okay Kimberley kita berpisah sementara ya disini, ntar setelah bersih-bersih diri kita bertemu di restoran untuk makan malam." Kak Aqib berpamitan pada Kimberley.


"Siap kak Aqib" sambil membuka pintu kamar.



Yasir menunjuk ke arah kamar Kimberley.


"No no you sleep with me, come on" sambil menarik telinga Yasir


"Auch..., okay okay bye Kim" Yasir melambaikan tangannya kemudian mengaruk garuk kepalanya.


"Good evening Kim" pamit Aqib sambil membawa masuk Yasir ke kamar.


"Good evening kak" Kimberley tertawa kecil melihat kak Aqib menarik telinga Yasir, kemudian Kimberley pun menutup pintu kamar.


"Ahhh akhirnya bisa rebahan juga" pikir Kimberley.


Setelah bersih-bersih dan membuat teh hangat, Kimberley langsung merebahkan diri di kasur, nyaman rasanya segala kepenatan selama perjalan panjang dibayar lunas sudah, rasa empuk kasur membuat nyaman punggung Kimberley yang terasa lelah.



Di kamar sebelah Aqib sedang menelepon Orang tuanya, untuk mengabarkan bahwa mereka sudah tiba di New Delhi.


Aqib juga berpesan untuk menyiapkan satu kamar kosong untuk Kimberley.


"Oya bagaimana persiapan kamar untuk pacarnya Yasir beres kan ma? tapi jangan yang bersebelahan dengan kamar Yasir ya ma bahaya" sengaja Aqib meninggikan nada suaranya untuk menggoda Yasir.


"Kak Aqib....!!" tiba-tiba sebuah handuk melayang Aqib sempat berusaha menangkis tapi apa daya handuk jatuh tepat di wajah Aqib.


Aqib tertawa terbahak bahak, Aqib dari dulu paling suka menggoda adiknya.


"Ma....., kak Aqib jangan boleh balik ke Indonesia ya biang kerok!" teriak Yasir membalas


Kemudian bergulat lah adik kakak ini saling menggoda.


Selesai lelah bergulat mereka saling merebahkan diri di kasur.


"Kak Aqib, kakak kapan mulai berpikir lagi untuk mencari pengganti kak Reva?" Yasir berusaha menyadarkan kakaknya bahwa masa berkabungnya harusnya sudah selesai.


"Hmm," Aqib berdiri dari kasur kemudian berjalan menuju meja pojok menarik kursinya dan mengambil gelas membuat kopi.


Aqib menyeruput kopinya, pandangannya kosong, ia menghela nafas "Aku belum menemukan sosok pengganti Reva."


"Kak sampai kapanpun kak Reva tidak akan tergantikan, jangan pernah mencari pengganti kak Reva tapi temukan seseorang yang baru yang bisa membuat kakak bahagia dengan kepribadiannya sendiri bukan bayang-bayang Reva." Yasir berusaha mengingatkan kakaknya kemudian Yasir menepuk bahu kakaknya


"Yakinlah kak asal kakak membuka hati kakak, kakak pasti akan menemukannya." lanjut Yasir menasehati kakaknya.


"Thanks ya kamu memang adik terbaik semoga kamu dan Kimberley selalu berbahagia dan sampai ke pelaminan." ucap Aqib.


"Aminn, makasih kak doanya" Yasir pun ikut membuat kopi untuk dirinya sendiri kemudian menyeruputnya.


Tanpa sadar Yasir melihat jam sudah menunjukan pukul tujuh malam.


Ia ingat tadi sewaktu di bandara menunggu taxi, perut Kimberley sudah berbunyi.


Yasir akhirnya secepat mungkin menyambar kaos dan celana panjangnya.


"Heii ada apa??" Aqib bingung melihat adiknya yang tiba-tiba panik.


"Kak kalau kakak masih kenyang aku mau makan malam dulu ya dengan Kimberley, kasihan tadi siang dia sudah lapar aku tadi cuman beliin roti untuk mengganjal perutnya, aku tinggal dulu ya kak" Yasir membuka pintu dan langsung menghilang dari hadapan Aqib sebelum Aqib mengatakan sepatah kata pun.


Aqib hanya terdiam lagi dan menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah Yasir.


"Kimm," Yasir menekan bel yang ada di pojok pintu.


"Haii," sambil mencari cari sesuatu.


'Kamu cari apa?" tanya Yasir.


"Kak Aqib mana?" sahut Kimberley singkat.


Yasir terlihat sedikit kecewa dan cemburu .


"Kenapa sayang kok sedih?" Kimberley mencoba menghibur kekasihnya.


"Yuk kita makan kamu pasti lapar" ajak Yasir datar .


"Kamu cerita dulu kenapa tiba-tiba sedih?" Kimberley berusaha mencari tahu apa yang membuat kekasihnya sedih


"Hmm kamu lebih sayang Kak Aqib," sahut Yasir singkat


Kimberley menyipitkan matanya tanda tidak paham


"Iya kamu selalu mencari dia," sahut Yasir.


Kimberley tertawa lepas "Yasir kita kan perginya bertiga sayang, wajar kan kalau formasi tidak lengkap terus aku bertanya? apa iya salah?"


"Okay deh maaf ya, aku tidak ada maksud apa-apa" jawab Kimberley menjelaskan.


"Iya gak papa, yuk kita ke Restoran, time to dinner" sambil tersenyum, Yasir merangkul Kimberley menuju restoran hotel.


"Heii wait tega ya kalian meninggalkan kakak kalian kelaparan" celetuk Aqib tiba-tiba


"Yahh si biang kerok datang lagi" Yasir menggoda kakaknya


"Apa kamu bilang" telinga Yasir dijewer lagi.


"Ampun kak ampun kan cuman bercanda, Kim tolong telepon emergency ada penganiayaan disini"goda Yasir


Akhirnya mereka bertiga pun tertawa bersama.


.............~~...........